Tampilkan posting dengan label laju reaksi. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label laju reaksi. Tampilkan semua posting

Minggu, 08 Maret 2015

Salah satu eksperimen yang cukup "favorit" di laboratorium kimia adalah pembuatan gas

O2 dengan cara memanaskan kalium klorat (KClO3), menurut reaksi :
2 KClO3 (s)           2 KCl (s)   +   3O2 (g)
Jika hanya KClO3 saja yang dipanaskan, maka gas O2 lambat terbentuk dan harus pada suhu yang cukup tinggi. Tetapi jika sedikit batu kawi (MnO2) ditambahkan ke dalam KClO3, baru kemudian dipanaskan, ternyata gas O2 cepat terbentuk pada suhu relative rendah
Apakah yang terbuat oleh MnO2? Ia sama sekali tidak menyumbangkan oksigen, sebab gas O2 yang terbentuk semata-mata berasal dari  penguraian KClO3. Pada akhir reaksi. MnO2 yang ditemukan dalam tabung dalam jumlah yang tidak berubah. Jadi hanya kehadirannya yang diperlukan untuk mempercepat reaksi tersebut. Zat-zat semacam ini disebut katalis.
Katalis didefinisikan sebagai zat yang mempercepat reaksi tetapi tidak dianggap ikur bereaksi.
Untuk memahami peranan katalis, perhatikan contoh sebagai berikut :
Misalkan, rekasi A dan B membentuk AB berlangsung lambat. Di lain pihak, A dan B masing-masing cepat bereaksi dengan zat lain, misalnya C. Maka C dapat digunakan sebagai katalis.
Reaksi Tanpa katalis C :
A    +    B      ----->      AB    (lambat)
Reaksi dengan katalis C:
-    A     +     C      ---->      AC               (cepat)
-    AC   +      B    ----->      AB   +   C    (cepat)
     A    +    B       ------>          AB       (cepat)
 Jadi suatu katalis sebenarnya terlibat dalam reaksi, tetapi pada akhir reaksi dikembalikan lagi ke bentuk semula. Karena jumlah katalis sebelum dan sesudah reaksi tetap, maka katalis dianggap tidak ikut bereaksi, sehingga tidak perlu dituliskan dalam persamaan reaksi. Katalis dituliskan di atas tanda anak panah
  A    +    B       --t---->          AB
Ditinjau dari segi energi, reaksi A    +    B      ----->      AB memiliki Energi aktivasi (Ea) yang tinggi, sedangkan reaksi  A     +     C      ---->      AC  serta AC   +      B    ----->      AB   +   C memiliki Ea yang rendah. Jadi, katalis menyediakan tahapan reaksi (jalan) lain yang energi pengaktivannya (Ea) lebih kecil.
Dalam tubuh kita, proses pencernaan (penguraian makanan oleh air) dipercepat oleh katalis yang disebut enzim. Enzim-enzim bekerja secara spesifik: suatu reaksi hanya dapat dipercepat oleh enzim tertentu, ibarat anak kunci dan lubang kuncinya. Zat yang akan dipercepat reaksinya disebut substrat. Enzim membentuk suatu kompleks dengan substrat, lalu kompleks itu terurai menghasilkan zat yang diinginkan, dan enzim dikembalikan ke bentuk semula. Berkat adanya enzim-enzim, metabolisme tubuh kita berjalan lancar. Sebagai contoh reaksi penguraian nasi (amilum ) menjadi glukosa-glukosa berlangsung cepat pada suhu yang relatif rendah (37oC).
Pada Bidang industri sudah tentu peranan katalis sangat penting. Dengan dipercepatnya suatu reaksi oleh katalis, biaya pembuatan suatu produk  bisa dihemat dan produk yang dihasilkan dapat dipercepat pemasarannya. Di sini kita akan membahas dua proses yang cukup penting yaitu Proses Kontak (pembuatan asam sulfat) dan Proses Haber-Bosch (pembuatan amonia)


PROSES KONTAK
Proses kontak merupakan proses pembuatan asam sulfat secara besar-besaran. Dalam industri modern, banyak sekali digunakan asam sulfat antara lain sebagai: pada pembuatan pupuk amonium sulfat dan pada proses pemurnian minyak tanah, pada industri baja untuk menghilangkan karat besi sebelum bajanya dilapisi timah atau seng, pada pembuatan zat warna, obat-obatan, pada proses pemurnian logam dengan cara elektrolisa, pada industri tekstil, cat, plastik, akumulator, bahan peledak, dll. Pendeknya, banyaknya pemakaian asam sulfat disuatunegara telah dipakai sebagai ukuran kemakmuran negara tersebut.
I. Pada pembuatan asam sulfat menurut proses kontak bahan yang dipakai adalah belerang murni yang dibakar di udara. S(s) + O2(g) --> SO2(g).
II. SO2 yang terbentuk di oksidasi di udara dengan memakai katalisator. Reaksinya terbentuk kesetimbangan : 2SO2(g) + O2(g) <==> 2SO3(g) + 45 k kal.
III. SO3   +   H2O   -à H2SO4
Dahulu dipakai serbuk platina sebagai kontak. Tetapi sekarang dipakai katalis V2O5 (Vanadium penta oksida) yang lebih murah.
Menurut kesetimbangan di atas, makin rendah suhunya makin banyak SO3 yang dihasilkan. Akan tetapi, sama seperti pembuatan amoniak pada suhu rendah reaksi berjalan lambat. Dengan memperhitungkan faktor-faktor waktu dan hasil dipilih suhu 400oC, dan hasilnya yang diperoleh pada suhu ini kira-kira 98%. Itulah sebabnya reaksi ini tidak perlu dilaksanakan pada tekanan tinggi.
Oleh karen gas SO2 agak sukar larut dalam air, maka SO3 dilarutkan dalam H2SO4 pekat. Jadi pada pembuatan H2SO4, bahan yang ikut digunakan juga H2SO4 .  SO3 + H2SO4 --> H2S2O7 asam pirosulfat Asam pirosulfat kemudian disirami air : H2S2O7 + H2O --> 2H2SO4  .


Proses Haber-Bosch

Frite Haber (186-1984) dari Jerman adalah orang yang mula-mula berhasil, mensintesa amoniak dari gas-gas nitrogen dan hidrogen, sehingga ia mendapat hadiah nobel tahun 1918. Proses pembuatan amoniak ini lalu disempurnakan oleh rekan senegaranya, Karl Bosch (1874-1940) yang juga meraih hadiah Nobel tahun 1931. Itulah sebabnya proses pembuatan amoniak dikenal sebagai proses Haber-Bosch.
Reaksi yang berlangsung adalah: N2(g) + 3H2(g) <==> 2NH3(g) + 22 k kal
Pada suhu biasa, reaksi ini berjalan lambat sekali. Jika suhu dinaikkan reaksi akan berlangsung jauh lebih cepat. Akan tetapi, penaikan suhu menyebabkan reaksi bergeser ke kiri, sehingga mengurangi hasil NH3. Dengan memperhitungkan, faktor-faktor waktu dan hasil, maka suhu yang digunakan adalah 500oC.
Untuk mempercepat tercapainya keseimbangan, dipakai katalis oksida-oksida besi. Agar reaksi bergeser ke kanan, tekanan yang digunakan haruslah tinggi. Tekanan 200 atm akan memberikan hasil NH3 15% tekanan 350 atm menghasilkan NH3 30% dan tekanan 1000 atm akan menghasilkan NH3 40%.
Selama proses berlangsung, gas-gas nitrogen dan hidrogen terus-menerus ditambahkan ke dalam campuran apapun, sedangkan NH3 yang terbentuk harus segera dipisahkan dari campuran dengan cara menggemburkannya, sebab titik didih NH3 jauh lebih tinggi dari titik didih N2 dan H2O.
Proses Haber Bosch merupakan proses yang cukup penting dalam dunia industri, sebab amoniak merupakan bahan utama dalam pembuatan berbagai barang, misalnya pupuk urea, asam nitrat dan senyawa-senyawa nitrogen lainnya. Amoniak juga sering dipakai sebagai pelarut, karena kepolaran amonia cair hampir menyamai kepolaran air.

Pilihan Ganda

1. Energi aktifasi suatu reaksi dapat diperkecil dengan cara....
a. menghaluskan pereaksi
b. memperbesar konsentrasi
c. memperbesar tekanan
d. menambah katalis
e. menaikkan suhu



2. Untuk reaksi N2O4 (g) -------->   2NO2(g) diketahui data: ∆H = +54 kJ dan Ea = +57,2 kJ.
Energi aktivasi (Ea) untuk reaksi 2NO2(g) ------->  N2O4(g) adalah …
A.      -54.0 kJ
B.      +3.2 kJ
C.      +60.2 kJ
D.      +111.2 kJ
E.       -57.2 kJ

3. Waktu paro dari reaksi pengubahan siklobutana menjadi etilena menurut reaksi: 
C4H8(g)    --------> 2C24(g) adalah 22,7 detik pada suhu tertentu. Jika reaksi tersebut berorde pertama maka waktu yang dibutuhkan untuk menurunkan tekanan parsial siklobutana dari 100 mmHg adalah ……(log 2 = 0,31)
A.      52.0 detik
B.      75.4 detik
C.      90.0 detik
D.      227 detik
E.       300 detik          


4. Suatu reaksi yang melibatkan zat X dan Y menghasilkan reaksi sebagai berikut.
2 X(g) + 2 Y(g) → Z(g)
Diperoleh data bahwa reaksi tersebut merupakan pangkat 2 terhadap pereaksi X dan orde total reaksi adalah 3. Rumus persamaan laju reaksi yang benar bagi reaksi tersebut adalah ... .
A. v = k [X]2[Y]                             
B. v = k [X][Y][Z]                           
C. v = k [X][Y]
D. v = k [X]2[Z]
E. v = k [Z]3

5. Energi minimum yang diperlukan oleh sebuah reaksi agar dapat berlangsung disebut energi ... .
A. potensial
B. gerak
C. kinetik
D. reaksi
E. aktivasi

6. Laju reaksi dari suatu reaksi tertentu menjadi dua kali lipat setiap kenaikan suhu 10 °C. Suatu reaksi berlangsung pada suhu 30 °C. Jika suhu ditingkatkan menjadi 100 °C maka laju reaksi akan menjadi ... kali lebih cepat dari semula.
A. 128                                             
B. 64                                              
C. 32

D. 16
E. 8

7. Sebanyak 10 mL larutan HCl 2 M dicampur dengan 140 mL larutan HCl 0,5 M. Konsentrasi larutan HCl sekarang adalah ... .
A. 0,2 M                            
B. 0,3 M                             
C. 0,4 M
D. 0,5 M 
E. 0,6 M

8. Larutan urea [CO(NH2)2] dibuat dengan jalan melarutkan 3 gram urea ke dalam air sampai volume 250 mL. Konsentrasi larutan urea yang dibuat adalah ... . (Mr urea = 60)
A. 0,1 M                                    
B. 0,2 M                                    
C. 0,3 M

D. 0,4 M  
E. 0,5 M

 9. Di bawah ini yang tidak mempengaruhi laju reaksi adalah ... .
A. katalis                                   
B. suhu                                     
C. luas permukaan

D. gerak partikel 
E. konsentrasi

10. Molaritas asam nitrat pekat 63% dengan massa jenis 1,3 kg/liter adalah ... .(Mr HNO3 = 63)
A. 6,3 M                         D. 13 M
B. 6,5 M                         E. 63 M
C. 10 M

11. Jika ke dalam 10 mL larutan asam sulfat (H2SO4) 2 M ditambahkan air sebanyak 90 mL, maka konsentrasi larutan asam sulfat sekarang adalah ... .
A. 0,002 M                         D. 2 M
B. 0,02 M                           E. 20 M
C. 0,2 M


12. Larutan asam nitrat (HNO3) dengan Mr = 63 mempunyai konsentrasi 1 molar, artinya ... .
A. dalam 1 liter larutannya mengandung 63 gram HNO3
B. dalam 1 liter pelarut terdapat 63 gram HNO3
C. dalam 1 liter air mengandung 63 gram HNO3
D. sebanyak 63 gram HNO3 dilarutkan dalam 100 mL air
E. sebanyak 63 gram HNO3 dilarutkan sampai 100 mL



Essay

1. Suatu reaksi berlangsung tiga kali lebih cepat setiap suhunya dinaikkan 20 °C. Jika laju reaksi pada saat suhu 10 °C adalah x M/detik, tentukan laju reaksi pada saat suhu dinaikkan menjadi 70 °C!

2. Suatu reaksi kimia yang berlangsung pada suhu 20 °C memerlukan waktu 10 detik. Setiap kenaikan suhu 20 °C, reaksi akan lebih cepat dua kali dari semula. Tentukan waktu yang diperlukan jika suhu dinaikkan menjadi 80 °C!

3. Jelaskan hubungan antara katalis dengan energi pengaktifan!


4. Empat mol NOCl terurai dalam ruang 5 liter sesuai reaksi:
2 NOCl(g) → 2 NO(g) + Cl2(g)
terbentuk 1 mol gas Cl2, tentukan:
a. besarnya laju pengurangan NOCl dalam waktu 20 detik
b. besarnya laju pembentukan NO dan Cl2 dalam waktu 10 detik

5. Apakah yang dimaksud dengan energi pengaktifan/energi aktivasi?

6. Jelaskan pengaruh energi pengaktifan atau energi aktivasi terhadap laju reaksi!

7. Jelaskan pengaruh katalis terhadap laju reaksi!


8. Berapakah volume larutan HCl 0,2 M yang dibuat dari 5,88 mL larutan HCl berkadar 36,5% dan massa jenis 1,7 kg L–1 (Ar H = 1 dan Cl = 35,5)!

9. Berapa volume air yang harus ditambahkan pada 50 mL larutan HNO3 2 M untuk membuat larutan HNO3 0,5 M?

10. Diketahui reaksi 2 NO(g) + O2(g) → N2O4(g).
Bila mula-mula 2 mol NO bereaksi dengan 2 mol oksigen dalam ruang 2 liter selama 10 detik, tentukan besarnya laju reaksi pembentukan N2O4!


11. Hitunglah besarnya molaritas larutan asam nitrat yang mengandung 63% HNO3 massa jenisnya 1,8 kg L–1 (Ar H = 1, N = 14, O = 16)!

12. Berapakah molaritas H2SO4 1 M yang dibutuhkan untuk membuat 250 mL larutan H2SO4 0,1 M?

13. Berapakah volume air yang ditambahkan pada 25 mL larutan HCl 2 M, untuk membuat larutan HCl 0,5 M?


14. Hitunglah besarnya molaritas larutan NaOH yang dibuat dengan melarutkan 16 gram NaOH (Ar Na = 23 dan O = 16) dalam 250 mL air!

15. Hitunglah besarnya K2Cr2O7 yang harus ditimbang untuk membuat 500 mL larutan K2Cr2O7 0,05 M (Ar K = 39, Cr = 52, dan O = 16)!

16. Hitunglah volume (mL) yang diperlukan untuk melarutkan 0,53 gram Na2CO3 untuk membuat larutan Na2CO3 0,01 M (Ar Na = 23, C = 12, O = 16)!


Soal-Soal Laju Reaksi Lainnya
Soal Laju Reaksi 1
Soal Laju Reaksi 2

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!