Tampilkan posting dengan label biologi-sistem ekskresi. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label biologi-sistem ekskresi. Tampilkan semua posting

Rabu, 25 Maret 2015


Pada tubuh manusia, hati merupakan kelenjar besar yang memiliki peranan penting dalam sistem organ. Selain sebagai kelenjar pencernaan, hati juga berfungsi sebagai alat ekskresi. Hati terletak dibagian kanan rongga perut dan dibungkus oleh selaput yang disebut kapsula hepatis. Di dalam hati terdapat dua macam pembuluh, yaitu pembuluh darah dan pembuluh empedu yang dipersatukan oleh selaput glison. Pembuluh darah hati terdiri atas arteri hepatis (pembuluh darah yang menuju ke hati), vena porta hepatica (pembuluh dari usus yang kaya zat makanan), dan vena hepatis (pembuluh darah yang meninggalkan hati dan menuju jantung).

Beratnya sekitar 1,5 kg atau 3-5% dari total berat tubuh kita. Hati memperoleh darah dari arteri hepatica dan vena portal hepatica. Darah yang diangkut oleh arteri hepatica sebesar 30% dari jumlah darah total di hati. Darah ini berasal dari percabangan aorta sehingga kaya oksigen. Sementara itu, darah yang diangkut vena portal hepatica sebesar 70% dari jumlah darah total di hati. Darah ini banyak mengangkut zat-zat sari makanan dari usus halus. Pada organ ini hanya terdapat satu macam pembuluh yang mengangkut darah keluar dari hati, yaitu vena hepatica.
Pembuluh empedu berfungsi menyalurkan cairan empedu ke saluran pencernaan. Apabila terjadi penyumbatan saluran empedu maka cairan empedu (billus) akan masuk  ke peredaran darah sehingga menyebakan darah berwarna kekuning-kuningan dan facesnya berwarna abu-abu atau kehitam-hitaman yang disebut dengan sakit kuning.
Hati termasuk sebagai alat ekskresi karena hati mengekskresikan hasil pembongkaran sel darah merah yang berupa bilirubin dan biliverdin melalui empedu. Hati setiap hari menghasilkan empedu sebanyak 800 - 1000 ml. Selain bilirubin dan biliverdin yang merupakan pigmen/zat warna empedu, empedu juga mengandung air, asam empedu, garam empedu, kolesteron, fosfolipid (lesitin), dan beberapa ion. Empedu berasal dari penghancuran hemoglobin eritrosit yang telah berumur tua (berumur 120 hari). Empedu berfungsi untuk mencerna lemak, mengaktifkan lipase, berperan dalam ansorbsi lemak dan mengubah zat yang tidak larut dalam air menjadi zat yang larut dalam air dan pembentukan urea.
Di dalam hati terdapat sel-sel histosit yang berfungsi untuk menangkap dan merombak sel darah merah. Eritosit akan dirombak menjadi seperti berikut :
1. zat besi yang disimpan di dalam hati dan selanjutnya dikirim ke sumsum merah tulang
2. Globin, yang digunakan untuk metabolisme protein baru (membentuk enzim arginase dan protombin) dan untuk pembentukan Hb baru.
3. Hemin diubah menjadi :
- bilirubin yang berwarna hijau kebiruan selanjutnya akan teroksidasi menjadi urobilin yang berwarna kuning kecoklatan pada urin dan feses
- biliverdin yang dipindahkan ke empedu untuk menjadi zat warna empedu untuk menjadi zat warna empedu yang berwarna hijau biru.

Hati memiliki banyak fungsi penting dan kompleks. Beberapa fungsi-fungsi ini adalah untuk:
- Pembuatan (mensintesis) protein, termasuk albumin (untuk membantu mempertahankan volume darah) dan faktor pembekuan darah
- Mensintesis, menyimpan, dan proses (memetabolisme) lemak, termasuk asam lemak (digunakan untuk energi) dan kolesterol
- Metabolisme dan menyimpan karbohidrat, yang digunakan sebagai sumber untuk gula (glukosa) pada darah yang sel darah merah dan penggunaan otak
- Membentuk dan mengeluarkan empedu yang mengandung asam empedu untuk membantu dalam penyerapan usus (mengambil dalam) lemak dan vitamin A yang larut dalam lemak, D, E, dan K.
- Menghilangkan, dengan metabolisme dan / atau mengeluarkan, produk yang berpotensi membahayakan biokimia yang diproduksi oleh tubuh, seperti bilirubin dari pemecahan sel darah merah tua, dan amonia dari pemecahan protein
- Detoksifikasi, dengan metabolisme dan / atau mengeluarkan, obat-obatan, alkohol, dan racun lingkungan. (sumber : http://www.sridianti.com/struktur-hati-manusia-02.html)

MATERI YANG TERKAIT :
  1. GANGGUAN ATAU PENYAKIT SERTA TEKNOLOGI PENANGGULANGAN KELAINAN SISTEM EKSKRESI
  2. GINJAL (STRUKTUR DAN FUNGSI)
  3. HATI MANUSIA
  4. KULIT MANUSIA
  5. PARU-PARU MANUSIA
  6. PENGERTIAN SISTEM EKSKRESI
  7. SISTEM EKSKRESI PADA HEWAN
  8. Soal Sistem Ekskresi (2)
  9. soal biologi sistem ekskresi
  10. soal biologi sistem ekskresi (2)


Buku sumber :
BIOLOGI untuk SMA/MA Kelas XI, R Gunawan Susilowarno, dkk. PT Grasindo 2007

Struktur Ginjal
Ginjal merupakan salah satu alat ekskresi utama dalam tubuh manusia. Ginjal terletak di dekat tulang pinggang dan mempunyai bentuk seperti kacang merah, jumlah sepasang dan ukuran panjang kurang lebih 10 - 12 cm dan lebar kurang lebih 6 - 8 cm. Setiap ginjal mempunyai saluran menuju kantung kemih (vesica urinaria) yang disebut ureter. Selanjutnya saluran urine dari kantong kemih keluar tubuh disebut ureter.
Struktur ginjal tersusun atas kulit luar yang disebut korteks, dan lapisan dalam disebut medula (sumsum). Korteks tersusun atas jutaan nefron (unit penyaring darah). Nefron tersusun atas badan malpighi dan tubulus (saluran).

Bagian terluar dari ginjal antara kapsul ginjal dan medula ginjal. Pada orang dewasa, membentuk zona luar kontinyu mulus dengan sejumlah proyeksi (kolom kortikal ) yang memperpanjang turun antara piramida . Ini berisi sel-sel ginjal dan tubulus ginjal kecuali untuk bagian lengkung henle yang turun ke medula ginjal. Hal ini juga berisi pembuluh darah dan saluran pengumpil kortikal.
Bagian korteks ginjal mengandung banyak sekali nefron ± 100 juta sehingga permukaan kapiler ginjal menjadi luas, akibatnya perembesan zat buangan menjadi banyak.
Setiap nefron terdiri atas badan Malphigi dan tubulus (saluran) yang panjang. Pada badan Malphigi terdapat kapsul Bowman yang bentuknya seperti mangkuk atau piala yang berupa selaput sel pipih. Kapsul Bowman membungkus glomerulus. Glomerulus yaitu Kumpulan pembuluh darah halus yang berasal dari nadi ginjal. Glomerulus berbentuk jalinan kapiler arterial. Tubulus pada badan Malphigi adalah tubulus proksimal yang bergulung dekat kapsul Bowman yang pada dinding sel terdapat banyak sekali mitokondria. Tubulus yang kedua adalah tubulus distal. Tubulus distal yaitu tubulus yg jauh dari badan malpighi. Antara Tubulus Proksimal dengan Tubulus Distal dihubungkan oleh Lengkung Henle.
Medula (sumsum ginjal), Sumsum ginjal disebut Medulla. Medulla berbentuk kerucut atau renal pyramid. Medulla merupakan tempat berkumpulnya pembuluh darah kapiler dari kapsula Bowman. Didalam medulla akan terjadi proses reabsorbsi dan augmentasi oleh tubulus proksimal dan tubulus distal. Lengkung henle juga merupakan bagian dari yang menghubungkan tubulus proksimal dengan tubulus distal. Medula renalis terletak dekat hilus, sering terlihat garis-garis putih oleh karena adanya saluran-saluran yang terletak dalam piramida renalis.
Tiap piramida renalis mempunyai basis yang menjurus ke arah korteks dan apeksnya bermuara ke dalam kaliks minor sehingga menimbulkan tonjolan yang dinamakan papila renalis yang merupakan dasar sinus renalis. Jaringan medula dari piramida renalis ada yang menonjol masuk ke dalam jaringan korteks disebut fascilus radiatus ferreini. Saluran-saluran di dalam medula gelung Henle ( pars asenden dan pars desenden ) ductus koligentes dan ductus bellini ( ductus papilaris ).
Pelvis renalis (rongga ginjal).Pelvis renalis merupakan bagian yang melebar dari ureter di bagian proksimal terletak dalam sinus renalis ( merupakan permukaan ureter). Kearah proksimal pelvis renalis bercabang menjadi 2 – 3 kaliks mayor.
Masing-masing kaliks mayor pecah jadi cabang-cabang yang lebih kecil disebut kaliks minor ( 1 kaliks mayor bisa menjadi 2-6 kaliks minor ). Kedalam tiap-tiap kaliks minor bermuara papila renalis yang merupakan gabungan dari 3-4 piramida renalis. Pelvis merupakan tempat penampungan urine yang kemudian mengalirkannya ke ureter. Urine dari rongga ginjal kemudian menuju kandung kemih (vesika urinaria) melalui ureter. Urine disimpan untuk sementara waktu dalam kandung kemih. Selanjutnya, urine dikeluarkan dari dalam tubuh melalui saluran uretra.
Bagian korteks ginjal mengandung banyak sekali  nefron (± 100 juta) sehingga permukaan kapiler ginjal menjadi luas, akibatnya perembesan zat buangan menjadi banyak. Setiap nefron terdiri atas badan Malpighi dan tubulus (saluran) yang panjang. Pada badan Malpighi terdapat  kapsul Bowman yang bentuknya seperti mangkuk atau piala yang berupa selaput sel pipih. Kapsul Bowman membungkus  glomerulus. Glomerulus berbentuk jalinan kapiler arterial. Tubulus (pembuluh) pada badan Malpighi adalah tubulus proksimal yang bergulung dekat kapsul Bowman di mana pada dinding selnya terdapat banyak sekali  mitokondria. Tubulus yang kedua adalah tubulus distal.
Pada rongga ginjal bermuara pembuluh pengumpul. Rongga ginjal dihubungkan oleh ureter (berupa saluran) ke kantung kemih (vesika urinaria) yang berfungsi sebagai tempat penampungan sementara urine sebelum keluar tubuh. Dari kantung kemih,  urine dikeluarkan dari tubuh melewati saluran yang disebut  uretra. (http://hikmat.web.id/biologi-klas-xi/ginjal-dan-fungsinya/)

Fungsi Ginjal
Ginjal merupakan alat ekskresi yang berfungsi untuk membuang sisa metabolisme, karbohidrat, lemak dan terutama protein. Protein setelah mengalami metabolisme akan menghasilkan zat-zat berupa CO2, H2O, NH4OH dan NH3. NH3 merupakan senyawa racun bagi tubuh, maka harus diubah dahulu menjadi senyawa urea yang tidak membahayakan tubuh. Proses perubahan NH3 menjadi urea disebut Siklus Ornitin. 
Skema Siklus ornitin :
NH3 + AA1 (ornitin) + CO2 → AA2 (sitrulin)
NH3 + AA2 → AA3
AA3 e.arginase AA1  --> (ornitin) + urea
Keterangan:
L-Ornithine adalah salah satu produk dari tindakan dari arginase enzim terhadap L-arginin, menciptakan urea. Oleh karena itu, ornithine adalah bagian tengah dari siklus urea, yang memungkinkan untuk pembuangan nitrogen berlebih. Ornithine didaur ulang dan, dengan cara, adalah katalis. Pertama, amonia diubah menjadi fosfat karbamoil (fosfat CONH2), yang menciptakan satu setengah dari urea. Ornithine diubah menjadi turunan urea pada nitrogen (terminal) δ oleh fosfat karbamoil. Nitrogen lain ditambahkan dari aspartat, menghasilkan fumarat denitrogenated, dan arginin yang dihasilkan (a guanidinium senyawa) yang dihidrolisis kembali ke ornithine, memproduksi urea. Para nitrogen urea berasal dari amonia dan aspartat, dan nitrogen dalam ornithine tetap utuh.
Ornithine lactamization
Ornithine bukan merupakan asam amino yang dikodekan oleh DNA, dan, dalam arti bahwa, tidak terlibat dalam sintesis protein. Namun, dalam mamalia non-hepatik jaringan, penggunaan utama dari siklus urea dalam biosintesis arginin, jadi, sebagai perantara dalam proses metabolisme, ornithine cukup penting. Hal ini diyakini tidak menjadi bagian dari kode genetik karena polipeptida yang mengandung ornithines terlindungi menjalani lactamization spontan.
Asam amino arginin masuk ke dalam kapiler darah dan di dalam hati akan diuraikan oleh enzim arginase menjadi ornitin dan urea. Urea selanjutnya terlarut dalam plasma darah dan akan mengikuti tahap-tahap pembentukan urine di dalam ginjal.
Ginjal merupakan suatu organ yang tidak hanya mengeluarkan sisa metabolisme saja, melainkan juga mengatur keseimbangan cairan ekstraseluler. Cairan ekstraseluler penting untuk pekerjaan dalam sel. Karena itu perubahan dalam cairan ekstraseluler besar pengaruhnya pada pekerjaan dalam sel. Supaya proses fisiologi sel tetap baik, maka komposisi cairan ekstraseluler harus tetap sama.
Cara ginjal mengatur cairan tubuh adalah sebagai berikut :
- filtrasi plasma lewat glomerolus.
- reabsorbsi beberapa zat dalam tubuh yang diperlukan untuk menjaga komposisi cairan tubuh.
- zat-zat tertentu dari darah disekresi ke dalam tubuh untuk ditambahkan pada urine, dan
- pengeluaran ion H dari amonia untuk mempertahankan kadar kation dalam cairan tubuh.

Berikut beberapa fungsi ginjal : 
1. Menyaring Darah. Konsumsi makanan yang kita makan setiap hari sebagai penghasil energi setelah melalui proses pencernaan pastilah akan menghasilkan banyak zat sisa dan limbah serta racun atau toksin. Zat-zat tersebutlah yang akan dikeluarkan oleh ginjal karena jika tidak maka akan sangat berbahaya bagi tubuh kita.
Nefron adalah salah satu bagian ginjal yang menjalankan fungsi ini. Apabila seseorang tidak memiliki ginjal, maka orang tersebut akan mati karena tubuhnya teracuni oleh kotoran yang dihasilkan oleh tubuh manusia itu sendiri. Untuk melakukan hal tersebut, ginjal harus menyaring sekitar 200 liter darah dan menghasilkan 2 liter zat-zat sisa dan air per harinya. Jadi, bisa disimpulkan bahwa Anda buang air kecil sebanyak kurang lebih 2 liter per harinya. 
2. Mempertahankan keseimbangan Kadar Asam dan Basa. Ginjal berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh dengan cara mengeluarkan kelebihan asam/basa melalui urine. 
3. Mengekskresikan zat-zat yang merugikan bagi tubuh. Ginjal akan mengekskresikan (mengeluarkan) zat-zat yang merugikan bagi tubuh seperti urea, asam urat, amoniak, creatinin, garam anorganik, bakteri, dan juga obat-obatan. Jika zat tersebut tidak dikeluarkan maka akan menjadi racun yang dapat membahayakan kesehatan di dalam tubuh. 
4. Memproses Ulang Zat. Ginjal akan mengembalikan kembali zat yang masih berguna bagi tubuh kembali menuju darah. Zat tersebut berupa glukosa, garam, air, dan asam amino. Proses pengembalian zat yang masih berguna ke dalam darah disebut reabsorpsi. 
5. Mengatur Volume Cairan dalam Darah. Ginjal dapat mengontrol jumlah cairan darah yang dipertahnkan agar tetap seimbang didalam tubuh. Tanpa adanya control dari ginjal maka tubuh akan menjadi kering karena kekurangan cairan darah atau sebaliknya, tubuh tenggelam karena kebanjiran cairan didalam tubuh yang menumpuk tidak terbuang. 
6. Mengatur Keseimbangan Kandungan Kimia dalam Darah. Salah satu contohnya yaitu mengatur kadar garam didalam darah. 
7. Mengendalikan Kadar Gula dalam Darah. Ginjal amat penting untuk mengatur kelebihan atau kekurangan gula dalam darah dengan menggunakan hormon insulin dan adrenalin. Ini penting untuk menghindari diabetes. Insulin berfungsi sebagai hormon penurun kadar gula dalam darah jika kadar gula dalam darah berlebih. Adrenalin berfungsi untuk menaikkan kadar gula dalam darah jika kadar gula di dalam darah tidak mencukupi. 
8. Penghasil Zat dan Hormon. Ginjal merupakan penghasil zat atau hormon tertentu seperti eritropoietin, kalsitriol, dan renin. Hormon yang dihasilkan oleh ginjal yaitu hormon eritroprotein atau yang disingkat dengan EPO berfungsi untuk merangsang peningkatan laju pembentukan sel darah merah oleh sumsum tulang. Renin berfungsi untuk mengatur tekanan darah di dalam tubuh, sementara kalsitriol merupakan fungsi ginjal untuk membentuk vitamin D, menjaga keseimbangan kimia di dalam tubuh, serta untuk mempertahankan kalsium di dalam tulang yang ada di dalam tubuh. 
9. Menjaga Tekanan Osmosis. Ginjal menjaga tekanan osmosis dengan cara mengatur keseimbangan garam-garam di dalam tubuh. 
10. Menjaga Darah. Ginjal berfungsi sebagai penjaga kadar pH darah agar tidak terlalu asam. Ginjal mempertahankan pH plasma darah pada kisaran 7,4 melalui pertukaran ion hidronium dan hidroksil. Akibatnya, urine yang dihasilkan dapat bersifat asam pada pH 5 atau alkalis pada pH 8.

Sumber :
BIOLOGI untuk SMA/MA Kelas XI, R Gunawan Susilowarno, dkk, Penerbit Grasindo, 2007

Selasa, 24 Maret 2015

STRUKTUR DAN FUNGSI ALAT-ALAT EKSKRESI PADA MANUSIA
Karbondioksida (CO2) dan air (H2O) merupakan sisa dari metabolisme karbohidrat dan lemak. CO2, H2O, NH4OH dan NH3 merupakan sisa dari metabolisme protein. Untuk membuang sisa-sisa metabolisme, tubuh mempunyai organ ekskresi yaitu kulit mengekskresikan keringat, ginjal mengekskresikan urine, paru-paru mengekskresikan CO2 dan hati mengekskresikan urobilin.

KULIT
Struktur kulit
Perhatikan bagian-bagian kulit di atas, bagian manakah yang menghasilkan dan mengeluarkan keringat?
Kulit merupakan organ yang melapisi permukaan tubuh, yang terdiri atas beberapa jaringan. Kulit mempunyai fungsi sebagai alat pelindung terhadap segala rangasangan. Selain itu di dalam terdapat beberapa reseptor yang dapat menerima rangsangan panas, dingin, peraba dan nyeri, serta mempunyai fungsi membantu pengaturan suhu tubuh dan pengendalian hilangnya air tubuh.
Sebagai alat ekskresi, kulit mengeluarkan kurang lebih 1 liter keringat perhari melalui kurang lebih
2,5 juta pori-pori. Dengan mekanisme penyerapan keringat akan membantu mendinginkan kulit, seerta mengatur suhu tubuh. Kulit tidak hanya mengekskresi air saja melainkan mineral-mineral terlarut seperti Na, Cl, K dan juga senyawa ureum/urea (NH4). Secara anatomis kulit terdiri dari dua lapis, yaitu lapisan epidermis (luar) dan lapisan dermis (dalam)

1. Lapisan epidermis

Lapisan ini merupakan lapisan yang paling luar. Tebal lapisan ini kurang lebih 0,1 mm. Kalian bisa langsung menyentuhnya. Kulit paling luar itulah epidermis. Pada epidermis tidak ada pembuluh darah, tetapi mendapatkan zat-zat makanan dan oksigen melalui proses difusi dari lapisan dermis. Lapisan epidermis ada 5 lapis (stratum)
–   Stratum corneum
Stratum corneum merupakan lapisan paling luar. Lapisan ini terdiri dari sel-sel yang sudah mati, dalam artian sel-sel tidak lagi memiliki inti. Protoplasma sel menjadi keratin/lapisan tanduk. Nah, kalo lapisan ini berlebihan, kulit jadi bersisik. Pada kondisi patologis (penyakit) ada namanya psoriasis. Yaitu kondisi dimana turnover atau pergantian kulit lebih cepat, jadi terbentuk stratum corneum yang berlapis-lapis, kulit jadi bersisik.
–   Stratum lucidum
Stratum ini cukup sulit diperhatikan dibawah mikroskop. Stratum lucidum merupakan lapisan dibawah stratum corneum dan berisi sel-sel yang tidak memiliki inti. Protoplasma sel menjadi protein (eleidin).
–  Stratum granulosum
Statum granulosum merupakan lapisan ketiga dibawah stratum lucidum. Pada lapisan ini sel-sel masih memilki inti. Protoplasma mengandung banyak granul (butir-butir kasar). Lapisan ini terlihat jelas di telapan tangan dan kaki. Dan pada mukosa (seperti pada pipi bagian dalam, atau hidung bagian dalam) tidak ada lapisan ini.
–  Stratum spinosum
Stratum spinosum merupakan lapisan dengan kumpulan bentuk sel yang beragam. Bagian bawah lapisan ini bentuk sel umumnya polygonal dan semakin ke atas, bentuk sel makin gepeng. Sitoplasma nya jernih,intinya ditengah. Pada lapisan ini terdapat sel Langerhans yang berfungsi sebagai prajurit pertahanan tubuh.
– Stratum basale
Stratum basale merupakan lapisan terbawah dari epidermis. Sel-sel pada bagian ini berfungsi seperti stem sel, yang memproduksi sel-sel diatasnya. Jadi pada stratum basale ini terus terjadi proses mitosis atau pembelahan. Sel basal tersusun palisading (atau seperti pagar, berjejer susunannya). Diantara sel basal terdapat sel melanosit. Sel melanosit menghasilkan melanin yang memberi pigmen warna kulit. Semakin banyak melanosit maka warna kulit seseorang itu semakin gelap.
( https://galaksimedika.wordpress.com/2013/09/12/mengenal-kulit-anatomi-dan-fisiologi/)

2. Lapisan Dermis.
Pada lapisan dermis kulit terdapat lapisan penyambung yang sebagian besar terdiri dari jaringan ikat, dimana penyususn utama adalah serabut kolagen, rutikuler, elastin dan otot erectorvili.

Jaringan dermis memiliki struktur yang lebih rumit daripada epidermis, yang terdiri atas banyak lapisan. Jaringan ini lebih tebal daripada epidermis yaitu sekitar 2,5 mm. Dermis dibentuk oleh serabut-serabut khusus yang membuatnya lentur, yang terdiri atas kolagen, yaitu suatu jenis protein yang membentuk sekitar 30% dari protein tubuh. Kolagen akan berangsur-angsur berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Itulah sebabnya seorang yang sudah tua tekstur kulitnya kasar dan keriput. Lapisan dermis terletak di bawah lapisan epidermis. Lapisan dermis terdiri atas beberapa bagian, yaitu a)Akar Rambut ; Pembuluh Darah ; Kelenjar Minyak (glandula sebasea) ; Kelenjar Keringat (glandula sudorifera) ; dan  Serabut Saraf
Pada lapisan dermis kulit terdapat puting peraba yang merupakan ujung akhir saraf sensoris. Ujung-ujung saraf tersebut merupakan indera perasa panas, dingin, nyeri, dan sebagainya. Oleh karena itu kulit merupakan organ terluas dimana pada organ ini terdapat reseptor panas (ruffini), tekanan (paccini), dingin (krause), rasa nyeri atau sakit (ujung saraf bebas), serta reseptor sentuhan (meissner). Jika Anda ingin mengetahui tekstur dari suatu permukaan, seperti halus atau kasar benda, maka dapat Anda lakukan dengan merabanya. Inilah fungsi kulit sebagai indera peraba. Kulit kita mempunyai kepekaan terhadap rangsang seperti panas, dingin, tekanan, sentuhan dan rasa sakit karena di bagian tersebut banyak terdapat saraf-saraf sensori yang bekerja secara spesifik, misalnya rangsang sentuhan diterima oleh reseptor korpuskel meissner, rangsang tekanan diterima oleh reseptor korpuskel paccini, dan rangsang dingin diterima oleh reseptor ruffini. (http://www.pustakasekolah.com/struktur-dan-anatomi-kulit.html)

Proses Berkeringat
Kelenjar keringat bekerja untuk memproduksi keringat di bawah pengaruh hipotalamus. Apabila hipotalamus dirangsang oleh perubahan suhu panas akan menstimulasi pelebaran pembuluh darah sehingga darah banyak mengalir ke kulit dan rangsangan akan dipindahkan oleh saraf simpatis menuju ke kelenjar keringat. Selanjutnya, air beserta larutan dikeluarkan melalui pembuluh ke permukaan kulit dan menguap untuk menyerap panas sehingga suhu tubuh menjadi tetap. Sebaliknya pada suhu yang rendah pembuluh darah akan menyempit sehingga darah melewatinya sedikit. Akibatnya terjadi kontraksi otot polos penggerak rambut tegak dan merasa menggigil.
Komposisi keringat yang dikeluarkan oleh kulit terdiri atas air, garam mineral,urea, kreatinin, dansebagian kecil minyak. Keringat sebenarnya tidak berbau, namun karena adanya urea, keratinin dan minyak yang berhubungan dengan bakteri Micrococcus, Propionibacteri dan Dypteroid aerob dari udara bebas dan diuraikan menjadi senyawa asam hexanoid maka keringat menjadi berbau. Minyak yang tidak terurai oleh bakteri menyebabkan kulit terasa berminyak dan lengket.
Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah keringat antara lain sebagai berikut :
Aktifitas tubuh
Aktivitas tubuh yang tinggi akan membawa konsekuensi pada peningkatan metabolisme yang menghasilkan zat sisa yang banyak dan peningkatan suhu tubuh sehingga akibat lanjutannya adalah keringat yang dikeluarkan banyak untuk menurunkan suhu tubuh.
Suhu lingkungan tinggi
Untuk mempertahankan suhu tubuh yang tetap, sementara suhu lingkungan tinggi maka diperlukan keringat yang banyak untuk menyerap panas.
Goncangan emosi
Goncangan emosi akan meningkatkan proses fisiologis dan metabolisme tubuh yang membawa konsekuensi pada terbentuknya zat sisa dan pengkatan suhu tubuh. Oleh karena itu diperlukan keringat yang banyak untuk mempertahankan suhu tubuh.
Rangsangan saraf parasimpatis
Pengeluaran keringat rutin tidak dipengaruhi oleh saraf simpatis, tetapi karena emosi, saraf simpatis akan terangsang untk mempersempit ukuran pembuluh darah sehingga menurunkan aktivitas pengeluaran keringat.

MATERI YANG BERKAITAN :
  1. GANGGUAN ATAU PENYAKIT SERTA TEKNOLOGI PENANGGULANGAN KELAINAN SISTEM EKSKRESI
  2. GINJAL (STRUKTUR DAN FUNGSI)
  3. HATI MANUSIA
  4. KULIT MANUSIA 
  5. PARU-PARU MANUSIA
  6. PENGERTIAN SISTEM EKSKRESI
  7. SISTEM EKSKRESI PADA HEWAN
  8. Soal Sistem Ekskresi (2)
  9. soal biologi sistem ekskresi
  10. soal biologi sistem ekskresi (2)


Sumber :
BIOLOGI untuk SMA/MA Kelas XI, R Gunawan Susilowarno, dkk, Penerbit Grasindo, 2007
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!