Tampilkan postingan dengan label biologi-sistem ekskresi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label biologi-sistem ekskresi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Maret 2015

Pilihan Ganda

1. Keuntungan transplantasi ginjal adalah...
A. umumnya menghilangkan kebutuhan akan dialisis
B. efek samping mudah diobati dengan kortikosteroid
C. tidak membahayakan donor
D. bahaya infeksi sesudah operasi minimal
E. umur pasien dapat bertahan 8 - 10 tahun

2. Secara umum, ginjal donor yang paling tinggi keberhasilannya berasal dari...
A. orang tua
B. saudara perempuan
C. kadaver
D. saudara sepupu
E. orang tak dikenal.


3. Sebab yang paling pada resipien transplantasi ginjal adalah...
A. obstruksi anastomosis ureterovesikuler
B. infeksi dari ginjal yang ditransplantasi
C. penolakan imunologik ginjal yang ditransplantasi
D. kekambuhan dari penyakit ginjal

4. Respon imin terhadap transplantasi pada penolakan akut diperantarai oleh...
A. antibodi humoral
B. sel T
C. komplemen dan antibodi humoral
D. antibodi humoral ginjal yang bekerja sinergik dengan sel T
E. golongan darah.

5. Dipandang dari sudut transplantasi ginjal, antigen yang paling penting adalah...
A. golongan darah ABO
B. leukosit
C. hemoglobin
D. trombosit
E. eritrosit

6. Sel-sel tubuh yang dipakai untuk mencocokkan ginjal donor dan resipien adalah...
A. sel endotelial dan glomerolus
B. sel tubulus ginjal
C. sel darah merah
D. sel darah putih
E. sel-sel trombosit

7. Tujuan pemeriksaan histikompatibilitas adalah....
A. menyingkirkan donor nonkompatibel
B. menunjukkan kecocokan gen MHC yang mengendalikan sintesis protein tertentu
C. meramalkan beratnya respon imun pasca transplantasi
D. bukan salah satu dari pernyataan di atas
E. jawaban A, B dan C betul

8. Tujuan penambahan natrium asetat pada cairan dialisis adalah...
A. memperbaiki hihiperurisemia
B. mengurangi insidens neuropati perifer
C. menghilangkan pruritus
D. menyediakan bikarbonat tubuh untuk memperbaiki asidosis
E. meningkatkan osmolalitas larutan dialisis sehingga terjadi ultrafiltrasi

9. Semua zat di bawah ini dapat  meninggalkan darah dan masuk ke dalam cairan dialisis, kecuali...
A. albumin
B. urea
C. magnesium
D. kalium
E. klor

10. Sasaran hemodialisis adalah hal-hal berikut, kecuali...
A. pembuangan cairan ekstraseluler dan intraseluler yang berlebihan
B. difusi ion K keluar daari darah
C. stimulasi pembentukan kemih oleh perbedaan tekanan osmotik
D. difusi urea keluar dari darah.
E. gagal ginjal

11. Nephridia pada cacing tanah mengabsorpsi sisa metabolisme langsung dari...
A. usus
B. hemocoel
C. darah
D. limfe
E. coelom

12. Pada belalang, pembuluh malphigi menyerap sisa metabolisme langsung dari...
A. ureter
B. vesica urinaria
C. usus
D. limfe
E. sel-sel tubuh

13. Pada belalang pembuluh malphigi menyerap sisa metabolisme langsung dari...
A. usus
B. hemocoel
C. darah
D. limfe
E. coelom

14. Antidiuritic - hormone dalam darah tinggi menyebabkan...
A. penyerapan air menurun, banyak urine
B. penyerapan air meningkar, urine sedikit
C. peningkatan ekskresi urine (diabetes insipidus)
D. peningkatan penyerapan air, urine normal
E. penurunan penyerapan air, urine normal.

15. Kelebihan protein dalam tubuh tidak dapat disimpan. Hal yangakan tejadi adalah....
A. dirombak dalam hati menjadi urea dan senyawa lain yang bermanfaat
B. dirombak dalam usus menjadi senyawa lain yang mengandung unsur lain
C. dirombak dalam usus menjadi senyawa lain yang mengandung unsur lain
D. diekskresikan melalui organ ekskresi
E. disintesis menjadi senyawa lain yang bermanfaat

16. Tiga zat yang kenaikannya dalam urine paling tinggi adalah....
A. PO4, SO4 dan NH3
B. SO4, Cl dan urea
C. SO4, NH4 dan kreatin
D. kreatin, SO4 dan urea
E. NH4, Cl dan K

17. Alat ekskresi berupa nefridia dan saluran malphigi terdapat pada hewan....
A. cacing tanah dan belalang.
B. cacing perut dan kecoa
C. planaria dan belalang
D. kecoa dan belalang
E. planaria dan katak

18. Hati merupakan salah satu alat ekskresi yang menghasilkan zat sisa berupa...
A. CO2
B. asam urat
C. kolestrerol
D. bilirubin
E. amoniak

19. Urea yang keluar melalui darah ke ginjal disaring oleh bagian ginjal, yaitu....
A. kapsula Bowman
B. tubulus kontortus proksimal
C. glomerolus
D. tubulus kolektivus
E. lengkung henle

20. Bila urine seseorang dites dengan biuret dan diperoleh warna ungu, dapat diduga bagian ginjal yang mengalami kelainan adalah...
A. kapsula Bowman
B. tubulus kontortus proksimal
C. glomerolus
D. badan Malphigi
E. vesica urinearia

21. Perhatikan gambar di bawah ini

Daerah yang paling kaya urea adalah nomor..
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5



22. Perhatikan gambar kulit di bawah ini :

bagian yang menghasilkan sisa berupa keringat ditunjukkan oleh nomor :
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5

MATERI YANG TERKAIT :
  1. GANGGUAN ATAU PENYAKIT SERTA TEKNOLOGI PENANGGULANGAN KELAINAN SISTEM EKSKRESI
  2. GINJAL (STRUKTUR DAN FUNGSI)
  3. HATI MANUSIA
  4. KULIT MANUSIA
  5. PARU-PARU MANUSIA
  6. PENGERTIAN SISTEM EKSKRESI
  7. SISTEM EKSKRESI PADA HEWAN



Kamis, 26 Maret 2015

GANGGUAN ATAU PENYAKIT PADA SISTEM EKSKRESI
1. Gangguan Fungsi Ginjal
- Albuminaria merupakan kerusakan pada alat filtrasi yang menyebabkan urine mengandung albumin (protein). Keberadaan protein dapat diuji dengan biuret, apabila positif warna urine yang diberi biuret berwarna ungu
- Nefritis adalah infeksi kuman pada glomerolus sehingga asam urine kembali ke dalam darah dan disebut uremia. Uremia dapat menyebabkan penimbunan air di kaki yang disebut oedema.
- Polyuria merupakan kemampuan nefron untuk melakukan penyerapan air menurun sehingga urine menjadi banyak dan encer.
- Oligouria dan anuria adalah kerusakan ginjal secara total yang menyebabkan urine menjadi sangat sedikit atau tidak menghasilkan urine sama sekali.

2. Gangguan Sistem Hormon.
- Diabetes melitus merupakan penyakit yang disebabkan adanya gula di dalam urine. Hal ini disebabkan karena tingginya kadar gula dalam darah akibat kekurangan hormon insulin yang dihasilkan oleh pankreas.
- Diabetes insipidus merupakan penyakit yang disebabkan kekurangan hormon antidiuretik (ADH) sehingga menyebabkan turunnya proses reabsorbsi, akibatnya urone menjadi banyak.

3. Gejala-Gejala Penyakit Ginjal.
- kencing berdarah (hematuria)
- kolik ginjal (rasa nyeri di daerah pinggang bagian belakang yang hilang dan timbuk secara terus-menerus)
- Kelopak mata dan (tungkai bawah bengkak), terutama pada pagi hari.
- kencing tidak keluar secara tiba-tiba (anuria akut)

TEKNOLOGI PENANGGULANGAN KELAINAN SISTEM EKSKRESI
1. Hemodialisis
Hemodialisis atau cuci darah adalah proses pemisahan senyawa-senyawa sisa metabolisme yang tertimbun di dalam darah dan bersifat toksik (racun) terhadap sel-sel tubuh agar senyawa-senyawa toksik tersebut dapat dipisahkan dari darah maka diperlukan alat pemisah antara darah dan sisa metaabolisme. Karena darah dan senyawa sisa metabolisme dalam bentuk larutan, maka dibuatlah alat yang dapat memisahkan senyawa toksik tersebut dengan menggunakan prinsip difusi osmosis. Pada difusi, molekul akan berpindah dari tempat yang memiliki konsentrasi molekul tinggi ke tempat yang memiliki molekul rendah, sedangkan proses osmosis khusus untuk memindahkan molekul air.

Membran semipermiabel diletakkan di antara darah penderita pada satu sisi dan larutan yang sudah diketahui susunannya (dialisis) pada sisi satunya, maka senyawa-senyawa yang dapat menembus membran bergerak dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Apabila kadar ion K dalam darah tinggi dan kadar ion K dalam bak dialisis rendah akan bergerak keluar dari darah kemudian masuk ke bak dialisis.
Sedangkan bikarbonat lebih tinggi konsentrasinya di bak dialisis sehingga arah difusinya adalah dari bak ke darah. Untuk memindahkan molekul air H2O yang banyak terdapat di dalam darah dilakukan dengan meningkatkan konsentrasi gula dalam bak dialisis sehingga air mengalami difusi ke bak dialisis (proses osmosis).
Cara yang digunakan untuk memperbaiki komposisi elektrolit-elektrolit dalam darah pasien ialah menyesuaikan komposisi elektrolit dalam bak dialisis dengan komposisi yang ada pada darah manusia sehingga jika kekurangan elektrolit dapat mengambil dari bak dialisis. Sebaliknya, jika kelebihan dapat mengeluarkan ke bak dialisis.
Alat yang digunakan untuk dialisis adalah "ginjal buata" yang terbuat dari selofan atau cuprophane (hemodialisis yang terletak di luar tubuh.

2. Mesin Ginjal Buatan.

Mesin ginjal buatan (hemodialister) terdiri dari membran semipermiabel yang sederhana dengan darah di satu pihak dan cairan dialisis di pihak lain.
Pada proses ini digunakan membran buatan semi-permeabel yang berfungsi sebagai ginjal buatan. Juga dipergunakan suatu mesin untuk mengalirkan darah pasien melalui salah satu sisi permukaan dari membran semi-permeabel sebelum di kembalikan ke sirkulasi darah tubuh pasien. Pada saat yang sama cairan hemodialisis dipompakan ke dalam mesin dan dialirkan melalui sisi lain dari permukaan semi-permeabel, sehingga terjadi pertukaran ion antara darah pasien dengan cairan hemodialisis. Melalui membran semi-permeabel yang mengandung lubang-lubang kecil tersebut produk-produk sisa dari darah pasien seperti urea, kreatinin, fosfat, kalium dan lainnya termasuk kelebihan air serta garam dari tubuh akan lewat dan masuk ke dalam cairan hemodialisis yang mengalir dengan arah berlawanan dari aliran darah pasien. Walaupun demikian, protein dan sel-sel darah tidak dapat menembus melalui lubang-lubang kecil dalam membran semi-permeabel tersebut. Bakteri dan virus yang mungkin mengkontaminasi cairan hemodialisis juga tidak dapat masuk ke dalam aliran darah pasien melalui membran tersebut karena ukurannya lebih besar dari lubang-lubang kecil tersebut.
Proses kerja alat adalah sebagai berikut:
Proses perpindahan molekul antara darah dan dialisat (cairan dialisis) terjadi disepanjang membran dialisis melalui difusi dan iltra filtrasi (pembuangan air)

Komposisi cairan dialisis diukur konsentrasinya sehingga mendekati komposisi ion darah normal dan sedikit dimodifikasi agar dapat memperbaiki gangguan cairan dan elektrolit yang sering menyertai gagal ginjal. Uunsur-unsur yang ditambahkan seperti yang terdapat dalam darah, yaitu ion Na, K, Mg, Cl, asetat dan glukosa.
Dengan tingginya kadar urea,kreatin, asam urat dan phosfatdalam darah ke cairan dialisis.
Walaupun hemodialisis berfungsi mirip dengan cara kerja ginjal, tindakan ini hanya mampu menggantikan sekitar 10% kapasitas ginjal normal. Selain itu, hemodialisis bukannya tanpa efek samping. Beberapa efek samping hemodialisis antara lain tekanan darah rendah, anemia, kram otot, detak jantung tak teratur, mual, muntah, sakit kepala, infeksi, pembekuan darah (trombus), dan udara dalam pembuluh darah (emboli)
Pada gagal ginjal kronik, hemodialisis biasanya dilakukan 3 kali seminggu. Satu sesi hemodialisis memakan waktu sekitar 3 sampai 5 jam. Selama ginjal tidak berfungsi, selama itu pula hemodialisis harus dilakukan, kecuali ginjal yang rusak diganti ginjal yang baru dari donor. Tetapi, proses pencangkokan ginjal sangat rumit dan membutuhkan biaya besar.(Sumber :http://felix12-myworld.blogspot.com/2009/05/hemodialisis-mesin-ginjal-buatan.html)

3. Transplantasi Ginjal.
Transplantasi ginjal atau cangkok ginjal adalah salah satu prosedur transplantasi organ yang paling sering dan paling berhasil dilakukan saat ini. Karena semakin berkembangnya teknologi kedokteran, transplantasi ginjal akhirnya menjadi solusi yang telah menyelamatkan nyawa ribuan penderita penyakit ginjal stadium akhir.
Bagi penderita gagal ginjal yang tidak direncanakan untuk menjalani transplantasi ginjal, perawatan dialisis (cuci darah) dapat menunjang keberlangsungan hidup mereka.
Sekitar 30 persen penderita gagal ginjal cocok untuk menjalani transplantasi ginjal, prosedur pembedahan untuk mengembalikan  fungsi ginjal dengan mengganti dua ginjal yang gagal atau rusak dengan satu ginjal yang sehat.
Sekitar setengah dari transplantasi ginjal berasal dari donor non-hidup (meninggal), meskipun anggota keluarga, pasangan (donor hidup) dan teman-teman (donor hidup) dapat dengan aman mendonorkan satu ginjal mereka jika dalam tes dibuktikan bahwa mereka dapat hidup normal dengan satu ginjal setelah mereka mendonorkan satu ginjal mereka.
Ginjal baru yang diterima biasanya ditempatkan di perut bagian bawah  tanpa perlu mengangkat kedua ginjal yang sudah rusak, inilah alasan mengapa transplantasi ginjal juga sering disebut sebagai cangkok ginjal. Arteri ginjal baru akan disambungkan ke salah satu arteri panggul pasien. Begitu pula vena ginjal baru akan disambungkan ke ke salah satu pembuluh darah di panggul pasien. Ureter ginjal baru, saluran yang mengalirkan urin dari ginjal, dihubungkan ke kandung kemih atau ke salah satu ureter pasien. Pada anak-anak, pembuluh darah dari ginjal orang dewasa yang besar seringkali dihubungkan ke aorta dan vena cava inferior anak. (sumber :http://www.medkes.com/2015/01/transplantasi-ginjal-cangkok-ginjal.html)
Penolakan Transplantasi ginjal
Sifat alami pertahanan imunologik tubuh dalam melawan masuknya protein asing dengan usaha untuk menolak organ tersebut disebabkan oleh :
- golongan darah tidak sesuai

Sumber :
BIOLOGI untuk SMA/MA Kelas XI, R Gunawan Susilowarno, dkk, Penerbit Grasindo, 2007


1. SISTEM EKSKRESI PADA PROTOZOA

Protozoa adalah hewan yang bersel satu dimana batas antara lingkungan intern sel dengan lingkungan ekstern hanya dengan membran tipis. Keadaan ini menyebabkan sel protozoa tidak dapat menghindari peristiwa masuknya air secara terus menerus dari lingkungannya yang lembab. Namun pada protozoa sebagai contohnya amoeba dan Paramecium ternyata mempunyai vakuola kontraktil yang berfungsi sebagai osmoregulator atau mengatur osmosis ke dalam sel tubuhnya dengan mengekskresikan air keluar tubuh melalui membran. Berdasarkan kenyataan ini, dapat dikatakan bahwa alat ekskresi pada protozoa berupa vakuola kontraktil atau disebut vakuola denyut.


2. SISTEM EKSKRESI PADA PLATYHELMINTHES.
Platyhelminthes adalah cacing pipih, di mana salah satu contoh yang mudah dikenali adalah planaria.

Sistem ekskresi pada cacing pipih terdiri atas dua saluran eksresi yang memanjang bermuara ke pori-pori yang letaknya berderet-deret pada bagian dorsal (punggung). Kedua saluran eksresi tersebut bercabang-cabang dan berakhir pada sel-sel api (flame cell)
Pada tubuh planaria yang pipih pada sisi kiri kanan terdapat pembuluh yang bercabang-cabang yang disebut protonefridum. Setiap cabang protonefridum berakhir pada sel api (solenosit). Setiap sel api dilengkapi dengan silia (bulu getar) yang diangkut bergerak untuk mendorong air dan sisa metabolisme keluar melalui saluran ekskresi.


3. ALAT EKSKRESI PADA CACING TANAH (Lumbricus terrestris)
Tubuh cacing tanah tersusun atas segmen-segmen. Setiap segmen (somit) tubuhnya mempunyai sepasang nefridia yang terletak disebelah kiri dan kanan sebagai alat ekskresi, kecuali tiga segmen yang pertama dan satu segmen terakhir.
Setiap nefridia dilengkapi oleh corong yang terbuka yang disebut nefrostoma. Nefrostoma terdapat pada setiap sekat tubuh segmen tubuh. Nefrostoma memiliki silia yang apabila bergetar berfungsi untuk menarik dan mengambil cairan sisa metabolisme yang tertampung pada rongga tubuh (Coelom) untuk dimasukkan di dalamnya. Selanjutnya cairan diserap oleh nefrostoma akan melewati nefridia dan terjadi proses penyerapan zat-zat yang berguna oleh darah dan zat sisa yang tidak berguna, seperti air, nitrogen, dan garam-garam yang tidak diperlukan lagi ditampung oleh kantung kemih, kemudian dikeluarkan melalui nefridiofor (lubang nefridia)


4. ALAT EKSKRESI PADA BELALANG
 Belalang termasuk kelompok insekta.  Insekta mempunyai alat ekskresi berupa pembuluh malphigi. Pembuluh malphigi merupakan pembuluh-pembuluh kecil yang bermuara pada pangkal usus. Sisa metabolisme belelang terbentuk senyawa nitrogen dalam cairan tubuh dan diubah ke dalam bentuk asam urat. Asam urat selanjutnya diserap oleh pembuluh malphigi, kemudian dimasukkan ke usus menuju ke rektum. Di dalam usus masih terjadi proses penyerapan air yang sangat effisien sehingga mengakibatkan kotoran belalang berbentuk kristal atau butiran dengan kadar air rendah.


5. ALAT EKSKRESI PADA IKAN

Alat ekskresi pada ikan berupa sepasang ginjal yang berwarna kemerahan, terletak diantara gelembung renang depan dengan belakang. Ginjal dilengkapi dengan saluran urine yang menyatu dengan saluran kelamin (saluran urogenetalia) dan bermuara pada kloaka. Selain itu, ginjal juga menjaga keseimbangan cairan tubuh dengan larutan di  sekitarnya insang dibantu oleh insang sebagai alat ekskresi.
Ikan yang hidup di air laut banyak minum, sedikit urine. Garam yang masuk melalui mulut pada saat minum, akan diekskresikan secara aktif melalui insang. Ikan air tawar sedikit minum, banyak mengeluarkan urine, dan mengabsorbsi kekurangan garam melalui insang.


6. ALAT EKSKRESI PADA KATAK
Alat ekskresi pada katak berupa sepasang ginjal, yang berwarna merah kecoklatan dengan bentuk memanjang dari depan ke belakang. Fungsi ginjal adalah menyaring darah. Zat-zat sisa seperti urine dan garam-garam yang berlebihan akan diserap oleh ginjal dan dikeluarkan. Zat sisa setelah diserap akan dialirkan melalui ureter menuju kantong kemih, bermuara dan menyatu dengan saluran kelamin yang disebut kloaka.
Pada katak jantan saluran ureter dengan saluran kelamin menyatu membentuk saluran urogenetalia. Pada katak betina saluran ureter dan saluran kelamin (oviduk) terpisah, tetapi tetap bermuara pada kloaka.



7.SISTEM EKSKRESI PADA REPTIL
Sistem ekskresi pada reptil berupa ginjal, paru-paru,kulit dan kloaka. Kloaka merupakan satu-satunya lubang untuk mengeluarkan zat-zat hasil metabolisme.Reptil yang hidup di darat sisa hasil metabolismenya berupa asam urat yang dikeluarkan dalam bentuk bahan setengah padat berwarna putih. (https://biologiklaten.wordpress.com/bab-19-sist-ekskresi-pada-hewan-manusia-xi/)

8. SISTEM EKSKRESI PADA AVES
Alat pengeluaran pada burung berupa pari-pari, hati, ginjal, dan kulit.aluran ginjal, saluran kelamin, dan saluran pencernaan bermuara pada sebuha lubang yang disebut kloaka Burung hampir tidak memiliki kelenjar kulit. Burung menghasilkan kelenjar minyak yang terdapat pada ujung ekornya. kelenjar ini menghasilkan minyak untuk membasahi bulu-bulunya. Burung mengekskresikan zat berupa asam urat dan garam. Kelebihan larutan garam akan mengalir ke rongga hidung dan keluar melalui nares (lubang hidung).

9. SISTEM EKSKRESI PADA MAMALIA
Sistem Ekskresi pada mamalia hampir sama dengan manusia tetapi sedikit berbeda karena mamalia dipengaruhi/disebabkan oleh lingkungan tempat tinggalnya.
Paru-paru mamalia mempunyai permukaan ber spon (spongy texture) dan dipenuhi liang epitelium dengan itu mempunyai luas permukaan per isipadu yang lebih luas berbanding luas permukaan paru-paru. Paru-paru manusia adalah contoh biasa bagi paru-paru jenis ini.
Paru-paru terletak di dalam rongga dada (thoracic cavity), dilindungi oleh struktur bertulang tulang selangka dan diselaputi karung dwi dinding dikenali sebagai pleura. Lapisan karung dalam melekat pada permukaan luar paru-paru dan lapisan karung luar melekat pada dinding rongga dada. Kedua lapisan ini dipisahkan oleh lapisan udara yang dikenali sebagai rongga pleural yang berisi cecair pleural ini membenarkan lapisan luar dan dalam berselisih sesama sendiri, dan menghalang ia daripada terpisah dengan mudah.
Bernafas kebanyakannya dilakukan oleh diafragma di bawah, otot yang mengucup menyebabkan rongga di mana paru-paru berada mengembang. Sangkar selangka juga boleh mengembang dan mengucup sedikit.
Ini menyebabkan udara tetarik ke dalam dan keluar dari paru-paru melalui trakea dan salur bronkus (bronkhial tubes) yang bercabang dan mempunyai alveolus di ujung yaitu karung kecil dikelilingi oleh kapilari yang dipenuhi darah. Di sini oksigen meresap masuk ke dalam darah, di mana oksigen akan d angkut melalui hemoglobin.
Darah tanpa oksigen dari jantung memasuki paru-paru melalui pembuluh pulmonari dan lepas dioksigenkan, kembali ke jantung melalui salur pulmonari. (https://biologiklaten.wordpress.com/bab-19-sist-ekskresi-pada-hewan-manusia-xi/)

MATERI YANG TERKAIT :

  1. GANGGUAN ATAU PENYAKIT SERTA TEKNOLOGI PENANGGULANGAN KELAINAN SISTEM EKSKRESI
  2. GINJAL (STRUKTUR DAN FUNGSI) 
  3. HATI MANUSIA
  4. KULIT MANUSIA
  5. PARU-PARU MANUSIA
  6. PENGERTIAN SISTEM EKSKRESI
  7. SISTEM EKSKRESI PADA HEWAN
  8. Soal Sistem Ekskresi (2)
  9. soal biologi sistem ekskresi
  10. soal biologi sistem ekskresi (2)
  Sumber
BIOLOGI untuk SMA/MA Kelas XI, R Gunawan Susilowarno, dkk, PT Grasindo

Rabu, 25 Maret 2015



Paru-paru sebagai alat ekskresi bertugas mengeluarkan zat sisa metabolisme yang berupa gas, yaitu gas karbondioksida (CO2) dan uap air (H2O). Sisa metabolisme diangkut oleh darah menuju ke paru-paru untuk dibuang. Proses pembuangan diawali dengan difusi CO2 dari sel-sel ke dalam darah, melalui cairan jaringan dan akhirnya masuk ke dalam alveolus. Dari alveolus CO2 akan dikeluarkan melalui udara yang dihembuskan pada saat ekspirasi.
 
Struktur Paru-Paru
Struktur Paru-paru sangatlah berbeda dengan rongga hidung dan tenggorokan. Paru-paru terletak di dalam rongga dada bagian atas, di bagian samping dibatasi oleh otot dan rusuk dan di bagian bawah dibatasi oleh diafragma yang berotot kuat. Paru-paru ada dua bagian yaitu paru-paru kanan (pulmo dekster) yang terdiri atas 3 lobus dan paru-paru kiri (pulmo sinister) yang terdiri atas 2 lobus. Paru-paru dibungkus oleh dua selaput yang tipis, disebut pleura. Selaput bagian dalam yang langsung menyelaputi paru-paru disebut pleura dalam (pleura visceralis) dan selaput yang menyelaputi rongga dada yang bersebelahan dengan tulang rusuk disebut pleura luar (pleura parietalis).
Antara selaput luar dan selaput dalam terdapat rongga berisi cairan pleura yang berfungsi sebagai pelumas paru-paru. Cairan pleura berasal dari plasma darah yang masuk secara eksudasi. Dinding rongga pleura bersifat permeabel terhadap air dan zat-zat lain.
Paru-paru tersusun oleh bronkiolus, alveolus, jaringan elastik, dan pembuluh darah. Paru-paru berstruktur seperti spon yang elastis dengan daerah permukaan dalam yang sangat lebar untuk pertukaran gas.
Di dalam paru-paru, bronkiolus bercabang-cabang halus dengan diameter kurang lebih 1 mm, dindingnya makin menipis jika dibanding dengan bronkus.
Bronkiolus tidak mempunyi tulang rawan, tetapi rongganya masih mempunyai silia dan di bagian ujung mempunyai epitelium berbentuk kubus bersilia. Pada bagian distal kemungkinan tidak bersilia. Bronkiolus berakhir pada gugus kantung udara (alveolus).



Alveolus terdapat pada ujung akhir bronkiolus berupa kantong kecil yang salah satu sisinya terbuka sehingga menyerupai busa atau mirip sarang tawon. Oleh karena alveolus berselaput tipis dan di situ banyak bermuara kapiler darah maka memungkinkan terjadinya difusi gas pernapasan. Maka jelaskan bahwa Struktur Paru-paru manusia sangatlah rumit namun begitu kita bisa mempelajarinya,.      (Sumber http://paru-paru.com/struktur-paru-paru/) 

Cara Kerja Paru-Paru. 

- Jika Oksigen sudah sampai pada bronkus, maka oksigen siap untuk masuk ke dalam saluran paru - paru.
- Oksigen akan berdifusi lewat pembuluh darah berupa kapiler - kapiler arteri dengan cara difusi. Kapiler - kapiler ini terdapat pada alveolus yang merupakan cabang dari Bronkiolus. Pada alveolus ini akan terjadi pertukaran gas oksigen dengan karbondioksida.
- Oksigen diikat oleh hemoglobindalam sel - sel darah merah (eritrosit), lalu diedarkan ke seluruh sel - sel tubuh  yang nantinya akan digunakan oleh mitokondoria alam respirasi tingkat seluler untuk menghasilkan energi berupa ATP (Adenosin Tripospat)
- Karbondioksida akan dibawa oleh kapiler vena untuk dibawa ke alveolus dan akan dikeluarkan di alveolus melalui proses respirasi. (http://carapedia.com/kerja_paru_paru_manusia_info2025.html)
Paru-paru berfungsi sebagai penyuplai oksigen bagi tubuh kita, dan ia bekerja secara otomatis. Ketika tubuh bekerja keras, paru-paru akan bekerja lebih cepat. Sebaliknya, ketika tubuh dalam keadaan santai, paru-paru juga bekerja dengan lebih pelan.
Manusia menghirup udara untuk mendapatkan oksigen, namun tidak semua udara yang dihirup dapat digunakan oleh tubuh, karena udara tercampur dengan berbagai jenis gas. Pada waktu kita bernapas, paru-paru menarik udara dari ruang tenggorokan. Saat dihembuskan, rangka tulang rusuk tertarik ke arah dalam, dan diafragma di bawah tulang rusuk bergerak ke atas. Ketika paru-paru mengecil, udara yang ada di dalam kantung udara sedikit demi sedikit terdorong ke luar melalui batang tenggorokan. (Sumber: http://ilmu-kesehatann.blogspot.com/2013/07/pengertianfungsidan-cara-kerja-paru-paru.html).   

Fungsi Paru-Paru
Paru-paru berfungsi sebagai pertukaran oksigen dan karbondioksida yang tidak dibutuhkan tubuh. Selain itu masih banyak lagi fungsi paru-paru diantaranya sebagai penjaga keseimbangan asam basa tubuh. bila terjadi acidosis, maka tubuh akan mengkompensasi dengan mengeluarkan banyak karbondioksida yang bersifat asam ke luar tubuh. Dalam system ekskresi, fungsi paru-paru adalah untuk mengeluarkan karbondioksida dan uap air. Dalam system pernapasan, fungsi paru-paru adalah untuk proses pertukaran oksigen dan karbondioksida di dalam darah. Dalam sistem peredaran darah, fungsi paru-paru adalah untuk membuang karbondioksida di dalam darah dan menggantinya dengan oksigen.
Didalam paru-paru terjadi proses pertukaran antara gas oksigen dan karbondioksida. Setelah membebaskan oksigen, sel-sel darah merah menangkap karbondioksida sebagai hasil metabolisme tubuh yang akan dibawa ke paru-paru. Di paru-paru karbondioksida dan uap air dilepaskan dan dikeluarkan dari paru-paru melalui hidung. (sumber: http://hedisasrawan.blogspot.com/2013/03/paru-paru-artikel-lengkap.html).  

MATERI YANG TERKAIT :
  1. GANGGUAN ATAU PENYAKIT SERTA TEKNOLOGI PENANGGULANGAN KELAINAN SISTEM EKSKRESI
  2. GINJAL (STRUKTUR DAN FUNGSI)
  3. HATI MANUSIA
  4. KULIT MANUSIA
  5. PARU-PARU MANUSIA
  6. PENGERTIAN SISTEM EKSKRESI
  7. SISTEM EKSKRESI PADA HEWAN
  8. Soal Sistem Ekskresi (2)
  9. soal biologi sistem ekskresi
  10. soal biologi sistem ekskresi (2)


Sumber :

BIOLOGI untuk SMA/MA Kelas XI, R Gunawan Susilowarno, dkk, Penerbit Grasindo, 2007
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!