Tampilkan posting dengan label biologi-struktur dan fungsi sel. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label biologi-struktur dan fungsi sel. Tampilkan semua posting

Jumat, 22 Mei 2015

Pilihan Ganda

1. Ribosom pada sitoplasma berfungsi untuk.....
A. Mengikat semua RNA yang ada dalam plasma sel
B. digunakan sebagai alat transpor untk protein
C. membentuk enzim yang belum aktif misalnya zimogen
D. digunakan dalam pembuatan lendir dan lilin tanaman
E. merangkai asam amino menjadi rantai polipeptida.

2. Beberapa fungsi organel adalah sebagai berikut :
  1. mengandung ribosom
  2. membentuk jaringan epitel
  3. untuk sistem protein
  4. sebagai alat ekskresi
  5. sebagai alat respirasi
Ciri-ciri retikulum endoplasma adalah...
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 1 dan 4
D. 2 dan 4
E. 2 dan 5

3. Organel pada tumbuhan yang berperan dalam turbiditas sel adalah....
A. ribosom
B. vakuola
C. sentriol
D. mitokondria
E. nukleus

4. Pada  sebuah sel ditemukan
  1. vakuola
  2. ribosom
  3. mitokondria
  4. badan golgi
  5. plastida
  6. kloroplas
Organel yang hanya ditemukan pada tumbuhan adalah....
 A. 1, 2, 3                   B. 1, 5, 6                C. 2, 3, 4                    D. 2, 4, 5               E. 3, 5, 6

5. Proses pengangkutan secara transpor aktif dalam proses pengangkutan....
A. tanpa menggunakan energi untuk mengeluarkan atau memasukkan molekul-molekul melalui membran plasma melawan perbedaan konsentrasi
B. tanpa menggunakan energi untuk mengeluarkan atau memasukkan molekul-molekul melalui membran plasma
C. menggunakan energi untuk mengeluarkan dan memasukkan molekul-molekul melalui membran plasma melawan perbedaan konsentrasi
D. menggunakan energi untuk mengeluarkan atau memasukkan moleku-molekul melalui membran plasma dari yang konsentrasinya rendah ke konsentrasi tinggi
E. menggunakan energi untuk mengeluarkan atau memasukkan molekul-molekul tanpa melalui membran plasma

6. Membran sel yang berfungsi sebagai tempat berlangsungnya oksidasi sel menghasilkan energi dalam bentuk ATP yaitu.........
A. badan golgi
B. mitokondria
C. retikulum endoplasma
D. lisosom
E. Vakuola

7. Perbedaan mencolok antara sel tumbuhan dengan sel hewan adalah....
A. pada sel tumbuhan terdapat kloroplas, plastidan dan membran sel, sedangkan pada sel hewan tidak
B. pada sel tumbuhan mempunyai vakuola yang permanen, tilakoid, dan peroksisom, sedangkan pada sel hewan tidak
C. pada sel tumbuhan terdapat vakuola permanen, plastidan dan dinding sel, sedangkan pada sel hewan tidak
D. sel tumbuhan tidak memiliki sentriol, sentrosom dan vakuola, sadangkan pada sel hewan tidak
E. Pada sel tumbuhan terdapat lamela tengah, selaput plasma, dan plastida, sedangakan pada sel hewan tidak

8. Berdasarkan gambar di bawah ini, urutan bagian lipoprotein nomor 1, 2, dan 3 adalah...
A. glikolipida, glikoprotein, fosfolipid
B. glikolipida, fosfolipida, glikoprotein
C. fosfolipida, glikolipida, glikoprotein
D. fosfolipida, glikoprotein, glikolipida
E. glikoprotein, fosfolipida, glikoprotein

9. Perhatikan beberapa pernyataan berrikut ini !
  1. berkaitan erat dengan pembentukan sentriol
  2. pembentukan silia dan flagel
  3. pengerutan otot
  4. mengandung klorofil
  5. mencerna materi yang diambil secara endositosis
  6. sebagai kerangka sel
Pernyataan yang berhubungan dengan mikrotubulus adalah yang bernomor..........
A. 1, 2, 3           B. 1, 2, 6              C. 1, 3, 5                D. 2, 3, 6             E. 2, 4, 6

10. Pernyataan yang tepat untuk retikulum endoplasma adalah..........
A. organel terbesar pada sitoplasma
B. organel  kecil di dalam sel yang tersusun oleh protein dan RNA
C. sepasang badan silinder dan merupakan satu kesatuan.
D. sistem membran yang kompleks membentuk jaring-jaring kerja sitoplasma
E. berperan dalam sintesis protein, sintesis lemak, dan transpor materi di dalam sel

11.Organel yang mengandung enzim pencernaan adalah....
A. mitokondria
B. kloroplas
C. badan golgi
D. lisosom
E. nukleus

12. Organel yang merupakan tempat respirasi sel disebut.....
A. lisosom
B. mitokondria
C. retikulum endoplasma
D. nukleus
E. ribosom

13. Pada sel hewan vakuola non kontraktil berfungsi untuk.....
A. menjaga tekanan osmosis sitoplasma
B. mencerna makanan
C. menjadi tempat timbunan sisa-sisa metabolisme
D. menjadi tempat penyimpanan zat makanan
E. membangun turgor sel

14. Suatu enzim yang terdapat pada hati dengan konsentrasi tinggi, bekerja pada peroksida air dengan menghasilkan air dan oksigen adalah enzim..........
A. peroksidase
B. katalase
C. oksigenasi
D. dihidrogenase
E. dihidrase

15. Organel berupa saluran halus dalam sitoplasma yang dibatasi oleh sistem membran berkaitan erat dengan sistem angkutan pada sintesis protein, adalah........
A. ribosom
B. retikulum endoplasma
C. plasmodesmata
D. badan golgi
E. lisosom




Essay
1. Sel merupakan penyusun terkecil secara struktural dan fungsional penyusun makhluk hidup, jelaskan pernyataan tersebut !
2. Jelaskan fungsi membran sel
3. Ribosom adalah  salah satu organel penyusun sel, jelaskan fungsinya
4. Organel apakah yang berfungsi untuk sintesis protein dalam sel ?
5. Buat danjJelaskan tabel perbedaan tumbuhan dan sel hewan !




Kamis, 21 Mei 2015

Membran sel mempunyai kemampuan melintaskan molekul-molekul ke dalam dan keluar sel (permeabilitas) karena mempunyai sifat-sifat khas, misalnya sebagai berikut :
  • Adanya mekanisme yang disebut pompa Natrium (sodium pump) yaitu suatu usaha untuk menjaga keseimbangan  ion Na dan ion K di luar dan di dalam sel  dengan mengeluarkan ion-ion Na ke luar sel dan sebaliknya ion K masuk ke dalam sel.
  • Makromolekul protein tidak dapat melintasi membran, maka sitoplasma yang sebagian besar merupakan protein akan tetap tinggal terkurung oleh membran sel.
  • adanya perbedaan tekanan osmosis di dalam sel dan di luar sel akan mengakibatkan terjadinya pengangkutan air ke tekanan osmosis yang lebih tinggi.
  • untuk transpor glukosa, asam amino, dan asam lemak ke dalam sel dibutuhkan energi dan pembawa yang terdapat dalam membran, yang disebut "transpor aktif "
  • Zat-zat yang tidak terlarut dalam lipid, tetapi dapat menembus membran plasma dapat dijelaskan bahwa membran plasma mempunyai pori atau saluran sehingga dapat dilalui air ataupun ion-ion kecil.
Berbagai macam cara sel melewatkan molekul-molekul yang dibutuhkan oleh sel adalah sebagai berikut :
Difusi
Difusi merupakan proses perpindahan suatu zat yang terjadi secara spontan ketika ada perbedaan tekanan difusi, dari tekanan yang tinggi ke arah tekanan yang lebih rendah. Tekanan difusi berkorelasi positif dengan konsentrasi zat tersebut. Artinya, semakin tinggi konsentrasinya, semakin tinggi pula tekanan difusi zat tersebut.
Ada beberapa faktor yang memengaruhi kecepatan difusi, di antaranya suhu, tekanan, konsentrasi larutan, dan zat yang berdifusi. Dengan naiknya suhu, energi kinetik yang dimiliki molekul suatu zat menjadi lebih tinggi sehingga pergerakan molekul zat menjadi lebih cepat.
Zat yang memiliki berat molekul kecil akan lebih cepat berdifusi dibandingkan zat dengan berat molekul besar. Oleh karena itu, zat yang paling mudah berdifusi adalah gas. Cairan relatif lebih lambat berdifusi dibandingkan dengan gas.
Tidak seluruh molekul dapat berdifusi masuk ke dalam sel. Membran sel terdiri atas molekul-molekul fosfolipid dengan pori-pori ultramikroskopik yang dapat melewatkan molekul-molekul berukuran kecil dan ion. Molekul-molekul yang dapat melewati membran sel di antaranya adalah oksigen, karbon dioksida, air, dan beberapa mineral yang larut dalam air.
Molekul berukuran sedang, seperti molekul gula dan protein, tidak dapat berdifusi melewati membran sel. Membran sel juga mampu menyediakan kemudahan biokimiawi untuk memindahkan ion-ion mineral, gula, asam-asam amino, elektron, serta metabolit lain melewati membran. Substansi-substansi dalam larutan ini melewati membran dengan cara difusi dan transpor aktif serta proses osmosis tidak spesifik. Pertukaran oksigen dan CO2  pada proses respirasi hewan merupakan salah satu contoh difusi.
Pada prinsipnya, difusi membran sel bersifat pasif. Membran sel tidak mengeluarkan energi untuk memindahkan molekul ke luar maupun ke dalam sel.
Peristiwa difusi akan berakhir ketika tercapai larutan isotonis, seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini, difusi pada pelarutan gula :



Osmosis.
Proses osmosis diartikan sebagai proses perpindahan pelarut melewati sebuah membran semipermeabel. Osmosis dapat juga diartikan sebagai proses difusi air sebagai pelarut, melewati sebuah membran semipermeabel. Masuknya air ini dapat menyebabkan tekanan air yang disebut tekanan osmotic atau tekanan turgor  pada sel tanaman
Terdapat tiga sifat larutan yang dapat menentukan pergerakan air pada osmosis,   yaitu:

  • Hipertonik,  Suatu larutan dikatakan hipertonik jika memiliki konsentrasi zat terlarut lebih tinggi dibandingkan larutan pembandingnya
  • Hipotonik, larutan pembanding akan bersifat hipotonik karena memiliki konsentrasi zat terlarut lebih kecil.
  •  Isotonic, larutan isotonik, memiliki konsentrasi zat terlarut yang sama dengan larutan pembanding .

Pergerakan molekul air melalui membran semipermeabel selalu dari larutan hipotonis menuju ke larutan hipertonis sehingga perbandingan konsentrasi zat terlarut kedua larutan seimbang (isotonik). Misalnya, sebuah sel diletakkan di dalam air murni. Konsentrasi zat terlarut di dalam sel lebih besar (hipertonik) karena adanya garam mineral,  asam-asam organik, dan berbagai zat lain yang dikandung sel. Dengan demikian, air akan terus mengalir ke dalam sel sehingga konsentrasi larutan di dalam sel dan di luar sel sama. Namun, membran sel memiliki kemampuan yang terbatas untuk mengembang sehingga sel tersebut tidak pecah. Pada sel darah merah, peristiwa ini disebut hemolisis.
Pada sel tumbuhan, peristiwa ini dapat teratasi karena sel tumbuhan memiliki dinding sel yang menahan sel mengembang lebih lanjut. Pada sel tumbuhan keadaan ini disebut  turgid. Keadaan sel turgid membuat tanaman kokoh dan tidak layu. Di alam, air jarang ditemukan dalam keadaan murni, air selalu mengandung garam-garam dan mineral-mineral tertentu. Dengan demikian, air aktif keluar atau masuk sel. Hal tersebut berkaitan dengan konsentrasi  zat terlarut pada sitoplasma. Pada saat air di dalam sitoplasma maksimum, sel akan mengurangi kandungan mineral garam dan zat-zat yang terdapat di dalam sitoplasma. Hal ini membuat konsentrasi zat terlarut di luar sel sama besar dibandingkan konsentrasi air di dalam sel.
Jika sel dimasukkan ke dalam larutan hipertonik, air akan terus-menerus keluar dari sel. Sel akan mengerut, mengalami dehidrasi, dan bahkan dapat mati. Pada sel tumbuhan, hal ini menyebabkan sitoplasma mengerut dan terlepas dari dinding sel. Peristiwa ini disebut plasmolisis. Dengan demikian, pada saat tertentu, sel perlu meningkatkan kembali kandungan zat-zat dalam sitoplasma untuk menaikkan tekanan osmotik di dalam sel. Cara sel mempertahankan tekanan osmotiknya ini disebut  osmoregulasi.
Demikian seterusnya, sel selalu aktif dan hal tersebut dilakukan untuk mempertahankan kondisi setimbang antara sel dan lingkungannya. Proses metabolisme membutuhkan air dan mineral atau garam dan berbagai zat yang terkandung dalam sitoplasma. Akibatnya, tekanan osmotik dan konsentrasi molekul-molekul lain berubah sehingga terjadi aliran difusi dan osmosis yang terus-menerus dari sel ke luar atau dari luar ke dalam sel.


Transpor aktif
Transpor aktif adalah proses pengangkutan zat (glukosa dan asam amino) yang dilakukan oleh sel yang memerlukan energi (ATP) uuntuk melewati membran semipermiabel. Dengan adanya energi kemungkinan zat akan bergerak dari konsentrasi rendah menuju konsentrasi tinggi.  Mekanisme transpor aktif, dibantu adanya protein kotranspor dan pompa ion Na dan ion K, di mana ion Na keluar dan ion K masuk.



Endositosis dan eksositosis
Endositosis merupakan mekanisme pemindahan benda dari luar ke dalam sel. Istilah endositosis berasal dari bahasa Yunani,  endo  artinya ke dalam dan cytos artinya sel. Membran sel membentuk pelipatan ke dalam (invaginasi) dan “memakan” benda yang akan dipindahkan ke dalam sel.
Di dalam sel, benda tersebut dilapisi oleh sebagian membran sel yang terlepas membentuk selubung. Proses makan pada Amoeba adalah contoh mudah untuk menggambarkan proses endositosis. Endositosis membran sel pada Amoeba , akan membentuk vakuola.
Terdapat tiga bentuk endositosis, yaitu  

  • fagositosis,  contoh roses makan pada Amoeba merupakan contoh fagositosis. Pada proses fagositosis, benda yang dimasukkan ke dalam sel berupa zat atau molekul padat
  • pinositosis,benda yang dimasukkan ke dalam sel berupa zat atau molekul zat cair
  • endositosis dengan bantuan reseptor. pada endositosis dengan bantuan reseptor hanya menerima molekul yang sangat spesifik. Di dalam lekukan membran plasma terdapat reseptor protein yang akan berikatan dengan protein molekul yang akan diterima sel.
Proses Endositosis
Eksositosis adalah proses mengeluarkan benda dari dalam sel ke luar sel. Membran yang menyelubungi sel tersebut akan bersatu atau berfusi dengan membran sel. Cara ini adalah salah satu mekanisme yang digunakan sel-sel kelenjar untuk menyekresikan hasil metabolisme. Misalnya, sel-sel kelenjar di pankreas yang mengeluarkan enzim ke saluran pankreas yang bermuara di usus halus. Sel-sel tersebut mengeluarkan enzim dari dalam sel menggunakan mekanisme eksositosis.
Proses pengeluaran sekret dapat dilakukan dengan cara eksositosis.
Pada umumnya, eksosistosis dan endositosis digunakan untuk memindahkan benda-benda yang berukuran besar. Kedua proses tersebut, saling menyeimbangkan luas permukaan plasma membran sehingga volume sel tidak harus menjadi lebih kecil dari semula.





Sumber:
BIOLOGI untuk SMA / MA kelas XI, R Gunawan Susilowarno, dkk, Penerbit Grasindo, 2007
https://hasanahnanalee.wordpress.com/2013/07/29/mekanisme-transpor-pada-sel/

Jika kita mengamati daging dan kayu pasti sangatlah berbeda sifatnya. Daging bersifat lentur dan kenyal sedagkan tumbuhan kaku dan keras. Hal ini memberikan gambaran bahwa terdapat perbedaan antara sel penyusun daging dan sel penyusun kayu. Berikut Gambar perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan :

Dari gambar di atas dapat kita lihat beberapa perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan antara lain sebagai berikut :

Sel Tumbuhan
Sel hewan
Memiliki dinding sel
Tidak memiliki diinding sel
Memiliki vakuola berukuran besar
Memiliki vakuola berukuran kecil
Memiliki plastida(kloroplas, kromoplas, dan leukoplas
Tidak memiliki plastida
Tidak memiliki sentriol
Memiliki sentriol

SEL HEWAN

Sel hewan adalah sel eukariotik yang tidak memiliki dinding sel serta kloroplas. Sel hewan berbeda dengan sel tumbuhan yang juga merupakan sel eukariotik dari segi dinding sel yang menjaga integritas serta menjaga bentuk sel tumbuhan, oleh karena itu sel hewan memiliki variasi dalam bentuk bahkan dapat bersifat elastis contoh sel penyusun kulit manusia. Sesuai dengan namanya, sel hewan adalah sel yang menyusun jaringan jaringan pada tubuh hewan atau dapat pula menjadi sebagai organisme seluler seperti pada protozoa. Selain perbedaan fundamental diatas seperti dinding sel dan kloroplas, masih ada beberapa hal yang menjadi perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan yang sekaligus menjadi ciri khas dari sel hewan

  • Memiliki lisosom dan vakuola, apabila memiliki vakuola akan sangat kecil bahkan tidak ada.
  • Dalam mencari makanan atau sumber nutrisi, sel hewan bersifat heterotrof
  • Memiliki organel mitokondria sebagai satu satunya organel penghasil energi, akan tetapi jumlahnya lebig banyak.
  • Berbeda dengan sel tumbuhan, pembelahan sel hewan tidak memerlukan adanya pembentukan lempeng sel pada saat telofase, dengan bantuan sentrosol bersentriol.
  • Jumlah atau area Retikulum Endoplasma sel hewan lebih luas dari sel tumbuhan.
  • Sel hewan memiliki matriks ekstraselular (MES) yang berada diatas membran sel hewan.
  • Sambungan sel hewan terdiri atas 3 jenis yaitu ketat, demosom, dan sambungan celah pada sel hewan
  • Sel hewan memiliki sentrosol yang bersentriol. 

.
SEL TUMBUHAN 
Tumbuhan memiliki bagian-bagian sel yang membedakannya dengan sel hewan.Bagian-bagian sel tersebut adalah sebgai berikut. 
Vakuola
Vakuola merupakan organel bermembran yang berisi cairan vakuola.`Sebenarnya vakuola terdapat pada sel hewan dan sel tumbuhan. Namun,  vakuola pada tumbuhan memiliki bentuk dan fungsi yang lebih nyata dibandingkan vakuola pada sel hewan, tumbuhan yang masih muda memiliki sel dengan ukuran yang kecil, tetapi pada tumbuhan yang bertambah besar dan dewasa, vakuola tampak membesar,bahkan mendominasi sitoplasmadan mendesak sitoplasma ke tepi dinding sel.
Pada dasarnya cairan sitoplasma bersifat hipertonik terhadap lingkungannya, sehingga terjadi osmosis,yaitu vakuola menyerap air. Akibatnya,vakuola membesar dan meningkatkan tekanan air di dalamnya (tekanan turgor) serta mendesak membran vakuola (Tonoplas) ke arah sitoplasma. Sitoplasma meneruskan tekanannya ke arah dinding sel.Tekanan turgor berguna untuk mengatur gerakan osmosis cairan dari luar ke dalam sel, dinding sel cukup kuat menahan tekanan sitoplasma,membatasi volume sitoplasma,dan mencegah sel pecah. Di lain pihak, tekanan dari luar sel kepada tonoplas cukup kuat untuk memelihara turgiditas sel (latin,turgidus=menggelembung).
Fungsi utama vakuola adalah adalah sebagai berikut:
  • untuk memasukkan air melalui tonoplas untuk membangun turgor sel.
  • Tempat penyimpanan zat makanan seperti sukrosa,garam mineral,dan inulin terlarut yang sewaktu-waktu dapat digunakan oleh sitoplasma.
  • Adanya pidmen antosian,seperti antosianin,memberiikan kemungkinan warna cerah yang menarik pada bunga, pucuk daun, dan buah.
  • Menjadi tempat penimbunan sisa metabolisme, seperti kristal kalsium oksalat, alkalois, tanin, dan lateks(getah).Sel khusus yang mempunyai vakuola dengan tugas menampung lateks disebut latisifer.Latisifer banyak ditemukan pada batang karet,dan tumbuhan sefamilinya.
  • Kadang kala vakuola tumbuh mengandung enzim hidrolitik yang dapat bertindak sebagai lisosom waktu sel masih hidup.
Dinding Sel
Dinding sel merupakan bagian terluar dari sel. Dinding sel tumbuhan berfungsi sebagai pelindung dan penunjang sel tumbuhan. Dinding sel yang terbentuk pada waktu sel membelah disebut dinding primer dan setelah mengalami penebalan,berubah menjadi dinding sekunder. Dinding Primer sel merupakan selaput tipis yang tersusun atas serat-serat selulosa. Serat-serat selulosa tersebut amat kuat daya regangnya. Bagian luar sel tumbuhan tersusun dari dinding sel yang amat keras, bahan utama penyusun dinding sel berupa zat kayu,yaitu selulosa yang tersusun dari glukosa. Selain selulosa, dindingbsel juga mengandung zat lain,misalnya pektin,hemi selulosa,  dan glikoprotein.
Diantara dinding dua sel yang berdekatan, terdapat lamela tengah,tersusun atas magnesium dan kalsium pektat yang berupa gel. Diantara dua sel yang bertetangga,terdapat pori. Melalui pori ini plasma dua sel bertetangga dihubungkan oleh benang-benang plasma yang dikenal dengan plasmodesmata.

Plastida
Plastida adalah organel bermembran lengkap, dengan bentuk dan fungsi yang bermacam-macam. Organel ini hanya ditemukan pada sel tumbuhan,berupa butir-butir yang mengandung pigmen. Plastida merupakan hasil perkembangan dari badan kecil yang dikenalproplastida yang banyak di daerah merismatik. Dalam perkembangannya, proplastida dapat berubah menjadi tiga tipe,yaitu tipe kloroplas, kromoplas, dan leukoplas.
a.Kloroplas
Kloroplas merupakan organel yang mengandung klorofil. Klorofil berfungsi pada saat fotosintesis. Struktur kloroplas terdiri dari membran luar yang berguna untuk melewatkan molekul-molekul berukuran kurang dari 10 kilodalton tanpa selektivitas. Membran dalam bersifat selektif permeabel dan berguna untuk memilih molekul keluar masuk dengan transpor aktif; Stroma merupakan cairan kloroplas yang berguna untuk menyimpan hasil fotosintesis dalam bentuk pati (amilum); dan tilakoid tempat terjadinya fotosintesis.
Kloroplas banyak terdapat pada daun dan organ tubuh lainnya yang berwarna hijau. Klorofil dapat dibedakan menjadi berbagai macam,yaitu:
  • Klorofil a :menampilkan warna hijau biru
  • Klorofil b :menampilkan warna hijau kuning
  • Klorofil c :menampilkan warna hijau cokelat
  • Klorofil d :menampilkan warna hijau merah.
b.Kromoplas
Kromoplas adalah plastida yang memberikan aneka ragam warna nonfotosintesis,seperti pigmen merah,oranye,kuning,dan lain-lain. Pigmen yang termasuk kelompok kromoplas antara lain: Karoten, menimbulkan warna kuning jingga dan merah,misalnya pada wortel; Xantofil, menimbulkan warna kuning pada daun yang telah tua; Fikosianin, memberikan warna biru pada ganggang; Fikosiantin, mMemberikan warna cokelat pada ganggang dan Fikoeritrin, memberikan warna merah pada ganggang.
c. Leukoplas
Leukoplas adalah plastida tidak berwarna atau berwarna putih. Umumnya terdapat pada organ tumbuhan yang tidak terkena sinar matahari , khususnya pada organ penyimpanan cadangan makanan. Leukoplas biasanya berguna untuk menyimpan cadangan makanan, seperti amilum dan protein pada sel-sel batang ketela pohon dan sel-sel akar pada kentang.
Leukoplas dibedakan menjadi tiga macam,yaitu:
Elaioplas(lipidoplas), yaitu leukoplas yang berfungsi untuk membentuk dan menyimpan lemak atau minyak; Proteoplas, yaitu leukoplas yang berfungsi menyimpan protein dan Amiloplas, yaitu leukoplas yang berfungsi membentuk dan menyimpan amilum,





Sumber :
BIOLOGI untuk SMA/MA kelas XI, R Gunawan Susilowarno, dkk, Penerbit Grasindo, 2007
http://softilmu.blogspot.com/2013/12/perbedaan-sel-hewan-dan-tumbuhan.html
http://www.belajarbiologi.com/2014/10/sel-hewan-struktur-dan-fungsi-organel-sel-hewan.html#_


Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!