Tampilkan postingan dengan label hidrokarbon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hidrokarbon. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Januari 2015

Soal Pilihan Ganda




1. Pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi dilakukan berdasarkan perbedaan....
a.  titik didih                     d.reaksi adisi    
b.  ikatan kimia                 e.berat jenis
c.  massa molekul   

2. Yang tidak termasuk minyak bumi adalah....
a.  minyak tanah                d.nafta    
b.  solar                             e. Minyak atsiri
c.  bensin    

3.  Fraksi minyak bumi yang dihasilkan pada suhu 1400-1800C adalah ....
a.  kerosin                         d.bensin    
b.  residu                           e.nafta
c.  solar   

4. Hasil sulingan (destilat) minyak bumi yang mempunyai titik didih paling tinggi adalah....
a.  bensin                          d.kerosin    
b.  solar                             e.nafta
c.  residu    

5. Bensin premium mempunyai nilai oktan ....
a.  60-75                            d.85-98    
b.  70-80                            e.98-100
c.  80-85     

6. Manakah fraksi minyak bumi di bawah ini yang tersusun menurut kenaikan titik didih ?
a.  solar,kerosin,bensin               d.bensin,kerosin,solar
b.  bensin,solar,kerosin               e.solar,bensin,kerosin
c.  kerosin,bensin,solar  

7.  Manakah di bawah ini bukan komponen bensin ?
a.  2,3-dimetilheksana                d.2,3-dimetilbutana       
b.  2-metilheptana                       e.2,2,4-trimetilpentana
c.  2-metilheksana                               

8. Mesin kendaraan bermotor jangan dihidupkan dalam ruangan tertutup, sebab salah satu gas hasil pembakaran   bensin bersifat racun, yaitu ....   
a.  NO2           b.CO            c.NO            d.H2O          e.CO2

9. Logam pencemar udara yang dihasilkan dari pembakaran bensin adalah....
a.  Sn             b.Ni             c.Pb            d.Fe            e.Hg 

10. Kadar CO di udara yang masih aman(belum membahayakan) jika dihisap adalah ....
a. di bawah 100 ppm        c.200-250 ppm     e.500-1000 ppm
b.  100-200 ppm                d.250-500 ppm   

11. Komponen yang terdapat pada minyak bumi dapat dipisahkan dengan cara ...
a. krastalisasi      b. sublimasi             C. kromatografi        d. distilasi bertingkat       e. filtreasi

12. Berikut yang tidak termasuk minyak bumi adalah....
a. minyak tanah    b. bensin          c. elpiji             d. minyak nabati           e.  petroleum eter

13. Hasil distilasi minyak bumi dengan titik didih tertinggi adalah....
a. bensin             b. solar             c. residu              d. kerosin                e. nafta

14. Bensin super 98, mempunyai arti
a. tersusun oleh 98% n - heptana, 2 % isooktana
b.  tersusun oleh 98% isooktana , 98% n - heptana
c. nilai bakarnya sebanding dengan nilai bakar isooktana 98%
d. nilai bakarnya sebanding dengan 98% n-heptana
e. kemurnian bensin 98%

15. bensin premium mempunyai bilangan oktan sebesar...
a.  70 - 75           b. 75 - 80          c. 80 - 85         d.  85 - 90          e.  90 - 95




Soal Essay
Jawablah soal-soal berikut !
1.   Sebutkan tiga macam peranan minyak bumi dalam kehidupan manusia !

2.   Jelaskan proses terbentuknya minyak bumi !

3.   Sebutkan komponen yang terkandung dalam bensin !

4.   Apa yang disebut dengan proses cracking ?

5.   Jelaskan upaya-upaya untuk meningkatkan mutu bensin !
 
6. sebutkan empat fraksi penyusun minyak bumi


7. zat apa yang dapat dicampurkan pada bensin untuk mengurangi knocking?

 8. Sebutkan produk petrokimia !

9. Sebutkan bahan pencemar yang meyebabkan asap kabut

10. Uraikan proses terjadinya hujan asam !
 

Kendaraan bermotor dan mobil adalah sarana transportasi yang sering kita gunakan. Jalan raya dikota besar biasanya padat degan mobil dan kendaraan bermotor.
Perhatikan gambar di atas.
Pemanfatan minyak bumi dan gas bumi sebagai bahan bakar dalam alat transportasi (khususnya mobil) akan menimbulkan emisi dan bahan buangan limbah berupa CO2, CO, CH, NOx, H2S, SOx dan jelaga partikel yang dapat mengurangi kualitas udara sekitarnya. Mengapa demikian ?
Pembakaran sempurna senyawa hidrokarbon akan menghasilkan gas CO2 dan uap air. Jika terjadi pembakaran tidak sempurna, akan terjadi gas CO di samping gas CO2 dan jelaga. Apalagi jika knalpot kendaraan kita bocor, maka akan menghasilkan ga karbonmonoksida (CO) dan ini yang menyebabkan terjadinnyapolusi udara. Pada kendaraan yang knalpotnya bocor, akan terjadi pembakaran tidak sempurna sehingga asap yang keluar lebih banyak dan berwarna hitam. Berikut ini akan dibahas pencemaran udara yang berkaitan dengan bahan bakar fosil.
Pencemaran udara adalah suatu keadaan udara yang mengandung senyawa kimia dalam konsentrasi yang cukup tinggi (diatas normal atau ambient) sehingga berpengaruh terhadap berpengaruh terhadap manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan serta makhluk hidup lainnya. Pencemaran udara dapat merusak tanah, air, hasil pertanian, tanaman, hewan, dan benda-benda yang beradadisekitar kawasan sumber tercemar.
Pencemaran dapat mengurangi kenyamanan hidup serta mengganggu kesehatan manusia. Dengan beroperasinya proyek industri dan alat-alat transportasi, maka akan terjadi emisi bahan buangan limbah gas dan partikel dari proses pembakaran BBM. Emisi gas hasil dari proses pembakaran itu adalah SO2, CO, H2S, CO2 dan partikel jelaga.
Berikut ini akan dibahas beberapa hal yang berkaitan dengan pencemaran akibat pembakaran bahan bakar, yang meliputi sumber pencemaran dan usaha pencegahannya.

Sumber Bahan Pencemaran.
Pencemaran yang diakibatkan oleh pembakaran bahan bakar umumnya terjadi karena pembakaran tidak sempurna dan adanya bahan pengotor pada bahan bakar, serta pendambahan zat aditif yang tidak tepat.
a. Pembakaran tidak sempurna
Bahan bakar minyak bumi mengandung senyawa hidrogen (unsur C dan H). Proses pembakaran sempurna bahan bakar akan menghasilkan karbondioksida dan uap air. Adapun pembakaran tidak sempurna akan menghasilkan karbonmonoksida, disamping karbon dioksida. Dalam suatu pembakaran, jika udara yang tersedia sangat kurang, dapat menghasilkan jelaga, yaitu partikel-partikel karbon yang tidak terbakar.

b. Pengotor dalam Bahan Bakar.
Bahan bakar minyak bumi, terutama di Indonesia sedikit mengandung belerang. Pada waktu minyak bumi itu dibakar, belerang yang terkandung di dalamnya berubah menjadi belerang dioksida.
Batu bara banyak mengandung senyawa-senyawa logam sebagai pengotor, sehingga pembakaran batu bara akan menghasilkan abu. abu tersebut mengandung oksida-oksida logam sebagai pengotor bahan bakar batubara.

c. Bahan Aditif dalam Bahan Bakar.
Mutu bensin ditingkatkan denngan menambahkan bahan aditif, salah satunnya dengan TEL (tetra etil lead). Penambahan (Pb (C2H5)4) dapat menaikkan angka oktan pada bahan bakar bensin sehingga kualitas bensin akan lebih baik. Akan tetapi, pengguanaan TEL yang meningkatan mutu bensin tersebut juga menghasilakn debu PbBr3 yang keluar bersama asap pembakaran berdampak kurang baik terhadap lingkungan dan kesehatan. Jika udara  ini terhirup dalam proses pernapasan kita dan mengendap dalam tubuh, akan mengakibatkan menurunnya keaktian enzim-enzim pertumbuhan. Oleh karena itu penggunaan TEL untuk meningkatkan mutu bensin saat ini dihindari dan diganti dengan metil tersier butil eter (MTBE) yang lebih ramah lingkungan.




Asap Kendaraan bermotor
Gas-gas yang terdapat dalam asap kendaraan bermotor apabila berlebihan akan berdampak bagi kehidupan kita, diantaranya CO2, CO, oksida nitrogen, dan oksida belerang.
Karbondioksida (CO2)
Umumnya gas CO2 tidak dianggap sebag ai polutan udara. Di alam adanya siklus CO2 dan O2 yang mengatur persediaan dan penggunaan kedua gas itu. Peningkatan konsentrasi CO2 di udara melebihi harga yang normal dapat mengakibatkan kenaikan suhu permukaan bumi.
Karbonmonoksida (CO)
Karbonmonoksida yang dihasilkan dari pembakaran tak sempurna senyawa karbon, terutama dari pembakaran bahan bakar pada bensin kendaraan bermotor. Apabila konsentrasi gas CO dalam udara melebihi 100 bpj, dapat mengganggu proses pernapasan pada manusia dan hewan. Untuk konsentrasi yang lebih tinggi lagi, akan dapat menyebabkan kematian. Reaksi yang terjadi pada tubuh dan menyebabkan keracunan yaitu :
CO   +   Hb                 -------->           COHb
             Hemoglobin              karboksi hemoglobin
Fungsi hemoglobin dalam tubuh adalah sebagai alat angkut oksigen dari paru-paru ke suma jaringan dan membawa CO2 dari jaringan ke paru-paru.
Pada konsentrasi 0 – 15 ppm, gas CO  di udara masih dapat diterima. Artinya, belum berbahaya bagi kehidupan makhluk hidup, terutama manusia. Pada konsentrasi 15 – 60 ppm, gas CO cukup berbahaya bagi makhluk hidup, sedangkan di atas 60 ppm sangat berbahaya.
Usaha untuk mencegah meningkatnya gas CO di udara dilakukan dengan ,mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dan pemasangan pengubah katalitik (catalytic conventer) pada knalpot kendaraan bermotor.
Oksida belerang (SO2  Dan SO3)
Penyebab utama pencemaran udara oleh oksida belerang adalah pembakaran bahan bakar pada mesin industry dan  dan berbagai proses kimiawi yang dilakukan. Adanya SO2 dan SO3 di udara dapat menyebabkan hujan bereaksi dengan asam. Hl ini dikenal sebagai hujan asam dan sifatnya merusak benda. Jika anda menghirup gas SO2, saluran pernapasan akan terasa gatal
Oksida Nitrogen (NO dan NO2)
Sumber utama pencemaran udara oleh NO dan NO2 adalah pembakaran  bahan bakar industry dan pembakaran pada kendaraan bermotor. Pada konsentrasi normal, gas NO di udara tidak sampai mengganggu kesehatan, tapi gas ini dapat teroksidasi menjadi gas NO2 yang berbahaya.
Udara di kota besar dapat mengandung 10 – 100 kali lebih banyak oksida nitrogen disbanding di daerah pegunungan. Kehadiran oksida nitrogen dalam udara secara berlebihan dapat menyebabkan keracunan paru-paru.
Bahaya NOx di udara selain beracun, meradang, juga menimbulkan smog fotokimia. Smog fotokimia adalah campuran dari asap dank abut, terutama dari karbon (asap) dan bahan yang mudah terbakar (sisa pembakaran hidrokarbon).
Partikulat
Di antara berbagai macam partlkulat yang ada di udara, partikulat logam yang paling berbahaya bagi kesehatan. Partikulat itu bila tidak segera dicegah, edikit-demi sedikit akan masuk ke dalam tubuh dan berkumpul hingga mencapai konsentrasi tertentu yang menyebabkan keracunan. Logam-logam tersebut adalah timbale, raksa, cadmium, berilium, mangan dan arsen.

Pengaruh Rumah Kaca (Green House Effect)
Adanya pengaruh rumah karbondioksida di atmosfer dapat menimbulkan fenomena yang disebut green house effect atau pengaruh rumah kaca. istilah green house effect diilhami dari peristiwa rumah yang terdiri dari kaca berwarna hijau untuk menumbuhkan tanaman di dalamnya meskipun pada musim  dingin. Di dalam rumah kaca tersebut, suhu yang diperlukan tanaman dapat dipertahankan agar tanaman dapat tetap tumbuh.
Sepeti halnya dalam efek rumah kaca, uap air dan karbon dioksida di atmosfer berfungi sebagai tutup kaca dan rumah kaca sehingga suhu di bumi tetap dipertahankan secara normal. Karbondioksida dapat mengadsobsi sinar infra merah. Di daerah troposfer H2O lebih bersifat dominan mengadsorbsi sinar inframerah dari pada CO2. Namun di daerah atmosfer, CO2 dan O3 sama-sama merupakan absorben yang kuat.
Bumi dapat memantulkan energi panas yang diterima dari matahari. Pantulan panas dari bumi tersebut dikembalikan oleh gas CO2 ke permukaan bumi. Hal ini memicu bertambahnya gas CO2 yang ada di udara adalah penggunaan bahan bakar minyak yang makin besar. Banyaknya gas CO2 (melebihi ambang batas yang ditentukan) di atmosfer dapat menaikkan suhu dipermukaan bumi. Naiknya suhu dipermukaan bumi akan mengakibatkan mencairnya es di daerah kutub, dan selanjutnya akan mengakibatkan naiknya permukaan air laut.

Pengaruh Gas Freon
Freon merupakan senyawa turunan klorofluoro dari senyawa alifatik rantai pendek, yaitu chlorofluoro metan (CFM). Keduanya dipakai sebagai aerosol pendorong dan pendingin (misalnya untuk kulkas dan AC).
Di statosfer,  freon diuraikan oleh sinarultraviolet. dari matahari sesuai dengan reaksi berikut :


CF2Cl2      sinar ultraviolet >   CF2  +  Cl2el
CFCl3      sinar ultraviolet >   CF2Cl3  +  Cl2

Ozon adalah senyawa yang berada di atmosfer bumi yang berfungsi untuk melindungi bumi (sheltrer) dari sinar ultrafiolet matahari. Freon dapat menyebabkan merusaknya senyawa ozon yang ada di atomsfer bumi. Rusaknya lapisan ozon mengakibatkan radiasi ultraviolet dari matahari dapat langsung masuk ke bumi. Hal ini dapat membahayakan kelangsungan hidup di bumi.


Hujan asam
Air hujan yang turun ke bumi, membawa serta partikel-prtikel dari udara, kemudian masuk ke dalam tanah. Jika tidak ada pencemaran, air hujan tidak berpengaruh berpengaruh negatif terhadap kehidupan, baik di darat, maupun di perairan. akan tetapi, jika air hujan membawa serta partikel-partikel, sperti gas sulfur dioksoda, air hujan akan bersifat asam.
Industri yang memakai batu bara sebagai bahan bakar, merupakan sumber utama terjadinga hujan asam. Sulfur dan nitrogen dalam batu bara yang tebakar akan berubah menjadi sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen oksida (NO). Gas ini bercampur dengan udara sekitar dan bergerak bersama angin ke tempat lain.
Gas oksida belerang (SOx) dan gas-gas oksida nitrogen (NO) dengan bantuan energi matahari dapat terjadi oksidasi menjadi SO2 maupun NOx, yang selanjutnya membentuk asam sulfat H2SO4 dan asam nitrat HNO3. Asam-asam yang terbentuk larut dalam air dan selanjutnya turun ke bumi.
Hujan diklasifikasikan sebagai hujan asam jika pH air hujan tersebut <5,6 (pH hujan norma antara 5,6 - 6). Sifat asam dari hujan merusak logam, baja, patung, candi atau benda-benda lain yang terbuatdari batu, terutama mengandung CaCO3.
Usaha jangka panjang untuk menghentikan kerusakan akibat  hujan asam adalah dengan menghentikan sumbernya, mengganti bahan bakar batu bara dengan bahan bakar lainnya. Adapun usaha jangka pendek yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi pengaruh hujan asam dengan menebarkan zat kapur ke dalam danau dan sungai.

Pelajari Materi Terkait :


  1. ALKANA
  2. ALKENA
  3. ALKUNA DAN ALKADIENA
  4. DAMPAK PEMBAKARAN BAHAN BAKAR
  5. HIDROKARBON
  6. INDUSTRI PETROKIMIA -
  7. KOMPONEN PENYUSUN DAN FRAKSI-FRAKSI MINYAK BUMI
  8. MINYAK BUMI
  9. SIFAT KHAS RANTAI KARBON
Petani sering menggunakan pupuk dan pestisida untuk memelihara tanaman agar tumbuh dengan . Pupuk yang digunakan baik itu berupa pupuk kandang dan pupuk buatan. Pupuk buatan dan pestisida merupakan contoh  dari industri petrokimia. Industri peterokimia merupakan hasil utama bahan baku bagi sektor industri lainnya. Hal itu karena produk-produk akhir industri petrokimia kebanyakan masih merupakan intermediet products (produk antara) atau produk-produknya kebanyakan masih  merupakan bahan baku bagi industri-industri lain.
Penggunaan produk-produk petrokimia untuk industri makin meningkat, sesuai kebutuhan industri di Indonesia, terutama di sektor industri pupuk dan pestisida. Produk petrokimia amonia (urea) yang dihasilkan di dalam negeri sebagian besar digunakan sebagai pupuk untuk pertanian. Penrapggunaan pupuk urea sabagai bahan baku industri makin meningkat, seperti dalam industri plywood dalam bentuk adhesive urea formaldehyde dan sebagai campuran dalam pembuatan porselen.
Industri pestisida di dalam negeri sebagai penunjang dalam bidang per
tanian telah berkembang. Sebagian besar bahan aktif pestisida, pelarut dan aditifnya merupakan produk akhir industri petrokimia, seperti senyawa-senyawa karbonat, tiokarbonat, surfaktan organik, organofosfor, organoklorin, alkohol dan sebagainya.

1. Produk Dasar
Produk dasar adalah produk industri petrokimia yang mengubah minyak dan gas bumi menjadi produk dasar perokimia, antara lain, gas CO dan H2, sintetik, etilena, propilena, butadiena, benzena, toluena, xilena dan n-parafin.

2. Produk Antara
Produk antara yang dihasilkan oleh petrokimia adalah amonia, metanol, carbon black, urea, etil alkohol, etil alkohol, cumene, propilen-oksida, butil alkohol, isobutilena, nitrobenzena, nitrotoluena, PTA ( purified tetrepthalic acid), DMT (dimetryl tetraphthate ), kaprolaktam (caprolactam), LAB (linier alkyl benzene) dan lain-lain.

3. Produk Akhir
Produk akhir yang dihasilkan dalam industri ini, antara lain, urea, carbon black, formaldehide, asetilena, polistirena, TNT (trinitro toluena), poliester, nilon, poliuretan, LAB-sulfonate (surfactant), dan lain-lain.

4. Produk Jadi
Pada umumnya produk jadi berupa barang-barang atah bahan-bahan dalam kehidupan kita sehari-hari yang banyak dipakai di rumah tangga, seperti plastik untuk produk elektronik dan telekomunikasi (radio, TV, film, alat-alat komputer, kabel-kabel telepon, kabel-kabel listrik), plastik-plastik untuk rumah tangga (ember plastik, kantong atau karung plastik, botol-botol atau kemasan plastik), peralatan plastik untuk industri mobil dan pesawat terbang. Baju dan kaos kaki dibuat dari benang poliester dan nilon, ban mobil dari bahan campuran karet dan karbon black, sabun bubuk diterjen dibuat dari LAB- sulfonate dan sebagainya.

Proses pembuatan produk petrokimia dapat ditempuh dengan tiga jalan utama, yaitu jalur gas sintetik, jalur olefin dan jalur aromatik.
1. Jalur Gas Sintetik
gas sintetik (gas CO dan H2) termasuk produk dasarpetrokimia yang dibuat dari gas alam (CH4), yang penggunaan utamanya untuk menghasilkan ammonia, methanol dan carbon black. Beberapa contoh produk  petrokimia jalur  gas sintetik adalah sebagai berikut :

Amonia (NH3)
Pembutan ammonia dilakukan dengan cara mereaksikan gas N2 (dari udara luar) dengan pertolongan katalis campuran antara Fe2O3 dan Al2O3, pada suhu 700oF dan tekanan 250 atm. Reaksi sebagai berikut :
3H2 (g)   +   N2 (g)   ---->  2NH3 (g)
Secara keseluruhan mulai dari sintetik sampai terbentuknya ammonia sintetik, reaksi pembentukan ammonia adalah sebagai berikut :
2CH4  +  O2  +  2H2O   +  2N2    ---->    2CO2   +   4NH3
Produk petr okimia yang dapat melalui gas sintetik antara lain pupuk ammonium nitrat, pupuk ammonium sulfat, urea, formaldehid dan metal tersier butyl eter (MTBE)

Metanol
Pembentukan metanol dengan reaksi steam reforming pada suhu dan tekanan tinggi dengan bantuan katalisator, campuran ZnO (90%) dan C2O3 910%) serta tembaga (Cu). Reaksi yang terjadi sebagai berikut :
CH4    +    H2O  (uap/steam)     ---->       CO   +   2H2   +   H2
CO  +   H2                                  --->           CH2OH                             +
CH4   +   H2O (steam)              ---->          CH3OH   +   H2
Dari reaksi diatas di samping terbentuk metanol sebagai produk utamanya, terbentuk pula gas H2 sebagai hasil sampingnya. Gas H2 ini dapat dipisahkan dan digunakan untuk pembuatan gas amonia (NH3) yang selanjutnya digunakan sebagai bahan baku pada pembuatan pupuk urea. 

Urea  (CO (NH3)2)
Reaksi pembentukan pupuk urea melalui dua tahap reaksi yaitu reaksi sebagai berikut :
Tahap 1 : pembentukan ammonia karbamat (ammonium carbamate atau NH4COONH2) yang masih berbentuk bubur cair. Reaksinya :   2NH3   +   CO2   ---->   NH4COONH2
Tahap 2 : pengkristalan ammonium carbamate menjadi urea dengan pemanasan sebagai berikut :
                                           NH2
                                     
NH4COONH2   -à   C   == O   +   H2O
                                      \
                                          NH2   (Kristal padat urea)
Urea sebagian besar sebagian besar dipakai untuk pupuk dalam pertanian. Selain itu juga digunakan untuk makanan ternak, plastic, resin dan industry perekat.

Formaldehida (CH2O)
Reaksi pembentukan formaldehida adalah melalui reaksi oksidasi metanol pada suhu 250 derajat C dengan pertolongan katalis tembaga (Cu)
Reaksi : 2CH3OH   +   O2    ----->         2CH2O   +   2H2O     t = 250 oC
 
Urea Formaldehide
Urea formaldehide banyak digunakan sebagai bahan perekat pada industri perkayuan atai plywood industry. Senyawa ini dapat diproduksi dengan mereaksikan urea dengan formaldehide membentuk dinethylol-urea. Selanjutnya dengan reaksi polimemerisasi dan polikondensasi untuk memisahkan airnya, terbentuk ureaformaldehide resin, dengan reaksi pembentukannya sebagai berikut. 
   NH2                                   NH2 - CH2OH
  ⁄                                             
C   === O      +    CH2O      C  === O —————
 \                                             \                                
NH2         (formaldehyde)      NH2 – CH2O            
Urea                                        polimerisasi             
— O                                                                          
│——NHC – NCH2 —————   +   H2O ———
                                               
                         CH2                  
                                                 
│——————NCNHCH2——  ——
                          ǁ                        
│—————— O—————— N

                     (urea formaldihide)


2. Jalur Olefin (jalur Olefin Senter)
Olefin adalah suatu senyawa hidrokarbon tidak jenuh yang mempuyai ikatan ragkap terbeuka (seperti etilena, propilena, butilena/butadiena). Olefin sangat reaktif dan mudah berpolimerasi antara satu dengan yang lainnya membentuk produk polimer. Jalur olefin ini akan menghasilkan etilena, propilena dan butilena/butadiena sebagai hasil utama (produk dasar) dari perengkahan atau cracking bahan baku nafta atau etana.
Beberapa contoh produk petrokimia dari jalur olefin adalahsebagai berikut :

a. Polietilena (PE)
Melalui reaksi polimerisasi, etilena sabagai monomer pada suhu dan tekanan tertentu dengan bantuan katalis akan membentuk polimer sederhanadan menjadi resin plastik polietilena (PE). Reaksinya sebagai berkut :


NCH2  =  CH2     t, p         > [ - CH2 – CH2 – CH2 – CH2 - ]n
                            kat
Etilena (monomer)                    polietilena (polimer)
di mana n = bilangan bulat sehingga rumus molekul polietilena adalah ( - CH2 – CH2 –)n
Polietilena (PE) banyak digunakan sebagai kantong plastik dan plastik pembungkus sampul.

Polivinilklorida (PVC)
secara luas banyak dipakai untuk menghasilkan bahan dari plastik. Misalnya PVC leather, PVC pipe (slang atau pipa air), PVC sheet (pelat atau lembaran-lembaran plastik atau kertas-kertas dinding plastik) PVC film (film plastik) serta produk-produk jadi dari bahan plastik lainnya, seperti sandal, botol-botol plastik, stop kontak listrik atau alat-alat listrik dan sebagainya.
Proses pembuatan PVC secara bertahap dengan menggunakan etilena (C2H4) sebagai bahan bakunya.

Polipropilena (PP)
Melalui proses polimerisasi, monomer propilen membentuk polimer sederhana dan menjadi resin plastik propilen dengan bantuan katalisator stereoskopik alumunium alkyl, suatu sistem katalis  ziegler - natta
Rumus molekul polimer yang terbentuk adalah sebagai berikut :
( - C3H6 - )n atau ( - CH2 – CH  )
                                               
                                                CH3
Gas polipropilen yang dihasilkan dari cracked gas C3 dan C4 olefin, dimanfaatkan untuk menghasilkan proipel tetramer. Polipropilen t netramer ini bersama benzene dapat digunakan untuk pembuatan sabun deterjen jenis lunak sehingga tidak menimbulkan polusi, tidak berdampak negatif pada lingkungan
Resin PP adalah jenis plastic paling ringan dengan densitas 0,90 gr/m3 sehingga penggunaanya sangat luas di berbagai sector industri

d. Polistireana (PS)
Resin plastic PS merupakan resin sintetik termoplastik dengan rumus pmolekul : (C6H5 – CH = CH2)n. Polisteriena dibentuk dari dua bahan baku utama, yaitu etilena (C2H4) dan benzene (C6H6). Proses pembuatan dilakukan melalui tingkatan atau tahapan alkilasi, dehidrogenasi dan i.
Berdasarkan produknya, PS ada 3 jenis, yaitu polimerisassebagai berikut :
1) jenis GPPS (general Purpose Pelysstytyrerene)
GS umumnya digunakan untuk pembuatan baloin, rumah kaset, stoples, mainan anak-anak atau boneka dan alat-alat rumah tangga lainnya.
2)jenis MIPS dan HIPS (Midle Impact Polytryrene dan High Impact Polystyrene)) 
polistirena jenis ini mengandung campuran karet mempunyai sifat sangat kuat sehingga banyak digunak an untuk cabinet TV dan radio, badan lemari es, container dan lain-lain.
3)Jenis EPS (ExpandablePolystyrena)
Polistirena ini rmempunyai sifat yang empuk dan mudah mengembang. Oleh karena itu banyak digunakan sebagai pembungkus atau pelapis yang berupa gabus berwarna putih. Gabus dapat dipakai sebagai pelapis bagian dalam tudung kepala atau helm , isolator listrik, isolator pipa, container penyimpanan ikan dan lain sebagainya

3. Jalur Aromatik (jalur Aromatik senter)
Senyawa aromat ik adalah suatu senyawa hidrokarbok tidak jenuh mempunyai rangkaian ikatan atom C secara siklis; berupa ikatan antara C6 – C8, seperti benzena, toluena, xilena dan lain-lain yang sangat reaktifsehingga dengan mudah bereaksi atau berpolimerisasi antara satu dengan lainnya. Berdasarkan pengertian ini, senyawa organik banyak membentuk produk polimer.
Jalur aromatik menghasilkan berbagai jenis produk resin yang harus diproses dan diolah lebih lanjut untukmenghasilkan produk jadi yang kualitasnya lebih tinggi dari produk semula. Produk resin yang dihasilkan melalui jalur aromatik adalah sebagai berikut :
a.Produk yang berasal dari benzena
antara lain melaicanhydride, polistirena, deterjen, fenol, akrilonitril, sikloheksena, klorobenzen dan lain-lain
b. Produk yang berasal dari toluena
tailen, diisosianat dan poliuretan
c. Produk yang berasal dari o,m,p.xilena
anhidrida ftalat (phtallic anhydride atau PA), asam terftalat (terephthalic acid atau TPA), demetil terftalat (DMT), polietilene tereftalat (PET) dan asam isoftalat (IPA)

Beberapa contoh produk petrokimia dari jalur aromatik adalah sebagai berikut :
a. Anhidrida melaik (melaic anhydride)
Anhidrida melaik dihasilkan melalui reaksi oksidasi atas benzena yang berlangsung pada suhu 425 derajatC. dan dengan bantuan katalis campuran antara V2O5 dan MoO3.Anhidrida melaik ini dapat digunakan untuk pembuatan poliester tidak jenuh, asam fumarat (fumaric acid). pestisida, resin alkida (alkyl resin, dan bahan pelarut lainnya.

b. siklohekasana.
Sikloheksana dihasilkan denngan reaksi hidrogenasi katalistik terhadap benzena. Sikloheksana banyak digunakan sebagai bahan dasar pembuatan aipic acid, yang merupakan bahan dasar pembuatan serat nilon 66 dan kaprolaktan, yang merupakan bahan dasar dalam pembuatan serat nilon-6 atau polymide fibers.

c. Fenol (phenol)
Benzena merupakan bahan dasar pembuatan fenol yang selanjutnya dengan aseton akan menghasilkan bisfenol-A. Bisfenol Adapat digunakan sebagai bahan pembuatan polycarbontedan epoxy resin atau phenolic resin. Epoxy resin dalam penggunaan sehari-hari disebut sebagai lem plastik.

d. asam terftalat (terephthalic acid atau TPA), demetil terftalat ( dimethyl terephtalat DMT).
Bahan baku untuk membuat TPA dan DMT adalah p-xilena. Selanjutnya TPA dan DMT bersama etilen glikol (EG) sebagai bahan baku utama untuk membuat serat polister. Dalam industri tekstil, serat polister dapat digunakan untuk menggantikan serat alam terutama kapas dalam pembuatan bahan tekstil

e. Polietilene tereftalat (PET)
Penggunaan bahan petrokimia resin PET sangat banyak dalam industri kemasan plastik, seperti botol

plastik untuk air minum, kertas film, tekstil dan sebagainya. Pembentukannya dengan mereaksikan DMT dengan EG pada suhu kurang lebih 150 - 200 derajat C sehingga menghasilkan PET yang disebut juga bis (hidroksyethyl) tereftalat.

Pelajari Materi Terkait :
  1. ALKANA
  2. ALKENA
  3. ALKUNA DAN ALKADIENA
  4. DAMPAK PEMBAKARAN BAHAN BAKAR
  5. HIDROKARBON
  6. INDUSTRI PETROKIMIA -
  7. KOMPONEN PENYUSUN DAN FRAKSI-FRAKSI MINYAK BUMI -
  8. MINYAK BUMI
  9. SIFAT KHAS RANTAI KARBON
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!