Tampilkan postingan dengan label biologi-materi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label biologi-materi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Agustus 2015

Untuk memenuhi kehidupan hidupnya, umat manusia tergantung pada sumber daya alam hayati di lingkungannya. Umat manusia mengembangkan keanekaragaman flora dan fauna melalui pembudidayaan. Peningkatan pembudidayaan sumber daya hayati untuk kesejahteraan manusia dapat dilakukan melalui revolusi hijau, revolusi biru, dan revolusi putih.

Revolusi Hijau
Revolusi hijau adalah upaya peningkatan produksi di bidang pertanian, khususnya bidang produksi pangan untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat, lemak, protein, mineral dan vitamin. Bahan pangan sumber karbohidrat misalnya padi dan jagung. Sumber lemak misalnya kelapa, kacang tanah. Sumber protein misalnya kedelai, kacang-kacangan. Sumber mineral dan vitamin misalnya buah-buahan dan sayur-sayuran. Di Indonesia, revolusi hijau dilakukan dengan mengembangkan teknologi pertanian. Ada dua strategi pokok yang digunakan dalam bidang pertanian, yaitu :
1. Intensifikasi
Intensifikasi pertanian adalah mengusahakan cara-cara bertani yang intensif. Salah satu program intensifikasi pertanian " Panca Usaha Tani" yang meliputi :
  • penggunaan bibit uanggul
  • pemupukan dengan tepat
  • pemberantasan hama dan penyakit
  • pengolahan tanah dengan baik
  • pengaturan irigasi
2. Ekstensifikasi
Ekstensifikasi pertanian adalah upaya memperluas lahan pertanian dengan jalan membuka lahan baru. Perluasan lahan tersebut dapat berasal dari pembukaan hutan, padang rumput, rawa-rawa atau daerah pasang surut.

Revolusi Biru
Revolusi biru adalah upaya memanfaatkan sumber daya laut, baik sumber daya hayati maupun non hayati. Pemanfaatan sumber daya hayati bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia terutama pangan yaitu protein. Upaya yang dilakukan meliputi pengelolaan tumbuhan laut (misalnya : ganggang), hewan laut (misalnya : ubur-ubur), perhiasan (misalnya : mutiara), perikanan laut melalui penangkapan ikan dan pembuatan rumpon serta penambangan bawah laut.

Revolusi Putih
Revolusi putih adalah upaya pemanfaatan mikroba untuk menghasilkan produk berupa barang (makanan) atau jasa yang bermanfaat bagi kepentingan manusia. Salah satu contoh revolusi putih antara lain dikembangkannya Protein Sel Tunggal (PST). PST adalah bakteri, jamur atau alga bersel satu yang dikulturkan sehingga diperoleh biomassa yang besar.


Jumat, 31 Juli 2015

Limbah merupakan sumber daya alam yang telah kehilangan fungsinya akumulasi limbah memiliki potensi menjadi polutan dan mengganggu keindahan.
Bermacam-macam limbah yang ada di sekitar lingkungan manusia :
1. limbah cair
2. limah padat
3. limbah organik
4. limbah anorganik
5. limbah rumah tangga
6. limbah pabrik/industri
Upaya pengolahan dan penangan limbah yaitu dengan memanaatkan kembali limbah yang masih dapat dipakai.
Untuk mengurangi limbah padat dapat dilakukan proses penimbunan dalam skala besar kemudian dibakar yang dapat menghasilkan gas hasil pembakaran untuk menggerakkan turbin.
Di beberapa negara maju telah banyak dilakukan pemisahan sampah organik dan anorganik untuk daur ulang.

Bioteknologi Pengolahan Limbah.
A. Penghasil Gas Bio
Energi yang dikembangkan saat ini misalnya melalui produksi gas bio oleh mikroorganisme. Gas bio adalah gas metana yang di produksi oleh mikroorganisme di dalam medium kotoran ternak pada suatu tangki fermentor. Mikroorganisme kemudian mencerna kotoran itu menjadi gas metana yang dapat di alirkan ke rumah-rumah sebagai penghasil energi mirip gas elpiji. Sedangkan limbahnya dapat digunakan sebagai pupuk.

B. Pemisahan dan Pengolahan Limbah Logam Berat.
Chromium adalah limbah logam berat yang bersifat racun. Bakteri Enterobacter cloacae mampu mereduksi chromium menjadi tidak beracun.
Bakteri kemoaitotrof adalah bakteri yang hidup dari zat-zat organik misalnya besi dan belerang, dan memperoleh energi dari pemecahan bahan kimia tersebut. Energi yang diperoleh digunakan untuk mengubah karbondioksida dan air untuk disintesis menjadi zat-zat organik.
Keseimbangan Lingkungan
Keseimbangan lingkungan terjadi jika dinamika rantai makanan, jaring makanan dan piramida makanannya tepat, artinya tidak ada mata rantai yang hilang. Gangguan keseimbangan lingkungan dapat terjadi secara alami ataupun karena ulah manusia.

Polusi
Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi atau komponen lain ke dalam lingkungannya, atau perubahan tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga sehingga kualitas lingkungannya turun. Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan.
Timbulnya polusi erat kaitannya dengan berbagai aktifitas manusia diantaranya :
- kegiatan industri
- kegiatan pertambangan
- kegiatan transportasi
- kegiatan pertanian

Pencemaran lingkungan dapat dibedakan menjadi beberapa kriteria, yaitu :
Menurut tempat terjadinya :
- pencemaran udara
- pencemaran air
- pencemaran tanah
- pencemaran suara

Menurut macam polutannya
- kimiawi
- biologi
- fisik

Menurut tingkat pencemarannya
- pencemaran ringan
- pencemaran sedang
- pencemaran berat

Dampak Perubahan Lingkungan
Perubahan  lingkungan hidup  menyebabkan adanya gangguan terhadap keseimbangan karena sebagian dari komponen lingkungan menjadi berkurang fungsinya. Perubahan tersebut dapat terjadi karena campur tangan manusia atau faktor alami. Salah satu faktor penyebab perubahan lingkungan adalah pemakaian DDT

Pengelolaan Lingkungan 
Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu dalam pemanfaatan, penataan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pemulihan dan pengembangan lingkungan hidup.
Manusia yang memilii beberapa kelebihan dibandingkan dengan organisme lain adalah komponen yang tepat untuk mengelola lingkungan. Manusia mampu merombak, memperbaiki dan mengkondisikan lingkungan seperti yang dikehendakinya. Hal ini dilakukan agar lingkungan tetap lestari. Salah satu pengelolaan lingkungan adalah recycling atau pendaurulangan.



Jumat, 29 Mei 2015

ORGAN
Organ hewan merupakan gabungan dari beberapa jaringan yang berbeda-beda untuk mendukung suatu fungsi atau lebih. Salah satu contoh organ adalah usus halus. Usus tersusun atas jaringan epitelium batang (silindris), jaringan otot polos, jaringan saraf, dan jaringan ikat serta jaringan darah.
  • Jaringan epitelium batang terdapat pada usus halus berfungsi untuk menyerap sari-sari makanan, mensekresikan lendir (mukosa) serta enzim pencernaan. 
  • Jaringan otot polos yang tersusun secara melingkar dan memanjang berperan dalam gerak peristaltik. 
  • Jaringan darah berfungsi untuk mengangkut sari-sari makanan. 
  • Jaringan ikat berfungsi menggabungkan keempat jaringan tersebut menjadi organ. 
  • Jaringan saraf untuk mengkoordinasikan kerja keempat jaringan untuk menjalankan fungsi pencernaan di dalam usus.
Berdasarkan letaknya, organ dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu organ dalam dan organ luar.
  • Organ dalam tubuh misalnya hati dan jantung, 
  • Organ tubuh misalnya hati dan jantung. Sedangkan organ tubuh misalnya kulit, mata, telingan dan hidung.
SISTEM ORGAN
Sistem organ adalah gabungan dari beberapa organ yang melaksanakan satu fungsi dalam koordinasi tertentu. Pada tubuh hewan tingkat tinggi, sekurang-kurangya terdapat 9 macam sistem organ, sebagai berikut :

Fungsi : mencerna makanan atau menyederhanakan makanan menjadi molekul-molekul yang siap diserap usus
Organ penyusun : Mulut, faring, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, anus dan kelenjar pencernaan.



Fungsi : Mentransportasikan darah dan getah bening ke seluruh tubuh.
Organ Penyusun : Jantung, pembuluh darah, pembuluh limfe dan darah.



Fungsi : Pertukaran gas, yaitu oksigen dan karbon dioksida.
Organ penyusun : Hidung, tenggorokan, paru-paru (alveolus)




Fungsi : Penyokong, pelindung organ dalam dan alat gerak
Organ Penyusun : tulang dan otot





Fungsi : Pengeluaran sisa-sisa metabolisme dan menjaga keseimbangan lingkungannya
Organ penyusunnya : Ginjal, ureter, kantong kemih, uretra


Fungsi : Pelindung dan penutup alat-alat tubuh
Organ penyusun : Kulit, tubuh, kelenjar keringan dan kelenjar minyak



Fungsi : Mengontrol secara kimia dengan mengintegrasikan fungsi organ tubuh
Organ penyusun : Hipofisis, tiroid, paratiroid, kelenjar adrenal




Fungsi : Menerima rangsang dari lingkungan, mengatur tingkah laku dan mengatur integrasi
Organ penyusun : Otak, medula spinalis, tulang lanjutan/medula oblongata, serabut saraf dan simpul saraf.

Fungsi : Perkembangbiakkan untuk melestarikan jenis
Organ penyusun : Penis, testis, ovarium, uterus




TRANSPLANTASI ORGAN
Transplantasi organ adalah menggantikan organ yang tidak berfungsi  dengan organ yang sehat. Dokter akan mengambil organ dari orang lain dan menempatkannya dalam tubuh anda. Hal ini dapat dilakukan bila organ anda tidak bekerja dengan baik atau tidak berfungsi karena penyakit atau cedera.
Organ yang paling sering ditransplantasikan meliputi:
  • Ginjal, karena diabetes, penyakit ginjal polikistik, lupus, atau masalah lainnya.
  •  Hati, karena sirosis, yang memiliki banyak penyebab.
  • Jantung, karena penyakit arteri koroner, kardiomiopati, gagal jantung, dan masalah jantung lainnya.
  • Pankreas, karena diabetes.
  • Paru-paru, karena cystic fibrosis, PPOK (Penyakit Paru Obstruksi Kronis), dan masalah lainnya.
  •  Usus kecil, karena sindrom usus pendek yang disebabkan oleh necrotizing enterocolitis, penyakit Crohn, dan masalah lainnya.
  • kulit

Transplantasi paling aman jika jaringan atau organ yang ditransplantasikan berasal dari tubuh sendiri. Transplantasi semacam ini paling banyak dilakukan pada kulit. Contoh seorang yang kulit tangannya terbakar dapat ditransplantasikan dari kulit paha. Setelah proses transplantsi berlangsung akan terbentuk jaringan baru yang menutup luka dan selanjutnya diikuti proses vaskulerisasi, yaitu proses munculnya pembuluh darah baru yang menyusup ke jaringan baru dan akhirnya menyatu dengan jaringan lama.
Jika kulit berasal dari donor orag lain maka proses vaskulerisasi membutuhkan waktu lebih dari 5 - 7 hari, sebab banyak sel-sel limfosit dan makrofag yang masuk jaringan yang ditransplantasikan. Sel makrofag dan limfosit berperan menolak organ asing dengan cara sel limfosit mengeluarkan antibodi di mana sel makrofag memakan organ yang ditransplantasikan. akibat penolakan itu adalah kegagalan transplantasi dan pasiennya meninggal. 
Bagaimana anda mempersiapkan diri untuk transplantasi organ? Pertama,  harus melakukan tes darah dan jaringan yang akan digunakan untuk mencocokkan dengan pendonor. Hal ini karena sistem kekebalan tubuh anda dapat menganggap organ baru sebagai benda asing dan menolaknya. Semakin tinggi tingkat kecocokan yang anda miliki dengan donor, semakin baik kemungkinan tubuh anda  akan menerima organ donor.
Harus menjaga kesehatan tubuh. Lanjutkan minum obat yang diresepkan dan melakukan tes darah secara teratur. Ikuti petunjuk dokter anda dalam hal makan dan berolahraga.  Jika mungkin harus berbicara dengan psikiater, psikolog, atau konselor kesehatan tentang transplantasi yang akan dilakukan.
Untuk mempelajari lebih lanjut tentang apa yang terjadi, berbicara dengan seseorang yang memiliki pengalaman transplantasi dapat membantu. Pusat transplantasi atau dokter dapat memberikan nama seseorang yang bersedia untuk berbagi pengalaman nya.
 
Siapa yang bisa menjadi donor organ?
Kebanyakan orang bisa menjadi donor organ. Banyak orang memilih untuk menyumbangkan organ setelah kematian mereka. Tetapi seseorang dapat menyumbangkan organ tertentu, sementara ia masih hidup. Orang-orang ini disebut "donor hidup." Untuk menjadi donor hidup, Anda harus berada dalam kesehatan yang baik dan sehat secara fisik, bebas dari penyakit jangka panjang seperti diabetes atau tekanan darah tinggi, bebas dari masalah kesehatan mental, dan antara usia 18 dan 60 tahun.





Sumber :
BIOLOGI untuk SMA/MA kelas XI, R Gunawan susilowarno, dkk, Penerbit Grasindo, 2007
http://id.astellas.co.id/content/view/information/119/transplantasi-organ


Materi Jaringan pada Hewan :






Jaringan saraf tersusun sel-sel (neuron). Jaringan saraf merupakan perkembangan dari lapisan embrional ektoderm. Jaringan saraf sangat penting untuk mengatur kerja organ-organ tubuh bersama sistem hormon. Unit terkecil jaringan saraf adalah neuron (sel-sel saraf)
Bagian-bagian dari neuron adalah badan sel saraf, dendrit dan akson.


  • Dendrit. Merupakan tonjolan-tonjolan dari badan sel saraf yang bercabang-cabang sebagai pohon sehingga memperluas permukaan sel saraf. Pada pangkalnya di badan sel terdapat perluasan substansi Nissl dan mitokhondria, namun nerofibril dan mikrotubuli meluas sampai ujung dendritnya.
    Dengan pewarnaan khusus menggunakan inpregnasi perak dapat terlihat adanya tonjolan-tonjolan pada permukaan percabangan dendrit yang disebut gemula dan spina. Bangunan tersebut digunakan untuk tempat kontak dengan sel saraf lainnya melalui sinapsis. Bentuk percabangan dendrit tergantung dari jenis sel sarafnya. Fungsinya merambatkan impuls ke arah badan sel. 
  • Akson (neurit)  merupakan tonjolan yang hanya terdapat sebuah dan berfungsi merambatkan impuls yang meninggalkan badan sel. Bahkan salah satu jenis sel saraf dalam retina yang disebut sel amakrin tidak memiliki axon sama sekali. Axon berpangkal pada badan sel se­bagai suatu bukit kecil yang dinamakan oxon hillock. Di dalam daerah ini tidak terdapat substansi Nissl, karena di daerah ini banyak nerofibril yang akan meninggalkan badan sel. Panjang axon dari beberapa cm sampai beberapa puluh cm demikian pula diameternya juga berbeda-beda. Makin besar diameternya makin cepat perambatan impulsnya. Di beberapa tempat axon memberikan percabangan yang dina­makan kolateral, sedang ujung axon akan bercabang-cabang se­bagai pohon yang dinamakan telodendron.Oleh karena axon perlu menghantarkan impuls yang tidak lain adalah perubahan potensial listrik, maka agar efisien perlu dibungkus dengan bahan isolator yang dinamakan Selubung mielin. Sebelah luarnya masih ada selubung lain yang dinamakan selubung nerolema. Mengenai hal ini akan dibahas lebih jauh pada bagian serabut saraf dari Sistem Saraf Perifir. Lapisan mielin tidak melapisi seluruh permukaan akson, Bagian yang tidak terlapisi mielin disebut Nodus Ranvier. Sel Schwan adalah sel yang menyelubungi akson sebagai sel penyokong. Sel Schwan dilapisi oleh selaput mielin untuk proteksi mekanis dan neuroglia.

Berdasarkan fungsinya, neuron dibedakan menjadi:

  1. Neuron sensorik  berfungsi untuk menerima sinyal dari lingkungan, mengirimkannya ke otak atau sumsum tulang belakang (saraf pusat).
  2. Neuron motoric  berfungsi untuk mengirimkan sinyal dari saraf pusat ke organ lain dalam tubuh.
  3. Sel saraf penghubung (asosiasi)  adalah sel saraf yang banyak terdapat di dalam otak dan sumsum tulang belakang. Neuron (sel saraf) tersebut berfungsi untuk menghubungkan atau meneruskan impuls (rangsangan) dari sel saraf sensorik ke sel saraf motorik





Saraf Sensorik




Saraf motorik






Saraf Asosiasi
Antar sesama saraf dihubungkan oleh akson yang mempunyai zone yang disebut sinap. Di zone ini terdapat neurotransmiter yang berperan mengirimkan sinyal-sinyal ke neuron berikutnya. Senyawa yang berperan adalah asetat dan kolin yang menjadi asetilkolin dangan bantuan enzim asetilkolinesterase.




 Sumber :
BIOLOGI untuk SMA/MA kelas XI, R  Gunawan Susilowarno, dkk, Penerbit Grasindo, 2007.
http://histofkgsp.blogspot.com/2006/10/7-jaringan-saraf.html.  
http://noivafelizal.blogspot.com/2014/06/bagian-dan-fungsi-jaringan-saraf.html



Kamis, 28 Mei 2015

Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot (sarkolema). Jaringan otot mempunyai sifat kontraksibilitas dan relaksibilitas karena mempunyai protein kontraksi aktin dan miosin berfungsi sebagai alat gerak aktif di dalam tubuh. Sel-sel otot mempunyai struktur membran sel otot yang disebut sarkolema, sitoplasmanya disebut sarkoplasma dan serat otot disebut  myofibril. Setiap myofibril tersusun atas sarkomer.
Jaringan otot berdasarkan struktur penyusunnya dapat dibedakan menjadi otot polos, otot jantung, dan otot lurik.
Gambar 1 Otot Polos
  • Otot polos (otot involunter) terdiri atas sel-sel berbentuk gelendong atau spindel memanjang, serabut otot terletak sejajar satu dengan yang lain, berinti satu di tengah, ukuran bervariasi antara 20 milimikron sampai 0,5 mm, bekerja lamban tidak di bawah pengaruh otak. Sel-sel oto polos dilengkapi dengan saraf yang berasal dari sistem saraf tak sadar. Otot polos terdapat pada dinding semua organ tubuh yanng berlubang (kecuali jantung). Misalnya, pembuluh darah, usus, kantung kemih dan rahim.
  • Otot jantung, merupakan otot khusus penyusun organ jantung. Masing-masing sel mempunyai inti, sel satu dengan sel yang lain tersusun seperti anyaman bercabang dengan membentuk ikatan sinsitium, serat otot jantung lebih tebal dari pada otot polos, yaitu diameternya 9 - 2 mm, dengan susunan yang tidak homogen. Keistimewaan jantung adalah bekerja tidak di bawah kendali otak dan berkontraksi secara ritmis dan terus menerus. Otot jantung bereaksi cepat terhadap stimulus dan mampu bekerja lama tanpa lelah. Otot tersebut, terdapat pada dinding jantung tanpa vena besar yang menuju ke jantung.
  • Otot lurik (otot rangka /skelet), sel-selnya berbentuk silinder dengan rata-rata 3 cm, serat-seratnya bersatu membentuk berkas yang disebut fasikuli. Otot ini mempunyai inti lebih dari satu di bagian tepi sel, myofibril tersusun atas protein kontraksi yang berupa aktin dan miosin. Berkontraksi cepat tetapi tidak mampu bekerja dalam waktu lama. Otot lurik bekerja di bawah kendali otak, dan melekat pada rangka tubuh. otot lurik terdapat pada seluruh rangka, anus dan mata.

Sumber :
BIOLOGI untuk SMA/MA kelas XI, R Gunawan Susilowarno, dkk, Penerbit Grasindo, 2007
http://www.sentra-edukasi.com/2011/07/jaringan-otot.html#.VWkElVKSnIU



Materi Jaringan pada Hewan :





Jaringan ikat dengan sifat khusus terdiri atas jaringan tulang rawan (kartilago), jaringan tulang keras, serta darah dan limfa.

KARTILAGO (TULANG RAWAN)
Jaringan ini tersusun atas kondrosit atau sel-sel tulang rawan dan matriks. Kondrosit berasal dari mesenkim jaringan embrional. Setelah dewasa kondrosit bersal dari perikondrium (selaput tulang rawan). Perikondrium banyak mengandung kondroblas. Kondroblas berfungsi untuk membentuk sel-sel tulang rawan (kondrosit).  Kondrosit berfungsi mensintesis dan mempertahankan matriks yang mengandung serabut kolagen, serabut elastis, dan serabut fibrosa.Sel-sel kondrosit dihasilkan oleh kondroblas yang berada di dalam lakuna.
Tulang rawan selalu terbungkus oleh membran perikondrium karena masih bersifat lunak.
Matrik tersusun atas kondrin yaitu merupakan pernsenyawaan kompleks antara protein dengan karbohidrat yang dikenal dengan kodromukoid.
Fungsi kartilago adalah memperkuat yang bersifat fleksibel pada rangka, baik pada embrio maupun pada saat dewasa, menunjang jaringan lunak dan organ dalam, serta melicinkan permukaan tulang dan sendi. Tulang rawan tidak mempunyai saraf dan pembuluh darah.
Jaringan tulang rawan (kartilago) berdasarkan matriks dan susunan serabutnya terdiri atas kartilago hialin, kartilago fibrosa, dan kartilago elastis.

  • Kartilago Hialin. Kartilago hialin mengandung serabut kolagen yang halus, berwarna putih kebirubiruan, dan tembus cahaya. Kartilago hialin terdapat pada ujung tulang keras, cakram epifisis, persendian, dan saluran pernapasan (dari hidung sampai dengan bronkus). Kartilago hialin berfungsi untuk memberi kekuatan, menyokong rangka embrionik, menyokong bagian tertentu rangka dewasa, dan membantu pergerakan persendian.
  •  Kartilago Fibrosa. Kartilago fibrosa mengandung serabut kolagen yang padat dan kasar sehingga matriksnya berwarna gelap dan keruh. Kartilago fibrosa terdapat pada ruas-ruas tulang belakang, simfisis pubis, dan persendian. Kartilago fibrosa berfungsi untuk menyokong dan melindungi bagian di dalamnya.
  • Kartilago Elastis. Kartilago elastis mengandung serabut elastis dan serabut kolagen. Matriksnya berwarna keruh kekuning-kuningan. Kartilago ini lebih elastis dari kartilago yang lain sehingga mudah pulih posisinya. Kartilago ini terdapat di epiglotis, daun telinga, dan bronkiolus. Kartilago elastis berfungsi untuk memberi fleksibilitas dan sebagai penyokong. Anda dapat mengamati penampang kartilago elastis.    
JARINGAN TULANG SEJATI (OSTEON)
Tulang keras atau yang sering kita sebut sebagai tulang berfungsi menyusun berbagai sistem rangka. Tulang tersusun atas:
  • Osteoblas: sel pembentuk jaringan tulang
  • Osteosit: sel-sel tulang dewasa
  • Osteoklas : sel-sel penghancur tulang

Tulang merupakan jaringan ikat yang termineralisasi (mengandung mineral). Sel tulang disebut osteosit yang dibentuk oleh osteoblast. Antara osteosit yang satu dengan yang lain dihubungkan oleh kanalikuli. Matriks osteoblast mengandung kalsium fosfat yang memperkeras matriks sehingga tulang lebih keras daripada tulang rawan. 
Berat tubuh mamalia dewasa, 15% berupa tulang. Berat tulang sebagian besar tersusun atas garam mineral, yaitu 85% kalsium fosfat, 10% kalsium karbonat, 4% magnesium klorida, dan 1% kalsium fluorida. Oleh karena itu susunan tulang menjadi keras dan kaku.
Endapan garam mineral menyusun dan melingkari bagian pusat tulang sehingga membentuk pita melingkar disebut lamela. Pada batas lamela terdapat lakuna yang di dalamnya terdapat osteosit (sel tulang). Setiap tulang dibungkus oleh periosteum, yaitu jaringan ikat fibrosa yang berbentuk lembaran pipih dan liat. Lapisan dalam dilapisi oleh endosteum.   
Sel-sel tulang tersusun membentuk sebuah sistem yang disebut sistem Havers. Bagian tengah sistem Havers terdapat saluran disebut saluran Havers yang berisi pembuluh darah, pembuluh limfa, dan saraf. Di antara dua saluran Havers dihubungkan oleh saluran Volkman. Di sekeliling sistem Havers terdapat lapisan tulang yang disebut lamela. Pada lamela-lamela inilah terdapat osteosit (sel-sel tulang) yang menempati lakuna (rongga) yang tersusun secara konsentris.
Setiap sistem Havers terdiri dari saluran Havers (Canalis= saluran)
Saluran Havers yaitu suatu saluran yang sejajar dengan sumbu tulang, di dalam saluran terdapat pembuluh-pembuluh darah dan saraf.  Di sekeliling sistem havers terdapat lamela-lamela yang konsentris dan berlapis-lapis. Lamela adalah suatu zat interseluler yang berkapur.
Pada lamela terdapat rongga-rongga yang disebut lacuna. Di dalam lacuna terdapat osteosit. Dari lacuna keluar menuju ke segala arah saluran-saluran kecil yang disebut canaliculi yang berhubungan dengan lacuna lain atau canalis Havers.  Canaliculi penting dalam nutrisi osteosit.
Di antara sistem Havers terdapat lamela interstitial yang lamella-lamelanya tidak berkaitan dengan sistem Havers.  Pembuluh darah dari periostem menembus tulang kompak melalui saluran volkman dan berhubungan dengan pembuluh darah saluran Havers.
Berdasarkan kepadatan matrik  atau tidaknya rongga di dalamnya, tulang dibedakan menjadi tulang kompak dan tulang spon . Tulang kompak terdiri dari sistem-sistem Havers. Dan tulang spons tidak mengandung sistem Havers.       

JARINGAN DARAH
Darah merupakan jaringan ikat. Pada mamalia terdapat 6 liter darah atau 6–10% dari berat tubuh. Darah beredar dalam pembuluh darah arteri, vena, dan kapiler. Jaringan darah terdiri atas substansi cair dan substansi padat. Substansi cair disebut plasma darah, sedangkan substansi padat berupa sel-sel darah.
  • Darah mempunyai beberapa fungsi berikut.
  • Menutup luka dengan pembekuan darah
  • Mengangkut zat sisa dan CO2 dari sel-sel tubuh.
  • Mengangkut sari makanan, O2 , dan hormon ke sel-sel tubuh.
  • Mengatur suhu badan.
Ada tiga tipe sel darah, yaitu eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah putih), dan trombosit (keping-keping darah).
  • Eritrosit berbentuk lempengan bikonkaf (cekung ganda) dengan diameter kurang dari 8 milimikron, tidak mempunyai inti sel, sitoplasmanya mengandung hemoglobin. Hemoglobin adalah protein rangkap yang terdiri atas hemin dan globin. Hemin adalah senyawa asam amino yang mengikat zat besi/Fe. Senyawa inilah yang menyebabkan darah berwarna merah.
  • Leukosit mempunyai bentuk bervariasi, mengandung inti sel dan dapat bergerak dengan bebas secara amoeboid dan dapat menembus dinding kapiler. Leukosit dapat dibedakan berdasarkan ada tidaknya granula dalam sitoplasmanya menjadi leukosit agranuler dan granuler. Likosit agranuler terdiri limfosit dan monosit. Sedangkan leukosit granuler terdiri atas basofil, eusofil dan netrofil.
  • Trombosit mempunyai bentuk tidak teratur, ukurannya lebih kecil dari eritrosit dan leukosit, tidak berinti, dan mudah pecah apabila menyentuh permukaan yang kasar. Sel darah ini, selain mengandung sel-sel darah juga mengandung trombosit (keping darah). Trombosit melepaskan enzim tromboplastin akan mengubah protombin menjadi trombin. Trombin akan mengubah fibrinogen menjadi fibrin sehingga luka dapat tertutup

JARINGAN GETAH BENING (LIMFE).
Limfa merupakan suatu cairan yang dikumpulkan dari berbagai jaringan dan kembali ke aliran darah. Komponen selular berupa limfosit dan granulosit (neutrofil, eosinofil, dan basofil). Cairan limfa mengalir dalam saluran yang disebut pembuluh limfa yang berada sejajar dengan pembuluh vena darah. Fungsi limfa adalah mengangkut cairan jaringan, protein, lemak, dan zat-zat lain dari jaringan ke sistem peredaran.




Sumber :
BIOLOGI untuk SMA/MA kelas XI, R Gunawan Susilowarno, dkk, Penerbit Grasindo, 2007
http://koperran.blogspot.com/2012/11/tulang-keras-osteon.html
http://biologi-indonesia.blogspot.com/2013/10/penjelasan-tentang-jaringan-ikat.html
http://hewankikireskianandastkipbiologi.blogspot.com/


Jaringan ikat berfungsi untuk mengikat sel-sel untuk membentuk jaringan dan juga mengikat  jaringan dengan jaringan lainnya untuk membentuk organ. Jaringan ikat berkembang dari mesenkim yang berasal dari mesoderm embrio. Jaringan ikat tersusun atas komponen yang berupa matriks dan sel-sel penyusun jaringa ikat. Matriks adalah bahan dasar atau materi dasar tempat suatu melekat. Matriks tersebut tersusun atas serat dan bahan dasar. Serat pengikat pada matriks mengisi rongga antar sel sehingga dapat memberikan bentuk pada jaringan. Macam serat dalam matriks adalah serat kolagen, serat elastis dan serat retikuler.
Serat/serabut kolagen tersusun atas protein kolagen berwarna putih, bersifat kuat, kurang lentur, daya regangnya tinggi, terdaapt pada tendon, tulang dan kulit. Serabut elastis tersusun atas mukopolisakarida dan protein elastis, berwarna kuning, kelenturan tinggi, banyak terdapat pada pembuluh darah, ligamen, selaput tulang rawan pada larinng. Serat/serabut rutikuler tersusun atas serat kolagen yang dilapisi oleh glikoprotein, warna dan sifatnya sama dengan serat kolagen dan ukurannya lebih tipis dibandingkan dengan serat kolagen.
Fungsi serat tersebut adalah mengikat jaringan ikat satu dengan jaringan ikat lainnya, terdapat pada hati, limfa dan nodus limfa.
Bahan dasar tersusun atas asam mukopolisakarida(Glikosaminoglikan). Komponen utama mukupolisakarida adalah asam hialuronat. semakin banyak kandungan asam hialuronat terdapat pula kondroitin sulfat yang dapat menyebabkan matriks menjadi kaku. Bahan dasar merupakan bahan yang bersifat homogen dan setengah cair.

Secara singkatnya fungsi dari  jaringan ikat adalah :
a.       Untuk melekatkan suatu jaringan dengan jaringan lain.
b.      Membungkus organ-organ.
c.       Mengisi rongga diantara organ-organ.
d.      Menghasilkan imunitas.


Sel-Sel Jaringan ikat. Di dalam matriks tertanam berbagai sel-sel penyusun jaringan ikat. Beberapa jenis sel yang tertanam dalam matriks sebagai berikut.

  • Fibroblast Jaringan Ikat.  Fibroblast merupakan sel berbentuk serat berfungsi mensintesis dan mensekresikan protein pada serabut.
  • Makrofag Jaringan Ikat. Makrofag bentuknya berubah-ubah (tidak teratur) dan khusus terdapat di dekat pembuluh darah, berfungsi dalam pinositosis dan fagositosis. Makrofag dapat digerakkan atau didistribusikan ke jaringan lain yang mengalami peradangan. Magrofat juga berfungsi untuk menelan (fagosit) benda asing seperti bakteri, virus atau sel-sel yang mati
  • Sel Lemak Jaringan Ikat. Sel lemak berfungsi menyimpan lemak. Jaringan ikat yang memiliki sel lemak dalam jumlah banyak disebut Jaringan adiposa.
  • Berbagai Jenis Sel Darah Putih. Sel darah putih berfungsi melawan patogen (berupa bakteri, virus, atau Protozoa) yang menimbulkan penyakit. Sel-sel darah putih bergerak bebas secara diapedesis di antara darah, limfa, atau jaringan ikat untuk membersihkan patogen. Sel darah putih ada 2 macam, yaitu sel darah putih granulosit dan agranulosit. Sel darah putih granulosit (yang bergranula), misalnya eosinofil, basofil, dan neutrofil, sedangkan yang agranulosit (tidak bergranula), yaitu limfosit dan monosit
  • Sel Tiang (Sel Mast) Jaringan Ikat. Sel tiang berfungsi menghasilkan substansi heparin dan histamin. Substansi heparin adalah suatu anti koagulan yang dapat menghalangi pengubahan protrombin menjadi trombin yang berfungsi mencegah pembekuan darah. Substansi histamin adalah suatu zat yang dihasilkan mastosit sebagai reaksi terhadap antigen yang sesuai dan berfungsi meningkatkan permeabilitas kapiler darah.


Macam-macam jaringan ikat biasa dibedakan berdasarkan struktur dan fungsi nya sebagai berikut:


a. Jaringan Ikat Longgar
Susunan jaringan ikat longgar dapat Anda amati pada Gambar  dibawah ini.


Jaringan ini mempunyai ciri ciri utama yaitu susunan serat-seratnya yang longgar. Matriksnya berupa cairan lendir (mucus). Pada matriks terdapat berkas serabut kolagen yang fleksibel, tetapi tidak elastis. Adanya serabut kolagen memungkinkan terjadinya gerakan dari bagian-bagian yang saling dihubungkan. Pada matriks juga terdapat fibroblast, sel mast, dan plasma sel.
 Jaringan ikat longgar mempunyai beberapa fungsi berikut:

  • Mengikatkan kulit pada jaringan di bawahnya.
  • Membentuk membran yang membatasi jantung dan rongga perut.
  • Pengikat lapisan epitelium pipih membentuk lembar mesenterium.
  • Mengelilingi pembuluh darah dan saraf yang menyusup ke organ.
  • Memberi bentuk organ dalam seperti kelenjar limfa, sumsum tulang, dan hati.
  • Membantu melekatkan organ pada otot dinding tubuh.

Jaringan ikat longgar terdapat di sekitar pembuluh darah, saraf, dan sekitar organ tubuh. Contoh lain jaringan yang termasuk jaringan ikat longgar adalah jaringan lemak  atau jaringan adiposa. Jaringan ini terdapat pada lapisan lemak di bawah kulit. Jaringan lemak  adalah jaringan ikat yang tersusun dari sel-sel yang khusus untuk menyimpan lemak sebagai sumber energi saat dibutuhkan. Sel-sel ini tidak menghasilkan matriks atau serat. Jaringan lemak juga berfungsi untuk bantalan peredam benturan, sebagai pengatur kehilangan panas sehingga temperatur tubuh dapat terjaga. 




b.   Jaringan Ikat Padat.
Jaringan ikat padat bersifat elastis karena tersusun atas serat kolagen yang berwarna putih dan padat, sehingga cairannya berkurang. Sel-sel jaringan ikat tersebut hanya fibroblas. Jaringan ini mempunyai struktur serat-serat terutama kolagen yang padat. Jaringan ikat padat berfungsi untuk menghubungkan berbagai organ tubuh seperti katup jantung, kapsul persendian, fasia, tendon, dan ligamen.

  • Fasia adalah jaringan ikat yang berbentuk lembaran untuk membungkus otot.
  • Tendon adalah jaringan ikat yang menghubungkan antar otot dengan tulang.
  • Ligamen adalah jaringan ikat yang menghubungkan antar tulang dalam membentuk persendian

Jaringan ikat padat dibedakan menjadi jaringan-jaringan ikat padat teratur dan tidak teratur. Jaringan ikat padat teratur mempunyai berkas kolagen yang tersusun teratur ke satu arah, misalnya pada tendon. Sementara itu, jaringan ikat padat tidak teratur mempunyai berkas kolagen yang menyebar membentuk anyaman kasa yang kuat, misalnya di lapisan bawah kulit




Sumber :
BIOLOGI untuk  SMA/MA kelas XI, R Gunawan susilowarno, dkk, Penerbit Grasindo, 2007
http://biologi-indonesia.blogspot.com/2013/10/penjelasan-tentang-jaringan-ikat.html
http://hewankikireskianandastkipbiologi.blogspot.com/



Materi Jaringan pada Hewan :





Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!