Tampilkan postingan dengan label biologi-peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label biologi-peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 April 2015

Pilihan Ganda

1. Indikator biologis yang dapat digunakan untuk mengetahui kualitas air adalah.........
A. jumlah oksigen organikterlarut
B. jumlah karbondioksida terlarut
C. adanya Eschericia coli
D. pH air
E. warna air

2. Simpanan zat organik dalam produsen yang dapat digunakan sebagai bahan makanan disebut...
A. poduksi primer
B. produktivitas primer bruto
C. produktivitas primer netto
D. produksi sekunder
E. produktivitas sekunder bruto

3. Suatu bioma pada ekosistem darat memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1). curah hujan sangat rendah
2) penguapan lebih tinggi daripada peresapan
3) tumbuhan menahun memiliki lapisan kutikula yang tebal
4) tumbuhan semusim memiliki dau kecil-kecil, bahkan tidak berdaun
5) banyak hewan rodentia, ular, kadal dan semut
Bioma tersebut adalah....
A. hutan tropis
B. hutan gugur
C. taiga
D. tundra
E. gurun

4. Di bawah ini merupakan hubungan simbiotik :
1) serangga pemakan madu dengan tanaman berbunga
2) tanaman polong (kacang) dengan Rhizobium
3) ikan hiu dengan ikan remora
4) tanaman pinus dengan fungi (mikorhiza)
Simbiosis mutualisme ditunjukkan oleh.......
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 1 dan 4
D. 2 dan 4
E. 1, 2, 3 dan 4

5. Tindakan-tindakan di bawah ini adalah usaha untuk menanggulangi pencemaran lingkungan, kecuali.......
A. melakukan studi analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) sebelum membangun pabrik
B. mendaur ulang limbah terutana yang nonbiodegradable
C. melakukan reboisasi atau penghijauan pada lahan kritis
D. mendirikan berbagai macam industri dengan mesin dan peralatan yang canggih dan modern.
E. pengawasan terhadap penggunaan jenis-jenis pestisida dan zat-zat kimia lainnya.

6. CFC (Chloro Fluoro Carbon) yang digunakan pada alat pendingin merupakan sumber pencemar udara karena......
A. merusak lapisan ozon.
B. mengakibatkan efek rumah kaca
C. mengakibatkan hujan asam
D. meningkatkan suhu bumi
E. menyebabkan eutrofikasi

7. Hujan asam yang disebabkan oleh SO2 dan NO2 akan berakibat pada hal-hal berikut kecuali....
A. air menjadi sadah sehingga apabila dipakai untuk mencuci boros deterjen.
B. air dan tanah mempunyai pH rendah sehingga mikroorganisme tanah mati
C. daun tumbuhan menguning (klorosis)
D. terjadinya korosi pada perabot yang terbuat dari logam
E. sungai dan danau mengalami eutrofikasi

8. Suatu komunitas yang hanya dihuni oleh beberapa jenis makhluk hidup akan kurang stabil karena....
A. komunitas menjadi kurang kompleks
B. sedikitnya sumber makanan
C. kalau salah satu jenis makhluk hidup mati, tidak akan terjadi lintasan alternatif untuk aliran energi dan materi.
D. komunitas tersebut menjadi kurang mendukung untuk kehidupan beberapa jenis makhluk hidup
E. Kurangnya persaingan atau kompetisi antar makhluk hidup karena sedikitnya makanan yang ada.

9. Predasi dapat terjadi pada....
A. cara bertani dengan sistem tumpang sari antara padi dan jagung.
B. bakteri mati karena pengaruh jamur Penicillium
C. terdapatnya butir zat lemas pada akar kacang-kacangan sebagai pengaruh bakteri Rhizobium
D. peberantasan hama wereng dengan menggunakan kutu loncat
E. jamur dan ganggang membentuk lichenes

10. Rantai makanan berikut merupakan rantai makanan tipe dentritus adalah.......
A. rumput - kelinci - ular - elang
B. beluntas - tali putri - jamur - bakteri
C. sersan daun - cacing tanah - ayam - elang
D. padi - belalang - burung - elang
E. kunis - ulat grapyak - burung - ular

11. Piramida jumlah menggambarkan tentang.........
A. jumlah berat kering dari seluruh organisme dalam suatu ekosistem
B. jumlah kering suatu kelompok organisme dalam suatu ekosistem
C. jumlah energi yang tersedia pada suatu kelompok organisme
D. jumlah energi yang tersedia pada seluruh organisme
E. hubungan kepadatan populasi jumlah individu di antara tingkat trofik

12.Pada suatu ekosistem terdapat komponen sebagai berikut :
(1). rumput          (2). ayam        (3) seresah daun        (4). kambing       (5). elang       (6) elang     
(7) kelinci           (8)  cacing tanah.
Komponen penyusun ekosistem tersebut berdasarkan jenis tingkat trofik I nya dapat disusun menjadi beberapa tipe rantai makanan dan jaring-jaring makanan ?
A. 1 rantai makanan dan 1 macam jaring-jaring makanan
B. 2 rantai makanan dan 1 macam jaring-jaring makanan
C. 3 rantai makanan dan 1 macam jaring-jaring makanan
D. 2 rantai makanan dan 2 macam jaring-jaring makanan
E.  3 rantai makanan dan 2 macam jaring-jaring makanan

13. Pada suatu daerah terdapat kelompok-kelompok organisme berikut :
(1) tikus            (2) tanaman kacang          (3). harimau        (4). kucing       (5) bakteri saprofit
(6). matahari
urutan perpindahan energi yang terjadi adalah...
A. 2 - 1 - 6 - 4 - 5 - 3
B. 6 - 2 - 3 - 4 - 5 - 1
C. 1 - 3 - 4 - 2 - 5 - 6
D. 6 - 2 - 1 - 4 - 3 - 5
E. 5 - 1 - 3 - 4 - 2 - 6

14. Jika suatu ekosistem perairan tercemar oleh polutan yang bersifat nobiogredable secara berulang-ulang, polutan tersebut akan terakumulasi paling banyak pada.....
A. fitoplankton
B. ikan karnivora
C. ikan herbivora
D. zooplankton
E. ganggang

15. Upaya menanggulangi pencemaran lingkungan, kecuali..
A. mewajibkan setiap pabrik untuk membangin IPAL
B. secara berkala melakukan analisa mengenai dampak lingkungan.
C. meningkatkan kesadaran lingkungan bagi masyarakat di sekitar lingkungan
D. mengoptimalkan fungsi lingkungan
E. megeksplorasi sumber alam secara maksimal

16. Kasus pencemaran teluk Buyat diakibatkan oleh limbah.........
A. CO2
B. CO
C. Hg
D. NO2
E. SO2

17. Pembuangan sampah organik ke sungai atau danau dapat mengakibatkan pertumbuhan alga tidak terkendali (blooming). Hal ini disebabkan oleh penumpukan mineral yang disebut.......
A. nitrifikasi
B. eutrofikasi
C. desimilasi
D. amonifikasi
E. mineralisasi

18. Gas CO (karbonmonoksida) dikenal sebagai zat pembunuh bagi manusia sebab...........
A. gas CO memiliki afinitas yang lebih tinggi terhadap hemoglobin dibandingkan O2
B. haemoglobin lebih mudah mengikat O2 daripada CO
C. CO dapat menyumbat peredaran darah
D. CO merupakan racun
E. CO dapat menghambat metabolisme

19. Dalam suatu ekosistem terdapat populasi plankton, ikan kecil, ikan besar, dan parasit pada ikan besar, maka......
A. populasi ikan besar naik, ikan kecil naik, plankton turun
B. populasi ikan besar naik, ikan kecil turun, plankton naik
C. populasi ikan besar turun, ikan kecil naik, dan plankton turun
D. populasi ikan besar naik, ikan kecil naik, plankton naik
E. populasi plankton turun, ikan kecil naik, ikan besar turun

20. Berikut ini yang menyebabkan terjadinya kompetisi antar spesies adalah......
A. mempunyai kebutuhan yang berbeda
B. relung ekologi yang tidak tumpang tindih.
C. adanya kebutuhan yang sama
D. kebutuhan yang sama dengan sumber kebutuhan tidak terbatas
E. kebutuhan yang sama dengan sumber kebutuhan terbatas

21. Peristiwa eutrofikasi disebabkan oleh.......
A. pencemaran gas sisa pembakaran
B. pembuangan sisa pestisida ke perairan
C. penggunaan pupuk organik
D. pencemaran pupuk dalam perairan
E. pencemaran detergen pada lahan pertanian

22. Lapisan Ozon rusak karena terjadi pencemaran udara oleh.....
A. SO2
B. CO2
C. CO
D. CFC
E. DDT

23. Pemanasan global disebabkan oleh meningkatnya kadar gas ...........
A. CO2
B. CO
C. SO2
D. NO2
E. Metana

24. Cara pengolahan sampah organik yang paling baik adalah........
A. dibuang ke laut
B. dibakar
C. dibiarkan membusuk
D. dibuang ke sungai
E. dimasukkan ke dalam tanah/ditimbun

25. N2 dapat difiksasi oleh bakteri..........
A. Thiobacillus
B. Azotobacter
C. Nitrosomonas
D. Nitrobacter
E. Nitrococcus

26. Tumbuhan hijau menyerap nitrogen dalam bentuk......
A. N2
B. zat organik
C. nitrit
D. nitrat
E. NH3

27. Komponen biotik yang menempati puncak piramida adalah..........
A. pohon dan rumput
B. kelinci, tupai dan ular
C. ular dan burung hantu
D. singa dan srigala
E. burung hantu, ular dan singa

28. Proses fotosintesis oleh tumbuhan hijau akan mengubah energi cahaya menjadi energi ..........
A. fisika
B. kimia
C. kinetik
D. potensial
E. kimia dan kinetik

29. Untuk mengantisipasi pendangkalan danau oleh tumbuhan enceng gondok dipelihara jenis ikan tertentu. Hubungan antara ikan dengan enceng gondok pada ekosistem tersebut......
A. mutualisme
B. komensalisme
C. parasitisme
D. predasi
E. kompetisi

30. Komponen biotik yang berperan sebagai produsen dalam ekosistem.........
A. belalang
B. semut
C. jamur
D. rumput
E. bakteri.

MATERI DAN SOAL PERANAN MANUSIA DALM KESEIMBANGAN EKOSISTEM
  1. EKOSISTEM DARAT (TERESTRIAL)
  2. EKOSISTEM PERAIRAN
  3. HUBUNGAN MAKAN DAN DIMAKAN ANTARA MAKHLUK HIDUP
  4. KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT KEGIATAN MANUSIA 
  5. KOMPONEN EKOSISTEM
  6. MACAM-MACAM BENTUK INTERAKSI KOMPONEN BIOTIK-ABIOTIK
  7. MELAKUKAN PERBAIKAN LINGKUNGAN 
  8. PEMANFAATAN DAN DAUR ULANG LIMBAH UNTUK KELESTARIAN LINGKUNGAN 
  9. PERANAN MANUSIA DALAM PERUBAHAN LINGKUNGAN 
  10. PIRAMIDA EKOLOGI 
  11. POLUSI 
  12. POLUSI AIR 
  13. SIKLUS BIOGEOKIMIA 
  14. SUKSESI EKOSISTEM
  15. Soal Peranan Manusia dalam Keseimbangan Ekosistem 
  16. UPAYA MANUSIA DALAM MENCEGAH DAN MENANGGULANGI KERUSAKAN LINGKUNGAN 




Pertanian, industri, dan transportasi menyebabkan perubahan lingkungan biotik yang menguntungkan. Selain itu juga menyebabkan perubahan lingkungan yang merugikan, yaitu adanya berbagai macam polusi, kerusakan lahan, banjir dan tanah longsor. Kerusakan lingkungan tidak boleh hanya dibiarkan, tetapi harus diperbaiki dengan cara-cara yang sesuai.
Beberapa cara yang sesuai diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Kerusakan hutan dapat diperbaiki dengan cara berikut :
- tebang pilih, yaitu penebangan pohon yang sudah tua atau dewasa dan membiarkan pohon yang masih muda.
- peremajaan, dilakukan untuk mengganti pohon-pohon yang ditebang
- reboisasi, dilakukan pada hutan yang telah rusak karena bencana alam
- tidak melakukan peladangan yang berpindah-pindah.

b. Kerusakan lahan pertanian dapat diperbaiki sebagai berikut :
- mengurangi penggunaan pupuk anorganik (buatan) dan menggalakkan penggunaan pupuk alam (organik)
- menghindari penggunaan pestisida berlebihan dan menggunakan pestisida ramuan alami.
- pengolahan lahan dengan cara yang benar dan tepat, misalnya dengan adannya pergiliran tanaman.

c.  Cara penanggulangan bajir
Banjir merupakan bencana yang umum terjadi diberbagai daerah di Indonesia. Untuk memperbaiki lingkungan dan mengurangi bencana banjir, banyak usaha-usaha yang telah dilakukan antara lain sebagai berikut :
- tidak membuang sampah di saluran air atau di sungai serta mengadakan kegiatan bersih sungai dan pengerukan sedimen sungai
- melestarikan dan menjaga hutan lindung
- membangun dan memelihara waduk dan saluran air.

d. Mengatasi masalah sampah / limbah dilingkungan kita.
Berdasarkan komponen penyusunnya, limbah dibagi menjadi dua, yaitu
- limbah organik dan limbah anorganik. Limbah organik merupakan limbah yang berasal dari bagian organisme, yang dapat terurai secara alami. Limbah ini banyak dihasilkan dari rumah
tangga, seperti sampah dari dapur, sayuran yang telah membusuk, daun, dan kulit buah. Limbah tersebut dapat dimanfaatkan menjadi pupuk dan sumber energi alternatif yang disebut biogas.
 -  anorganik relatif sulit terurai, dan mungkin beberapa bisa terurai tetapi memerlukan waktu yang lama. Limbah tersebut berasal dari sumber daya alam (SDA) yang tidak dapat diperbarui atau yang berasal dari pertambangan seperti minyak bumi, batubara, besi, timah, dan Nikel. Limbah anorganik umumnya berasal dari kegiatan industri tetapi bisa juga dari sampah rumah tangga seperti kaleng bekas, botol, plastik, dan karet sintetis. Limbah anorganik dapat didaur-ulang menjadi bahan yang lebih berguna.
Supaya limbah organik maupun anorganik tidak menimbulkan suatu permasalahan lingkungan, maka perlu adanya penanganan khusus. Contoh penanganan limbah tersebut adalah :
-  dengan penggunaan kembali (reuse)
-  pengurangan jumlah (reduce)
- dan daur ulang (recycle).
Benda-benda yang semula merupakan sampah, ternyata dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain atau diolah menjadi bahan yang bermanfaat. Adanya produk-produk hasil daur ulang membuat ekploitasi alam dapat dikurangi. Dengan begitu, selain mengurangi dampak pencemaran, daur ulang bisa juga mengurangi berbagai perubahan lingkungan.


e. Mengatasi berbagai macam polusi 
1). Penanggulangan Terjadinya polusi Air. 
Untuk mencegah agar tidak terjadi polusi air, dalam aktivitas kita dalam memenuhi kebutuhan hidup hendaknya kita :
- tidak menambah terjadinya bahan pencemar antara lain
- tidak membuang sampah rumah tangga, sampah rumah sakit, sampah/limbah industri secara sembarangan,
- tidak membuang ke dalam air sungai, danau ataupun ke dalam selokan.
- Tidak menggunakan pupuk dan pestisida secara berlebihan, karena sisa pupuk dan pestisida akan mencemari air di lingkungan tanah pertanian.
- Tidak menggunakan deterjen fosfat, karena senyawa fosfat merupakan makanan bagi tanaman air seperti enceng gondok yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran air.
Pencemaran air yang telah terjadi secara alami misalnya adanya jumlah logam-logam berat yang masuk dan menumpuk dalam tubuh manusia, logam berat ini dapat meracuni organ tubuh melalui pencernaan karena tubuh memakan tumbuh-tumbuhan yang mengandung logam berat meskipun diperlukan dalam jumlah kecil. Penumpukan logam-logam berat ini terjadi dalam tumbuh-tumbuhan  karena terkontaminasi oleh limbah industri. Untuk menanggulangi agar tidak terjadi penumpukan logam-logam berat, maka :
-  limbah industri hendaknya dilakukan pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan.
- Limbah industri sebelum dibuang ke tempat pembuangan, dialirkan ke sungai atau selokan hendaknya dikumpulkan di suatu tempat yang disediakan, kemudian diolah, agar bila terpaksa harus dibuang ke sungai tidak menyebabkan terjadinya pencemaran air.
- kalau dapat setelah diolah tidak dibuang ke sungai melainkan dapat digunakan lagi untuk keperluan industri sendiri.
- Sampah padat dari rumah tangga berupa plastik atau serat sintetis yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme dipisahkan, kemudian diolah menjadi bahan lain yang berguna, misalnya dapat diolah menjadi keset.
- Sampah organik yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme dikubur dalam lubang tanah, kemudian kalau sudah membusuk dapat digunakan sebagai pupuk. 
2). Penanganan polusi tanah 
a)  Remidiasi . Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu in-situ (atau on-site) dan ex-situ (atau off-site).
- Pembersihan on-site adalah pembersihan di lokasi. Pembersihan ini lebih murah dan lebih mudah, terdiri dari pembersihan, venting (injeksi), dan bioremediasi.
- Pembersihan off-site meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. Setelah itu di daerah aman, tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar. Caranya yaitu, tanah tersebut disimpan di bak/tanki yang kedap, kemudian zat pembersih dipompakan ke bak/tangki tersebut. Selanjutnya zat pencemar dipompakan keluar dari bak yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah. Pembersihan off-site ini jauh lebih mahal dan rumit.
b).   Bioremediasi. Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun (karbon dioksida dan air). 
3).Penanggulangan Pencemaran Udara
Untuk dapat menanggulangi terjadinya pencemaran udara dapat dilakukan beberapa usaha antara lain: 
- mengganti bahan bakar kendaraan bermotor dengan bahan bakar yang tidak menghasilkan gas karbon monoksida dan diusahakan pula agar pembakaran yang terjadi berlangsung secara sempurna, 
- pengolahan/daur ulang atau penyaringan limbah asap industri, 
- penghijauan untuk melangsungkan proses fotosintesis (taman bertindak sebagai paru-paru kota), dan 
- tidak melakukan pembakaran hutan secara sembarangan, serta melakukan reboisasi/penanaman kembali pohon­pohon pengganti yang penting adalah untuk membuka lahan tidak dilakukan pembakaran hutan, melainkan dengan cara mekanik 
4). Penanggulangan Pencemaran Suara
Untuk meminimalisir polusi suara ini ada berbagai cara yang bisa dilakukan yaitu dengan:
-  meredam bising yang tidak diinginkan dengan suara yang menenangkan, 
- pembangunan bangunan peredam bising, 
- meminimalisir penggunaan kendaraan bermotor, peralatan elektronik dan pemberian peredam suara oleh pabrik untuk produknya yang dirasa menimbulkan kebisingan yang melewati ambang batas pendengaran manusia.

MATERI DAN SOAL PERANAN MANUSIA DALAM KESEIMBANGAN EKKOSISTEM
  1. EKOSISTEM DARAT (TERESTRIAL)
  2. EKOSISTEM PERAIRAN
  3. HUBUNGAN MAKAN DAN DIMAKAN ANTARA MAKHLUK HIDUP
  4. KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT KEGIATAN MANUSIA 
  5. KOMPONEN EKOSISTEM
  6. MACAM-MACAM BENTUK INTERAKSI KOMPONEN BIOTIK-ABIOTIK
  7. MELAKUKAN PERBAIKAN LINGKUNGAN 
  8. PEMANFAATAN DAN DAUR ULANG LIMBAH UNTUK KELESTARIAN LINGKUNGAN
  9. PERANAN MANUSIA DALAM PERUBAHAN LINGKUNGAN 
  10. PIRAMIDA EKOLOGI 
  11. POLUSI 
  12. POLUSI AIR 
  13. SIKLUS BIOGEOKIMIA 
  14. SUKSESI EKOSISTEM
  15. Soal Peranan Manusia dalam Keseimbangan Ekosistem 
  16. UPAYA MANUSIA DALAM MENCEGAH DAN MENANGGULANGI KERUSAKAN LINGKUNGAN


Sumber :
BIOLOGI untuk SMA/MA kelas X, R Gunawan Susilowarno, dkk, Penerbit Grasindo 2007
http://perpustakaancyber.blogspot.com/2012/12/cara-upaya-penanganan-limbah-organik-dan-anorganik.html
http://rumah-sampah.blogspot.com/2013/11/pengelolaan-sampah-organik-dan-anorganik.html
http://tomyputraalafanta.blogspot.com/2014/12/cara-penanggulangan-pencemaran-air.html



Banjir, tanah  longsor, dan kelangkaan air bersih yang terjadi di beberapa daerah membuat manusia mau tak mau menyadari akan kerusakan lingkungan.
Berikut ini adalah upaya manusia untuk menanggulangi kerusakan lingkungan.
a. Reboisasi dan Penghijauan
Reboisasi merupakan kegiatan penghutanan kembali kawasan hutan bekas tebangan maupun lahan-lahan kosong yang terdapat di dalam kawasan hutan. Reboisasi meliputi kegiatan permudaan pohon, penanaman jenis pohon lainnya di area hutan negara dan area lain sesuai rencana tata guna lahan yang diperuntukkan sebagai hutan. Dengan demikian, membangun hutan baru pada area bekas tebang habis, bekas tebang pilih, atau pada lahan kosong lain yang terdapat di dalam kawasan hutan termasuk reboisasi. 
Penghijauan merupakan kegiatan penanaman pada lahan kosong di luar kawasan hutan, terutama pada tanah milik rakyat dengan tanaman keras, misalnya jenis-jenis pohon hutan, pohon buah, tanaman perkebunan, tanaman penguat teras, tanaman pupuk hijau, dan rumput pekan ternak. Tujuan penanaman agar lahan tersebut dapat dipulihkan, dipertahankan, dan ditingkatkan kembali kesuburannya. Penghijauan merupakan upaya yang termasuk dalam rangkaian kegiatan penghijauan, yang sudah disebutkan berupa pembuatan bangunan pencegah erosi tanah, misalnya pembuatan sengkedan (teras) dan bendungan (check dam) yang dilakukan pada area di luar kawasan hutan.
Penghutanan kembali pada daerah hutan gundul dan penghijauan di berbagai tempat dapat menanggulangi banjir, polusi udara, tanah longsor dan mendukung sumber air.

b. Pembangunan Berwawasan lingkungan



Pembangunan yang berwawasan lingkungan adalah upaya sadar dan berencana menggunakan dan mengelola sumber daya secara bijaksana dalam pembangunan yang terencana dan berkesinambungan untuk meningkatkan mutu hidup. Terlaksananya pembangunan berwawasan lingkungan dan terkendalinya pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana merupakan tujuan utama pengelolaan lingkungan hidup.
Disadari sepenuhnya bahwa kegiatan pembangunan apalagi yang bersifat fisik dan berhubungan dengan pemanfaatan sumber daya alam jelas mengandung resiko terjadinya perubahan ekosistem yang selanjutnya akan mengakibatkan dampak, baik yang bersifat negatif maupun yang positif. Oleh karena itu, kegiatan pembangunan yang dilaksanakan seharusnya selain berwawasan sosial dan ekonomi juga harus berwawasan lingkungan.
Empat hal pokok dalam upaya penyelamatan lingkungan. Diantaranya,
-  konservasi untuk kelangsungan hidup bio-fisik.
-   perdamaian dan keadilan (pemerataan) untuk melaksanakan kehidupan sehari-hari dalam hidup bersama.
-   pembangunan ekonomi yang tepat, yang memperhitungkan keharusan konservasi bagi kelangsungan hidup biofisik dan harus adanya perdamaian dan pemerataan (keadilan) dalam melaksanakan hidup bersama.
-  demokrasi yang memberikan kesempatan kepada semua orang untuk turut berpartisipasi dalam melaksanakan kekuasaan, kebijaksanaan dan pengambilan keputusan dalam meningkatkan mutu kehidupan bangsa.

Untuk menanggulangi berbagai polusi maka pembangunan pabrik, kantor, perumahan, dan pertokoan/pasar harus mempertimbangkan pembuangan limbah, sanitasi, kesehatan lingkungan dan hal-hal lain yang mengakibatkan terganggunya kehidupan organisme. Sebelum  membangun proyek harus dibuat dahulu AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).

c. Penggunaan Pupuk Organik
Untuk mengurangi pencemaran tanah dan air, serta mengembalikan kesuburan tanah, sebaiknya digunakan pupuk organik, misalnya pupuk kandang dan pupuk hijau serta mengurangi penggunaan pupuk buatan secara bertahap. Hasil pertanian dengan pupuk organik terbukti lebih aman dan sekarang lebih diminati oleh konsumen.
Selai upaya-upaya secara fisik yang sejak awal telah memepertimbangkan keseimbangan dan kelestarian maka untuk mencegah kerusakan lingkungan perlu upaya-upaya yang berkaitan dengan mental dan moral manusia serta penegak hukum. Upaya untuk penegakan hukum sudah mulai terlihat dengan disahkan dan dilaksanakannya UU lingkungan hidup serta UU perlindungan dan pelestarian sumber daya Alam. Sedangkan sisi moral manusia harus selalu disosialisasikan pada seluruh lapisan masyarakat mengenai etika lingkungan.
Etika lingkungan adalah lebijaksanaan moral manusia dalam bergaul dengan lingkungannya. etika lingkungan diperlukan manusia untuk menjadikan manusia hidup selaras dan seimbang dengan lingkungan.
Etika lingkungan dan keselarasan antara lain sebagai berikut :
- Manusia bukanlah dari segala sumber nilai dan bukan penguasaan alam.
- Lingkungan diciptakan untuk semua kehidupan sehingga manusia harus menjadi bagian lingkungan yang benar dan jujur.
- manusia harus menjadi penjaga dan pemelihara lingkungan maka manusia harus bekerja sama dengan alam.
- sumber daya alam yang tersedia bagi manusia terbatas.
- Hubungan manusia dengan alam bersifat sirkuler sehingga harus dijaga untuk tetap saling menguntungkan.
- Manusia harus menjaga kelestarian keanekaragaman fisik dan biologis serta budaya agar kualitas kehidupannya terjamin.


MATERI DAN SOAL PERANAN MANUSIA DALAM KESEIMBANGAN EKOSISTEM
  1. EKOSISTEM DARAT (TERESTRIAL)
  2. EKOSISTEM PERAIRAN
  3. HUBUNGAN MAKAN DAN DIMAKAN ANTARA MAKHLUK HIDUP
  4. KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT KEGIATAN MANUSIA
  5. KOMPONEN EKOSISTEM
  6. MACAM-MACAM BENTUK INTERAKSI KOMPONEN BIOTIK-ABIOTIK
  7. MELAKUKAN PERBAIKAN LINGKUNGAN 
  8. PEMANFAATAN DAN DAUR ULANG LIMBAH UNTUK KELESTARIAN LINGKUNGAN 
  9. PERANAN MANUSIA DALAM PERUBAHAN LINGKUNGAN 
  10. PIRAMIDA EKOLOGI
  11. POLUSI 
  12. POLUSI AIR 
  13. SIKLUS BIOGEOKIMIA 
  14. SUKSESI EKOSISTEM
  15. Soal Peranan Manusia dalam Keseimbangan Ekosistem 
  16. UPAYA MANUSIA DALAM MENCEGAH DAN MENANGGULANGI KERUSAKAN LINGKUNGAN 



Sumber :
BIOLOGI untuk SMA/MA kelas X, R Gunawan Susilowarno, dkk, Penerbit Grasimdo, 2007
http://pengertian-definisi.blogspot.com/2012/02/pengertian-reboisasi-dan-penghijauan.html
http://kecserut.tangerangselatankota.go.id/berita/item/139-pembangunan-berwawasan-lingkungan

Selasa, 21 April 2015



Banyak limbah industri dan rumah tangga yang dibuang ke sungai, misalnya sampah organik, air deterjen dan pestisida. Limbah tersebut akan menyebabkan banjir dan bau tak sedap, menurunnya kadar oksigen air yang membahayakan kehidupan organisme air. Selain itu, zat-zat kimia, logam berat (Cu, Hg dan Pb) serta air panas juga dapat mengganggu kehidupan organisme air secara langsung.
Penggunaan pupuk berlebihan mengakibatkan sisa pupuk yang terserap mengalir ke perairan sehingga menyuburkan tanaman air (eutrofikasi). Keadaan ini meyebabkan cahaya matahari tidak dapat menembus air sehingga tumbuhan yang berada di bawahnya tidak dapat berfotosintesis dan produksi orksigen air menurun. Berkurangnya oksigen dalam air menyebabkan organisme air tidak dapat hidup.
Polusi air laut disebabkan oleh tumpahan minyak, pembuangan limbah ke laut, dan akumulasi limbah dari sungai tercemar yang bermuara ke laut.
Indikator pencemaran air dapat dilihat secara fisik, kimia dan biologis. Indikator fisik pencemaran air meliputi bau, warna, rasa dan suhu. Indikator kimia berupa pH (potensial hidrogen= derajat keasaman), COD (Chemical Oxygen Demand) dan DO (disolved oxygen). Indikator biologi dapat dilihat dari makhluk hidup pencemar dari kelompok bakteri Escherecia coli, prozoa dan ganggang.
Tingkat pencemaran air di dasarkan pada indikator kimia dan biologis dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu tingkan rendah, sedan dan tinggi. Kondisi kimia dari tiga kelompok tingkat air yang tercemar dapat dilihat pada tabel berikut :
Tebel : Perbandingan tingkat pencemaran


No
Tingkat pencemaran/ variabel
Rendah
Sedang
Tinggi
1.
2.
3.
4.

DO
COD
BOD
E. colli
5 ppm
10 – 30 ppm
5 – 30 ppm
1 – 4 ekor
2 – 4 ppm
31 – 75 ppm
31 – 60 ppm
5 – 8 ekor
0 – 1 ppm
76 – 100 ppm
61 – 100 ppm
9 – 12 ekor


Pencemaran air dapat menyebabkan fenomena-fenomena khusus dikarenakan oleh kekhususan zat pencemar dan tempat terjadinya.
Fenomena-fenomena tersebut antara lain :
1) Eutrofikasi.
Pembuangan sampah organik ke dalam perairan akan mengakibatkan peristiwa pembusukan yang akan menghasilkan nitrat. Penggunaan pupuk berlebihan mengakibatkan sisa pupuk berlebihan mengakibatkan sisa pupuk yang berupa nitrat tidak terserap mengalir ke perairan sehingga terjadi kelimpahan nitrat di perairan yang disebut Eutrofikasi.
Eutrofikasi menyebabkan adanya peledakan pertumbuhan tanaman air seperti enceng gondok atau ganggang. keadaan itu menyebabkan cahaya matahari tidak dapat menembus air sehingga tumbuhan yang berada di bawahnya tidak dapat berfotosintesis dan produksi air (oksigen terlarut/DO) menjadi menurun. Berkurangnya kadar oksigen dalam air menyebabkan organisme air tidak dapat hidup. Matinya organisme air seperti ganggang dan ikan akan mengendap di dasar perairan sehingga mengakibatkan dasar perairan sehingga mengakibatkan dasar perairan menjadi dangkal.

Proses Eutrofikasi. Eutrofikasi merupakan proses alamiah dan dapat terjadi pada berbagai perairan, tetapi bila terjadi kontaminasi bahan-bahan nitrat dan fosfat akibat aktivitas manusia dan berlangsung terus menerus, maka proses eutrofikasi akan lebih meningkat. Kejadian eutrofikasi seperti ini merupakan masalah yang terbanyak ditemukan dalam danau dan waduk, terutama bila danau atau waduk tersebut berdekatan dengan daerah urban atau daerah pertanian.
Dilihat dari bahan pencemarannya eutrofikasi tergolong pencemaran kimiawi. Eutrofikasi adalah pencemaran air yang disebabkan oleh munculnya nutrient yang berlebihan kedalam ekosistem perairan. Eutrofikasi terjadi karena adanya kandungan bahan kimia yaitu fosfat (PO3-). Suatu perairan disebut eutrofikasi jika konsentrasi total fosfat ke dalam air berada pada kisaran 35-100µg/L. Eutrofikasi banyak terjadi di perairan darat (danau, sungai, waduk, dan lain-lain). Sebenarnya proses terjadinya Eutrofikasi membutuhkan waktu yang sangat lama (ribuan tahun), namun akibat perkembangan ilmu teknologi yang menyokong medernisasi dan tidak diiringi dengan kearifan lingkungan maka hanya dalam hitungan puluhan atau beberapa tahun saja sudah dapat terjadi Eutrofikasi.


2. Biomagnifikasi
Biomagnifikasi adalah akumulasi bahan pemcemar yang bersifat nonbiodegradbel pada tingkat tropik tertinggi pada rantai makanan. Kasus biomagnifikasi kebanyakan terjadi diawali dari pencemaran air oleh bahan pencemar yang bersifat biodegradabel 9tidak dapat diuraikan oleh reaksi kimia dalam tubuh makhluk hidup), contohnya DDT. Selanjutnya, bahan pencemar akan berpindah melalui peristiwa makan dan dimakan dan akan terakumulasi pada tingkatan tropik tertinggi dan akan mempengaruhi fisiologi kehidupan makhluk hidup.

3. Penyakit Minamata
Pencemaran air yang disebabkan oleh limbah cair (tailing) dari pertambahan emas banyak mengandung logam berat yang berupa air raksa (Hg). Limbah yang mengandung Hg itu biasanya dilepaskan ke aliran sungai masuk ke dalam teluk di lautan. Air teluk yang tercemar air raksa (Hg) akan digunakan ganggang dan ikan sehingga Hg akan terkumpul di dalam tubuh ikan. Hg di dalam tubuh ikan tidak dapat diuraikan oleh tubuh ikan sehingga jika ikan dimakan oleh manusia, dan tidak dimasak dengan semperna terlebih dahulu akan menyebabkan penyakit minamata. Disebut penyakit minamata, karena kasus ini terjadi di teluk Minamata Jepang dan terakhir juga terjadi di Teluk Buyat di Sulawesi.
Polusi air juga terjadi di laut dan disebabkan oleh tumpahan minyak mentah di laut, pembuangan limbah ke laut, dan akumulasi limbah industri dari sungai tercemar yang bermuara di laut. 
Kasus Minamata di Jepang. Penyakit Minamata atau Sindrom Minamata adalah sindrom kelainan fungsi saraf yang disebabkan oleh keracunan akut air raksa. Penyakit ini mendapat namanya dari kota Minamata, Prefektur Kumamoto di Jepang, yang merupakan daerah di mana penyakit ini mewabah mulai tahun 1958. Pada waktu itu terjadi masalah wabah penyakit di kota Minamata Jepang. Ratusan orang mati akibat penyakit yang aneh dengan gejala kelumpuhan syaraf. Mengetahui hal tersebut, para ahli kesehatan menemukan masalah yang harus segera di amati dan di cari penyebabnya. Melalui pengamatan yang mendalam tentang gejala penyakit dan kebiasaan orang jepang, termasuk pola makan kemudian diambil suatu hipotesis. Hipotesisnya adalah bahwa penyakit tersebut mirip orang yang keracunan logam berat. Kemudian dari kebudayaan setempat diketahui bahwa orang Jepang mempunyai kebiasaan mengonsumsi ikan laut dalam jumlah banyak. Dari hipotesis dan kebiasaan pola makan tesebut kemudian dilakukan eksperimen untuk mengetahui apakah ikan-ikan di Teluk Minamata banyak mengandung logam berat (merkuri). Kemudian disusun teori bahwa penyakit tesebut diakibatkan oleh keracunan logam merkuri yang terkandung pada ikan. Ikan tesebut mengandung merkuri akibat adanya orang atau pabrik yang membuang merkuri ke laut. Penelitian berlanjut dan akihrnya ditemukan bahwa sumber merkuri berasal dar pabrik batu baterai Chisso. Akhirnya pabrik tersebut ditutup dan harus membayar kerugian kepada penduduk Minamata kurang lebih dari 26,6 juta dolar. 
Gejala Penyakit Minamata. Gejala awal antara lain kaki dan tangan menjadi gemetar dan lemah, kelelahan, telinga berdengung, kemampuan penglihatan melemah, kehilangan pendengaran, bicara cadel dan gerakan menjadi tidak terkendali. Beberapa penderita berat penyakit Minamata menjadi gila, tidak sadarkan diri dan meninggal setelah sebulan menderita penyakit ini.
Gejala-gejala sindrom ini seperti kesemutan pada kaki dan tangan,lemas-lemas, penyempitan sudut pandang dan degradasi kemampuan berbicara dan pendengaran. Pada tingkatan akut, gejala ini biasanya memburuk disertai dengan kelumpuhankegilaan, jatuh koma dan akhirnya mati. Akibat limbah merkuri, warga menderita penyakit dengan ciri-ciri sulit tidur, kaki dan tangan merasa dingin, gangguan penciuman, kerusakan pada otak, gagap bicara, hilangnya kesadaran, bayi-bayi yang lahir cacat hingga menyebabkan kematian.
Penderita kronis penyakit ini mengalami gejala seperti sakit kepala, sering kelelahan, kehilangan indera perasa dan penciuman, dan menjadi pelupa. Meskipun gejala ini tidak terlihat jelas tetapi sangat mengganggu kehidupan sehari-hari. Yang lebih parah adalah penderita congenital yaitu bayi yang lahir cacat karena menyerap metil merkuri dalam rahim ibunya yang banyak mengkonsumsi ikan yang terkontaminasi metil merkuri. Ibu yang mengandung tidak terserang penyakit Minamata karena metil merkuri yang masuk ke tubuh ibu akan terakumulasi dalam plasenta dan diserap oleh janin dalam kandungannya. Disamping dampak kerusakan fisik, penderita Minamata juga mengalami diskriminasi sosial dari masyarakat seperti dikucilkan, dilarang pergi tempat umum dan sukar mendapatkan pasangan hidup.



http://pidpidpid.blogspot.com/2014/06/kasus-minamata-keracunan-toksilogi.htm.
http://dhariyan.blogspot.com/2012/09/eutrofikasi.html
http://mbem25.blogspot.com/2012/05/eutrofikasi.html
http://www.slideshare.net/vedro/toksikologi-logamberat-vedro

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!