Tampilkan posting dengan label biologi-kingdom plantae. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label biologi-kingdom plantae. Tampilkan semua posting

Jumat, 23 Januari 2015

Pilihan Ganda

1. Beberapa ciri kormofita berspora adalah sebagai berikut : 1) berklorofil; 2) daun muda menggulung; 3) akar serabut;  4) reproduksi vegetatif dengan spora; 5) memiliki pembuluh angkut.
Faktor yang membedakan antar paku dan lumut adalah...
A. 1 dan 2                   C. 2 dan 4                  E.  3 dan 4
B. 1 dan 3                   D. 2 dan 5

2. Paku tanduk rusa (Platycerium cernuum) dimanfaatkan orang untuk.....
A. tanaman hias
B. bahan makanan
C. tanaman pelindung
D. obat-obatan
E. bahan pakaian

3. Berikut ini adalah ciri-ciri tumbuhan :  1) gametofit dominan dari sporofit; 2) berkembang dengan spora;  3) memiliki berkas pengangkut;  4) mengalami metagenesis;  5) ujung daun muda menggulung.
Yang merupakan ciri tumbuhan lumut adalah...
A. 1, 2 dan 3
B. 1, 2, dan 4
C. 1, 3, dan 5
D. 2, 4, dan 5
E. 3, 4, dan 5

4. Ciri-ciri tumbuhan angiospermae adalah....
A. daun kecil, kaku dan tebal
B. telah memiliki bunga yang sebenarnya.
C. Sistm pertulangan daun tidak jelas.
D. pembuahan tunggal
E. akar serabut.

5.Pehatikan gambar berikut ! Bagian yang diberi tanda garis adalah....
A. spora dan sporangium
B. sporangium dan indisium
C. indisiumdan annulus
D. sorus dan sori
E. sporagium dan sorus


6. Tumbuhan berkeping dua dan pertulangan daunnya menyirip. Kemungkinannya adalah ....
A. rumput
B. tumbuhan paku
C. tumbuhan padi
D.tumbuhan mangga

7. Tumbuhan berikut yang merupakan tumbuhan monokotil adalah...
A. Annona muricata
B. Mimosa pudica
C. Phaseolus vulgaris
D. Musa parasidiaca
E. Piper battle

8. Persamaan antara ganggang, lumut dan paku adalah...
A. akar serabut dan batang semu
B. akar napas dan daun kecil
C. inti sejati berklorofil
D. inti sejati batang sejati
E. akar, batang an daun sejati

9. Lumut  oleh sebagian penduduk dipergunakan sebagai obat tradisional hepatitis adalah...
A. Spagnum ruppinense
B. Marchantia polymorpha
C:. Marchantia germinata
D. Anthoceros leavis
E. Spagnum acutifolium

10. Berikut metagenesis lumut :  1) protoneme;   2) anteridium dan arkegonium;    3)  sporogonium;   4). tumbuhan lumut;   5) sporagium;        6) spora
Fase yang bersifat haploid adalah....
A. 1, 2, 4, 6
B. 1, 2, 4, 5
C. 2, 3, 5, 6
D. 2, 3, 4, 5
E. 1, 3, 5, 6

Essay
1. Jelaskan asalan paku tergolong devisi Tracheophyta
2. Jelaskan fungsi tropofil  dan sporofil !
3. Apakah perbedaan antara lumut hati dan lumut daun!
4. Jelaskan alasan tumbuhan lumut dimasukkan dalam kormophyta. Dan jelaskan pula alasan tumbuhan lumut dimasukkan Thalophyta !
5. Buatlah tabel perbedaan antara tumbuhan monokotil dan dikotil
6. Sebutkan perbedaan antara tumbuhan gymnospermae dengan angiospermae!
7. Sebutkan manfaat tumbuhan paku bagi kehidupan manusia.
8. Sebutkan spesies-spesies lumut yang bermanfaat bagi kehidupan manusia!
9. Sebutkan perbedaan ciri-ciri antara tumbuhan paku dan lumut!
10. Sebutkan ciri-ciri kingdom plantae dan animalia!.


MATERI KINGDOM PLANTAE:
  1. PLANTAE
  2. SPERMATOPHYTA
  3. TUMBUHAN LUMUT (BRYOPHYTA)
  4. TUMBUHAN PAKU-PAKUAN (PTERIDOPHYTA)
  5. soal Kingdom Plantae

Kamis, 22 Januari 2015

Ciri-Ciri Spermatophyta
Dilihat dari stuktur tubuhnya, spermatophyta merupakan tumbuhan tingkat tinggi. Organ tubuhnya lengkap dan sempurma. Sporofit merupakan tanaman yang utama sedangkan gametofitnya merupakan bagian tanaman yang nantinya akan mereduksi. Tumbuhan yang menjadi anggota spermatophyta adalah tumbuhan yang menggunakan biji sebagai alat reproduksi. Karena itu, perkembangannya menggunakan cara generatif melalui fertilisasi antara spermatozoid yang dibentuk dalam kepala sari dengan ovum dan kandung lembaga. Hasil fertilisasi akan tersimpan dalam biji yang dilindungi oleh biji dan suplai nutrisi dari endosperma (cadangan makanan). Spermatophyta juga sering disebut anthophyta, yang artinya tumbuhan berbunga. Anthophyta disebut juga Phanerogamia, karena mempunyai alat kelamin yang jelas disebut pula dengan Embrio sifonogama karena merupakan tumbuhan yang mempunyai lembaga yang perkawinannya melalui pembuluh (buluh serbuk sari).
Ciri-ciri tumbuhan spermathophyta adalah sebagai berikut :
- mempunyai akar, batang dan daun sejati lengkap
- mempunyai alat perkembangbiakan yang jelas antara jantan dan betina berupa bunga atau strobilus, dan dalam produksinya akan menghasilkan biji yang di dalamnya terkandung embrio.
- generasi sporofitnya berupa tumbuhan dan generasi gametofitnya berupa bunga.

Klasifikasi
Berdasarkan kondisi bijinya (letak bakal biji), Spermathophyta digolongkan menjadi tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (angiospermae).

1. Gymnospermae
Gymnospermae adalah kelompok tumbuhan berbii terbuka di mana bakal biji tidak dibungkus oleh daun buah. Ciri-ciri morfologi adalah sebagai berikut :
- perakaran tunggang
- batang tidak bercabang atau bercabang, berkayu dan tumbuh tegak ke atas.
- berdaun sempit,tebal, dan kakku seperti jarum.
- biji terdapat dalam daun buah (makrosporofil) dan serbuk sari terdapat dalam bagian yang lain (mikrosporofil), daun buah penghasil dan badan penghasil serbuk sari terpisah, dan masing-masing disebut dengan strobilus.
Ciri-ciri anatomi meliputi sebagai berikut:
- akar berkambium dan mempunyai kaliptra
- batang berkambium dan mempunyai floterma atau sarung tepung, yaitu endodermis yang mengandung zat tepung,
- pembuahan tunggal selang waktu antara penyerbukan dengan pembuahan relatif lama.
- berkas pembuluh angkut belum berfungsi secara sempurna karena masih berupa tracheid

Gymnospermae tidak memiliki organ reproduksi generatif yang berbentuk bunga. Organ reproduksi generatif yang tampak dari luar berupa strobilus atau konus (rujung). trbilus merupakan kumpulan sporofil yang membentuk bangunan seperti kerucut (konus). Strobilus dapat dibedakan menjadi strobiul jantan dan strobilus betina.
Strobilus jantan tersusun atas mikrosporofil yang tersusun atas sel induk mikrospora. Sel induk mikrospora akan mengalami meiosis menghasilkan 4 mikrospora.Selanjutnya mikrospora membelah berulangkali secara mitosis menjadi dua yang berupa jaringan gametofit jantan yang bersayap dan disebut serbuk sari. Setiap serbuk ari mengandung sel genaratif dan sel tubuh (sel vegetatif). Sel generatif menjadi sel sperma yang proses pematangannya akan berlangsung di dalam liang bakal biji.
Strobilus betina tersusun atas megasporofil (nuselus) atau makrosporofil yang mengandung sel induk megaspora. Sel induk megaspora membelah secara meiosis secara berulang menjadi jaringan gametofit betina. Bagian gametofit betina akan membentuk arkegonium yang terbentuk seperti botol yang bagian pangkalnya seperti ovum.
Penyerbukan pada gymnospermae adalah peristiwa menempelnya serbuk sari pada liang bakal biji yang mengandung tetes-tetes penyerbukan. Serbuk sari melanjutkan  membentuk tubuh serbuk sari yang berkembang dari sel vegetatif di dalam serbuk sari. Buluh serbuk sari tumbuh mangaah ke arkegonium melalui mikrofil. Sementara itu, sel generatif akan membelah dua menjadi sel dislokator (tangkai sel) dan sel spermatogen (sel tubuh). Sel spermatogen membelah menjadi dua yang satu berukuran besar dan satu kecil. Pada saat mencapai sel telur, sel dislokator dan sel sperma kecil melebur (degenerasi), dan sel sperma besar akan bersatu dengan sel telur dan menghasilkan zigot yang tumbuh menjadi embrio dan daun lembaga. Pada pembuahan ini, hanya sekali pembuahan yang menghasilkan zigot, maka disebut pembelahan tunggal.
Sumber gambar : https://aslam02.wordpress.com/materi/kelas-x-2/kingdom-plantae/tumbuhan-paku-pteridophyta/paku-sejati/

Tumbuhan gymnospermae dapat diklasifikasikan menjadi 4 divisio, yaitu Cycadales, gynkgoales, coniverales dan gnetales.
1. Cycadales
Kelompok ini menyerupai palem, tetapi bukan palem sejati yang merupakan tumbuhan berbunga, memiliki biji terbuka yang terdapat dalam sporofil, yaitu daun yang terspesialisasi untuk alat reproduksi. Contohnya adalah Cycas rumphii (pakis haji).
2. Gynkoales.
Tumbuhan kelompok ini mempunyai daun seperti kipas yang warna menjadi keemasan dan rontok pada musim gugur. Sifat ini merupakan sifat yang tidak dimiliki oleh gymnospermae. Ginkgo biloba adalah satu-satunya spesies yang masig hidup pada saat ini.
3. Coniferales.
Kelompok tumbuhan ini mempunyai spesies terbesar di dalam gymnospermae karena mempunyai anggota sebanyak 550 spesies. Tumbuhan inimempunyai alat reproduksi yag berupa konus. Konus merupakan kumpulan sporofil yang menyerupai sisik yang tersusun memadat membentuk bangunan seperti kerucut. Salah satu contohnya adalah Pinus merkusii. Pinus ini mempunyai daun seperti jarum untuk beradaptasi dengan lingkungan yang kering, lapisan kutikula yang tebal dan letak stomata yang terletak di bawah permukaan daun berfungsi untuk mengurangi kehilangan air.
4. Gnetales.
Angota gnetales berupa perdu, liana (tumbuhan pemanjat), dan pohon. Daun berhadapan, dengan urat daun menyirip seperti tumbuhan dikotil. Pada xilem terdapat trakea. Strobilus tidak berbentuk kerucut. Anggota gnetales yang sangat terkenal adalah mlinjo (Gnetum gnemon). Daun muda, bunga, dan biji melinjo dapat disayur, bijinya dapat dibuat emping, kulitnya dapat dipakai sebagai benang jala atau bahan kertas, dan makanan.

Peranan gymnospermae bagi kehidupan manusia, antara lain sebagai berikut :
- bahan pembuat bahan obat-obatan, seperti Pinus merkusii, Ependra sp, Juniperus sp, dan Taxodium distichum (penghasil taxol, anti kanker dari kulit batang) serta Ginkgo biloba.
- tanaman hias, seperti Cycas rumpii, Thuja dan Cupessus.
- bahan makanan , seperti Gnetum gnemon
- bahan industri, seperti getah damar (Agathis alba) dan batang Pinus merkusii (bahan kertas)

b. Angiospermae
angiospermae adalah kelompok tumbuhan yang mempunyai biji tertutup oleh daging buah. Kelompok ini mempunyai jumlah spesies yang paling besar.
Ciri-ciri morfologis tumbuhan iniantara lain adalah sebagai berikut :
- merupakan kormophyta sejati, mempunyai akar, batang dan daun sejati.
- memiliki bungan yang sesungguhnya, yaitu bunga yang telah memiliki kelopak, mahkota puti, dan benang sari,
- daun tunggal dan majemuk, bentuk daunnya pipih, lebar dan memiliki sistem pertulangan daun beranekaragam,
- akar berupa akar tunggang dan akar serabut.
- batangnya ada yang bercabang dan ada yang tidak bercabang
- bakal biji tidak tampak. terlindung dalam daun buah atau putik.
- pembuahan ganda, pembentukan embrio, dan endosperma berlangsung dalam waktu yang hampir bersamaan.

Tumbuhan angiospermae mempunyai alat perkembanbangbiakan gneratif berupa bunga. Bunga lengkap adalah bunga yang tersusun atas kelopak bunga, mahkota bunga, benang sari, dan putik. Bagian-bagian bunga yang berfungsi sebagai organ reproduksi berupa benang sari (organ jantan) dan kepala putik (organ betina)
Benang sari (stamen) terdiri atas kepala sari (antera) dan tangkai sari (filamentus). Di dalam kepala sari terdapat kantung sari (mikrosporagium) yang mengandung sel induk mikrospora. Sel induk mikrospora akan membelah secara meiosis menjadi empat mikrospora yang dilanjutkan pembelahan meiosis berulang-ulang dengan menghasilkan serbuk sari (gametofit jantan) yang dibungkus selaput luar (eksin) dan selaput dalam (intin). Di dalam serbuk sari terdapat inti generatif dan inti vegetatif (sel buluh). Inti vegetatif akan membentuk buluh serbuk sari dan inti generatifnya akan membentuk 2 sel sperma apabila terjadi pembuahan.
Putik atau pistilum terdiri atas kepala putik (stigma), tangkai putik (stilus) dan bakal buah (ovarium). Bagian putik yang berperan langsung dalam bakal buah. Bakal buah adalah bagian putik yang membesar dan terletak di tengah-tengah dasar bunga, yang didalamnya terdapat bakal biji (megasporangium) atau kandung lembaga (ovulum). Bakal biji tersusun atas kulit bakal biji (integumentum), bakal biji (megasporangium) di dalamnya terdapat sel induk megaspora (sel induk kandung lembaga) yang akan membelah secara meiosis menjadi 4 sel megaspora (n). Tiga sel mengalami degenerasi, yaitu sel berkembang menjadi inti kandung lembaga primer. Selanjutnya, akan mengalami pembelahan mitosis menjadi dua, satu menuju kalaaza dan satu menuju ke mikropil.
Pembuahan ganda pada angiospermae terlihat pada gambar berikut ini

 Klasifikasi angiospermae
Tumbuhan angiospermae berdasarkan jumlah keping bijinya dibedakan menjadi dua kelas, yaitu Monocotyledonae dan dicotyledonae. Perbedaan antra keduanya dapat dilihat pada gambar berikut ini :
Klasifikasi tumbuhan yang termasuk tumbuhan monokotil menjadi famili sebagai berikut :
1. Liliaceae, contohnya Gloriosa superba (kembang sungsang), Lilium longflorum (lili gereja)
2. Poaceae/Graminae (rumout-rumputan), contohnya Zea mays (jagung) dan Oryza sativa (padi), Bambusa sp (bambu)
3. Zingiberaceae (jahe-jahean), contohnya Zingiber officinale (jahe) dan Alpina galanga (laos)
4. Amarylianceae, contohnya Agave centala (kantala), Agave sisanala (sisal)
5. Musaceae, contohnya : Musa paradisiaca (pisang), kurma (phoenix)
6. Arecaceae/palmae : contohnya Coccus nucifera (kelapa), Areca cathecu (pinang)
7. Orchidaceae, contohnya : Phalaenopsis amabilis (anggrek bulan), Cattleya, Dendrobium, Phalaenopsis, vanda, laelia, vanili
8. Araceae, contohnya : Coloscasia esculenta (talas)
9. Magnoliaceae, contohnya : Magnolia grandiflora, Aenaria, D. Carophylus, Agrostemma.

Kelas dikotil diklasifikasikan menjadi beberapa famili sebagai berikut :
1. Mimosaceae, contohnya Mimosa pudica (putri malu)
2. Malvaceae, contohnya : Hibiscus rosa -sinensis (kembang sepatu)
3. Bombusaceae, contohnya : Durio zibberthinus (durian)
4. Euphorbiaceae, contohnya: Monihot utilisima (ketela pohon)
5. Rubiaceae, contohnya : Morinda citrofolia (mengkudu)
6. Apocynaceae, contohnya : Plameria acuminata (kamboja)
7. Covulvulaceae, contohnya : Ipomea reptans (kangkung)
8. Papilionaceae, contohnya : Phaseolus radiatus (kacang hijau)
9. Caesalpiniaceae, contohnya : Caesalpinia pulcherima (kembang merak)
10. Urticaceae, contohnya : Ficus elastica (karet)
11. Rutaceae, contohnya : Citrus nobilis (jeruk keprok)
12. Myertaceae, contohnya : Psidium guajava (jambu batu)
13. Verbanaceae, contohnya Tectona grandis.

Sumber :


R. Gunawan Susilowarno dkk, BIOLOGI untuk Kelas X, Penerbit Grasindo 2007
Istamar Syamsuri dkk, Biologi  Untuk SMA kelas X Semester 2, Penerbit Erlangga, 2007

Senin, 19 Januari 2015

Ciri-Ciri Tumbuhan Paku :
atumbuhan paku mempunyai anggota kurang lebih 9000 jenis. Tumbuhan paku mempunyai akar batang daun sehingga disebut kormophyta. Tumbuhan paku lebih tinggi dibandingkan dengan tumbuhan lumut. Ciri-ciri tumbuhan paku adalah sebagai berikut :
- unkuran tubuh makrokopis, ada yang tingginya sampai 20 meter.
- pada batang sudah terdapat jaringan pengankut xilem dan floem yang teratur bertipe kolateral.
- habitatnya kosmopolit, terdapat di mana-mana
- cara hidup secara saprofit, epifit dan hidup di atas tanah atau air.
- seperti halnya tumbuhan lumut, tanaman ini dalam reproduksinya mengalami metagenesis, turunan gametofit dan sporofitnya bergantian. Sporofit bersifat autotrof merupakan tumbuhan yang sempurna sehingga mempunyai umur yang relatif panjang dibandingkan dengan gametofitnya. Generasi gametofit berupa protalium yang merupakan tumbuhan tidak sempurna walaupun bersifat autotrof karena itu usianya relatif pendek.
- ciri morfologes yang tampak adalah ujung daun yang masih muda menggulung, daun berdasarkan ukurannya dibedakan menjadi makrofil (besar) dan mikrofil (kecil) serta dibedakan berdasarkan fungsi, menjadi tropofil (fotosintesis) dan sporofil (penghasil spora). Spora yang berkumpul dalam satu wadah yang disebut sporangium. Kumpulan kotak spora yang berada disepanjang tepi daun sporofil disebut sorus (jamak sori) yang dilindungi oleh indisium.

- Embrio berkutub dua (bipolar) sedangkan tumbuhan paku berkutub satu (monoplolar)
- Tumbuhan paku-pakuan dapat tumbuh dengan baik pada lingkungan yang lembab dan ada beberapa jenis paku-pakuan yang dapat hidup di dalam air.
- singkatnya ciri-ciri tumbuhan pake tercantum dalam tabel berikut :


No
Variabel
Paku
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Akar
Batang
Daun
Daun muda
Berkas angkut
Spora tumbuh
Metagenesis
Kromosom
Fase haploid
Fase diploid
Serabut
Rizoma
Mikrofil, makrofil (ukuran), trpofil, sporofil (fungsi)
Menggulung
Ada konsentris
Protalium
Sporofit dominan (tumbuhan paku = sporofit)
Tumbuhan paku diploid
Spora, protalium, anteridium, arkegonium, ovum, sperma
Zigot, tumbuhan paku, sporofil, sporangium

Daur hidup tumbuhan paku-pakuan secara singkat terlihat pada gambar berikut :

Macam Spora dan metagenesis
Tumbuhan paku berdasarkan bentuk dan ukuran sporanya dapat dibedakan menjadi paku homospora, pake heterospora, dan paku peralihan.
- paku homospora, bentuk dan ukuran sporanya sama, contohnya adalah Lycopodium caudatum.
- paku heterospora, bentuk spora jantan (mikrospora) dan spora betina (makrospora), contohnya Selaginella wildenowii (paku rane) dan Marsile crenata (semanggi).
- Paku peralihan, bentuk an ukuran sporanya sama, hanya sebagian besar berkelamin betina, Contohnya Equisetum debile (paku ekor kuda)

Tumbuhan paku jga mengalami pergiliran keturunan atau metagenesis. Dalam siklus hidupnya fase sporofit dominan dibandingkan fase gametofitnya. Gametofit tumbuhan paku berupa protalium, sedangkan sporofitnya berupa tumbuhan paku itu sendiri. Berikut adalah metagenesis tumbuhan paku homospora, peralihan dan heterospor
paku homospora
paku heterospora
paku peralihan


Klasifikasi Paku-Pakuan
Tumbuhan paku dapat diklasifikasikan menjadi empat kelas, yaitu kelas Psilophytinae, kelas Equisetinae, kelas Lycopodinae, dan kelas Filicinae.
1. Psilophytinae/Psilophyta
- tumbuhan paku psilophytinae hampir punah, contoh Psilotum nudum. Kebanyakan ditemukan dalam bentuk fosil karena hidup pada zaman purba
- dikatakan paku telanjang, karena tidak berdaun dan tidak berakar sejati.
- mempunyai rizoid
- tidak mempunyai jaringan pengangkut.



2. Equisetinae/Spenophyta
- daun kecil, tunggal dan tersusun melingkar . Sporangium terdapat dalam strobiuls (kerucut)
- tumbuh di dataran tinggi

- sporanya sama besar sebagian berkelamin jantan dan sebagian lagi betina,
   contohnya : Equisetum debile
- batangnya tinggi mirip daun cemara, berongga, berbuku-buku dan tumbuh tegak. Daun terdapat pada setiap buku, melingkar dan berbentuk sisik





3. Lycopodinae/ Lycophyta
- daun kecil tersusun rapat, sporofit berbentuk jantung dengan ujung runcing memanjang.
- sporangium muncul diketiak daun dan berkumpul membentuk strobilus, batangnya seperti kawat.
   Contoh : Selaginella, Lycopodium



4. Filicinae
- daun besar dan bertulang
 Contoh :
  - Gleichenia linearis / paku resam
  - Asophila glauca / paku tiang
  - Adiatum cuneatum / suplir
  - Plasticerium bifurcatu / paku tanduk rusa
  - Asplenium nidus / paku sarang burung
  - Marsilea crenata / semanggi


MATERI KINGDOM PLANTAE:
  1. PLANTAE
  2. SPERMATOPHYTA
  3. TUMBUHAN LUMUT (BRYOPHYTA)
  4. TUMBUHAN PAKU-PAKUAN (PTERIDOPHYTA)
  5. soal Kingdom Plantae

Sumber :


R. Gunawan Susilowarno dkk, BIOLOGI untuk Kelas X, Penerbit Grasindo 2007
Istamar Syamsuri dkk, Biologi  Untuk SMA kelas X Semester 2, Penerbit Erlangga, 2007

Minggu, 18 Januari 2015

Dunia tumbuhan atau Kingdom Plantae meliputi organisme-organisme yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
- eukariotik multiseluler
- mempunyai dinding sel yang tersusun oleh selulosa
- mempunyai klorofil yang terbungkus di dalam kloroplas sehingga mampu melakukan fotosintesis (bersifat autotrof)
- menyimpan cadangan makanan dalam bentuk amilum
- embrio hasil pembuahan diwadahi dalam biji dan diberi makan oleh induk betina.
Kingdom plantae meliputi kelompok Bryophyta (lumut), Pteridophyta (paku-pakuan) dan Spermatophyta (Tumbuhan berbiji). Kingdom plantae mempunyai anggota kurang lebih 500.000 spesies. Penglompokkan tumbuhan berdasarkan struktur tubuh meliputi :
- sruktur organ
- habitus
- keberadaan jaringan pengangkut
- tipe stele
- kedudukan, bentuk, ukuran dan pertulangan daun,
- struktur alat reproduksi dan cara reproduksi

 Berikut pembahasannya :

TUMBUHAN LUMUT (BRYOPHYTA)
Ciri-ciri lumut :
Tumbuhan lumut di muka bumi terdiri tidak kurang 25000 jenis. Tumbuhan lumut mempunyai susunan tubuhnya kompleks dibandingkan dengan thallophyta. Lumut mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
- bersel banyak dan bentuk tubuhnya pipih, melekat pada subtrat dengan ketinggian 1 - 2 cm sampai ada yang 20 cm.
- dinding selnya terbentuk dari selulose dan tidak memiliki jaringan yang diperkuat oleh lignin seperti jaringan penguat pada tumbuhan tingkat tinggi.
- sudah mepnyai rizoid dan daun tetapi belum mempunyai akar, batang dan daun yang sejati. Rhizoid berfungsi untuk melekatkan akar pada subtrat dan menyerap air pada makanan dan air,
- tumbuhan lumut, tidak mempunyai pembuluh angkut sehingga proses pengangkutan di dalam tubuh menggunakan sel-sel parenkim.
- habitatnya ditempat lembab an basah, kecuali Spagnum yang dapat hidup di dalam air
- penyebaran lumut bersifat kosmopolit (di mana saja ada, dari daerah tropik sampai tundra/kutub)
Berikut tabel ciri-ciri tubuh lumut :


No
Variable
Lumut
1
2
3
4
5
6
7
8
9

10
Akar
Batang
Daun
Daun muda
Berkas pengangkut
Spora tumbuh
Metagenesis
Kromosom
Fase haploid
 
Fase diploid
Rhizoid
Tak ada kecuali lumut
Mikrofil/sisik
Tak menggulung
Tak ada
Protononema
Gametofit dominan (tumbuhan lumut=gametofit)
Tumbuhan lumut haploid
Spora, protonema, tumbuhan lumut, anteridium, arkegonium, ovum dan sperma
Zigot, sporogonium, sporangium.

- cara reproduksi tumbuhan lumut dengan menghasilkan spora, lumut dapat juga bereproduksi secara vegetatif dengan menghasilkan kuncup eram, umbi, tunas, dan bagian tubuh yang dipotong. Reproduksi generatif dengan menghasilkan anteridium (penghasil spermatogonium) dan arkegonium (penghasil ovum). Sperma bergerak ke ovum secara kemotaksis karena pengaruh gula dan protein yang dihasilkan arkegonium.
- Daur hidup lumut mengalami pergantian keturunan (metagenessis) antara keturunan vegetatif dengan keturunan vegetatif dengan keturunan generatif. Tumbuhan lumut penghasil gamet disebut gametofit, tumbuhan lumut penghasil spora disebut sporofit. Gametofit lebih menonjol dibandingkan sporofit. Gametofit merupakan turunan vegetatif yang melekat pada subtrat t dengan menggunakan rizoid. Sporofit merupakan keturunan generatif berupa badan penghasil spora (sporogonium). Sporofit merupakan turunan enerati dengan badan penghasil spora (sporogonium). Sporofit itu  tumbuh pada gametofit bersifat parasit, mempunyai habitat di darat yang lembab, dan ada pula yang hidup sebagai epifit.
Lumut dalam siklus hidupnya mengalami pergiliran keturunan atau metagenesis, pergiliran keturunan berlangsung antara fase haploid (gametofit) dan fase diploid (sporofit). Fase gametofit lumut lebih dominan dibanding fase sporofit lumut, bentuk gametofit lumut berupa protonema, sedangkan bentuk sporofit lumut berupa sporogonium. Berikut ini metagenesis lumut :




Klasifikasi Limut.
Lumut diklasifikasikan berdasarkan struktur tubuhnya menjadi lumut hati, lumut daun dan lumut tanduk.
1. lumut Hati (Hepaticeae/hepaticopsida)
Ciri-ciri umum :
- tubuhnya berupa thalus dan mempunyai rizoid. Talusnya terbagi menjadi beberapa lobus seperti bentuk hati hewan;
- gametofitnya membentuk anteridium dan arkegonium yang terbentuk seperti payung. Anteridium mempunyai ukuran yang lebih kecil dan tudungnya berlekuk lebih dangkal, sedangkan arkegonium ukurannya lebih besar dan tudungnya berlekuk lebih dalam.
- sporofit pertumbuhannya terbatas karena tidak mempunyai jaringan meristematik
- berkembangbiak dengan generatif dan oogami, dan secara vegetatif dengan fragmentasi, tunas dan kuncup eram (gemma)
- habitatnya ditempat yang lembab .
Contohnya : Marchantia polymorpha (dapat digunakan untuk obat hepatitis), Marchantia germinata, dan Riccia sp.

2. Lumut Daun (Musci/Bryopsida)
Ciri-ciri umum kelas lumut daun antara lain sebagai berikut :
- tubuhnya mempunyai struktur mirip batang, daun dan akar (rizoid), tetapi tidakmempunyai sel/jaringan dan fungis seperti pada tumbuhan tingkat tinggi. Kumpulan lumut membentuk hamparan hijau luas yang mempunyai sifat seperti karet busa sehingga mampu menyerap dan menahan air.
- gametofit dibedakan menjadi dua tingkatan, yaitu protonema yang bertalus berbentuk benang dan gametofora yang berupa tumbuhan lumut. Fotosintesis lebih banyak terjadi pada bagian gametofora.
- sporofit terdiri atas bagian seta, apofiksi, kapsul (kotak spora), gigi peristom dan kaliptra.
- spora terdiri atas dua lapisan, yaitu endospora dan eksospora, habitatnya ditempat yang lembab.
- spesies yang berperan cukup besar adalah Spagnum sp. Spesies ini selain dapat digunakan untuk mengganti kapas atau pembalut, ternyata di alam merupakan komponen pokok pembentukan gambut. Tanah gambut merupakan gudang penyimpanan CO2. Konsentrasi CO2 tingga dapat menstabilkan konsentrasi CO2 di atmosfer.
3. Lumut tanduk (Anthocerotopsida)

Ciri-ciri umum lumut tanduksebagai berikut :
- tubuhnya mirip lumut hati, tetapi berbeda sporofitnya. Sporofit pada lumut ini membentuk kapsul memanjang seperti tanduk.
- berdasarkan analisis asam nukleat, ternyata lumut ini berkerabat dekat dengan tumbuhan berpembuluh (vaskuler) dibanding dari kelas lain pada tumbuhanlumt.
- gametofit berupa rizoid berada pada bagian ventral
- habitatnya pada daeah yang mempunyai kelembaban yang tinggi
Contoh : Anthoceros leavis

MATERI KINGDOM PLANTAE:
  1. PLANTAE
  2. SPERMATOPHYTA
  3. TUMBUHAN LUMUT (BRYOPHYTA)
  4. TUMBUHAN PAKU-PAKUAN (PTERIDOPHYTA)
  5. soal Kingdom Plantae


Sumber :


R. Gunawan Susilowarno dkk, BIOLOGI untuk Kelas X, Penerbit Grasindo 2007
Istamar Syamsuri dkk, Biologi  Untuk SMA kelas X Semester 2, Penerbit Erlangga, 2007
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!