Tampilkan postingan dengan label larutan elektrolit dan non elektrolit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label larutan elektrolit dan non elektrolit. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Januari 2015

Larutan memainkan peranan penting dalam berbagai proses yang berlangsung di sekitar kita. Cairan tubuh manusia merupakan larutan dari beraneka ragam senyawa kimia. Semua zat makanan, sebelum disebarkan oleh darah ke seluruh tubuh, diubah dulu menjadi zat yang mudah larut. Tumbuh-tumbuhan mengambil makanan dan mineral dari dalam tanah dalam bentuk larutan. Air laut tiada lain adalah larutan berbagai mineral yang berasal dari kulit bumi. Di laboratorium di bidang industri, sebagian besar zat direksikan dalam bentuk larutan.
Larutan didefinisikan sebagai campuran  yang homogen antara dua atau lebih zat. Suatu larutan tersusun dari komponen pelarut yang jumlahnya banyak, serta komponen zat terlarut yang julmahnya sedikit.
Larutan  =  pelarut   +   zat terlarut
Pelarut yang paling umum dimuka bumi adalah air. Di samping karena jumlahnya melimpah (72% luas permukaan bumi diselimuti oleh air), air memiliki kemampuan yang sangat besar untuk melarutkan berbagai macam zat. Oleh karena itu pembahasan kali ini akan terpusat pada larutan dalam air atau larutan

LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT
Jika garam, asamcuka dan gula pasir secara  terpisah dilarutkan dalam air, kemudian arus listrik kita alirkan menuju sebuah bola lampu dengan melewati masing-masing larutan tersebut maka kita mengamati hal-hal sebagai berikut :
a. arus listrik yang melalui larutan garam dapur menyebabkan lampu menyala terang, artinya larutan garam dapur memiliki daya hantar yang kuat
b. arus listrik yang melalui larutan asam cuka menyebabkan lampu menyala redup, artinya larutan asam cuka memiliki daya hantar yang lemah.
c. arus listrik melalui larutan gula pasir tidak mampu menyalakan lampu. Artinya larutan gula pasir tidak dapat menghantarkan listrik.
Dari data eksperimen ini, kita membagi zat terlarut dalam dua kelompok, yaitu :
a. zat yang larutannya dalam air dapat menghantarkan listrik disebut elektrolit (bahasa Yunani yang artinya "pembawa listrik")
b. zat yang larutnyaannya dalam air tidak dapat menghantarkan listrik disebut non elektrolit.

Mengapa larutan elektrolit mampu menghantarkan listrik ? Hl pertama kalinya diterangkan oleh Svante August Arhenius dari Swedia tatkala ia mengemukakan disertasi Ph.D di Universitas Uppsala tahun 1884. Atas penemuannya ia meraih Nobel dalam bidang Kimia pada tahun 1903.
Arrhenius menemukan bahwa  zat elektrolit dalam air akan terurai menjadi partikel-partikel berupa atom atau gugus atom yang bermuatan listrik. Karena secara total larutan tidak bermuatan, maka jumlah muatan positif dalam suatu larutan harus sama dengan muatan negatif.
Atom atau gugus atom yang bermuatan listrik itu dinamai "ion" ( bahasa Yunaninya yang berarti "mengembara", sebab ion bergerak bebas dalam larutan ). Ioan yang bermuatan positif dinamakan kation, sedangkan ion yang bermuatan negatif dinamakan anion (cata = pergi, ana = pulang). Peristiwa terurainya suatu elektrolit menjadi ion dikenal sebagai proses pengionan (ionisasi)
Adapun zat nonelektrolit tatkala dilarutkan ke dalam air tidak terurai menjadi ion (tidak terionisasi). Dalam larutan , mereka tetap berupa molekul yang tidak bermuatan listrik. Itulah sebabnya larutan nonelektrolit tidak dapat menghantar listrik.
Zat elektrolit dapat berupa senyawa ionik atau senyawa kovalen. Semua senyawa ionik sudah tentu merupakan elektrolit, sebab pasti menghasilkan ion-ion tatkala dilarutkan dalam air. Adapun senyawa kovalen yang merupakan elektrolit hanya terbatas pada asam yang mampu menghasilkan

H+ dalam air.
Contoh elektrolit yang berupa senyawa ionik adalah natrium klorida, NaCl. Dalamkeadaan padat, NaCl tersusun dari ion Na + dan Cl -. Ketika NaCl dilarutkan dalam air, ion Na+ dan ion Cl- terlepas dari kristalnya, lalu mengalami hidrasi (terikat oleh molekul air). Dalam keadaan terhidrasi, semua ion bergerak bebas di seluruh bagian larutan.
Contoh elektrolit yang berupa senyawa kovalen adalah asam klorida, HCl. Senelum dilarutkan ke dalam air, HCl adalah gas yang tidak mengandung ion. Jadi HCl murni tidak dapat menghantarkan listrik. Ketika HCl dilarutkan dalam air, terjadilah pembentukan ion, yaitu ion H+ dan Cl-.


KEKUATAN ELEKTROLIT 
Jika NaCl dilarutkan dalam air, seluruh ion Na+ dan ion Cl- pada kisi Kristal akan terlepas. Demikian pula, jika HCl dilarutkan ke dalam air, seluruh molekul HCl akan terurai membentuk ion H+ dan ion Cl-. Kita katakana bahwa NaCl dan HCl terionisasi sempurna (terurai seluruhnya menjadi ion). Elektrolit yang terionisasi sempurna dalam air disebut elektrolit kuat, sebab memiliki daya hantar listrik yang kuat.
Di samping elektrolit kuat, kita juga mengenal elektrolit lemah, yaitu elektrolit yang tidak seluruhnya terurai menjadi ion. Karena hanya sebagian kecil molekul yang terionisasi, maka larutannya menunjukkan daya hantar listrik yag lemah. Contoh elektrolit lemah adalah asam cuka CH3COOH. Tatkala asam cuka dilarutkan ke dalam air, sebagian besar molekulnya tidak pecah, hanya 0,4 % molekul yang pecah menjadi ion. Ini bararti bahwa dari setiap 1000 molekul CH3COOH yangterlarut, hanya 4 butir molekul yang terurai menjadi ion H+ dan ion CH3COO-
Perbedaan Elektrolit kuat dan elektrolit lemah
Elektrolit kuat
Elektrolit lemah
1.      Dalam air terionisasi sempurna (seluruhnya
2.      Dalam larutan tidak ada lagi molekul zat terlarut
3.      Jumlah ion dalam larutan banyak
4.      Menunjukkan daya hantar listrik yang kuat
1.      Dalam air terionisasi sebagian (tidak seluruhnya)
2.      Dalam larutan masih banyak molekul zat terlarut
3.      Jumlah ion dalam larutan sedikit
4.      Menunjukkan daya hantar listrik yang lemah

Perbedaan zat elektrolit kuat, elektrolit lemah dan non Elektrolit dinyatakan dengan derajat ionisasi atau derajat disosiasi ( a):
α = mol zat yang terionisasi
      mol zat yang dilarutkan

Jika : 
elektrolit kuat    a = 1  
elektrolit lemah    0< a < 1,
non elektrolit   a = 0
 
Materi-Materi yang Berkaitan :
  1. LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT
  2. PERANAN LARUTAN
  3. TEORI SVANTE ARRHENIUS
  4. soal elektrolit dan nonelektrolit
  5. soal larutan elektrolit dan non elektrolit 1

Kamis, 15 Januari 2015

Pilihan Ganda
1. Penyataan yang benar tentang larutan elektrolit adalah...
1) larutan yang dapat menghantarkan listrik
2) larutan yang berasal dari senyawa ion
3) larutan yang terurai menjadi ion positif dan negatif
4). larutan yang terdiri dari asam dan basa.
Penyataan yang benar adalah...
A. 1, 2, 3       B. 1, 3             C. 2, 4               D. 4               E. 1, 2, 3, 4

2. Di antara larutan di bawah ini yang dapat menghantarkan listrik adalah larutan...
   A. gula pasir
   B. garam dapur
   C. alkohol
   D. urea
   E. amilum

3. Pasangan larutan di bawah ini yang termasuk larutan non elektrolit adalah...
   A. larutan natrium klorida dan alkohol
   B. larutan asam klorida dan larutan natrium klorida
   C. alkohol dan larutan gular
   D. larutan gula dan larutan asam klorida
   E. larutan natrium hidroksida dan asam asetat

4. Asam cuka sedikit terionisasi di dalam air, karena asam cuka termasuk...
   A. asam lemah
   B. asam kuat
   C. asam encer
   D. asam pekat
   E. nonelektrolit

5. Berikut adalah data pengujian 5 buah larutan dengan alat uji  elektrolit :


Larutan
Lampu
Gelembung
A
B
C
D
E
Menyala
Tidak menyala
Menyala redup
Tidak menyala
Tidak menyala
Ada
Tidak ada
Ada
Tidak ada
Ada

Data di atas yang temasuk larutan elektrolit adalah...
A. a dan e                         D. e dan c
B. a dan c                         E. a dan b
C. b dan d

6. Perynataan yang kurang tepat untuk larutan elektrolit adalah.....
   A. larutan yang dapat menghantarkan listrik
   B. menngandung ion-ion pesitif dan negatif yang bergerak bebas
   C. dapat terurai menjadi ion positif dan negatif
   D. baerasal ari senyawa ionik dan senyawa kovalen
   E. daya hantar tergantung pada gerak molekulnya

7. Diantara senyawa elektrolit berikut yang merupakan senyawa ion adalah...
   A. HCl
   B. C2H5OH
   C. CH3COOH
   D. H2O
   E. NaCl

8. Peristiwa terurainya zat elektrolit dalam larutan menjadi ion-ion disebut...
   A. elektrolisis
   B. redosk
   C. hidrasi
   D. ionisasi
   E. pelarutan

9. Jenis air di bawah ini yang tidak dapat menhantarkan arus listrik adalah...
   A. air sumur
   B. air suling
   C. air sungai
   D. air aki
   E. air leding

10.Berdasarkan eksperimen, diperoleh hasil berikut :


Zat
Rumus kimia
Nyala lampu
Asam sulfat
Larutan urea
Asam asetat
H2SO4
CO(NH2)2
CH3COOH
Terang
Tidak menyala
Redup

Keuatan larutan elektrolit sesuai dengan data di atas adalah....
   A. urea > asam sulfat
   B. urea > asam asetat
   C. asam sulfat > asam asetat
   D. asam asetat > asam sulfat
   E. asam asetat > urea

11. Larutan yang zat-zat di dalamnya tidak dapat menhantarkan listrik disebut....
   A.  larutan elektrolit
   B.   larutan non elektrolit
   C.   pelarut
   D.   larutan
   E.   larutan alkohol

12. Senyawa yang dapat nerfungsi sebagai larutan elektrolit kuat, larutan elektrolit lemah dan larutan non elektrolit disebut....
   A. senyawa ion
   B. senyawa nonpolar
   C. senyawa polar
   D. senyawa hidrokarbon
   E. senyawa kovalen

13. Senyawa ion meupakan baik yang berupa larutan maupun lelehan atau leburan dapat menghantarkan listrik. Hal ini karena senyawa ion merupakan....
   A. larutan elektrolit lemah
   B. larutan non elektrolit
   C. larutan elektrolit kuat
   D. larutan
   E. pelarut

14. Suatu larutan apabila diuji dengan alat uji elektrolit timbul gelembung gas di sekitar elektrode karbon dan lampu menyala terang disebut...
   A. larutan non elektrolit
   B. larutan elektrolit lemah
   C. larutan alkohol
   D. larutan asam cuka
   E. larutan elektrolit kuat

15. Suatu larutan bila di uji elektrolit tidak timbul gelembung gas dan lampu tidak menyala disebut...
   A. larutan asam cuka
   B. larutan elektrolit lemah
   C. larutan elektrolit kuat
   D. larutan non elektrolit
   E.   larutan alkohol


Essay
1. Apa yang dimaksud dengan larutan elektrolit dan non elektrolit
2. Bagaimana gejala atau tanda-tanda larutan yang dapat menghantarkan listrik? Je;askan !
3. Lelehan atau leburan senyawa ion dapat menghantarkan listrik, sedangkan senyawa kovalen tidak dapat menghantarkan listrik. Mengapa demikian ? Jelaskan !
4. Manakah yang merupakam penghantar listrik yang baik ?
   a. asam sulfat 1M dan asam asetat 1M
   b. asam klorida 1 M dan asam klorida 2M
5. Larutan A dan B secara terpisah dimasukkan dalam alat uji elektrolit. Ternyata larutan A memberikan cahaya lampu yang redup, sedagkan larutan B lebih terang. Manakah larutan yang elektrolitnyalebih kuat ? Jelaskan !

Kinerja Ilmiah
1. Jelaskan campuran dari kedua zat berikut akan membentuk larutan atau tidak ?
   a. garam dapur dan air
   b. minyak dan air
   c. gula dan air
2. Anda ingin mengetahui suatu larutan termasuk larutan elektrolit dan non elektrolit.
   a. Bagaimana anda merencanakan percobaan untuk melakukannya ?
   b. apa yang harus anda amati dari larutan tersebut ?
3. Sebutkan contoh larutan elektrolit dan non elektrolit yang ada disekitar anda, kemudian jelaskan kegunaan larutan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
4. Percobaan pengujian larutan elektrolit dengan hasil sebagai berikut


Larutan
Lampu
Gelembung
A
B
C
D
E
Menyala
Tidak menyala
tidak Menyala
Tidak menyala
menyala
banyak gelembung gas
banyak gelembung gas           tidak ada gelembung gas sedikit gelembung gas banyak gelembung gas
Berdasarrkan data di atas, tunjukkan manakah larutan elektrolit dan non elektrolit, larutan elektrolit kuat dan elektrolit lemah !

5. Tuliskan reaksi ionisani dari larutan K2SO4, HNO3, Fe2(SO4)3 dan Ba(NO3)2.

Materi-materi yang berkaitan :
  1. LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT
  2. PERANAN LARUTAN
  3. TEORI SVANTE ARRHENIUS
  4. soal elektrolit dan nonelektrolit
  5. soal larutan elektrolit dan non elektrolit 1

Selasa, 25 November 2014

   LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT

ALAT UJI ELEKTROLIT

A. LARUTAN ELEKTROLIT

B. LARUTAN NON ELEKTROLIT


C.  TEORI ION SVANTE ARRHENIUS (1884)


Svante Arrhenius, ahli kimia dari Swedia, mengungkapkan bahwa larutan elektrolit dapat menghantar listrik karena mengandung ion-ion yang dapat bergerak bebas.  Ion-ion itulah yang menghantar arus listrik melalui larutan.
Arrhenius menemukan bahwa zat elektrolit dalam air akan terurai menjadi partikel-partikel berupa atom atau gugus atom yang bermuatan listrik. Karena secara total larutan tidak bermuatan, maka jumlah muatan listrik positif dalam larutan sama dengan muatan listrik negatif.
Atom atau gugus atom yang bermuatan listrik itu dinamai ion (bahasa yunani berabti "pengembara" sebab ion bergerak bebas dalam larutan) Ion yang bermuatan positif disebut kation, sedangkan yang bermuatan negatif disebut anion (cata = pergi, ana = pulang). Peristiwa terurainya suatu elektrolit  menjadi ion dikenal dengan proses pengionan (ionisasi)
Zat elektrolit dapat berupa senyawa ionik atau senyawa  kovalen.Seumua senyawa ionik sudah tentu merupakan elektrolit, sebab pasti menghasilkan ion tatkala dilarutkan dalam air. Adapun senyawa kovalen yang merupakan elektrolit hanya terbatas pada asam yang mampu menghasilkan Ion H+ dalam air.
Contoh:
NaCl, HCl, NaOH dan CH3COOH tergolong larutan elektrolit.  Zat ini dalam air terurai menjadi ion-ion sebagai berikut:







Zat non elektrolit dalam larutan tidak terurai menjadi ion-ion, tetapi tetap berupa molekul.

Contoh:


        







D.  ELEKTROLIT SENYAWA ION DAN SENYAWA KOVALEN POLAR
Larutan elektrolit dapat bersumber dari senyawa ion (senyawa yang mempunyai ikatan ion) atau senyawa kovalen polar (senyawa yang mmpunyai ikatan kovalen polar).

a. Senyawa Ion
§  Senyawa ion terdiri dari ion-ion, misalnya NaCl dan NaOH. NaCl terdiri atas ion-ion Na+ dan Cl-, sedangkan  NaOH terdiri atas ion Na+ dan  OH-.
§  Senyawa ion padat  tidak menghantar listrik, tapi lelehan dan larutannya dapat menghantar listrik. Hal ini disebabkan ion-ionnya dapat bergerak bebas.
§  Semua senyawa ion tergolong elektrolit.

b. Senyawa Kovalen Polar
§  Senyawa kovalen, misalnya air, hydrogen klorida (HCl), asam cuka (CH3COOH), dan metana (CH4), terdiri atas molekul-molekul. Molekul bersifat netral dan tidak dapat menghantar listrik.   
§  Berbagai zat dengan molekul polar, seperti HCl dan CH3COOH, jika dilarutkan dalam air dapat mengalami ionisasi sehingga larutannya dapat menghantar listrik. Hal ini terjadi karena antar molekul polar tersebut terdapat suatu gaya tarik menarik yang dapat memutuskan ikatan-ikatan tertentu dalam molekul tersebut. Ionisasi  HCl dan CH3COOH adalah sebagai berikut:


 


Tidak semua senyawa polar tergolong elektrolit
Molekul nonpolar tidak ada yang bersifat elektrolit.  

          Perbedaan antara elektrolit senyawa ion dengan senyawa kovalen polar:

             Daya hantar

Jenis elektrolit
Padatan
Lelehan
Larutan
Senyawa ion
Nonkonduktor
Konduktor
Konduktor
Senyawa kovalen
Nonkonduktor
Nonkonduktor
konduktor

  senyawa ion merupakan elektrolit kuat dan senyawa kovalen polar merupakan elektrolit lemah.
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!