Tampilkan postingan dengan label rumus kimia dan persamaan reaksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rumus kimia dan persamaan reaksi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Januari 2015

Untuk memudahkan dalam identifikasi suatu bendadengan benda yang lain, setiap benda perlu diberi nama. Dengan pemberian nama, suatu benda dapat dibedakan dengan benda yang lainnya. Demikian halnya dengan ilmu kimia, untuk membedakan suatu zat dengan zat yang lain, maka perlu dilakukan pemberian nama pada setiap zat. Jadi setiap zat perlu mempunyai nama yang spesifik. Sama seperti unsur, penamaan suatu senyawa pada awlnya berdasarkan nama tempat, nama orang, sifat tertentu dari suatu benda dan sebagainya.
Contohnya ;
- salmiak, karena berasal dari garam yang diperoleh dari kotoran sapi di dekat kuil untuk dewa Jupiter Ammon di Mesir.
- garam glauber, karena yang memberi nama JR Glauber
- garam dapur, karena bahan bumbu masakan dapur.
Oleh karena penemuan senyawa telah mencapai jutaan, maka sangat sulit untuk menghafalkan nama-nama senyawa tersebut. Untuk itu para ilmuwan mengembangkan tatanama senyawa yang bersistem dan telah di atur oleh IUPAC (International Union and Pure Chemistry). Tatanama suatu senyawa diatur menurut komposisi unsur-unsur yang menyusun senyawa tersebut atau yang lebih dikenal dengan istilah rumus kimia.

Tata Nama Senyawa Biner.
Senyawa biner adalah senyawa yang hanya tersusun atas dua jenis unsur. Adapun tatanama sebyawa biner adalah sebagai berikut :
- semua senyawa biner harus memakai akhiran -ida
- Untuk senyawa logam hanya memiliki valensi satu jenis, yaitu seperti logam sebagai ion positif  (kation) dan unsur nonlogam sebagai ion negatif(anion), maka aturannya sebagai berikut :
   1) Jika logam hanya mempunyai valensi satu jenis, yaitu seperti logam golongan IA, IIA dan IIIA, maka penamaannya sebagai berikut : nama logam  +  nama nonlogam   + ida
Contoh :

NaBr  ; natrium bromide
CaCl2   : kalsium klorida
Al2O3   :  alumunium oksida
   2) Jika logam mempunyai valensi lebih dari satu jenis maka di belakang nama Indonesia dari logam ditulis angka Romawi yang merupakan valensi dari logam tersebut.
Contoh :
FeBr2   : besi (II) bromide
FeBr3   : besi (III) bromide
Cu2O   ; tembaga (I) oksida
CuO   :   tembaga (II) oksida
  3) Jika penamaan senyawa dengan nama Latin, maka unsure dengan valensi kecil diberi akhiran –o, sedangkan yang besar diberi akhiran –i
Contoh :
FeCl2   :  ferro klorida
FeCl3   :  ferri klorida
CuI     : cupro iodide
CuI2    :  cupri iodide

- Untuk senyawa kovalen, yaitu senyawa yang tersusn dari unsur-unsur non logam,  rumus senyawa : Unsur yang terdapat lebih dahulu dalam urutan berikut, ditulis didepan.
B – Si- C- Sb- As- P- N- H- Te- Se- S- I- Br- Cl- O- F
Contoh:
  Amonia ditulis (NH3) bukan H3N,  
  air ditulis (H2O) bukan OH2

-. Jika senyawa kovalen membentuk lebih dari satu senyawa, maka untuk membedakan ada dua  cara yang dilakukan IUPAC, yaitu sebagai berikut: 
 a)   Jika pasangan unsur yang bersenyawa membentuk lebih dari sejenis senyawa, senyawa-senyawa itu dibedakan dengan menyebutkan angka indeks dalam bahasa
1 =   mono      3  = tri          5 = penta            7 = hepta             9 = nona
2 =  di             4 = tetra     6 = heksa            8 = okta             10 = deka        
CO    :  karbon monoksida     
CO2   :karbondioksida    
NO     :  nitrogen monoksida 
N2O3 :   dinitrogen trioksida  
N2O    :  dinitrogen monooksida
NO2 :   nitrogen monoksida
N2O5   :dinitrogen tetraoksida                                                          
b) Pemberian nama berdasarkan valensi (bilangan oksidasi) untuk unsur yang memiliki valensi lebih dari satu .
Contoh :
NO     :  nitrogen (II)  oksida 
N2O3 :   dinitrogen(III) oksida  
N2O    :  nitrogen (I) oksida
NO2 :   nitrogen(IV) oksida
N2O5   :  nitrogen(V) aoksida  
Untuk senyawa yang sudah umum dikenal tidak mengikuti aturan di atas.
Contoh : 
H2O = air
NH4 = amonium
CH4 = metana

Tatanama Senyawa Poliatomik
Senyawa poliatomik atau senyawa terner adalah senyawa yang terdiri atas lebih dari dua jenis unsur. Senyawa poliatomik terbagi menjadi dua macam, yakni senyawa ion dan senyawa kovalen.
a. Senyawa Poliatomok ionik
Senyawa poliatomik ionik tediri atas kation (biasanya unsur logam), dan anion poliatomik. Senyawa  poliatomik ionik dibagi lagi menjadi dua jenis, yakni senyawa garam poliatomik dan senyawa basa.
1) Senyawa garam poliatom
Senyawa garam poliatom adalah senyawa tang terdiri atas kation dan anion yang merupakan ion poliatom. Dalam hal ini yang dimaksud ion poliatom adalah ion yang tersusun atas lebih dari satu jenis atom atau unsur yang berbeda.
Penamaan sennyawa garam poliatom dilakukan dengan cara mengurutkan nama kation dan anionnya.
Contoh :
NH4Cl   = amonium klorida
Na2CO3 = natrium klorida
KCN     = kalium sianida
Ion poliatom negatif (anion) hampir sebagian besar mengandung atom oksigen. Oleh sebab itu aturan penamaannya adalah ion yang mengandung atom oksigen lebih sedikit diberi akhiran -it, sedangkan yang lebih banyak diberi akhiran -at.
Contoh :
Na2SO3   = natrium sulfit
Na2SO4   = natrium sulfat
AlPO3     = alumunium phosphit
AlPO4     = alumunium phosphit

2) Senyawa Basa
Basa adalah zat yang dapat melepaskan ion OH- (hidroksida) dalam air. Larutan basa bersifat kaustik (licin seperti sabun) dan rasanya agak pahit. Senyawa basa adalah senyawa ion yang terdiri atas kation logam kation logam dan anion OH-. Penamaan senyawa basa adalah dengan menuliskan nama kationnya diikuti kata hidroksida.
Contoh :
NaOH   = natrium hidrokasida
Ca(OH)2  = kalsium hidroksida
Al(OH)3  = alumunium hidroksida
Untuk kation yang mempunyai valensi lebih dari satu, penamaan senyawa basa sama seperti di atas, hanya di belakang nama kation diberi angka Romawi yang menunjukkan angka valensisinya.
Contoh :
Sn(OH)2   = timah (II) hidroksida
Sn(OH)4   = timah (IV) hidroksida

b. Senyawa Poliatomik Kovalen
Senyawa yang termasuk senyawa poliatomik kovalen adalah senyawa asam oksi. Asam adalah zat yang menghasilkan H+ (ion hidrogen) dalam air. Adapun yang dimaksud asam oksi adalah asam yang anionnya mengandung oksigen.
Tatanaman asam oksi sebagai berikut :
1) Jika hanya membentuk satu senyawa asam, diberi akhiran -at, sedangkan jika terbentuk lebih dari satu senyawa asam, maka asam yang mempunyai oksigen lebih sedikit diberi akhiran -it dan yang lebih banyaj diberi akhiran -at.
Contoh :
H2CO3    = asam karbonat
HIO3       = asam iodat
H2SO3    = asam sulfit
H2SO4    = asam sulfat

2) Jika anion dari senyawa asam oksi dan halogen, yaitu selain mengandung oksigen, juga mengandung oksigen, juga mengandung unsur halogen, maka penamaan senyawa disesuiakan dengan peningkatan kandungan atom oksigennya, dengan urutan sebagai berikut :
hipo - it, -it, - at, per - at
Contoh :
HClO    =  asam hipoklorit
HClO2  = asam klolit
HClO3  = asam klorat
HClO4  = asam perklo

MATERI DAN SOAL RUMUS KIMIA DAN PERSAMAAN REAKSI
  1. Ar DAN Mr
  2. HUKUM DASAR ILMU KIMIA
  3. RUMUS KIMIA DAN PERSAMAAN REAKSI
  4. TATANAMA SENYAWA
  5. soal hukum dasar ilmu kimia
  6. soal rumus kimia dan persamaan reaksi


Sumber
Kimia Untuk SMA kelas X, Unggul Sudarmo, Penerbit Erlangga, 2004
KIMIA untuk SMA/MA Kelas X, Tarti Harjani, dkk, Penerbit MasMedia, 2012


Minggu, 14 Desember 2014

Pilihan Ganda :
1. Nama senyawa dari  Mg3N2 adalah
    A. mangan nitrogenida
    B.  mangan nitrida
    C.  magnesium nitrogenida
    D.  magnesium nitrida
    E.  magnesium nitrat

2. Rumus senyawa yang paling tepat dari senyawa nitrogen pentoksida adalah....
     A. N2 O5        B.  N2O4           C.  N2O3        D.   N2O         E.  NO 

3. Bila ion kalsium bergabung dengan ion kalsium fosfat akan membentuk senyawa kalsium fosfat dengan rumus ...
    A. CaPO3        B. CaPO4           C. Ca3 (PO4)2      D.  Ca2(PO4)3        E. Ca2(PO3)2 

4. Nama senyawa yang tepat untuk senyawa CH3COOH adalah...
    A.   asam oksalat
    B.   asam karbonat
    C.   asam kromat
    D.   asam asetat
    E.   asam oksalat

5. Senyawa dengan rumus kimia    Na2S;    KNO2 ;   CaCO3   adalah 
    A. natrium sulfat, kalium nitrat, dan kalsium karbonat
    B.  natrium sulfida, kalium niitrit, dan kalsium karbonat
    C.  natrium sulfida, kalium nitrit, dan kalsium  karbonat
    D.  natrium sulfida, kalium nitrat, dan kalsium karbonat
    E.  natrium sulfat, kalium nitrat, dan kalsium karbonat

6. Persamaan reaksi aMnO (s)   +   bHCl (l)     ----->       cMnCl2 (aq)   +   d H2O (l)   +   e Cl2 (g)
    Bila sudah disetarakan maka harga  a,  b,  c,  d,   e    adalah...
    A.   1 - 4 - 1 - 1 - 1
    B.   1 - 4 - 1 - 2 - 1
    C.   2 - 4 - 2 - 2 - 1
    D.   2 - 2 - 1 - 1 - 2
    E.   2 - 2 - 1 - 1 - 2

7. Reaksi pembakaran gas butana C4H10 dituliskan dengan persamaan reaksi sebagai berikut :
    aC4H10 (g)   +   bO2 (g)    ----->    cCO2 (g)     +    d H2O. Setelah disetarakan maka berlaku...
    A. a   =   c   +   d
    B.  bila a = 1, maka harga b  =  7
    C.   b   =   c   +   d
    D.   b   =   1/2d
    E.   b   =   c   +   1/2d

8. Logam zink yang bereaksi dengan larutan asam klorida menghasilkan larutan zink klorida dan gas hidrogen. Pernyataan tersebut di dalam reaksi kimia dituliskan , dengan....
   A.  Zn(s)   +   HCl  (aq)      ----->      ZnCl (aq)   +   H (g)
    B.  Zn(s)   +   2HCl  (aq)    ----->        ZnCl2 (aq)   +   H2 (g)
    C.  Zn(s)   +  2 HCl  (aq)    ----->        ZnCl2 (aq)   +   H (g)
    D.  Zn(s)   +   2HCl  (aq)    ----->        ZnCl2 (aq)   +   H2 (g)
    E.  Zn(s)   +   2HCl  (aq)    ----->        ZnCl (aq)   +   H2 (g)

9. Persamaan reaksi  :  Mg3N2 (s)   +   H2O (l)  ------->  Mg (OH)2 (aq)  +  NH3 (g) setelah disetarakan maka koeffisien H2O adalah...
    A.   2                B.   3                     C.   4               D.   5                   E.   6

10. Kristal iodin yang masssanya 10 gram direaksikan dengan 10 gram gas hidrogen, ternyata setelah didapatkan 2,5 gram gas hidrogen iodida. Massa zat yang tidak bereaksi adalah...
    A.   (10  -  2,5 ) gram
    B.   (10   +   2,5 ) gram
    C.   (10   +   10 )   -   2,5 gram
    D.   ( 10  +   10 )   +   2,5 gram
    E.   9 10 - 2,5 )   -   10 gram

11. Serbuk magnesium yang massanya 3 gram tepat habis bereaksi dengan sejumlah serbuk belerang menghasilkan senyawa magnesium sulfida yang massanya 7 gram, maka massa serbuk belerang yang telah bereaksi adalah...
    A.  10 gram      B.   7 gram            C. 4 gram           D.   3 gram             E. 1 gram

12. Pada senyawa CaS perbandingan massa Ca  :   S   =   5  :  4. Jika 10 gram kalsium direaksikan dengan 9 gram serbuk belerang, maka CaS yang dihasilkan sebanyak....
    A.   9 gram       B.   9,5 gram        C.   10 gram         D.   18 gram          E.   19 gram

13. Jika di dalam senyawa FeS perbandingan massa Fe : S   =   7 : 4, maka untuk menghasilkan 4,4 gram senyawa FeS diperlukan Fe dan S berturut-turut sebanyak....
    A.  4,0 gram dan 0,4 gram
    B.  3,7 gram dan 0,7 gram
    C.  2,8 gram dan 1,6 gram
    D.  3,0 gram dan 1,4 gram
    E.  3,2 gram dan 1,2 gram

14. Unsur  dan B membentuk dua macam senyawa dengan komposisi sebagai berikut :
      
Senyawa
Massa A
Massa B
I
II
60%
50%
40%
50%
Perbandingan massa A di dalam senyawa I dan II pada massa B yang tetap adalah....
   A.   1  :  1             B.   1  :  2         C.  2  :  1               D.   2  :  3             E.   3  :  2

15. Gas belerang dioksida direaksikan dengan gas oksigen dengan persamaan reaksi :
      SO2 (g)   +   O2 (g)     ----->    SO3 (g) maka perbandingan volume gas SO2  :  O2  :  SO3 adalah...
    A.   1  :  1  :  1  
    B.   1  :  2   :  1
    C.   2  :  1  :  1
    D.   2  :  1  :  2
    E.    3  :  2  :  1

16. Dalam suatu tabung berisi gas oksigen sebanyak1027    molekul. Tabung tersebut dikosongkan kemudian diisi dengn gas   , maka jumlah molekul yang dapat ditampung bila diukur pada suhu dan tekanan yang sama adalah...
    A.  4   x   1027 molekul
    B.  2   x   1027 molekul
    C.  1   x   1027 molekul
    D.  ½    x   1027 molekul
    E.  ¼    x   1027 molekul

17. Pada suhu dan tekanan tertentu 1027 molekul CH4 menempati ruang 10 liter, maka dapa suhu dan tekanan yang sama ruang yang volumenya 5 liter akan mengandung gas oksigen sebanyak...
    A.  2   x   1024 molekul oksigen
    B.  1   x   1024 molekul oksigen
    C.  ½    x   1024 molekul oksigen
    D.  1   x   1024 molekul oksigen
    E.  ½    x   1024 molekul oksigen

18. Gas propana ( C3 H8) dibakar sempurna dengan  reaksi  
       C3H6 (g)    +    O2 (g)      ------>       CO2 (g)    +   H2O (g)
     Untuk membakar sempurna setiap liter gas propana dibutuhkan gas oksigen sebanyak....
    A.  1 liter           B.  3 liter                C.  3,5 liter            D.  4 liter               E.  5 liter

19. Setiap 1 liter gas nitrogen tepat habis bereaksi dengan 2,5 liter gas oksigen membentuk 1 liter gas oksida nitrogen. Bila suhu diukur pada suhu dan tekanan yang sama, maka rumus molekul oksida nitrogen tersebut adalah...
    A.  N2O           B. NO                   C.  N2O3                D.  NO2                E.  N2O5
20. Pembakaran sempurna gas amonia diperlukan gas oksigen dengan persamaan reaksi
      NH3 (g)   +   O2 (g)    ------->      NO2 (g)   +   H2O (g) dengan menganggap bahwa kadar oksigen dengan udara yang diperlukan adalah...
   A.  5 liter          B.   7 liter             C.   10 liter                D.   20 liter           E.   25 liter

Essay :
1. Setarakan persamaan reaksi berikut :
    a.  Fe2O3 (s)   +   CO (g)    ---->  Fe(s)     +   CO2 (g)

    b.  KI (s)     +    H2SO4 (l)   ----->    K2SO4 (aq)   +   SO2 (g)   +   H2O (l)   +   I2 (g)

2. Tuliskan persamaan reaksinya :
    a.  natrium karbonat padat +   larutan asam sulfat dihasilkan larutan natrium sulfat +  gas karbondioksida dan air.
    b. serbuk alumunium oksida   +   asam klorida dihasilkan larutan alumunium klorida dan air
    c. larutan tembaga (II) sulfat  +  larutan kalium hidroksida dihasilkan endapan tembaga (II) hidroksida + larutan kalium sulfat

3. Perbandingan massa unsur magnesium dan oksigen dalam senyawa magnesium oksida (MgO) adalah          3 : 2. Jika 4 gram magnesium di reaksikan untuk membentuk senyawa magnesium oksida diperlukan berapa gram oksigen yang diperlukan dan berapa gram magnesium oksida yang dihasilkan?

4.  Bila gas elpiji hanya dianggap mengandung gas C3H8 saja, berapa liter gas oksigen yang diperlukan untuk membakar 12 liter gas elpiji ( diukur pada suhu dan tekanan yang sama? Persamaan yang terjadi adalah :
     C3H8 (g)   +   O2 (g)   ----->   CO2 (g)   +   H2O (g)

5. Tabung yang volumenya 5 liter berisi campuran gas CH4 dan C2H5 dibakar sempurna dengan gas oksigen dengan reaksi :
      CH4 (g)   +   O2 (g)   ----->    CO2 (g)   +   H2O (l)
      C2H4 (g)   +   O2 (g)  ----->  CO2 (g)   +   H2O (l)
Jika volum CO2 yang dihasilkan pada pembakaran tersebut sebanyak 8 liter, tentukan volume masing-masing gas dalam campuran.

MATERI DAN SOAL RUMUS KIMIA DAN PERSAMAAN REAKSI :
  1. Ar DAN Mr
  2. HUKUM DASAR ILMU KIMIA
  3. RUMUS KIMIA DAN PERSAMAAN REAKSI
  4. TATANAMA SENYAWA
  5. soal hukum dasar ilmu kimia
  6. soal rumus kimia dan persamaan reaksi

Sumber
Kimia Untuk SMA kelas X, Unggul Sudarmo, Penerbit Erlangga, 2004
KIMIA untuk SMA/MA Kelas X, Tarti Harjani, dkk, Penerbit MasMedia, 2012


A. HUKUM KEKEKALAN MASSA
      Antonie Laurent Lavoisier (1743 - 1794 ) melakukan kegiatan penelitian terhadap proses pembakaran dari beberapa zat. Dalam percobaan tersebut diamati proses reaksi antara raksa (merkuri) yaitu logam cairan yang berwarna putih perak dengan oksigen untuk membentuk Merkuri Oksida yang berwarna merah.
     Telah diketahui bahwa merkuri oksida  (waktu itu dikenal dengan nama merkuri calx) yang berwarna merah dipanaskan akan menghasilkan logam merkuri, dan sebaliknya bila logam merkuri dipanaskan dengan oksigen akan menghasilkan merkuri oksida. Dari percobaan tersebut ternyata bila merkuri oksida jika dipanaskan akan menghasilkan logam merkuri dan gas oksigen, dan massa oksigen ini ternyata sama dengan yang dibutuhkan untuk mengubah logam merkuri oksida kembali. Dari hasil percobaan itu, maka Lavoisieer  yang menyatakan bahwa massa total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat hasil reaksi.
Contoh :
Logam magnesium seberat 4 gram dibakar dengan oksigen akan menghasilkan magnesium oksida yang dihasilkan dapat dihitung sebagai berikut :
Massa zat-zat sebelum reaksi   =   massa zat-zat hasil reaksi
        m Magnesium oksida       =   m magnesium  + m oksigen
                                               =   4 gram   +   6 gram   =   10 gram
Gambar Percobaan Lavoisier : mula-mula cairan merkuri dalam wadah yang berisi udara adalah A, tetapi setelah beberapa hari, tinggi permukaannya menjadi B, ini menunjukkan bahwa oksigen dari udara telah digunakan oleh merkuri di atas pemanas akan mengakibatkan permukaan merkuri menjadi A lagi, setelah semua merkuri oksida terurai menjadi merkuri kembali.

B. HUKUM PERBANDINGAN TETAP (HUKUM PROUST)
    Berdasarkan proses terbentuknya, senyawa adalah gabungan dua unsur atau lebih dengan perbandingkan tertentu dan tetap. Bergabungnya unsur-unsur pembentuk senyawa. disertai hilangnya sifat-sifat unsur pembentuk. Sifat senyawa yang dihasilkan berbeda dari sifat awal unsur-unsur pembentuknya.
Contoh :
a. Tembaga dicampur dengan serbuk belerang tanpa dipijarkan, maka pada campuran ini sifat tembaga dan belerang masih tetap. Campuran yang terbentuk bukan merupakan senyawa dan hanya disebut campuran saja.
b. Tembaga dicampur dengan serbuk belerang kemudian dipijarkan maka akan terjadi zat yang sifatnya berbeda dari sifat tembaga dan belerang yang dicampurkan, maka zat yang terjadi pada proses pencampuran tersebut adalah senyawa yang dikenalkan sebagai tembaga (II) sulfida.

Senyawa tembaga (II) sulfida dapat diperoleh dengan pemijaran logam tembaga dan serbuk belerang. Jika pada pemijaran tersebut massa tembaga diukur dengan teliti dan jumlah belerangnya di buat sebanyak-banyaknya ternyata senyawa tembaga (II) sulfida yang dihasilkan mengandung perbandingan massa tembaga dan belerang yang selalu tetap, sedangkan belerang yang tidak terbentuk senyawa masih tetap tersisa sebagai unsur belerang. Lihat data hasil percobaan dibawah ini :
 Tabel hubungan massa unsur dengan senyawa :

Percobaan ke
Massa tembaga (gram)
Massa
tembaga (II) sulfat (gram)
Massa belerang yang terbentuk ( gram)
1.
2.
3.
4.
5.
0,24
0,31
0,41
0,51
0,64
0,36
0,46
0,60
0,75
0,95
0,12
0,15
0,20
0,25
0,31

Dari tabel tampak bahwa perbandingan massa belerang dengan tembaga adalah 1 :2. Perbandingan massa unsur belerang dan tembaga itu selalu tetap, walaupun massa belerang dan tembaga disediakan berbeda-beda.
Berdasarkan percobaan-percobaan itu dapat disimpulkan bahwa :
- setiap senyawa tertentu selalu tersusun mengandung unsur-unsur yang sama.
- perbandingan massa unsur dalam senyawa selalu tetap
Pernyataan ini dikenal sebagai Hukum Perbandingan Tetap atau Hukum Proust 

Contoh :
Perbandingan massa unsur oksigen dan hidrogen dalam senyawa air adalah 8  :  1. Jika 100 gram  unsur oksigen dan 3 gram unsur hidrogen bergabung membentuk senyawa air, maka air yang dihasilkan dapat dihitung dari angka banding sebagai berikut :
  m O   :   mH   =   8   :   1
Jiak semua unsur O habis, maka diperlukan H  +   1/8 x 100   =   12,5 gram.
Hal tersebut tidak mungkin, sebab hanya tersedia 3 gram unsur hidrogen seberat 3 gram. Oleh karena hidrogen yang tersedia hanya 3 gram, maka oksigen yang diperlukan  :
massa oksigen  =   8/1  x  3  =  24 gram.
Massa air yang terjadi  =   massa oksigen   +   massa hidrogen  =  27 gram.

C. HUKUM KELIPATAN TETAP ( HUKUM DALTON )
    Dari dua unsur dapat dibentuk beberapa senyawa dengan perbandingan massa yang berbeda-beda. Misalnya, belerang dengan oksigen dapat membentuk suatu senyawa SO2 dan SO3. Dari unsur-unsur hidrogen dan oksigen dapat dibentuk senyawa H2O dan H2O2.
Dalton menyelidiki perbandingan unsur-unsur tersebut pada setiap senyawa  dan didapatkan suatu pola keteraturan. Pola tersebut dinyatakan sebagai Hukum Perbandingan Kelipatan yang berbunyi 
Bila dua unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa, maka massa salah satu unsur tersebut tetap (sama), maka perbandingan massa unsur-unsur yang lain dalam senyawa-senyawa tersebut merupakan bilangan bulat dan sederhana.
Contoh:
Nitrogen dan oksigen dapat membentuk senyawa-senyawa N2O, NO, N2O3 dan N2O4 dengan komposisi massa terlihat dalam tabel berikut :

Senyawa
Massa nitrogen (gram)
Massa oksigen (gram)
Perbandingan
N2O
NO
N2O3
N2O4
28
14
28
28
16
16
48
64
7 : 4
7 : 8
7 : 12
7 : 16
Dari tabel tersebut bila massa N dibuat tetap (sama) sebanyak 7 gram maka perbandingan massa oksigen dalam N2O : NO : N2O3 : N2O4   =   1  :  2  :  3  :  4

D. HUKUM PERBANDINGAN VOLUM DAN HIPOTESIS AVOGADRO.

1. Hukum Perbandingan Volum
Ilmuwan Perancis Joseph Louis Gay Lussac (1778 - 1850) berhasil melakukan percobaan tentang volum gas yang terlibat pada berbagai reaksi.
Setiap satuan volume gaas hidrogen bereaksi denngan satu-satuan volum gas klorin akan menghasilkan dua satuan volum gas hidrogen klorida. Setiap dua satuan volum gas hidrogen bereaksi dengan satu satuan volum gas oksigen akan menghasilkan dua satuan volum uap air 

1 satuan                 1 satuan                                    2 satuan
volum gas              volum gas        ------->             volum gas
hidrogen                   klorin                                    hidrogen klorida

2 satuan                  1 satuan                                  2 satuan
volum gas               volum gas        ------->          volum gas
hidrogen                  oksigen                                     uap air

Dari percobaan- percobaan yang telah dilakukannya , Gay Lussac berkesimpulan bahwa :
Volume gas-gas yang bereaksi dan volum-volum gas hasil reaksi bila diukur pada suhu dan tekanan yang sama berbnding sebagai bilangan bulat dan sederhana. ( Hukum Perbandingan Volum Gay Lussac)
Hasil Percobaan di atas menunjukkan bahwa :
Volume gas hidrogen  :  klorin  :  hidrogen klorida   =    1  :  1  :  2
Volume gas hidrogen  :  oksigen  :  uap air  =   2  :  1  :  2

Hukum tersebut hanya berlaku untuk reaksi-reaksi dalam wujud gas, dan pada kenyataanya untuk reaksi-reaksi yang bukan gas, massa zat dan volum zat cair tidak berlaku. Bila dihubungkan denngan teori atom Dalton terdapat ketidak sesuaian, karena Dalton menganggap bahwa atom merupakan partikel terkecil dari suatu zat. Jadi, bila satuan volum di perkecil hingga didapat :

1 volum hidrogen   +   1 volum klorin --->   2 volum hidrogen klorida
Jika dianggap bahwa gas-gas dalam keadaan sebagai atom, maka :
1 atom hidrogen   +   1 atom klorin  ---->   2 atom hidrogen klorida
Bila konsep ini diterapkan pada gas hidrogen dan oksigen, maka didapat
1 atom hidrogen  +  1/2 atom oksigen  ----> 1 atom air

2. Hipotesis Avogadro dan Hukum Avogadro
Amaddeo Avogadro berpendapat bahwa satuan terkecil dari suatu zat tidaklah harus atom, tetapi dapat merupakan gabungan atopm yang disebut molekul. Dengan konsep ini maka teori atom Dalton tetap benar dan fakta percobaan Gay Lussac dapat dijelaskan, sehingga pernyataan tentang reaksi antara hidrogen dan oksigen menjadi :
1 molekul gas hidrogen   +   1/2 molekul gas oksigen  ---->   1 molekul air
(konsep 1/2 molekul ini dapat dibenarkan karena bisa jadi 1/2 molekul oksigen itu hanya 1 atom oksigen saja)
Berdasarkan hal tersebut, maka Avogadro membuat hipotesis yang dikenal dengan dengan Hipotesis Avogadro yang menyatakan bahwa :
Pada suhu dan tekanan yang sama semua gas yang volumnya sama akan mengandung jumlah molekul yang sama.
Menurut hipotesis Avogadro unsur yang berwujud gas umumnya merupakan molekul dwi atom atau diatomik. Bila demikian maka dalam persamaan reaksinya dua reaksi tersebut dapat dituliskan sebagai berikut :
      H2 (g)             +              Cl2 (g)    --------->          2HCl (g)
1 molekul                           1 molekul                          2 molekul
gas hidrogen                        gas klorin                        gas hidrogen klorida

     H2 (g)              +             1/2 O2 (g)    -------->        H2O (g)
1 molekul                            1/2 molekul                        1 molekul
gas hidrogen                        gas oksigen                             air

Avogadro juga menemukan pola hubungan antara perbandingan volum gas-gas yang bereaksi, yaitu :
Jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama perbandingan volum gas-gas yang terlibat dalam reaksi sama merupakan angka yang bulat dan sederhana.
Jika diperhatikan ternyata perbandingan volum tersebut sesuai dengan perbandingan koeffisien persamaan reaksinya. Dengan dasar itulah beberapa rumus molekul dapat diramalkan.

Contoh :
Pada subhu dan tekanan yang sama setiap 1 liter gas nitrogen akan tepat habis bereaksi dengan 3 liter gas hidrogen membentuk 2 liter gas amoniak. Tentukan rumus molekul amonia tersebut !
Jawab :
Karena gas hidrogen dan nitergen dianggap sebagai molekul diatomik maka persamaan reaksi ditulis sebagai berikut :
N2 (g)   +   3H2 (g)     --------->    2NxHy
Berdasarkan konsep pada reaksi setara jumlah atom-atom sebelum dan sesudah reaksi harus sama, maka
Jumlah atom -atom sebelum reaksi  dan sesudah reaksi adalah sama, maka :
Jumlah atom N sebelum reaksi = jumlah atom N sesudah reaksi
                                          2            =        2x
                                          X            =        1
Jumlah atom H sebelum reaksi = jumlah atom H sesudah reaksi
                                     2  x    3       =        2y
                                            Y          =        3

Jadi rumus molekul amonia adalah  NH3

Gas metana dibakar sempurna dengan oksigen, reaksi yang terjadi adlah
CH4 (g)    +    O2 (g)   ----->    CO2 (g)   +   H2O (g)
 Bila metana yang dibakar 3 liter, berapa liter gas oksigen yang diperlukan dan berapa liter gas CO2 dan H2O yang dihasilkan ? (semua volum diukur pada suhu dan tekanan yang sama )
Jawab :
Setarakan reaksinya :
CH4 (g)    +    2O2 (g)   ------>    CO2 (g)   +  2 H2O (g)
Perbandingan volum:
CH4   :   O2   :   CO2   :   H2O     =    1  :  2  :  1  :  2
Bila volum  CH4   =   3 liter
Volum O2            = 2/1   x   3 liter
                            =     6 liter
Volum CO2          =    1/1  x  3 liter
                            = 3 liter
Volum H2O          =    2/1 x 3 liter
                             =    6 liter





Sumber
Kimia Untuk SMA kelas X, Unggul Sudarmo, Penerbit Erlangga, 2004
KIMIA untuk SMA/MA Kelas X, Tarti Harjani, dkk, Penerbit MasMedia, 2012

Sabtu, 22 November 2014


RUMUS KIMIA DAN PERSAMAAN REAKSI
 A. RUMUS KIMIA

Massa Atom Relatif ( Ar ) / Bobot atom ( BA )/ Nomor Massa Dengan standar C-121
Ar Unsur X  =  Massa rata-rata 1 atom unsur X
                         1/12 massa 1atom C-12


Karena 1 atom C-12 = 12 sma atau 1/12 massa  1 atom   C-12 = 1 sma
Ar Unsur X = Massa rata-rata 1 atom unsur X 1 sma


Contoh : Massa rata-rata 1 atom unsur X adalah 4,037 x 10-23 gram, sedangkan massa 1 atom C-12 adalah 1,99268 x 10-23 gram. Berapakah massa atom relatif ( Ar ) unsur X ?
Jawab :
Ar unsur X =   Massa rata-rata 1 atom unsur X
  1/12 massa 1 atom C-12                 =  4,037 x 10-23 gram
  1/12  x  1,99268 x 10-23 gram          =   24,31

Penentuan massa rata-rata satu atom unsur x
Massa rata-rata merupakan hasil penentuan Ar rata-rata dari beberapa isotopnya.
Rumus perhitungan Ar rata-rata :
Ar rata - rata = (P1 x  Ar1)   +  (P2 x Ar2)
                                (P1  +  P2)



Ar1   =  Ar  isotop 1
P1     =  %  keberadaan isotop 1
Ar2   =  Ar  isotop 2
P2     =  %  keberadaan isotop 2  

Misal :Jika diketahui massa atom relatif suatu unsur  = 20,
 berarti massa rata-rata 1 atom unsur itu  = 20 sma. Sebaliknya jika diketahui massa rata-rata 1 atom suatu unsur  adalah 20 sma, maka massa atom relatif unsur itu adalah 20.

Contoh soal 1:
Massa atom relatif Cu = 63,5? Apa arti ungkapan itu ?
Jawab : Massa atom relatif Cu = 63,5,
 berarti massa rata-rata 1 atom tembaga adalah 63,5 sma (63,5 kali lebih besar dibandingkan terhadap 1/12 massa 1 atom C –12). Akan tetapi tidak satupun atom tembaga bermassa 63,5 sma. Tembaga di alam terdiri atas isotop Cu-63 dan isotop Cu-65.

Contoh soal 2 :  Massa rata-rata 1 atom suatu unsur (unsur x)
adalah 4,037 x 10-23 gram, sedangkan massa 1 atom C –12 adalah 1,99268 X 10-23 gram. Berapakah massa  atom relatif (Ar) unsur x itu?

Jawab :
                    Massa rata-rata 1 atom x          4,037 X 10-23 gram
Ar unsur x =    -----------------------------  =     -----------------------------     = 24,31
                   massa 1 atom C-12                   1/12 X 1,99268 X 10-23 gram
                         
                                 
Contoh soal 3 : Klorin terdiri atas 75,53% isotop Cl-35 dan 24,47% isotop Cl-37.
 Massa isotop Cl-37 adalah 36,965 sma. Berapakah massa atom relatif (Ar) klorin!
Jawab:                                                                                                         
Contoh soal 4 :Jika massa rata-rata 1 atom L = x dan massa 1 ato12C =y g, tentukanlah massa atom relatif (Ar) zat L !
Jawab :        
             massa 1 atom L                    x                      12x
ArL    =   --------------------         =     ---------            = ------  sma
             1/12 X massa 1 atom 12C      /12 X y                y

Contoh soal 5:Jika Ar = 56 sma dan massa 1 atom 12C = 2 x 10-23 g, tentukan massa 1 atom besi !
 Jawab :                                        
                         Ar Fe  =    massa 1 atom Fe  
                                       1/12 X massa 1 atom 12C
massa 1 atom Fe   =  Ar Fe  X  1/12  X  massa 1 atom 12C
     =  56   X 1/12    X   2   X 10-23 g   =   9,3 X 10-23 g 

Massa Molekul Relatif ( Mr ) / Bobot Molekul ( BM ) 

Adalah  perbandingan antara massa rata-rata satu molekul unsur / senyawa terhadap massa satu atom C-12



Massa Zat X  = Massa rata-rata 1 molekul zat X

                        1/12 massa 1 atom C-12 

Karena 1/12 massa 1 atom C-12 = 1 sma atau 

Mr = ∑ Ar
maka
Mr zat X = massa rata-rata 1 molekul zat X 1 sma
 



Contoh 1: Diketahui massa atom relatif ( Ar ) H=1; C=12; N=14; O=16. Berapakah massa molekul relatif (Mr) dari CO(NH 2)2
Jawab :
Mr CO(NH 2)2    = (1 x Ar C) + ( 1 x Ar O) + (2 x Ar N) + ( 4 x Ar H)
   = ( 1 x 12 ) + ( 1 x 16 ) + ( 2 x 14 ) + ( 4 x  4 )   =   126

Untuk senyawa ion digunakan istilah massa rumus relatif menggantikan massa molekul relatif karena senyawa ion tidak terdiri atas molekul melainkan ion. Massa rumus relatif juga dinyatakan dengan lambang Mr. Pengertian dan cara perhitungannya juga sama seperti massa molekul relatif.

Contoh soal 2:Diketahui massa atom relatif (Ar) O = 16, Al = 27 dan S = 32. Hitunglah massa rumus relatif (Mr) Al2 (SO4)3.
Jawab : Mr Al2(SO4)3 = (2 X Ar Al) + (3 X Ar S) + (12 X Ar O)
                               = (2 X 27) + (3 X 32) + (12 X 16)
                               = 54 + 96 + 192   =   342

Contoh soal 3 :Jika Ar H = 1, Ar O = 16 , dan massa 1 atom 12C = 2 X 10-23 g, tentukanlah massa 200 molekul air !
Jawab :
Mr H2O    = 2 X arH   +  1 X ArO = (2 X 1)  +   (1 X 16)   =   18
        Mr H2O    =    Massa 1 molekul H2O
                               1/12 X massa 1 atom 12C
Masa 1 molekul H2O   =  Mr H2O  x  1/12  X  massa 1 atom 12C
                     =  18  X  1/12  x  2 x 10-23 g  =  3  X  10-23 g

Contoh soal 4 :
Isotop boron ada 2 yaitu 10B dan 11B . Jika Ar rata-rata B = 10,81, tentukanlah persentase keberadaan isotop 10B dan 11B !
Jawab :
Dimisalkan persentase 10B   =   P1   =   x%
dan    11B   =   P2   =  (100 – x)%

Ar rata-rata B=    P1 X Ar1    +    P2 X Ar2
                                      P1 + P2
 10,81    =      x  X 10   +  (100 – x) 11   =          10x   +  1100  -  11x
                x   +   (100 – x)                         100
10,81  X  100  =    10X  +  1100  -  11x
11x   -   10x    =    1100  -  1081           x   =  19
Jadi persentase isotop  10B  =   19% dan isotop 11B   =  (100 – 19)%  =   81%

Contoh soal 5 : Tembaga terdiri atas dua jenis isotop yaitu Cu-63 dan Cu-65. Massa atom relatif (Ar) Cu adalah 63,5. Tentukanlah kelimpahan masing-masing isotop tembaga tersebut.
Jawab :
Misalkan kelimpahan isotop Cu-63 = x%, maka kelimpahan isotop Cu-65 =   (100 – x)%. Massa rata-rata 1 atom Cu = 63,5 sma,
 berarti :
    x         X  63 sma   +   ( 100- x )       X   65 sma = 63,5 sma
  100                                100     
 63x + (100 – x) 65 = 6350
 63x – 65x = 6350 – 6500
 2x = - 150
   x = 75
Jadi, kelimpahan Cu-63 = 75% dan kelimpahan Cu-65 = 25%


MATERI DAN SOAL RUMUS KIMIA DAN PERSAMAAN REAKSI

  1. Ar DAN Mr
  2. HUKUM DASAR ILMU KIMIA
  3. RUMUS KIMIA DAN PERSAMAAN REAKSI
  4. TATANAMA SENYAWA
  5. soal hukum dasar ilmu kimia
  6. soal rumus kimia dan persamaan reaksi
 
umber
Kimia Untuk SMA kelas X, Unggul Sudarmo, Penerbit Erlangga, 2004
KIMIA untuk SMA/MA Kelas X, Tarti Harjani, dkk, Penerbit MasMedia, 2012

    

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!