Tampilkan postingan dengan label biologi-sistem koordinasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label biologi-sistem koordinasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 April 2015

Struktur Indera Peraba
Kulit terdiri dari dua lapisan, yaitu epidermis dan dermis. Epidermis adalah kulit luar yang terus berganti, tpis dan tidak mempunyai pembuluh darah ataupun sel saraf. Lapisan dermis terletak di ataslemak, banyak mengandung pembuluh darah yang mengangkut zat-zat makanan seperti protein, lemak, vitamin dan mineral ke kulit, sekaligus membuang sisa-sisa metabolisme yang tidak diperlukan lagi.
Kulit merupakan jaringan terluar yang melindungi tubuh manusia. Fungsi kulit tubuh tidak sekedar sebagai pembalut tubuh, melainkan sekaligus melindungi jaringan-jaringan dari kekeringan dan kerusakan. Kulit juga mencegah bakteri masuk ke dalam tubuh, serta mampu mengeluarkan air, mineral dan garam yang tidak dibutuhkan lagi melalui keringat. Di dalam kulit terdapat banyak saraf-saraf yang peka terhadap panas, dingin dan sentuhan yang membantu manusia terhadap keadaan sekitar yang tidak menguntungkan.
Kulit berfungsi sebagai berikut :
- untuk melindungi tubuh dari infeksi kuman, kerusakan mekanik, panas, zat kimia yang berbahaya dan lain-lain.
- sebagai pengatur suhu badan dan menjaga agar air dapat keluar dari tubuh dan tidak berlebihan.
- sebagai alat ekskresi berupa minyak dan air.

Sebagai pelindung terhadap faktor-faktor luar, kulit dilengkapi dengan reseptor-reseptor panas dingin, tekanan nyeri dan rabaan.
a. Ujung akhir saraf bebas
Serat saraf sensorik aferen berakhir sebagai ujung akhir sarf bebas pada banyak jaringan tubuh dan merupakan reseptor utama dalam kulit. Serat saraf akhir yang bebas ini merupakan serat saraf tak bermielin. Sebuah serat saraf seringkali bercabang-cabang banyak dan mungkin berjalan ke permukaan hingga mencapai stratum corneum. Serat ujung saraf bebas yang berbeda berfungsi sebagai perasa nyeri. Beberapa akhir saraf ada yang berhubungan dengan sel epitel khusus. Pada epidermis dan dalam hubungan dengan sel epitel rambut dan mukosa oral, akhir saraf membentuk badan akhir seperti lempengan (apill) dan disebut apill atau korpusakelMerkel. Badan ini merupakan sel yang berwarna gelap dengan banyak juluran sitoplasma seperti duri yang menjulur diantara keratinosit yang berdampingan dan mengandung butir yang berpusat padat atau vesikel. Sebagai mekanoreseptor, badan ini mendeteksi pergerakan antara keratinosit dan kemungkinan juga gerakan epidermis sehubungan dengan jaringan ikat dibawahnya.

b. Ujung saraf berkapsul
Kelompok ini sangat beragam bentuk dan ukurannya, tetapi semua terbungkus kapsul dapa ujung sarafnya. Ujung saraf berkapsul meliputi, korpuskel berlamel, korpuskel peraba, korpuskel gelembung, dan korpuskel ruffini.
-. Korpuskel berlamel
Korpuskel berlamel (Vater Pacini) ditemukan dalam jaringan subkutan pada telapak tangan, telapak kaki, putting, periosteum, mesenterium, tendo, ligament, dan genitalia eksterna. Bentuknya bundar (sferis) atau lonjong, dan besar (panjang 2 mm dan diameter 0,5 - 1 mm), yang terbesar dapat dilihat oleh mata biasa. Bentuknya mirip bawang, setiap korpuskel disuplai oleh sebuah serat bermielin yang besar yang kehilangan sarung sel schwannya pada tepi korpuskel sebagai serat tak bermielin untuk berakhir pada gelembung yang melebar.
- Korpuskel peraba (meisner)
Terletak dalam papilla dermis khususnya pada ujung jari, bibir, puting dan genetalia. Bentuknya silindris sumbu panjangnya tegak lurus permukaan kulit. Korpuskel ini peka terhadap sentuhan dan memungkinkan dan memungkinkan membedakan 2 titik yang letaknya berdekatan.
- Korpuskel gelembung (Krause)
Korpuskel ini ditemukan di daerah mukokuits (bibir dan genetalia eksternal), dermis dan berhubungan dengan rambut. Korpuskel ini berbentuk bundar (sferis) yang merkurang jumlahnya bersama dengan meningkatnya usia. Korpuskel ini diduga merupakan mekanoreseptor dan peka terhadap rangsang dingin.
- Korpuskel Ruffini
Korpuskel ini ditemukan pada jaringan ikat, termasuk dermis dan kapsula sendi. Badan ini diduga sebagai mekanoreseptor dan peka terhadap rangsang panas.

Macam-Macam Kelainan Pada Kulit
a. Alergi
Penyebab : debu, serbuk sari bunga, bulu binatang dan makanan tertentu.
Gejala : batuk berkepanjangan, asma dan gangguan kulit (gatal)

b. Eksim susu
Penyebab : infeksi bakter
Gejala : rasa gatal yang sangat, kemerah-merahan, dan gelembung berair kecil

c. Biduran/ kali gata
Penyebab : alergi/non alergi makanan dan obat
Gejala : bentol-bentol kemerahan

d. Epidermollysit bulosa
Penyebab : keturunan, kelainan gen pada jaringan antara kulit bagian atas dan bagian tengah yang menyebabkan kedua jaringan tidak saling mengikat
Gejala : kulit mengelupas setiap kena sinar agak panas, dan terasa perih

e. Herpes zoster
Penyebab : Virus Zoster varisella
Gejala : lesu, demam, nyeri dan gelembung air bergerombol disertai rasa panas pada bagian tersebut.

f. Ketombe
Penyebab : infeksi jamur, eksema, peradangan ringan dan gangguan kelenjar minyak (sebaseus)
Gejala : kepala gatal dan terdapat pengelupasan kulit kepala
g. Jerawat
Penyebab : padang pada kulit yang dapat menimbulkan berbagai rekasi, bisul, meradang dsb
Gejala : perubahan hormon, infeksi, kulit sensitif terhadap makanan dan obat-obatan.

h. Panu
Penyebab : jamur Dhermatophyta
Gejala : kulit terdapat bercak-bercak bulat kuning. terasa gatal
i. Bisul 
Penebab: karena adanya infeksi bakteri Stafilokokus aureus pada kulit melalui folikel rambut, kelenjar minyak, kelenjar keringat, kemudian menimbulkan infeksi lokal. Faktor yang meningkatkan risiko terkena bisul antara lain kebersihan yang buruk, luka yang terinfeksi, pelemahan diabetes, kosmetika yang menyumbat pori, dan pemakaian bahan kimia. 
Gejala : kulit berupa benjolan, tampak memerah, yang akan membesar. Benjolan ini berisi nanah, dan terasa panas dan berdenyut.
Untuk menghindari bisul, sebaiknya tetaplah menjaga kebersihan diri dan lingkungan, dan asupan gizi harus benar-benar diperhatikan. Karena gizi yang baik akan memperkuat daya tahan tubuh.

j. Campak
Penyebab :  virus. Biasanya menyerang anak-anak. Merupakan penyakit akut menular
Gejala : awal campak adalah demam, pilek, bersin, badan terasa lesu, sakit kepala, nafsu makan menurun drastis dan radang mata. Setelah beberapa hari dari gejala tersebut timbul ruam merah yang gatal, bertambah besar, tersebar ke beberapa bagian tubuh 

k. Kudis
Penyebab: parasit tungau yang gatal yaitu sarcoptes scabiei var hominis. Kulit terjangkit kudis lebih banyak terjadi di daerah kumuh dan tidak menjaga kebersihan tubuh. 
Gejala :  adanya rasa gatal yang begitu hebat pada malam hari, terutama di sela-sela jari kaki, tangan, di bawah ketiak, alat kelamin, pinggang dan lain-lain. Kudis sangat gampang menular pada orang lain, secara tidak langsung maupun tidak langsung. 

l. Kurap 
Penyebab : terjadi karena jamur. 
Gejala : kulit menjadi tebal dan pada kulit timbul lingkaran-lingkaran yang semakin jelas, bersisik, lembab dan berair dan terasa gatal. Kemudian pada lingkaran-lingkaran akan timbul bercak-bercak putih. Kurap timbul karena kurang menjaga kebersihan kulit. Bagian tubuh yang biasanya terserang kurap yaitu tengkuk, leher, dan kulit kepala.

MATERI SISTEM KOORDINASI :
  1. ALAT INDERA-INDERA PENCIUMAN/PEMBAU
  2. ALAT INDERA-INDERA PENDENGARAN 
  3. ALAT INDERA-INDERA PENGECAP 
  4. ALAT INDERA-INDERA PERABA 
  5. ALAT-ALAT INDERA-INDERA PENGLIHATAN 
  6. GANGGUAN/PENYAKIT PADA SISTEM SARAF.
  7. MEKANISME KERJA OBAT BERBAHAYA
  8. MEKANISME PENGATURAN OLEH SISTEM SARAF
  9. PENGARUH AKOHOL, NIKOTIN DAN ZAT PSIKOTROPIKA
  10. SISTEM HORMON
  11. SISTEM INDERA
  12. SISTEM SARAF PUSAT MANUSIA
  13. SISTEM SARAF TEPI MANUSIA
  14. SISTEM SYARAF
  15. STRUKTUR HORMON, DAN GANGGUAN PADA SISTEM ENDOKRIN
  16. STRUKTUR SEL SARAF MANUSIA
  17. STRUKTUR SISTEM ENDOKRIN
  18. STRUKTUR SISTEM SARAF MANUSIA
  19. soal biologi sistem Koordinasi


Sumber :
BIOLOGI kelas XI untuk SMA/MA, R Gunawan Susilowarno, dkk. Grasindo, 2007
http://myobatherbal.com/lain/macam-macam-jenis-penyakit-kulit.html

 Struktur Indera Pengecap
Indera pengecap dapat dijumpai pada lidah. Indera pengecap dapat menerima rangsang yang berupa zat kimia sehingga disebut khemoreseptor. Indera pengecap manusia dapat mengecap 4 macam rasa, yaitu : manis, asam, asin, dan pahit. Rasa asin dapat dikecap pada bagian tengah depan, dan rasa manis pada bagian depan samping, sedangkan rasa asam dapat dikecap pada bagian samping dan pahit dikecap pada bagian belakang. 

Saraf pada lidah :
a.    Nervus Trigeminus: Saraf ini berfungsi menghantarkan rangsang sensorik/ sensibilitas dari wajah dan selaput lendir mulut dan hidung, sedangkan serabot motoriknya mempersarafi otot-otot pengunyah dan mempersarafi juga kelenjar ludah submaksilaris dan sublingualis
b.    Nervus Facialis, Cabang motorik saraf ini mempersarafi otot wajah. Saraf ini juga berfungsi menghantarkan rasa pengecapan dari lidah 2/3 depan, selain itu juga mempersarafi kelenjar ludah sublingalis
c.  Nervus Glossopharyngeus:   Serabut motorik mempersarafi otot stilopharyngeus, serabut sensorik menghantarkan sensasi umum dari pharyng, palatum mole, sepertiga belakang lidah, bagian atas tenggorokan, tonsil, tuba auditorius dan cavum tymphani. Sedangkan serabut parasimpatik memperasarfi kelenjar ludah parotis.
d.  Nervus Hypoglossus: Saraf ini mempersarafi otot-otot intrinsik lidah



Lidah mempunyai tiga macam papila yaitu papila filiformis, papila sirkumvalata, dan papila martil (foliata)
a. Papila filiformis (fungsi formis)
Papila ini bentuknya benang yang terdapat pada seluruh permukaan lidah yang berfungsi sebagai papila peraba.
b. Papila sirkumvalata.
Papila ini bentuknya V yang berjumlah 7 - 9 buah. Terdapat pada lidah yang merupakan papila pengecap.
c. Papila martil (foliata)
Papila ini bentuknya seperti martil yang terdapat pada tepi lidah yang berfungsi sabagai papila pengecap.

Gangguan Pada Indera Pengecap


a. Kanker lidah, Penyebab kanker lidah salah satunya rokok. penyebab terbesar terjadinya kanker lidah karena merokok. Resiko tersebut akan meningkat jika mengonsumsi alkohol. Penyebab lainnya karena tambalan atau gigi yang tajam yang menimbulkan trauma pada lidah. Asap rokok yang mengumpul di rongga mulut ternyata memicu kanker. Lidah bisa mengering karena paparan asap rokok. Gejala: pada stadium awal, kanker lidah ditandai dengan lesi atau kelainan prakanker. Kelainan prakanker atau lesi tersebut berbentuk bercak putih pada mukosa atau lapisan dalam rongga mulut berupa pengerasan, yang disebut leukoplakia. Umumnya, kelainan ini akan menjadi kanker rongga mulut. Cegah Kanker lidah dengan mulut yang bersih dengan salah satu caranya adalah rajin menyikat gigi Pengobatan diilakukan dengan operasi, radiasi, sinar-X dan kemoterapi. 
b. Sariawan, Fungsi lidah dapat terganggu jika lidah terserang sariawan. Sariawan adalah sejenis infeksi jamur yang berupa bintik-bintik putih agak menyerupai sisa-sisa susu pada lidah, langit-langit mulut, dan gusi. Penyakit ini disebabkan kekurangan vitamin C.
c. Oral candidosis, Penyebabnya adalah jamur yang disebut candida albicans. Gejalanya lidah akan tampak tertutup lapisan putih yang dapat dikerok.
d.  Hypogeusia, Gangguan yang menyebabkan penderitanya kurang atau tidak mampu mengecap jenis rasa tertentu seperti rasa manis, asam, pedas, pahit, atau gurih.
e.  Dysgeusia, Mulut yang selalu terasa tengik, asin, atau berasa logam mencirikan kondisi ini. Dalam beberapa kasus, dysgeusia disertai dengan sensasi terbakar di dalam mulut. 
f.   Geografic tongue, Lidah seperti peta, berpulau-pulau. Baik banyak maupun sedikit. Bagian pulau itu berwarna merah dan lebih licin dan bila parah akan dikelilingi pita putih tebal. 
g.  Fissured tongue, Lidah akan terlihat pecah-pecah. Kadang garis hanya satu ditengah, kadang juga bercabang-cabang.
h.  Glossopyrosis, Kelainan ini berupa keluhan pada lidah dimana lidah terasa sakit dan panas dan terbakar tetapi tidak ditemukan gejala apapun dalam pemeriksaan. Hal ini kebanyakan karena psikosomatis dibandingkan dengan kelainan pada syaraf. 
i.  Atropic glossitis, Penyakit ini juga sering ditemukan. Lidah akan terlihat licin dan mengkilat baik seluruh bagian lidah maupun hanya sebagian kecil. Penyebab yang paling sering biasanya adalah kekurangan zat besi. Jadi banyak didapatkan pada penderita anemia.
j.  Ageusia, Ini adalah kondisi langka dimana seseorang sama sekali tidak dapat mengecap rasa makanan.

MATERI SISTEM KOORDINASI :
  1. ALAT INDERA-INDERA PENCIUMAN/PEMBAU 
  2. ALAT INDERA-INDERA PENDENGARAN 
  3. ALAT INDERA-INDERA PENGECAP 
  4. ALAT INDERA-INDERA PERABA
  5. ALAT-ALAT INDERA-INDERA PENGLIHATAN 
  6. GANGGUAN/PENYAKIT PADA SISTEM SARAF.
  7. MEKANISME KERJA OBAT BERBAHAYA
  8. MEKANISME PENGATURAN OLEH SISTEM SARAF
  9. PENGARUH AKOHOL, NIKOTIN DAN ZAT PSIKOTROPIKA
  10. SISTEM HORMON
  11. SISTEM INDERA
  12. SISTEM SARAF PUSAT MANUSIA
  13. SISTEM SARAF TEPI MANUSIA
  14. SISTEM SYARAF
  15. STRUKTUR HORMON, DAN GANGGUAN PADA SISTEM ENDOKRIN
  16. STRUKTUR SEL SARAF MANUSIA
  17. STRUKTUR SISTEM ENDOKRIN
  18. STRUKTUR SISTEM SARAF MANUSIA
  19. soal biologi sistem Koordinasi

Sumber :
BIOLOGI kelas XI untuk SMA/MA, R. Gunawan susilowarno, dkk. Grasindo, 2007
http://www.anneahira.com/penyakit-pada-lidah.htm
http://mayziio8.blogspot.com/2013/03/bab-i-pendahuluan-1.html

Saat kondisi sehat. hidung kita dapat mengnali berbagai aroma yang terdapat disekitar kita.


Struktur Indera Penciuman
Pada  daerah puncak rongga hidung dan meluas ke bawah yang berwarna coklat kekuning-kuningan merupakan daerah yang mengandung reseptor penciuman, disebut daerah olfaktori atau mukosa olfaktori. Jaringan epitel penyusun daerah tersebut adalah epitel silindris bertingkat, yang tersusun atas tiga jenis sel, yaitu sel penyokong, sel basal dan sel olfaktorius.
a. Sel Penyokong.
Sel-sel ini berbentuk silindris, tinggi ramping dan relatif lebar dibagian puncaknya, serta menyempit dibagian dasarnya. Di permukaan apikal sel terdapat mikrofili yang menonjol di dalam lapisan mukus.
b. Sel Basal
Sel berbentuk kerucut, kecil dengan inti berbentuk lonjong, dan gelap terletak di antara sel-sel penyokong di bagian dasar. Sel-sel ini dianggap sel induk yang mampu berkembang menjadi sel penyokong.
c. Sel Sensorik/Sel Olfaktoria.
sel-sel sensorik tersebar di antara sel-sel penyokong dan merupakan modifikasi sel bipolar dengan sebuah badan sel, sebuah dendrit yang meninjol dipermukaan, dan sebuah akson yang masuk lebih dalam ke lamina propria. Dendrit-dendrit mempunyai struktur seperti bola kecil yang disebut vesikula olfaktori. Dari vesikula-vesikula keluar rambut-rambut (silia) yang berfungsi sebagai reseptor. Rangsangan yang diterima oleh sel-sel ini akan diantarkan ke bulbus olfaktorius di otak melalui saluran halus di tulang etmoid.

Macam-Macam Gangguan Pada Hidung : 
a. Salesma (COLD) dan Influenza (FLU)
Salesma dan infuenza merupakan infeksi pada alat pernapasan yang disebabkan oleh virus, dan umumnya dapat menyebabkan batuk, pilek, sakit leher dan kadang-kadang panas atau sakit pada persendian. Gejala yang mengiringi diantaranya mencret ringan, terutama pada anak kecil. Salesma dan influenza hampir selalu sembuh sendiri tanpa obat. Pencegahan bias dilakukan dengan  minum air panas dan cukup istirahat.
b. Hidung tersumbat dan pilek
Hidung yang tersumbat atau pilek dapat terjadi karena salesma atau alergi. Banyak lendir dalam hidung menyebabkan infeksi telinga pada anak-anak atau gangguan sinus (peradangan gawat dan berlangsung lama pada rongga tulang yang berhubungan dengan rongga hidung) pada orang dewasa.
c. Gangguan Sinus (SINUSITIS)
 Sinusitis merupakan peradangan sinus, yaitu rongga-rongga dalam tulang yang berhubungan dengan rongga hidung, yang gawat dan biasanya terjadi dalam waktu menahun (kronis). Tanda-tanda: Sakit pada muka di sekitar mata. Pada daerah ini jika mengetuk tulang atau menundukkan kepala, muka akan terasa sakit. Hidung sering kali tersumbat oleh adanya nanan atau ingus yang kental. Kadang-kadang diikuti oleh panas
d. Alergi (RHINITIS ALLERGICA)
 Rhinitis Allergica disebabkan oleh adanya reaksi alergi pada hidung yang ditimbulkan oleh masuknya substansi asing ke dalam saluran tenggorokan.


MATERI SISTEM KOORDINASI :
  1. ALAT INDERA-INDERA PENCIUMAN/PEMBAU 
  2. ALAT INDERA-INDERA PENDENGARAN 
  3. ALAT INDERA-INDERA PENGECAP 
  4. ALAT INDERA-INDERA PERABA 
  5. ALAT-ALAT INDERA-INDERA PENGLIHATAN 
  6. GANGGUAN/PENYAKIT PADA SISTEM SARAF.
  7. MEKANISME KERJA OBAT BERBAHAYA
  8. MEKANISME PENGATURAN OLEH SISTEM SARAF
  9. PENGARUH AKOHOL, NIKOTIN DAN ZAT PSIKOTROPIKA
  10. SISTEM HORMON
  11. SISTEM INDERA
  12. SISTEM SARAF PUSAT MANUSIA
  13. SISTEM SARAF TEPI MANUSIA
  14. SISTEM SYARAF
  15. STRUKTUR HORMON, DAN GANGGUAN PADA SISTEM ENDOKRIN
  16. STRUKTUR SEL SARAF MANUSIA
  17. STRUKTUR SISTEM ENDOKRIN
  18. STRUKTUR SISTEM SARAF MANUSIA
  19. soal biologi sistem Koordinasi


Sumber :
BIOLOGI kelas XI untuk SMA/MA, R Gunawan Susilowarno, dkk. Grasindo, 2007
http://wirawan-blogs.blogspot.com/2010/09/penyakit-hidung-dan-pencegahannya_24.html
http://pelajaranbiologi.info/indra-peraba-atau-perasa-kulit-dan-indra-pembau/
Dalam merespon rangsang (stimulan) berupa suara  (getaran), manusia . dilengkapi dengan organ pendengaran. Tidak semua suara dapat didengar manusia. Manusia mempunyai keterbatasan dalam merespon suara. Suara yang sangat lemah dan sangat tinggi tidak dapat direspon oleh sistem pendengaran.
Struktur Sistem Indera Pendengaran.
Sistem pendengaran manusia terdiri dari 3 bagian, yaitu telingan luar, telinga tengah dan telinga dalam.
1. Telinga Luar.
Telinga luar terdiri atas auricula (daun telinga) dan saluran telinga luar (analis auditoris eksternal) yang panjangnya 1,5 - 2 cm. Dalam salurn ini terdapat kelenjar sudorifera yang mengekskresi serumen, yaitu substansi mirip lilin yang dapat mengeras. Fungsi serumen adalah untuk melindungi telinga dari banyaknya kotoran yang masuk ke telinga luar atau untuk mencegah serangga masuk ke telinga karena berbau tidak sedap. Di bagian terakhir saluran telinga luar terdapat membran tipis yang memisahkan telinga luar dengan telinga dalam yang disebut membran tympani/selaput gendang.

2. Telinga tengah (cavum tympanicus)
Telinga tengah merupakan suatu ruang di dalam pelipis, yang dilapisi jaringan mukosa dan terdiri dari tiga tulang pendengaran yang berupa maleus (martil), incus (landasan) dan stapus (sanggurdi)
Pangkal tulang martil menempel pada permukaan membran tympani, sedagkan ujungnya menempel pada tulang landasan, selanjtnya tulang landasan menempel pada tulang sanggurdi. Tulang sanggurdi akan berlekatan dengan tingkap oval/jorong (Fenestra ovali). Fenestra ovali terdapat pada sekat antara telinga tengah dan telinga dalam.
Di dalam ruang telinga terdapat lima pintu, yaitu :
- berasal dari saluran telinga luar;
- menuju telinga tengah -> fenestra ovali (tingkap jorong);
- menuju telinga dalam (Fenestra rotundum/ tingkap bundar);
- menuju ke sinus mastoideus;
- menuju ke tuba auditorius tuba eustachius.
Tuba eustachius merupakan saluran yang dilapisi mukosa, berawal dari telinga tengah menuju ke rongga naasofarink. Saluran eustachius sangat besar peranannya untuk menjaga keseimbangan tekanan udara antara telinga luar dan tengah sehingga gendang telinga tidak mudah robek. Namun saluran ini, dapat juga sebagai tempat penyebaran  mikroba infektif dari rongga hidung - pharink menuju ke telinga tengah.
Saluran eustachius menutup, kecuali pada saat menelan atau menganga.

3. Telinga Dalam
Tatas bagian telinga dalam terdiri atas bagian tulang dan bagian membran. Labirin tulang terbentuk dari tonjolan tulang pelipis. Labirin membran terletak di sebelah dalam labirin tulang. Bagian-bagin tulang dalam yaitu coclea (rumah siput), vestibuli, dan kanalis semisirkulris (tiga saluran setengah lingkaran)
a.  Cochlea (rumah siput)
Cohclea bentuknya  mirip dengan tabung bengkok ke belakang seperti rumah keong dan ujung yang berbentuk kerucut disebut modiolus. Di dalam tubu cochlea, ada satu bagian yang dibentuk oleh tonjolan dinding cochlea tulang beserta cochlea membran basilaris. Mwmbran basilaris berfungsi untuk memisahkan bagian dalam tuba menjadi dua saluran yaitu scala vestibuli di bagian atas dan scala tympani di bagian bawah. Bagian membran yang lain yaitu membran vestibularis/membran Reissner yang memisahkan scala vestibularis menjadi scala media (ductus cochlearis). Di dalam 2 ruang ini (scala vestibule dan scala tympani) terisi cairan jernih yang disebut perilymphe. Cairan ini berasal dari cairan cerebospinal dalam ruang sub arachnoidea yang masuk melalui saluran kecil yang bermuara di vestibuli. Sedangkan cairan dalam scala media disebut endolymphe yang belum diketahui asalnya.
Suatu struktur khusus yang terdapat pada membran basilaris adalah organ corti. Organ corti terdiri dari sel-sel penyimpang dan sel-sel berambut yang menjorok ke dalam endolymphe dan dikelilingi oleh reseptor-reseptor dan saraf-saraf kranial (nervus auditori).
b. Vestibuli
Vestibuli membran terdiri dari sacula dan utricula. Serabut-serabut vestibularis ujungnya mengelilingi sel-sel rambut dalam yang merupakan struktur khusus dari sacula dan utricula yang disebut macula acustica. Partikel-partikel kecil dari CaCO3 yang disebut otolith tersebar di antara rambut-rambutdalam macula. Perubahan posisi pada kepala menyebabkan otorith lepas dari sel rambut dan ini merangsang menibulkan refleks pendengaran yang direspon oleh otot dalam keadaan seimbang.
c. Canalis Semiserkularis
Canalis semiserkularis merupakan saluran setengah lingkaran yang berjumlah 3 buah, tersusun saling tegak lurus pada sudutnya terdapat pada tulang pelipis. Canalis yang berdekatan dengan utricula membesar membentuk ampula. Organ khusus yang terdapat dalam verticula disebut crista acustica. Crista acustica dan macula acustica berfungsi dalam keseimbangan, sedangkan organ corti berfungsi dalam pendengaran.

Mekanisme Pendengaran.
Getaran Suara > masuk  Daun telinga > masuk Saluran pendengaran > ditangkap Membran timpani > melewati Tulang martil > melewati Tulang landasan > melewati  Tulang sanggurdi > diterima tingkap oval > cairan kokhlea ujung saraf audotiri > diteruskan (otak)  Lobus temporalis > hasilnya <Suara>>
 Proses pendengaran terjadi jika ada rangsang pada auditorius kortek serebralis (lotus temporalis) di otak besar. Pengiriman rangsang dari sumber suara dirambatkan melalui udara, tulang dan cairan perilymphe yang merangsang reseptor auditori menghasilkan impuls yang diteruskan melalui serabut saraf ke area tadi, sehingga kesan mendengar terbentuk.

Jenis- Jenis Gangguan Pendengaran : 
a. Gangguan pendengaran konduktif
Gangguan pendengaran konduktif terjadi ketika getaran suara di udara tidak sampai ke telinga bagian dalam sebagaimana mestinya. Jika ada sesuatu yang menghalangi saluran telinga (zat lilin, cairan, penumpukan kalsium pada tulang telinga), maka terjadi ganguan pendengaran konduktif. Biasanya suara masih bisa terdengar namun lemah, teredam atau terdistorsi. Umumnya, gangguan pendengaran konduktif tidak menyebabkan ketulian total.
b. Gangguan pendengaran saraf
Gangguan pendengaran saraf (tuli saraf) terjadi ketika saraf pendengaran dari liang telinga yang menuju ke otak gagal membawa informasi suara ke otak. Ketulian saraf akan menyebabkan hilangnya kenyaringan atau kejelasan dalam suara yang diterima.
c. Gangguan pendengaran campuran
Gangguan pendengaran campuran merupakan kombinasi dari gangguan pendengaran konduktif dan saraf. 

Penyebab Gangguan Pendengaran : 
a. Infeksi Telinga
Infeksi pada telinga adalah penyakit yang dapat menimbulkan cairan dan lendir pada liang telinga. Jika cairan dan lendir ini menumpuk di dalam liang telinga, maka gendang telinga menjadi kurang fleksibel dari yang seharusnya. Pendengaran mungkin akan berkurang atau bahkan hilang selama terkena infeksi, bila tidak dirawat dengan baik, pendengaran bisa saja akan hilang selamanya ketika infeksi sudah sembuh. 
b. Otosklerosis
Otosklerosis adalah penyebab umum dari ganguan pendengaran. Meskipun di masa lalu orang-orang menganggap otosklerosis disebabkan oleh penyakit seperti deman berdarah, campak, dan infeksi telinga, namun kenyataannya itu tidak berhubungan. Ini merupakan penyakit keturunan di mana bagian-bagian dari telinga tengah atau telinga dalam mengembangkan pertumbuhan tulang seperti spons. Penyakit ini bisa muncul di telinga tengah, telinga dalam atau bahkan keduanya. Ketika menyerang telinga bagian dalam, akan terjadi gangguan pendengaran sensorineural. Setelah semakin parah, ini akan menjadi permanen.
c. Meningitis
Meningitis adalah peradangan pada membran (meninges) yang mengelilingi otak dan tulang belakang. Meningitis sendiri tidak menyebabkan ketulian, tapi karena letak otak sangat dekat dengan telinga, peradangan pada meninges dapat menyebabkan telinga menjadi meradang pula, dan hal ini dapat menyebakan ketulian. 
d. Cedera Gendang Telinga. 
Cedera yang dapat melubangi gendang telinga antara lain :
- Benda asing, cotton bud yang didorong terlalu jauh juga bisa menyebabkan lubang pada gendang telinga.
- Ledakan, yang menyebabkan perubahan besar tekanan udara, dapat menyebabkan gendang telinga sobek.
- Kecelakaan mobil, motor, terjatuh, perkelahian dan cedera akibat olahraga. 
e. Kerusakan saraf
Kerusakan pada saraf pendengaran juga bisa terjadi karena cedera atau penyakit. Cedera dapat terjadi karena kecelakan atau terjatuh. Akibat dari kerusakan saraf adalah sinyal-sinyal listrik dari suara tidak dapat diteruskan dari telinga ke otak.
f. Suara keras
Penyebab yang sangat umum dari tuli adalah paparan jangka panjang suara yang keras. Inilah sebabnya mengapa operator alat berat, petugas pemadam kebakaran, pekerja pabrik, dan terutama musisi rock sering menderita gangguan pendengaran akibat pekerjaan yang mereka jalani selama bertahun-tahun. Biasanya satu kali insiden paparan suara keras tidak akan menyebabkan ketulian, tetapi pemaparan berulang terhadap suara keras dalam periode waktu tertentu bisa menyebabkan gangguan pendengaran berat.


MATERI SISTEM KOORDINASI :
  1. ALAT INDERA-INDERA PENCIUMAN/PEMBAU
  2. ALAT INDERA-INDERA PENDENGARAN
  3. ALAT INDERA-INDERA PENGECAP 
  4. ALAT INDERA-INDERA PERABA
  5. ALAT-ALAT INDERA-INDERA PENGLIHATAN 
  6. GANGGUAN/PENYAKIT PADA SISTEM SARAF.
  7. MEKANISME KERJA OBAT BERBAHAYA
  8. MEKANISME PENGATURAN OLEH SISTEM SARAF
  9. PENGARUH AKOHOL, NIKOTIN DAN ZAT PSIKOTROPIKA
  10. SISTEM HORMON
  11. SISTEM INDERA
  12. SISTEM SARAF PUSAT MANUSIA
  13. SISTEM SARAF TEPI MANUSIA
  14. SISTEM SYARAF
  15. STRUKTUR HORMON, DAN GANGGUAN PADA SISTEM ENDOKRIN
  16. STRUKTUR SEL SARAF MANUSIA
  17. STRUKTUR SISTEM ENDOKRIN
  18. STRUKTUR SISTEM SARAF MANUSIA
  19. soal biologi sistem Koordinasi


Sumber :
BIOLOGI kelas XI untuk SMA/MA, R Gunawan susiliwarno, dkk, Grasindo, 2007
http://www.medkes.com/2013/07/jenis-dan-penyebab-gangguan-pendengaran.html
http://www.kaskus.co.id/thread/52a13c4cfeca17df608b45a9/fakta-dan-tips-merawat-telinga

Sabtu, 04 April 2015

Alat Indera Manusia
Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat menerima rangsangan yang bermacam-macam. Kemampuan menerima rangasangan ini dapat menjaga tubuh orang selalu dalam keadaan baik, sehat, terjaga dari hal-hal yang membahayakan dari lingkungan, dapat merespon rangsang dengan tepat, dapat berkomunikasi, dan lain-lain. Apa yang terjadi jika indera tubuh manusia tidak dapat berfungsi normal. Pastilah banyak rangsangan-rangsangan dari luar yang tidak dapat direspon secara tepat, dan sedikit banyak akan merugikan individu yang bersangkutan.
Secara umum kita mempunyai lima macam panca indera, yaitu pembau, pengecap, penglihatan pendengar, keseimbangan dan peraba. Indera tersusun atas jutaan reseptor dari sistem saraf, dengan tingkat kekomplekan yang berbeda-beda.
Jika dilihat dari macam rangsang di sekitar tubuh manusia, indera manusia tidak hanya lima macam melainkan sebelas macam, yaitu indera penglihatan, pendengaran, pengecap, pembau, keseimbangan, sentuhan, tekanan, panas, dingin, sakit, propiosepsi (rasa atau posisi tubuh dan gerak tubuh), dan visceral, karena semua rangsang tadi mempunyai reseptor-reseptor khusus.

INDERA PENGLIHATAN
Mata adalah suatu struktur sferis berisi cairan yang di bungkus oleh tiga lapisan dari luar ke dalam.isi bola mata terdiri atas lensa , badan bening dan cairan dalam mata.indera penglihatan juga dinamakan fotoreseptor karena mampu menerima rangsang fisik yang berupa cahaya.
Lensa adalah sabuah benda bening berbentuk cakram yang tergantung di belakang selaput pelangi dan manik mata.bidang depan nya kurang melengkung di bandingkan dengan bidang belakang nya.lensa sekeliling tepi nya tergantung pada badan siliar dengan perantaraan serabut-serabut halus yang di namakan sabuk siliar.dengan perantaraan serabut-serabut ini badan siliar bersama otot siliar yang terdapat di dalam nya dapat mempengaruhi bentuk lensa ( akomodasi ).lensa mata bersifat transparan dan elastis yang fungsi nya untuk membiaskan cahaya yang masuk dan memfokuskan bayangan benda pada retina. Lensa mata pada manusia cembung sehingga bayangan benda yang di hasilkan retina adalah nyata , terbalik, dan diperkecil. Badan bening menempati ruang di belakang lensa mata disini adalah suatu zat bening yang menyerupai selai. Cairan bola mata mengisi bilik mata depan, yang terletak di antara selaput bening dan selaput pelangi, serta bilik mata belakang, yang terdapat di sekitar lensa antara selaput pelangi dan badan bening.
Alat-alat tambahan mata adalah otot-otot mata yang berguna untuk menggerak kan bola mata, pelupuk-pelupuk mata serta selaput ikat pelupuk nya dan radas air mata. Pelupuk-pelupuk mata adalah lipatan-lipatan kulit yang terletak di depan bola mata.

Struktur Mata
Tiga lapisan jaringan atau selaput yang membungkus bola mata dari luar ke dalam yaitu :  Sklera, tersusun oleh jaringan ikat yang kuat,liat dan putih serta melengkung. Sklera berfungsi membantu melindungi bagian-bagian dalam dan mempertahan kan kekakuan bola mata. Bagian depan sklera membentuk struktur tembus cahaya yang disebut kornea . Kornea dilindungi oleh suatu selaput yang di sebut konjungtiva. Pada kornea tidak di temukan pembuluh darah seperti hal nya pada aqueus humor,vitreous humor,dan lensa mata.
Koroid, selaput ini dari dalam dilapisi oleh selaput jala yang mengandung sel-sel indra yang amat rentan terhadap cahaya yang semua nya berguna untuk indra penglitah dalam arti khusus.pada lapisan koroid banyak mengandung pembuluh darah dan pigmen berwarna hitam.lapisan koroid dapat menyerap cahaya yang masuk ke dalam mata. Dengan ada nya pembuluh darah pada lapisan ini sekaligus menyuplai makanan ke lapisan retina bagian depan lapisan koroid berubah membentuk struktur terpisah yaitu : corpus siliaris , ligamentum suspensor, dan iris . Corpus siliaris terletak diantara tepi depan retina dengan tepi belakang Iris. Ligamentum suspensor berfungsi untuk mengatur proses akomodasi lensa mata untuk mendapat kan gambar benda yang jelas pada retina. Iris berfungsi sebagai diagfragma yang dapat mengatur lebar sempit nya lubang cahaya ( pupil ) menyesuaikan intensitas cahaya yang masuk. Jumlah dan sifat dari pigmen di dalam nya menentukan warna iris, ada yang hitam, biru, coklat,atau hijau.

Retina ,merupakan lapisan terdalam yang tersusun oleh sel-sel reseptor batang ( bacillus ) dan sel-sel reseptor kerucut ( konus ). Retina merupakan bagian mata yang paling pekat terhadap cahaya, sel-sel yang peka ini terletak di bagian belakang retina dan arah nya membelakangi sumber cahaya
Otot mata, ada 6 otot mata yang berfungsi memegang sklera. 4 diantara nya disebut otot reflus (rektus inferior, rektus superior, rektus eksternal, dan rektus internal ). Otot rektus berfungsi menggerak kan bola mata kekanan, kekiri,keatas & ke bawah. Dua lainnya adalah otot obliq atas/superior dan otot obliq bawah/inferior.
Kotak mata, kotak mata pada tengkorak berfungsi melindungi bola mata dari kerusakan. Konjungtifa, selaput transparan yang melapisi kornea dan di bagian dalam kelopak mata. Selaput ini peka terhadap iritasi. Konjungtiva penuh dengan pembuluh darah dan serabut saraf.radang pada konjungtiva di sebut konjungtivitis. Untuk mencegah kekeringan konjungtiva di basahi dengan cairan yang keluar dari kelenjar mata/ kelenjar lakrimal yang terdapat di bawah alis.
Air mata, air mata mengandung garam, lendir dan antiseptik dalam jumlah kecil. Air mata berfungsi sebagai alat pelumas dan pencegah masuk nya organisme ke dalm mata.
Bola mata berdiameter antara 2,5 cm dimana 5/6 bagiannya terbenam dalam rongga mata dan hanya1/6 bagianya saja yang tampak pada bagian luar. Mata juga memiliki struktur disekitar mata yang melindungi dan memungkinkan mata bergerak secara bebas ke segala arah. Struktur tersebut juga melindungi mata terhadap debu, angin, bakteri, virus, jamur dan bahan bahan berbahaya lainya, tetapi juga memungkinkan mata tetap terbuka sehingga cahaya masih bisa masuk. Struktur pelindung mata tersebut terdiri dari:
a. Orbita 
Orbita adalah rongga yang berbentuk piramid dengan basis di depan dan apeks di belakang. Orbita juga merupakan rongga bertulang yang mengandung bola mata,otot-otot,saraf,pembuluh darah,lemak dan struktur yang menghasilkan dan mengalirkan air mata.
b. Kelopak Mata
Kelopak Mata merupakan lipatan kulit tipis yang melindungi mata. Kelopak Mata secara refleks segera menutup untuk melindungi mata dari benda asing, angin, debu dan cahaya yang sangat terang. Didepan mata ada kelopak mata , dua buah lipatan muskulofibrosa yang dapat digerakan dapat dibuka dan di tutup untuk melindungi meratakan air mata permukaan bola mata dan mengontrol banyaknya sinar yang masuk. Kelopak mata tersususn oleh kulit tanpa lemak subklutis. Kelopak Mata sangat elastis dan mudah digerakan.
Pengedipan kelopak mata akan menyebarkan selapis air mata pelumas dan pelembab keseluruh permukaan bola mata. Repleks berkedip akan melindung mata dari debu atau pertikal asing. Bulu mata akan membatu fungsi kelopak dengan mendorong keluar debu dan dbris, untuk melindungi mata external dari cedera aksi mekanis berkedip menghasilkan gaya hisap dalam sistem nasolakriminal atas memudahkan pengaliran air mata.
c. Bulu mata
Mata merupakan pendek yang tumuh di ujung keelopak mata dan berpungsi embantu melindungi mata dengan bertindak sebagai barrier ( penghalang). Kelenjar kecil menghasilkan bahan berminyak yang mencegah penguapan air mata.
d. Kelenjar Lakrimalis
Kelenjar Lakrimaris terletak diuncak tepi luar dari mata kiri dan kanan dan menghasilakan air mata yang encer. Air mata mengalir dari mata ke dalam hidung melalui dua duktus lakrimaris, setiap duktus memiliki lubang diujung kelopak mata atas dan bawah, didekat hidung. Air mata berfungsi menjaga kelembaban dan kesehatan mata, juga menjerat dan membuang farikal-fartikal kecil yang masuk kemata. Selai itu, mata kaya akan anti body yang membantu mencegah terjadinya infeksi.
e. Bola Mata
Bola Mata dilapisi oleh tiga lapisan primer : Seklera, Yuviea (yang mengandung kroid), dan Retina. Tiap lapisan mempunyai struktur dan fungsinya sendiri ketiga lapisan tersebut berperan dalam bentuk mata yang bulat ketiak terisi humor vitreus (subtansi seperti glatin antara lensa dan retina).
f. Sklera 
Lapisan paling luar dan kuat dinamakan sklera bagian “putih”mata.bila seklera mengalami penipisan warnanya akan menjadi kebiruan. Dibagian osterior seklera empunyai lubang yang dilalui saraf optiks dan pembulu darah retina senratis. Dibagian anterior berlanjut menjadi kornea. Permukan anterior seklera diselubungi secara longgar dengan konjungtifa, suatu membran mukosa tipis yang mengandung sebagai kelenjar yang bertanggung jawab untuk lapisan air mata.
g. Uvea
Lapisan tengah yang mengandung pigmen adalah traktus Uvea, yang tersusun atas koroid. iris, dan badan silier. 
- Koroid merupakan lapisan vaskuler yang memberikan darah kelapisan epitel berpigmen retina dan retina sensoris perifer. Koroid melapisi kamera posterior mata dan membentang dari badan silir, dibagian anterior dan saraf optikus dibagian posterior.
- Iris merupakan struktur muskuler berfigmen yang memberikan warna khas mata. Iris adalah bagian anterior traktus uvea dan membagi ruangan antara kornra dan lensa menjadi kamera anterior dan posterior. Iris juga merupakan struktur yang sangat paskuler dengan pigmen yang berbeda-beda (ditentukan secara genetik). Warna mata bergantung pada jumlah melanin yang ada pada iris; semakin cerah warnanya, semakin banyak jumlah cahaya yang dapat memasuki mata. Orang yang mempunyai mata yang sangat cerah mengalami fotofoba (peka terhadap cahaya). Kebalikannya adalah orang dengan mata yang sangat hitam, tidak ada dua iris yang benar-benar sama, temasuk mata kanan dan mata kiri orang yang sama. Iris merupakn uvea, atau traktus berfimen dan berhubungan dengan lapisan koroid pada tepinya dan badansilier pada sisi bawahnya merupakan diafragma muskuler silkuler tipis yang ditengahnya terdapat lubang bulat, pupil. Iris termasuk kedalam diafragma berpigmen yang tipis yang terdapat didalam aqueus homor diantara kornea dan lensa.
- Pupil adalah rongga yang terjadi di tengah cincin internal iris. Pupil berbentuk bulat, regular, dan mempunyai ukuran dan respon terhadap cahaya yang sama pada kedua mata. Ketika cahaya memasuki mata, sel fotosensitif akan mengirimkan pesan ke otot konstriktor pupil. Hal ini akan mengurangi distrosi dan silau yang terjadi akibat berlebihnya cahaya yang masuk. Tingkat cahaya yang rendah akan mengaktifkan otot dilator pupil, yang akan meretraksi iris dan membuka pupil. Kerusakan sel fotosensitif dapat menurunkan fungsi pupil.
Pada bagian mata juga terdapat kornea yang merupakan struktur transparan yang menyerupai kubah,
merupakan pembungkus dari iris, pupil dan bilik anterior serta membantu memfokuskan cahaya. 
- Badan silier mengandung serabut otot yang dapat membantu kontraksi dan relaksasi zonula lensa 
(struktur yang menggantung lensa). Badan silier berperan (penting dalam menjaga tekanan intraokuler) 
dengan sekresi humor aqueus, cairan transparan berkadar air tinggi yang mengisi kamera anterior dan
 posterior dan kemudian di salurkan melalui kanalis Schlemm.
h. Retina/Selaput Jala
Retina merupakan lapisan jaringan peka cahaya yang terletak di bagian belakang bola mata, berfungsi  mengirimkan pesan visuil melalui saraf optikus ke otak. Cahaya yang masuk melalui kornea di teruskan
ke pupil. Iris mengatur jumlah cahaya yang masuk dengan cara membuka dan menutup, seperti halnya
celah pada lensa kamera. Jika lingkungan di sekitar gelap, maka cahaya yang masuk akan lebih banyak,
jika di lingkungan sekitar terang, maka cahaya yang masuk lebih sedikit. Ukuran pupil di control oleh 
otot sfingter pupil, yang membuka dan menutup iris.
Retina terdiri dari 3 lapisan sel : Lapisan neuraepithelium; Lapisan sel bipolar ; Lapisan sel ganglion 
i. Aqueous Humor
Aqueous humor merupakan cairan jernih dan encer yang mengalir diantara lensa dan kornea (mengisi segmen anterior mata), serta merupakan sumber makanan bagi lensa dan kornea di hasilkan oleh prosesus siliaris. Fungsi aqueous humor adalah penyokong dinding bola mata dengan member tekanan dari dalam dan memberi makan pada lensa serta membuang produk metabolisme karena lensa tidak memiliki pembuluh darah.
j. Vitreus Humor
Vitreus humor merupakan gel transparan yang terdapat di belakang lensa dan di depan retina (mengisi segmen posterior mata). Pada dearah perbatasan dengan lensa, membran vetreus menebal yang terdiri dari lapisan posterior yang menutup korpus vitreum. Lapisan anterior membentuk ligamentum suspensorium lensa yang melekat pada prosesus siliare. Di dalam korpus vitreum tidak terdapat pembuluh darah yang fungsinya menambah daya pembesaran mata, menyokong permukaan posterior lensa, dan membantu melekatkan pars pigmentosa retina.
k. Lensa 
Lensa adalah badan bikonveks yang transparan dan terletak di belakang iris, di dekat corpus vitreum, dan di kelilingi oleh prosesus siliaris dengan merubah bentuknya, lensa memfokuskan cahaya ke retina. Jika mata memfokuskan pada objek yang dekat, maka otot silier akan berkontraksi, sehingga lensa menjadi lebih tebal dan lebih kuat. Jika mata memfokuskan pada objek yang jauh, maka otot silier akan mengendur dan lensa menjadi lebih tipis dan lebih lemah. Sejalan dengan pertambahan usia, lensa menjadi kurang lentur, kemampuannya untuk menebal menjadi berkurang sehingga kemampuannya untuk memfokuskan objek yang dekat juga berkurang. Keadaan ini disebut presbiopia.
l. Cairan bola mata.
Bola mata terbagi menjadi 2 bagian, masing-masing terisi oleh cairan:
1. Segmen anterior : mulai dari kornea sampai lensa, berisi aqueus humor yang merupakan sumber energy bagi struktur mata di dalamnya. Segmen anterior sendiri terbagi menjadi 2 bagian (bilik anterior : mulai dari kornea sampai iris, dan bilik posterior : mulai dari iris sampai lensa). Dalam keadaan normal, aqueus humor di hasilkan di bilik posterior, lalu melewati pupil masuk ke bilik anterior kemudian keluar dari bola mata melalui saluran yang terletak di ujung iris.
2.  Segmen posterior : mulai dari tepi lensa bagian belakang sampai ke retina, berisi vitreus humor yang membantu menjaga bentuk bola mata. 

Mekanisme Penerimaan Rangsang Cahaya
Cahaya → kornea →pupil → lensa → retina → saraf optikus → otak → kesan melihat.
Sinar cahaya yang mengenai mata akan diteruskan melewati bagianbagian mata dari depan ke belakang secara urut sebagai berikut: kornea, pupil, lensa, dan retina. Pada retina, rangsang cahaya diterima oleh reseptor cahaya. Reseptor cahaya dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu sel batang dan sel konus. Sel konus berfungsi untuk melihat pada keadaan terang sedangkan sel batang untuk melihat pada keadaan gelap. Rangsang cahaya oleh reseptor kemudian diubah menjadi impuls syaraf yang kemudian dijalarkan melalui saraf penglihatan (optikus) menuju ke otak untuk diterjemahkan.

 Mata bergerak pada saat membaca, perlu pembiasaan membaca agar kemampuan membaca cepat dan ingat. Dapat direkam dengan alat perekam listrik sehingga dapat diketahui kecepatan membaca seseorang.
Apabila lensa mata dapat menfokuskan sinar cahaya yang masuk mata tepat pada selaput jala (retina), maka disebut mata normal atau emetrop. Akan tetapi, jika mata tidak mampu memfokuskan bayangan tepat pada retina akan menimbulkan gangguan penglihatan. 

Kelainan / penyakit mata .

a. Miopi
Miopi atau mata dekat adalah cacat mata yang di sebabkan oleh bola mata yang terlalu panjang, sehingga bayang-bayang dari benda yang jaraknya jauh akan jatuh di depan retina pada mata dekat ini orang tidak dapat melihat benda yang jauh, mereka hanya dapat melihat benda yang jarak nya dekat. Untuk cacat seperti ini penderita dapat ditolong dengan lensa cekung (-), miopi biasa terjadi pada anak-anak
b. Hipermetropi
Hipermetropi atau mata jauh dapat terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa yang disebabkan kornea bola mata terlalu pendek sehingga bayang-bayang jatuh di belakang retina. Penderita Hipermetropi dapat di tolong dengan menggunakan lensa cembung (+)
c. Presbiopi
Presbiopi atau cacat mata tua,di sebabkan karena proses penuaaan yang disebab kan karena elastisitas lensa berkurang.penderita presbiopi dapat di bantu dengan lensa rangkap
d. Katarak.
Katarak adalah cacat mata yaitu buram nya dan berkurang nya elastisitas nya lensa mata. Hal ini terjadi karena adanya pengapuran pada lensa. Pandangan akan menjadi kabur dan daya akomodasi berkurang
e. Hemaralopi

Disebut juga rabun senja. Hemaralopi disebab kan karena kekurangan vitamin A, karena tidak terbentuk rodhopsin dalam jumlah optimal. Akibat nya dalam kondisi remang-remang ( senja ) sel batang tidak mampu menerima rangsang cahaya secara optimal
f. Astigmatisma
Merupakan kelainan yang di sebabkan bola mata atau lensa permukaan lensa mata mempunyai kelengkungan yang tidak sama. Sehingga fokus nya tidak sama, akibatnya bayang-bayang jatuh tidak pada tempat yang sama ( kecembungan kornea tidak merata sehingga bayangan menjadi tidak terfokus / kabur ). Penderita astigmatisma dapat di tolong dengan kaca mata silindris yaitu yang mempunyai beberapa fokus. 
g. sindrom mata kering.
mata sering gatal dengan sensasi rasa seprti terbakar, panas,dan pedih. Mata berwarna merah dan berair. Pandangan terasa kabur namun sering membaik dengan kedipan, sering timbul rasa tidak nyaman setelah membaca, menghadap layar komputer, tv. Sindrom mata kering bisa di sebabkan karna berbagai hal diantaranya : berkurangnya lapisan lemak, sehingga menyebabkan air mata menguap lebih cepat (pada usia lanjut ), iklim yang kurang bersahabat, terlalu lama berada di ruangan ber-AC dan  asap rokok serta pemakaian lensa kontak yang dapat menyerap lapisan air mata sehingga menyebabkan deposit protein di permukaan lensa, dan penggunaan obat-obatan kronis seperti tiroid atau obat alergi.
Sindrom mata kering ini tergolong penyakit kronis yang tidak dapat di sembuhkan , namun gejala-gajala nya bisa di atasi, tergantung pada penyebabnya.bila di sebabkan karena lingkungan,bisa menggunakan kaca mata hitam ( sunglasses ) yang benuk nya cukup lebar , sehingga penguapan air mata dapat dihindari atau bisa dengan menggunakan tetes air mata (artificials tears ) untuk mengurangi iritasi atau gejala-gejala yang timbul.
h. xeroftalxni,  kornea mata menjadi kering dan bersisik
i. keratomealasi , ornea manjadi putih & rusak
j. tumor orbita, tumor orbita adalah tumor yang menyerang rongga orbita (tempat bola mata) sehingga merusak jaringan lunak mata, seperti otot mata, syaraf mata& kelenjar air mata
k. keratitis, merupakan kelainan akibat terjadi nya infiltrasi, sel radang pada kornea yang akan mengakibat kan kornea menjadi kerut.
 
MATERI SISTEM KOORDINASI
  1. ALAT INDERA-INDERA PENCIUMAN/PEMBAU 
  2. ALAT INDERA-INDERA PENDENGARAN 
  3. ALAT INDERA-INDERA PENGECAP 
  4. ALAT INDERA-INDERA PERABA 
  5. ALAT-ALAT INDERA-INDERA PENGLIHATAN 
  6. GANGGUAN/PENYAKIT PADA SISTEM SARAF.
  7. MEKANISME KERJA OBAT BERBAHAYA
  8. MEKANISME PENGATURAN OLEH SISTEM SARAF
  9. PENGARUH AKOHOL, NIKOTIN DAN ZAT PSIKOTROPIKA
  10. SISTEM HORMON
  11. SISTEM INDERA
  12. SISTEM SARAF PUSAT MANUSIA
  13. SISTEM SARAF TEPI MANUSIA
  14. SISTEM SYARAF
  15. STRUKTUR HORMON, DAN GANGGUAN PADA SISTEM ENDOKRIN
  16. STRUKTUR SEL SARAF MANUSIA
  17. STRUKTUR SISTEM ENDOKRIN
  18. STRUKTUR SISTEM SARAF MANUSIA
  19. soal biologi sistem Koordinasi

Sumber :
BIOLOGI untuk SMA/MA Kelas XI, R Gunawan Susilowarno, dkk, Penerbit Grasindo 2007
http://www.bukupr.com/2012/12/struktur-dan-fungsi-alat-indera.html
http://jayus-simeulu.blogspot.com/2014/08/makalah-indra-penglihatan.html.



Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!