Tampilkan postingan dengan label biologi-struktur dan fungsi sel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label biologi-struktur dan fungsi sel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Mei 2015


Pengamatan dengan mikroskop elektron kita dapat melihat struktur-struktur dalam sel yang dibatasi oleh membran yang disebut organel. Di dalam sel-sel eukariotik terdapat beberapa jenis organel  yang melaksanakan fungsi khusus. Organel-organel sel tersebut adalah :

a. Mitokondria
Mitokondria berasal dari bahasa Yunani (mitos = benang; chondros  butir). Mitokondria terdapat dalam semua sel eukariotik, pada umumnya mitokondria tersebar merata dalam sitoplasma, tetapi dapat juga terletak di sekitar nukleus atau tepi sel. Penyebaran mitokondria di dalam sitoplasma berkaitan erat dengan fungsinya sebagai pembuat dan pemberi energi. Mitokondria pada beberapa sel dapat bergerak secara bebas membawa ATP ke daerah-daerah yang memerlukan energi, sedangkan pada sel lainnya berada tetap pada tempat-tempat yang lebih banyak memerlukan energi. Misalnya pada otot, pada tubulus-tubulus renalis terdapat banyak mitokondria untuk memberikan energi dalam proses penyebaran air dan larutan yang diperlukan oleh sel (transpor aktif).
Pada kebanyakan sel, mitokondria berbentuk bulat panjang sekitar 2 mikrometer dan diameternya 0,5 mikrometer. Jumlah mitokondria pada setiap sel relatif tidak sama, pada sel hewan lebih banyak. Hal ini disebabkan peran mitokondria sebagai penghasil ATP (energi) sebagian digantikan oleh kloroplas. Mitokondria tersusun atas dua sistem membran, yaitu membran dalam dan membran luar.
Membran dalam mengadakan penonjolan-penonjolan ke arah dalam yang disebut membran krista. Membran krista berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan oksigen untuk respirasi dan translokasi enzim, terutama enzim ATP Synthetase dan energi (ATP). Selain itu mitokondria mempunyai matrik yang di dalamnya terkandung protein, lemak, enzim sitokrom, DNA dan ribosom.
Keberadaan DNA dan ribosom di dalam mitokondria ini memungkinkan terjadinya sintesis enzim-enzim respirasi secara otonom.
Membran pembungkus mitokondria sebelah luar dapat ditembus air dan ion, sedangkan membran sel sebelah dalam (membungkus matrik) sehingga transportasi melintasi membran itu memerlukan mekanisme transportasi aktif. Fungsi mitokondria dikerjakan seluruhnya di dalam organel, walaupun kebanyakan aktivitas berlagsung di ruang bagian dalam melalui enzim yang terdapat, baik dalam matrik (siklus asam sitrat), maupun pada membran dalam mitokondria (tranfer elektron dan fosforilasi oksidatif). Oleh karena itu, mitokondria merupakan sumber energi terbesar di dalam sel. Fungsi mitokondria adalah sebagai tempat berlangsungnya respirasi untuk menghasilkan energi.


b. Peroksisom (badan mikro)
peroksisom dan glikoksisom berasosiasi membentuk badan mikro yang mempunyai struktur serupa dengan lisosom. Organ ini merupakan badan berembran tunggal dengan diameter 0,3 - 15 mikrometer. Peroksisom terletak di dekat mitokondria atau kloroplas. Peroksisom banyak terdapat dalam sel perenkim hati dan sel tubulus kontortus proksimal ginjal. Peroksisom banyak terdapat pada sel hewan aupun tumbuhan, sedangkan glikosom hanya terdapat pada sel tumbuhan.
Peroksisom dibentuk dalam retikulum endoplasma granular. Peroksisom mengandung berbagai enzim yang terlibat dalam produksi peroksida hidrogen (H2O2).
Fungsi peroksisom yaitu penghasail enzim katalase yang menguraikan H2O2 menjadI H2O + O2
Selain itu, peroksisom juga berperan pada perubahan lemak menjadi karbohidrat dan perubahan senyawa purin dalam sel.

c. Mikrotubulus
Mikrotubulus adalah bangunan langsing berbentuk silindris, berongga, tidak bercabang, tidak bermembran yang tersusun atas protein berdiameter 25 nm dan panjang tak menentu. mikrotubulus
terdapat pada hampir semua sel sel dan sering terdapat sebagai unsur tunggal yang tersebar merata dalam setiap sitoplasma. Mikrotubulus pada kebanyakan sel hewan tumbuh seperti jari-jari pusat sel (cell centercentrosom) yang terletak dekat nukleus.
Mikrotubulus berfungsi untuk membentuk silia, sentriol dan benang-benang spindel.

d. Mikrofilamen
Organel ini disebut mikrofilamen karena ukurannya memang kecil, dengan diameter 5 - 7 nm. Filamen tersebut terdiri atas untaian protein globular, aktin yang telah kita kenal sebagai protein kontraktil dalam sel-sel otot. Mikrofilamen terhubung dengan miosin, sejenis protein yang mengadakan kerjasama dengan aktin dalam sel-sel otot untuk menghasilkan kontraksi. Karena adanya aktin-miosin pada mikrofilamen , Mikrofilamen adalah penanggung jawab seluruh gerakan di dalam sel.
Gerakan tersebut misalnya kontraksi, aliran sitoplasma, endositosis, eksositosis, gerak moeboid, dan perubahan bentuk sel.

e. Nukleus
Nukleus atau inti sel di dalam semua sel kecuali eritrosit dewasa dan trombosit. Bentuk inti umumnya bulat atau lonjong, dapat pula bentuk caawan atau berlekuk. Inti sel biasanya tunggal, tetapi sel-sel parenkim hati atau otot jantung berinti dua, sedangkan sel otot rangka berinti banyak. Inti pada sel hewan umumnya terletak di tengah sel, sedangkan pada sel tumbuhan terletak di pinggir dekat sitoplasma sitoplasma karena terdesak oleh vakuola.
Volume inti berhubungan dengan kandungan DNA-nya (dalam hal ini jumlah kromosom) dan adanya kenyataan bahwa volume inti bertambah seiring dengan peningkatan aktivitas sintesis dari sel yang bersangkutan. Inti sel mengandung materi genetik (DNA) dan berpengaruh langsung pada aktivitas metabolik sitoplasma.

Inti sel merupakan otak atau pusat kontrol sel dan dengan demikian salah satu bagian yang paling penting. Ini berisi materi genetik yaitu DNA (asam deoksiribonukleat) dan kromosom. DNA ini terdiri dari nukleotida yang akhirnya membantu dalam pembentukan protein oleh proses transkripsi dan translasi. DNA (Asam deoksiribonukleat) berisi semua informasi untuk sel hidup, melakukan fungsi mereka dan bereproduksi. Nukleosis dalam inti adalah organel lain yang disebut nukleolus. Nukleolus bertanggung jawab untuk membuat ribosom. Lingkaran pada permukaan inti adalah pori-pori nuklir. Ini adalah di mana ribosom, dan bahan lainnya bergerak masuk dan keluar dari sel.



f. Retikulum Endoplasma (RE)
Retikulum endoplasma yang terdapat pada sel-sel eukariotik, tersusun atas sistem membran ganda yang membentuk jaring-jaring sitoplasma dan berada di dekat atau melekat pada inti sel.
Retikulum endoplasma (RE) terdiri dari RE Kasar karena permukaan luarnya melekat pada ribosum dan RE halus, karena membran luarnya tidak terdapat ribosom.

Pada tumbuhan umumnya mengandung RE kasar, kecuali sel-sel yang bersekresi, misalnya pada beberapa bunga.
Pada manusia RE halus berfungsi pada biosintesis hormon-hormon steroid, misalnya terdapat di dalam sel leydig testis yang menghasilkan kortikosteroid, juga terdapat sel-sel korpus luteum di ovarium yang menghasilkan progresteron.
Fungsi RE halus: 

  • mengangkut protein yang disusun pada RE kasar bersama Golgi Komplek, 
  • melaksanakn reaksi awal pada oksidasi lemak, 
  • menyimpan fospolipid, glikolipid dan steroid, 
  • melaksanakan detoksifikasi drug dan racun.

g. Aparatus Goolgi
Aparatus golgi terdiri atas kumpulan vesikel pipih yang berbentuk kantong berkelok-kelok (sisternae). Aparatus Golgiyang terdapat pada sel tumbuhan disebut diktiosom, kebanyakan terletak di dekat membran sel .Aparatus golgi dapat bergerak mendekati membran sel untuk mensekresikan isinya ke luar sel. oleh karena itu, organel ini disebut organes sekresi.
Di dalam aparatus golgi banyak enzim pencernaan yang belum aktif, seperti zimogen dan koenzim. selain itu dihasilkan pula lendir yang disebut musin. Aparatus golgi juga dapat membentuk lisosom.


h. Ribosom
Ribosom banyak dijumpai dalam sel,  tersusun atas protein dan rRNA, tidak bermembran, berdiameter 15 - 20 nm, letaknya ada yang melekat pada membran retikulum endoplasma, ada yang melekat pada permukaan luar inti sel dan ada yang berada bebas dalam sitoplasma sel serta terdapat pula di dalam mitokondria dan kloroplas.
Di dalam bobot kering sel hati 25% tersusun atas ribosom.
Sruktur ribosom pada bakteri sangat sederhana, tetapi pada sel tingkat tinggi menjadi lebih kompleks. Ribosom sering menempel satu sama lain membentuk rantai yang disebut poliribosom atau polisom. Antara unit ribosom yang satu dengan yang lain diikat oleh mRNA.
Berdasarkan kecepatan sedimentasi, dibedakan menjadi ribolom subunit kecil (40s) dan ribosom subunit besar (60s).
Setiap subunit ribosom disintesis dalam unit terpisah di dalam inti terutama di nukleolus. Masing-msing ribosom mengandung rRNA yang ditranskripsi oleh urutan DNA khusus dalam kromatin, kemudian keluar dari inti melalui pori-pori  sendiri-sendiri dan baru bergabung pada saat sintesis protein.
Fungsi ribosom adalah mensintesisi protein. Ribosom kecil juga ada di mitokondria dan kloroplas berperan mensintesis protein dala kedua organel ini, tetapi sebagian lagi merupakan sintesis dari ribosom pada sitoplasma yang kemudian diangkut ke mitokondria maupun kloroplas. Pada inti sel tidak dijumpai ribosom sehingga seluruh protein dalam inti disintesis oleh ribosom sitoplasma.

i. Lisosom
Lisosomdihasilkan oleh aparatus golgi yang penuh dengan protein. Lisosom menghasilkan enzim-enzim hidrolitik seperti proteolitik, lipase, dan fosfatase. Enzim hidrolitik berfungsi untuk mencerna makanan yang masuk ke dalam sel secara fagositosis. Lisosom juga menghasilkan zat kekebalan sehingga banyak dijumpai pada sel-sel darah putih. Lisosom juga bersifat autolisis, autofagi, dan menghancurkan makanan secara edsositosis.

Ada dua macam lisosom, yaitu lisosom primer dan sekunder. Lisosom primer memproduksi enzim-enzim yang belum aktif. Fungsinya adalah sebagai vakuola makanan. Lisosom sekunder adalah lisosom yang terlibat dalam kegiatan mencerna. Ia berfungsi sebagai autofagosom.

j. Kloroplas
Kloroplas merupakan plastida yang mengandung pigmen hijau yang disebut klorofil. Kloroplas berasal dari proplastida. Proplastida berukuran lebih kecil dari kloroplas dengan sedikit atau tanpa membran internal. Kloroplas terbungkus oleh membran ganda. Membran ganda berperan mengatur keluar masuknya ion atau senyawa ke dandari dalam kloroplas. Pada membran internal kloroplas terdapat pigmen fotosintesis. Pigmen itu banyak terdapat pada permukaan luar membran internal disebut thilakoid.

Pigmen utama yang terdapat pada membran thilakoid adalah klorofil a (C55H72O5N4Mg) dan klorofil b ( C55H70O5N4Mg ), selain itu juga terdapat pigmen karotenoid. Pada membran pembungkus kloroplas umumnya terdapat violaxanthin.
Fungsi kloroplas adalah sebagai tempat berlangsung fotosintesis.


k. Sentrosom
Sentrosom hanya dapat dijumpai pada sel hewan. Sentrosom pada saat reproduksi sel akan membelah menjadi sentriol. Sentriol tersusun atas benang-benang tubulin atau dibentuk oleh mikrotubulus. Sentriol membentuk benang-benang spindel yang dapat menggerakkan kromosom pada saat pembelahan mitosis.


l. Dinding Sel
Dindingsel tersusun atas selusosa dan derivat-derivatnya. Dinding sel berfungsi sebagai proteksi sel terhadap faktor-faktor mekanis dan memberi bentuk sel relatif tetap. Dinding sel hanya terdapat pada sel tumbuhan saja. Pada dinding sel terdapat celah untuk berkomunikasi antarsel yang disebut plasmodemata.


m. Vakuola
Vakuola berisi garam-garam organik, glikosida, tanin(zat penyamak), minyak eteris, alkaloid, enzim, dan butir-butir pati. Pada beberapa spesies dikenal adanya vakuola kontraktil dan vakuola nonkontraktil.





Sumber :
BIOLOGI untuk SMA/MA kelas XI, R Gunawan Susilowarno, dkk, Penerbit Grasindo, 2007
https://imaisfree.wordpress.com/struktur-dan-fungsi-organel-sel/
http://www.sridianti.com/organel-sel-hewan-dan-fungsinya.html





Rabu, 20 Mei 2015

Sel eukariotik diartikan sebagai sel yang mempunyai inti sel sejati (eu = baik atau sejati, kariyon = inti atau nukleos). Organisme eukariotik ada yang unisel seperti sel khamir dan Amoeba. Tetapi lebih banyak yang multiseluler seperti tumbuhan dan hewan. Struktur sel eukariotik terdiri atas tiga bagian utama, yaitu
  • membran sel, 
  • sitoplasma (protoplasma), dan 
  • organela. 
Selain bagian utama ini, sel mempunyai struktur tambahan yang berupa sistem kerangka sel berupa filamen panjang protein yang merupakan penyokong sel dan menngatur gerakan sel. Organela adalah struktur sel yang melayang di sitoplasma yang mempunyai sistem membran.

A. Membran Sel
Suktur terluar sel-sel hewan atau manusia berupa membran tipis yang berfungsi yang merupakan pemisah antara lingkungan luar sel dan dalam sel atau media keluar-masuknya zat dari dalam dan ke dalam sel. Membran sel bersifat semipermeabel dan selektifpermiabel karena hanya dapat dilalui zat-zat tertentu. Membran plasma sangat tipis dengan ketebalan 7,5 - 10 nm. Membran tersusun atas lipoprotein, yaitu gabungan antara lemak dan protein pada membran sel-sel darah merah yang tersusun atas 50% lipid/lemak dan 50% protein. Lipid yang menyusun membran adalah pospolipid dan sterol. Molekul-molekul pospolipid bentuknya (mudah larut dalam air disebut ujung polar), sedangakan bagian sterol bersifat hidropobik (tidak larut dalam air, disebut juga ujung non-polar).
Molekul-molekul lipid dua lapis merupakan kerangka dasar membran sel yang di dalamnya terdapat berbagai jenis molekul protein. Protein yang terdapat di permukaan dalam dan di permukaan luar membran sel disebut protein ekstrinsik. Protein ekstrinsik bersifat hidrofilik, sedagkan protein yang menembur kedua lapis lipid dan terbenam pada lapisan ini disebut protein intrinsik bersifat hidrofobik.
Karbohidrat penyusun membran sel berikatan dengan molekul protein yang bersifat hidrofilik disebut glikoprotein dan sebagian kecil terikat pada lipid bersifat hidrofilik disebut glikolipid.
Perbedaan sifat penyusun membran terhadap air inilah yang menyebabkan membran dapat bersifat semipermiabel dalam melakukan transportasi zat dari luar maupun ke dalam sel. Sifat semipermiabel diartikan dapat dilalui oleh molekul air dan gas yang terlarut di dalamnya, sedangkan selektif semipermiabel artinya dapat di lalui oleh ion-ion tertentu, serta bersifat dialisis yang berarti mampu memisahkan molekul yang berukuran kecil, misalnya glukosa dapat melewati tetapo molekul besar seperti protein tidak dapat melewatinya.
Fungsi Membran Sel :
  • Sebagai reseptor
  • Sebagai sekat pembatas antara isi sel dan lingkungan luar sel.
  • Sebagai pengontrol transportasi zat dari dalam keluar sel, maupun dari luar ke dalam sel
  • Sebagai tempat terjadinya reaksi kimia, misalnya respirasi sel.
  • Menjaga kestabilan pH, menjaga konsentrasi ion, dan membuang sisa metabolisme yang bersifat racun.
  • Sebagai pelindung sel

B. Sitoplasma
Sitoplasma adalah cairan yang terdapat di dalam sel dan terletak diluar inti sel. Cairan yang terdapat di dalam inti sel disebut nukleoplasma. Dengan mikroskop cahaya, biasanya sitoplasma kelihatan homogen dan jernih, tetapi mungkin terlihat daerah yang granular, fibrilar dan vakuolar. Sebenarnya sitoplasma mengandung berbagai bangunan kecil dan fungsinyapun berbeda-beda.
Sitoplasma terdiri atas sitosol yang berbentuk koloid (setengan cair) yang di dalamnya mengandung nutrien, ion, enzim, berbagai macam garam, beberapa molekul organik dan air.
Bagian yang benar-benar merupakan lingkungan dalam pada sel adalah matrik sitoplasma. Koloid dikenal dalam dua bentuk yang dipengaruhi oleh kandungan air. 
Fase koloid encer disebut sol dan fase koloid cair disebut gel. Perubahan fase koloid inilah yang terjadi pada amoeba untuk membentuk psedopodia dalam melakukan gerakan. 
Fungsi Sitoplasma :
  • Tempat terjadinya metabolisme sitosolik. Tempat penyimpanan jenis bahan bereaksi kimia yang digunakan untuk metabolisme sel, seperti enzim, ion, gula, lemak dan protein.
  • Tempat proses pembentukan energi, sintesis asam lemak, asam amino, protein dan Nukelotida.
  •  Fasilittor bagi organel tertentu agar dapat bergerak.
  • Sitoplasma digunakan sebagai tempat bagi jaringan filamen protein yang disebut sitoskeleton.  Sitoskeleton ini akan membantu mempertahankan bentuk dan konsistensi sel
  • menjamin berlangsungnya pertukaran zat, untuk menjaga berlangsungnya metabolisme dengan baik


C. Organel-Organel Sel
1. Mitokondria
Merupakan organel bermembran rangkap, tersusun atas membran luar, membran dalam yang berlekuk-lekuk (krista) dan matriks mitokondria.
Fungsi : tempat respirasi aerob untuk pembentukan ATP sebagai sumber energi sel.

2. Peroksisom (Badan Mikro)
Merupakan kantong kecil yang berisi enzim katalase, organel ini banyak ditemui pada sel hati.
Fungsi : menguraikan peroksida (H2O2) yang merupakan sisa metabolisme yang bersifat toksik menjadi air dan oksigen.
Glioksisom adalah badan mikro pada tumbuhan, berperan dalam proses pengubahan senyawa lemak menjadi sukrosa.

3. Mikrotubulus
Berbentuk benang silindris, dan kaku.
Fungsi :  melindungi dan memberi bentuk sel dan berperan dalam pembentukan sentriol, silia, maupun flagela.

4. Mikrofilamen
Mikrofilamen mirip seperti mikrotubulus, tetapi diameternya lebih kecil. Bahan yang membentuk mikrofilamen adalah aktin dan miosin seperti yang terdapat pada otot.
Fungsi : berperan dalam proses pergerakan sel, endositosis, dan eksositosis.

5. Inti Sel (Nukleus)
Organel yang mengatur semua kegiatan dalam sel.
Inti sel terdiri dari bagian-bagian yaitu :
  • Membran Inti (Karioteka)
  • Nukleoplasma (Kariolimfa)
  • Kromatin / Kromosom
  • Nukleolus(anak inti).
Fungsi : mengatur semua aktivitas (kegiatan) sel, karena di dalam inti sel terdapat kromosom yang berisi ADN yang mengatur sintesis protein.
  • Mengendalikan proses berlangsungnya metabolimsme dalam sel.
  • Menyimpan informasi genetik
  • Tempat terjadinya replikasi
6. Retikulum Endoplasma (RE)
Merupakan kantung-kantung pipih dan tabung dua lapis membran yang meluas dan menutupi sebagian besar sitoplasma dan berhubungan dengan membran inti. Terbagi atas Retikulum Endoplasma Halus (REH) dan Retikulum Endoplasma Kasar (REK).
Fungsi : alat transportasi zat-zat di dalam sel.

7. Badan Golgi
Merupakan kantung pipih bertumpuk yang tersusun dari ukuran besar hingga ukuran kecil dan terikat pada membran.
Fungsi : untuk memproses protein dan molekul lain yang akan dibawa keluar sel atau ke membran sel dan membentuk lisosom

8. Ribosom:
Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, sintesis protein (transkripsi dan translasi) terjadi di ribosom. Organel ini dapat terikat pada retikulum endoplasma atau mengambang bebas di sitoplasma. Ribosom terdiri dari dua unit. Satu unit lebih besar dari yang lain sehingga mereka disebut subunit besar dan kecil. Kedua subunit ini diperlukan untuk sintesis protein dalam sel. Ketika dua unit merapat bersama-sama dengan unit informasi khusus yang disebut RNA, mereka membuat protein. Beberapa ribosom ditemukan dalam sitoplasma, tetapi sebagian besar yang melekat pada retikulum endoplasma. Saat melekat ke RE, ribosom membuat protein yang kebutuhan sel dan juga orang-orang yang akan diekspor dari sel untuk bekerja di tempat lain dalam tubuh.
Fungsi : sintesa protein

9. Lisosom
Berbentuk kantong-kantong kecil dan umumnya berisi enzim pencernaan (hidrolisis) yang berfungsi dalam peristiwa pencernaan intra sel. Sehubungan dengan bahan yang dikandungnya lisosom memiliki peran dalam peristiwa:
  • pencernaan intrasel          :   mencerna materi yang diambil secara fagositosis.
  • eksositosis                        :   pembebasan sekrit keluar sel.
  • autofagi                            :   penghancuran organel sel yang sudah rusak
  • autolisis                            :   penghancuran diri sel dengan cara melepaskan enzim pencerna dari dalam lisosom ke dalam sel.
Fungsi : sebagai penghasil dan penyimpan enzim pencernaan seluler.

10. Sentrosom (Sentriol)
Berbentuk bintang yang berfungsi dalam pembelahan sel (Mitosis maupun Meiosis). Sentrosom merupakan organel yang disusun oleh dua sentriole. Sentriole berbentuk seperti tabung dan disusun oleh mikrotubulus yang terdiri atas 9 triplet,  terletak di dekat salah satu kutub inti sel.
Fungsi : berperan dalam proses pembelahan sel dengan membentuk benang spindel. Benang spindel inilah yang akan menarik kromosom menuju ke kutub sel yang berlawanan.

11. Plastida
Merupakan organel yang umumnya berisi pigmen.
  • Lekoplas (Plastida berwarna putih berfungsi sebagai penyimpan makanan), terdiri dari:
    • Amiloplas (untak menyimpan amilum)
    • Elaioplas (Lipidoplas) (untukmenyimpan lemak/minyak)
    • Proteoplas (untuk menyimpan protein).
  • Kloroplas yaitu plastida berwarna hijau. Plastida ini berfungsi menghasilkan  klorofil dan sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis.
  • Kromoplas yaitu plastida yang mengandung pigmen, misalnya :
  • Karotin (kuning)
  • Fikodanin (biru)
  • Fikosantin (kuning)
  • Fikoeritrin (merah)

12. Vakuola
Merupakan rongga yang terbentuk di dalam sel, dan dibatasi membran yang disebut tonoplas. Pada beberapa spesies dikenal adanya vakuola kontraktil dan vaknola non kontraktil. Pada tumbuhan vakuola berukuran sangat besar dan umumnya termodifikasi.
Fungsi : berisi alkaloid, pigmen anthosianin, tempat penimbunan sisa metabolisme, ataupun tempat penyimpanan zat makanan.
Pada sel hewan vakuolanya kecil atau tidak ada, kecuali hewan bersel satu.
Pada hewan bersel satu terdapat dua jenis vakuola yaitu vakuola makanan yang berfungsi dalam pencernaan intrasel dan vakuola kontraktil yang berfungsi sebagai osmoregulator.




Sumber :
BIOLOGI untuk SMA/MA kelas XI, R Gunawan Susilowarno, dkk, Penerbit Grasindo, 2007
http://www.smansax1-edu.com/2014/09/struktur-dan-organel-organel-sel.html
http://www.sridianti.com/organel-sel-hewan-dan-fungsinya.html

`

SEJARAH PERKEMBANGAN SEL


Anthony van Leeuwenhoek ,seorang yang berkebangsaan Belanda merupakan orang pertama yang menemukan mikroskop dan meneliti organisme mikroskopis seperti berbagai Protozoa dan Rotifera yang oleh Beliau diberi nama ”animanculus”. Beliau telah mengamati berbagai jenis bakteri, sperma pada manusia, katak, anjing, kelinci, dan ikan serta sel-sel darah di dalam kapiler kaki katak dan daun telinga pada kelinci.
Marcello Malphigi, seorang berkebangsaan Italia merupakan orang pertama yang meng-gunakan mikroskop dalam mengamati sayatan jaringan pada organ-organ tertentu, seperti otak, hati, ginjal, limfa, dan paru-paru. Selain itu, dia juga mengamati perkem-bangan embrio ayam. Berdasarkan hasil pengamatannya, Beliau menyimpulkan bahwa jaringan tersusun atas unit-unit struktural yang ia sebut utricles
Makhluk hidup tersusun atas sel. Pada tahun 1665 istilah sel pertamakali digunakan oleh Robert Hooke untuk menamai ruang-ruang kosong seperti jaring-jaring yang diamati dari mikroskop pada preparat irisan gabus.
Pada tahun 1830 Schleiden dan Schwan mengamati berbagai macam tumbuhan dan hewan. Kesimpulan dari hasil pengamatan mereka dengan menyatakan bahwa tubuh tumbuhan dan hewan tersusun atas sel, selanjutnya dimaknai sebagai unit struktural kehidupan.
Tahun 1831 Robert Brown menemukan adanya nukleus pada sel penyusun tubuh tanaman anggrek. Nukleus mempunyai arti penting karena mengatur segala aktivitas di dalam sel dan ditanggapi oleh Felix Durjadin yang menyatakan bahwa cairan plasmalah yang berperan dalam kehidupan sel. Johanes purkinye menyatakan bahwa protoplasma memberikan ciri suatu kehidupan. Sedangkan Max Schultze menyatakan bahwa protoplasma merupakan dasar fisik kehidupan. Berdasarkan temuan-temuan di atas selanjutnya sel diartikan sebagai kesatuan fungsional kehiupan.
Rudolf Virchow pada tahun 1858 melakukan pengamatan perilaku yang terjadi pada inti sel sampai dia menemukan fenomena pembelahan sel, sehingga disimpulkan bahwa semua sel berasal dari sel (omnis cellula cellula).
Sel gabus yang diamati oleh Robert Hook dengan mikroskop sederhana






Mathias J. Schleiden(1804-1882), T(1810-1882). Schwann dan R. Virchow(1821-1902) 




Kemudian Louis Pasteur mengemukakan teori biogenesis yang menyatakan bahwa setiap makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya (Omne vivum e vivo).

Berdasarkan hasil penemuan-penemuan para ahli di atas, maka sel diartikan sebagai unit struktural dan fungsional terkecil makhluk hidup. Sel-sel yang mempunyai bentuk, ukuran, dan fungsi yang sama akan membentuk jaringan. Beberapa jaringan akan memebentuk organ dan selanjutnya akan membentuk sistem organ dan individu.
Makhluk hidup ada yang tersusun atas satu sel (unisel) dan banyak sel (multisel). Makhluk hidup yang tersusun atas satu sel contohnya adalah bakteri dan ganggang biru. Yang tersusun atas banyak sel, contohnya mulai dari Porifera sampai pada Vertebrata.
Berdasarkan keadaan materi selnya, makhluk hidup terbagi menjadi dua kelompok, yaitu makhluk hidup prokariotik (belum mempunyai membran) dan eukariotik (mempunyai membran)


SEL PROKARIOTIK

Istilah prokariotik berasal dari bahasa Yunani.  Pro artinya sebelum dan karyon  yang artinya
biji atau inti, dalam hal ini mengacu pada membran inti. Sel prokariotik memiliki materi genetik (DNA) yang terkonsentrasi di daerah yang disebut nukleoid. Namun, daerah tersebut tidak memiliki membran pemisah dengan bagian dalam sel lainnya.
Istilah eukariotik berasal dari bahasa Yunani, eu artinya nyata dan karyon artinya inti. Sel eukariotik memiliki inti sel (nukleus) nyata yang dibatasi oleh membran inti. Secara umum, sel eukariotik lebih kompleks dan lebih besar dibandingkan sel prokariotik.

Struktur Sel Prokariotik
Sel prokariotik yaitu sel yang tidak memiliki membran inti. Makhluk hidup uniseluler termasuk golongan sel prokariotik, contoh bakteri (Bacteria) dan sianobakteri (Cyanobacteria). Struktur sel prokariotik sebagai berikut :
  • Dinding sel tersusun dari peptidoglikan, lipid, dan protein. Dinding sel berfungsi sebagai pelindung dan pemberi bentuk tubuh.
  • Sitoplasma tersusun dari air, protein, lipid, mineral, dan enzim-enzim. Enzim-enzim untuk mencerna makanan secara intraseluler dan untuk melakukan proses metabolisme sel.
  • Membran plasma tersusun dari molekul lipid atau protein. Membran plasma berfungsi sebagai pelindung molekuler sel terhadap lingkungan di sekitarnya.
  • Ribosom berfungsi sebagai tempat berlangsungnya sintesis protein.
  • Mesosom berfungsi sebagai penghasil energi. Pada membran mesosom terdapat enzim-enzim pernapasan yang berperan dalam reaksi-reaksi oksidasi untuk menghasilkan energi.
  • RNA merupakan persenyawaan hasil transkripsi DNA. RNA berfungsi membuat kode-kode genetik sesuai pesanan DNA, kemudian akanditerjemahkan dalam bentuk urutan asam amino dalam proses sintesis protein.
  • DNA tersusun dari gula deoksiribosa, fosfat, dan basabasa nitrogen. DNA berfungsi sebagai pembawa informasi genetik yaitu sifat-sifat yang harus diwariskan kepada keturunannya. 

Sumber :
BIOLOGI untuk SAM/MA kelas XI , R Gunawan susilowarno, dkk, Penerbit Grasindo, 2007

http://zonabiokita.blogspot.com/2013/09/struktur-sel-prokariotik-dan-eukariotik.html
http://www.artikelbagus.com/2011/08/sejarah-perkembangan-sel.html



Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!