Tampilkan postingan dengan label biologi-keanekaragaman hayati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label biologi-keanekaragaman hayati. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Januari 2015

 PILIHAN GANDA
1. Hewan-hewan berikut yang merupakan hewan endemik Indonesia adalah....
A. komodo
B. badak bercula satu
C. Burung maleo
D. Cendrawasih
E. penyu hijau

2. Cabang ilmu biologi yang mempelajari pebgelompokkan organisme dengan dasar-dasar tertentu dan menempatkan dalam tingkat-tingkatan tertentu disebut...
A. klasifikasi
B. sistematika
C. taksonomi
D. morfologi
E. anatomi

3. Hewan-hewan yang terancam punah adalah...
A. zabra
B. rusa
C. banteng
D. tapir
E. serigala

4. Langkah-langkah berikut merupakan upaya pelestarian sumber daya alam secara in situ....
A. Penangkaran jalak bali di Wonokromo Surabaya
B. pembuatan kebun plasma nutfat
C. pendirian kebun raya
D. penangkaran penyu di Taman Nasional Meru Betiri.
E. pengenbangbiakan komodo do Kebun binatang.

5. Keanekaragaman hayati berikut ini yang mempunyai nilai ekeologis dan estetika sekaligus adalah...
A. Kayu jati.
B. buah-buahan
C. terumbu karang
D. daun kelapa
E. orag utan

6. Berukikut adalah aktifitas yang mengancam kelestarian keanekaragaman hayati, kecuali...
A. penebangan hutan.
B. pencemaran air limbah industri.
C. budidaya monokultur
D. penggunaan pestisida
E. pemupukan lahan pertanian

7. Garis Wallace yang menjadi berrier penyebaran hewan merupakan garis pemisah antar pulau...
A. Jawa dan Bali
B. Kalimantan dan Sulawesi
C. Sumateraa dan Jawa
D. Maluku dan Nusa Tenggara
E. Sulawesi dan Maluku

8. Ciri-ciri yang tidak dimiliki olek kelompok Plantae adalah...
A. multiseluler
B. dinding sel
C. berklorofil.
D. selnya berinti banyak
E. mempunyai hifa

9. Organisme yang mempunyai familia sama mempunyai...
A. genus, ordo, dan filum yang sama
B. kelas berbeda, ordo dan filum sama
C. spesies, genus sama, kelas berbeda
D. spesies, genus berbeda, kelas sama
E. genus, kelas berbeda, ordo sama

10. Tingkat takson yang paling rendah menempatkan padi dan jagung dalam tingkatan takson...
A. genus
B. familia
C. ordo
D. kelas
E. divisio

11. Tujuan klasifikasi adalah...
A. menyederhanakan objek studi
B. menentukan persamaan ciri
C. memberikan nama ilmia pada makhluk hidup yang ditemukan
D. melestarikan makhluk hidup
E. menentukan hubungan kekerabatan makhluk hidup.

12. Perbedaan ayam yang ditemuakn antara anak-anak ayan dalam satu keturunan menunjukkan keanekaragaman tingkat....
A. gen
B. spesies
C. ekosistem
D. dalam genus
E. dalam familia

13. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya keanekaragaman tingkat jenis adalah...
A. susunan materi gen
B. lingkungan
C. materi gen dan lingkungan
D. adaptasi dan lingkungan
E. interaksi antara lingkungan biotik dan abiotik

14. Kelompok organisme berikut yang menunjukkan keanekaragaman hayati tingkat gen adalah...
A. mawar, melati, dahlia
B. sirsat, sirkaya, buah nona
C. palem, kelapa, aren
D. pisang ambon, pisang raja, pisang susu
E. kelapa kopyor, kelapa hijau, kelapa hibrida

15. Faktor yang menyebabkan terjadinya tingkat gen adalah...
A. lingkungan
B. adaptasi
C. susunan materi genetik
D. materi genetik dan lingkungan
E. lingkungan dan adaptasi.

16.Urutan takson dari tingkat rendah ke tingkat tinggi adalah sebagai berikut :
A.  spesies - genus - familia - ordo - kelas - filum
B.  spesies - filum - genus - familia - ordo - kelas
C.  spesies - genus - filum - familia - ordo - kelas
D.  spesies - genus - familia - filum - ordo - kelas
E.  spesies - genus - familia - ordo - filum - kelas

17. Penulisan nama spesies di bawah ini yang benar adalah...
A. Zea Mays
B. Zea mays
C. zea Mays
D. zea mays
E. Zea - mays

18. Sistem klasifikasi yang mendasarkan jauh dekatnya hubungan kekerabatan antar takson adalah...
A. sistem buatan
B. sistem alami
C. sistem filogenik
D. sistem artifisial
E. sistem terbentuknya takson

19. Keanekaragaman polulasi disebabkan oleh...
A. jumlah polulasi di dunia yang sangat banyak
B. adanya persamaan ciri-ciri antar populasi dengan populasi yang lain
C. adanya persamaan ciri dari anggota populasi tersebut.
D. adanya keanekaragaman dari individu anggota populasi
E. setiap populasi mempunyai ciri khusus

20. Sumber keanekaragaman makhluk hidup terdapat pada...
A. gamet jantan
B. gamet betina
C. protein tubuh
D. kromosom
E. gen

21. Keanekaraman dalam satu spesies disebut...
A. variasi
B. interaksi
C. komunikasi
D. Keanekaragaman gen
E. keanekaragaman ekosistem.

ESSAY
1. Apa yang dimaksud dengan keanekaragaman hayati ?
2. Mengapa individu-individu dalam satu spesies menunjukkan keanekaramana ?
3. Apa yang dimaksud dengan sistem klasifikasi alami ? Berikan contohnya !
4. Keanekaragaman makhluk hidup sangan penting artinya bukan hanya bagi manusia, tetapi juga makhluk hidup lainnya, mengapa demikian ?

5.Melihat kenyataan bahwa kerusakan ekosistem di Indonesia telah menunjukkan angka yang besar, apa yang sebaiknya dilakukan terhadap ekosistem di Indonesia ? Jelaskan !

6. Tuliskan aktivitas manusia yang dapat membahayakan bagi kelestarian ekosistem dan tuliskan pula bahaya yang akan timbul bila hal itu tidak teratasi

7. Tunjukkan pula hewan dan tumbuhan yang di ambang kepunahan dan jelaskan upaya yang dilakukan agar tumbuhan dan hewan yang hampir punah dapat dilindungi dan dikembangbiakkan?

8. Seberapa kerusakan ekosistem di Indonesia dan apa penyebabnya ? Jelaskan !

9. Tuliskan dua daerah cagar alam dan margasatwa di pulau jawa dan tunjukkan jenis hewan yang dilindungi !

10. Apa yang dapat diambil manfaatnya bila kita mempelajari keanekaraman hayati ? Jelaskan !

Materi-Materi yang berkaitan :
  1. KEANEKARAGAMAN HAYATI DAN KLASIFIKASI
  2. KEANEKARAGAMAN HAYATI DAN TINGKAT KEANEKARAGAMAN HAYATI
  3. KEGIATAN MANUSIA YANG MEMPUNGARUHI BIODIVERSITAS DAN KLASIFIKASI
  4. KEUNIKAN TUMBUHAN DAN HEWAN KHAS INDONESIA
  5. KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP
  6. soal keanekaragaman hayati

Senin, 12 Januari 2015

Klasifikasi merupakan cara untuk mengelompokkan makhluk hidup. dalam pengelompokkan makhluk hidup diperlukan aturan-aturan, yaitu dasar yang digunakan untuk pengelompokkan  persamaan dan perbedaan ciri-ciri morfologis, anatomis dan biokimia, dan alat reproduksinya. Pengelompokkan makhluk hidup yang sudah menggunakan aturan terentu disebut sistematika.
Makhluk hidup yang mempunyai ciri-ciri dan sifat yang sama dimasukkan ke dalam satu kelompok dan apabila dalam persamaan ditemukan perbedaan ciri dan sifat maka dipisahkan dalam kelompok lain yang lebih kecil sehingga dalam kegiatan klasifikasi akan diperoleh kelompok-kelompok makhluk hidup  dengan jenjang yang berbeda. Pengelompkkan hasil klasifikasi pada tingkat-tingkat yang berbeda disebut taksonomi. Semakin tinggi jenjangnya semakin banyak anggotanya, tetapi persamaan sifat yang dimiliki anggotanya semakin sedikit.

Tujuan dan Manfaat Klasifikasi
Klasifikasi dapat difungsikana sebagai alat untuk mempelajari keanekaragaman hayati. Keanekaragaman hayati dapat dipelajari dengan klasifikasi. Adapun tujuan klasifikasi adalah sebagai berikut :
- menyederhanakan objek studi agar mudah dipelajari.
- mendiskripsikan ciri-ciri makhluk hidup untuk membedakan tiap-tiap jenis.
- mengelompokkan mkahluk hidup berdasarkan persamaan sifat dan ciri-cirinya
- mengetahui hubungan kekerabatan dan sejarah evolusi.

Klasifikasi makhluk hidup mempunyai manfaat penting yang langsung dapat diterapkan oleh manusia sebagai berikut :
- penklasifikasian melalui pengelompokkan dapat memudahkan dalam mempelajari organisme yang beraneka ragam
- klasifikasi dapat digunakan untuk melihat hubungan tingkat  kekerabatan antara organisme satu dengan organisme yang lain.

Tahapan Klasifikasi
Untuk mengklasifikasikan makhluk hidup ada serangkaian tahapan yang dilakukan. Tahapan tersebut antara lain sebagai berikut :
1. Pencandraan sifat makhluk hidup
Pencandraan merupakan proses awal klasifikasi. Yang dilakukan dalam proses ini adalah identifikasi makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup yang lainnya. Penyandraan dikalukan guna untuk mengamati tingkah laku, bentu morfologi, anatomi dan fisiologi pada makhluk hidup.
2. Pengelompokkan makhluk hidup berdasarkan pada ciri yang diamati.
Haasil penyandraan kemudian diteruskan ke tingkat pengelompokkan makhluk hidup. Dasar pengelompokkan adalah ciri dan sifat atau persamaan  dan perbedaan makhluk hidup yang diamati.
3. Pemberian Nama Makhluk hidup
Pemberian nama makhluk hidup merupakan hal yang penting dalam klasifikasi. Ada berbagai sistem penamaan makhluk hidup. Antara lain pemberian nama dengan sistem nama ganda.Dengan adanya nama makhluk hidup maka ciri dan sifat akan ebih mudah dipahami.

Sistem Klasifikasi
Berdasarkan kriteria yang digunakan, sistem klasifikasi makhluk hidup dibedakan menjadi tiga, yaitu sistem buatan, sistem alami dan sistem filogenik.
1. Sistem Buatan
Sistem klasifikasi buatan mengutamakan tujuan praktis dalam ikhtisar dunia makhluk hidup. Klasifikasi buatan dikenalkan oleh Carl cont linne. Ia adalah seorang ahli ilmu pengetahuan alam dari Swedia yang namanya dilatinkan menjadi Carolus Linnaeus. Ciri-ciri yang menjadi dasar klasifikasi ini adalah ciri morfologi, alat reproduksi, habitat dan penampakan makhluk hidup ( bentuk dan ukurannya). Misalnya pada klasifikasi tumbuhan ada pohon, semak, perdu, dan gulma. Berdasarkan tempat hidup dengan mengelompokkan hewan yang hidup di air dan hewan yang hidup di darat. Berdasarkan kegunaannya misalnya makhluk hidup yang digunakan sebagai bahan pangan, sandang, papan dan obat-obatan.
2. Sistem Alami
Klasifikasi makhluk hidup yang menggunakan sistem alami menghendaki terbentuknya takson yang alami. Klasifikasi ini ditemukan oleh Aristoteles pada tahun 350 sM. Klasifikasi ini didasarkan pada sistem alami, artinya suatu pengelompokka yang didasarkan pada ciri morfologi yang diberikan secara alami sehingga terbentuk takson-takson yang alami.
Misalnya hewan berkaki empat, hewan bersirip, hewan yang tidak berkaki, dan sebagainya. Pada tumbuhan misalnya tumbuhan berdaun menyirip, tumbuhan berdaun menyerupai pita, dan sebagainya.
3. Sistem Filogenik
Sistem klasifikasi ini di dasarkan pada jauh dekatnya hubungan kekerabatan antara takson yang satu dengan takson yang lainnya, sekaligus mencerminkan perkembangan makhluk hidup (filogeni) yang diperkenalkan oleh Charles Darwin (1859). Makin dekat hubungan kekerabatannya maka makin banyak persamaan morfologi dan anatomi antar takson. Semakin sedikit persamaannya, semakin besar perbedaannya, berarti semakin jauh hubungan kekerabatannya. Misalnya pada macan ldengan kucing lebih dekat hubungan kekerabatannya daripada macan dengan srigala. Hal ini, didasrkan pada tes biokimia setelah ilmu pengetahuan berkembang pesat, terutama ilmupengetahuan tentang kromosom, DNA, dan susunan protein organisme.

Sistem Takson
Penyusunan sistem takson dalam klasifikasi makhluk hidup dimulai dari takson yang beranggotakan besar yang berarti sedikit persamaan ke takson yang beranggotakan kecil, yang berarti banyak persamaannya. Takson adalah kelompok yang terbentuk dari hasil kegiatan klasifikasi. Dari pengertian ini muncul ilmu taksonomi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang pengelompokkan makhluk hidup ke dalam takson-takson.
Adapun pembagian takson-takson yang dimaksud adalah sebagai berikut :


Pengelompokkan Makhluk Hidup Berdasarkan Takson
Dunia Tumbuhan
Dunia hewan
Nama Indonesia
Klasifikasi kucing
Domain
Regnum
Division
Classis
Ordo
Familia
Genus
Spesies
Domain
Kingdom
Filum
Classis
Ordo
Familia
Genus
Spesies
Domain
Dunia/kerajaan
Division/filum
Kelas
Bangsa
Suku
Marga
Jenis/spesies
Eukariota
Animali
Kordata
Mamalia
Karnivora
Felidae
Felis
Felis catus

Sistem klasifikasi baru sejak tahun 1978 mengenal tingkatan takson baru yang terletak di atas tingkat kingdom atau regnum, yaitu tingkat domain. Makhluk hidup dikelompokkan menjadi tida domain, yaitu Archea (Eubacteria), Bacteria dan Eukariota.



Pelajari materi terkait :
  1. KEANEKARAGAMAN HAYATI DAN KLASIFIKASI 
  2. KEANEKARAGAMAN HAYATI DAN TINGKAT KEANEKARAGAMAN HAYATI
  3. KEGIATAN MANUSIA YANG MEMPUNGARUHI BIODIVERSITAS DAN KLASIFIKASI 
  4. KEUNIKAN TUMBUHAN DAN HEWAN KHAS INDONESIA 
  5. KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP



Sumber :


R. Gunawan Susilowarno dkk, BIOLOGI untuk Kelas X, Penerbit Grasindo 2007
Istamar Syamsuri dkk, Biologi  Untuk SMA kelas X Semester 2, Penerbit Erlangga, 2007


Sabtu, 10 Januari 2015

KEGIATAN MANUSIA YANG MEMPENGARUHI BIODIVERSITAS
Manusia merupakan salah satu komponen ekosistem yang dapat mempengaruhi ekosistem tersebut demi kelangsungan hidupnya. Manusia dapat melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan produksi komponen biotik ekosistem, tetapi sebaliknya ulah manusia juga dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Berikut adalah kegiatan manusia yang dapat menurunkan keanekaragaman hayati :

a. Eksploitasi Sumber Daya Hayati yang berlebihan
Pertambahan populasi manusia yang sangat cerdas berakibat pada tingkat pengambilan sumberdaya alam hayati   yang melebihi batas regenerasi dan reproduksinya. Hal tersebut diperparah dengan sifat serakah untuk menimbun kekayaan sebagai simbol kesuksesan manusia. Kenyataan semacam itu menyebabkan manusia berlomba mengambil sumberdaya alam sehingga menyebabkan kepunahan pada berbagai jenis makhluk hidup. Hal itu berarti menurunkan keanekaragaman hayati.
Contoh :
- Perburuan arwana untuk dikoleksi
- perburuan macan atau singa untuk diambil bulunya untuk pakaian

b. Pembukaan Hutan
Indinesia setiap tahun kehilangan 2 juta hektar hutan. Pembukaan hutan dengan alasan apapun, seperti untuk lahan pertanian, perumahan, pertambangan, dan industri sebagai akibat pertambahan populasi manusia akan berakibat terhadap keseimbangan ekosistem hutan. Akibat yang ditimbulkan adalah terjadinya penggundulan hutan yang selanjutnya akan mengakibatkan banjir. Kegiatan pembukaan hutan akan menghilangkan beribu-ribu spesies asli yang ada di hutan dikarenakan kehilangan habitatnya.
Contoh :
- terancam punahnya 126 jenis burung  karena pembabatan hutan
- Semakin langkanya jalak putih bali karena habitatnya tergesur
- menurunnya harimau jawa akibat habitatnya menyempit.

c. Budidaya Monoklutur dan Dampak Negatif Rekayasa Genetika
Sistem pertanian monokultur yang bertujuan untuk meningkatkan   produktivitas pangan mempengaruhi negatif terhadap tumbuhan yang kerang bersifat unggul, karena menjadi kurang dibudidayakan dan hilang dari lingkungan, sehingga menjadi punah. Selain itu pemanfatan bibit unggul tahan hama dan penyakit hasil rekayasa genetika juga dapat menyebabkan erosi plasma nutfah bagi tanaman yang tidak tahan terhadap hama penyakit.

d.Pencemaran Lingkungan
Peningkatan pemukiman dan industri akan membawa konsekuensi terciptanya limbah yang akan mencemari lingkungan, baik air maupun udara. Pencemaran merupakan perubahan lingkungan akibat ulah manusia. Perubahan lingkungan akan memberikan tekanan terhadap makhluk hidup yang akan membahayakan kelangsungan biodeversivitas di permukaan bumi.
Contoh:
- Matinya ribuan ikan laut di pantai Teluk Jakarta akibat pencemaran limbah industri.
- Semakin langkanya jenis-jenis ikan air tawar yang ada di sungai Ciliwung sebagai akibat pencemaran limbah industri.

UPAYA PELESTARIAN KENEKARAGAMAN HAYATI
Upaya konversi hutantropis menjadi lahan pertanian dan penggundulan hutan akibat illegal loging berdampak besar pada proses  kehilangan sumberdaya alam hayati. Tidak mengherankan jika   Indonesia memiliki jenis tumbuhan dan hewan yang terancam punah dari kepunahan yang terbesar di dunia. Sudah tercatat paling tidak126 jenis burung, 63 jenis mamalia, dan 21 jenis reptil yang dinyatakan terancam punah. Populasi kayu ramin menipis, kayu  gaharu dan kayu cendana terancam punah.
Dengan menurunnya keanekaragaman hayati, maka manusia perlu melakukan upaya-upaya dan aktifitas yang dapat melestarikan dan mengembangkan keanekaragaman hayati di Indonesia, yaitu pelestarian insitu dan eksitu. 
1. Pelestarian insitu, yaitu upaya pelestarian sumberdaya alam hayati di habitat atau tempat aslinya. Hal itu dilakukan dengan pertimbangan karakteristik tumbuhan atau hewan tertentu sangat membahayakan kelestariannya apabila dipindahkan ke tempat lainnya.
Contoh :
- Pelestarian terumbu karang di Bunaken
- Pelestarian bunga Raflesia arnoldii di Taman Nasional Bengkulu
- Suaka margasatwa untuk badak bercula satu di Taman Nasional Ujung Kulon
- Suaka margasatwa untuk komodo di Taman Nasional Komodo di Pulau Komodo
2. Pelestarian Eksitu, yaitu suatu upaya pelestarian yang dilakukan dengan memindahkan ke tempat lain yang cocok bagi perkembangan kehidupannya.
Contoh :
- Penangkaran jalak bali di Kebun Binatang Wonokromo
- Kebun raya dan kebun koelksi untuk mengoleksi berbagai tumbuhan langka dalam rangka melestarikan plasma nutfah

KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP
Tujuan Klasifikasi
Pengelompokkan makhluk hidup dapat dibagi dalam kelompok-kelompok yang lebih kecil. tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah menderhanakan objek yang kajian sekaligus mempurmudah dalam mengenal keanekaragaman makhluk hidup.

Sejarah Klasifikasi
1. Aristoteles (384 - 322  SM)
Seorang filosof sekaligus ilmuwan Yunani kuno, juga disebut sebagai "Bapak Zoologi", telah mencoba mengadakan klasifikasi hewan dengan cara mengelompokkan hewan dalam dua kelompok, yaitu hewan berdarah dan hewan tak berdarah. Berbeda dengan Aristoteles, Theopratus muridnya banyak menekuni dunia tumbuhan, sedangkan Theopratus mengklasifikasikan tumbuhan kedalam empat kelompok, yakni : herba, semak rendah/perdu, semak dan pohon.
2. John Ray ( 1627 - 1705)
Ahli biologi Inggris, John Ray adalah orang pertama yang memilki konsep modern tentang species, kemudian mencoba melanjutkan klasifikasinya ke arah tingkatan yang lebih kecil lagi.
3. Carolus Linnaeus (1707 - 1778)
Bapak taksonomi dari Swedia adalah Carolus Linneaus. Dasar pengklasifikasian : kesamaan struktur. Sedangkan untuk hewan dideskripsikan dalam unit klasifikasi untuk tanaman dan hewan adalah spesies. Menurut Linneaus suatu jenis species adalah kelompok organisme yang mempunyai tipe berbeda dengan satu spesies, maka dia bukan spesiesnya.
Linneaus memperkenalkan sistem tatanama makhluk hidup yang dikenal dengan nama Binomium nomenklatur atau tatanama ganda. Tiap-tiap nama diberikan terdiri atas 2 kata :
- Kata pertama menunjukkan genus, penulisannya dimulai dengan huruf besar
- kata kedua menunjukkan ephithton specificum (petunjuka spesies), penulisannya dimulai dengan huruf kecil
Contoh : Oryza sativa (padi), Cavia cobaya (marmut), Columba livia (burung merpati)

Sistem Klasifikasi.
Sistem klasifikasi dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu sistem artifisial, sistem alam, dan sistem filogenik.
Sistem Artifisial atau Buatan
Sistem ini mengutamakan tujuan praktis. Sistem ini berdasarkan satu atau beberapa sifat yang mudah dicermati. Sifat artifisial dikembangkan oleh Aristoteles maupun Corolus Linneaus. Struktur morfologi, anatomi, maupun fisiologi terutama alat reproduksi, dan habitat merupakan dasar sistem pengklasifikasian artifisial.
Contohnya :
Hewan : aquatik dari lautan tersetrial
Tumbuhan : semak, perdu dan pohon.
Sistem alamiah.
Perintis klasifikasi sistem ini pada tumbuhan adalah Michel Adamson dan Jean Babtise de Lamarch. Sistem klasifikasi ini menghendaki terbentuknya takson-takson yang alami. Dasar yang digunakan adalah banyak atau sedikitnya persamaan morfologi.
Contoh :
Kelompok hewan berkaki empat
Kelompok hewan bersirip
Kelompok tumbuhan berbunga
Kelompok tumbuhan berspora
Sistem filogenik
Sistem filogenik berdasarkan atas hubungan kekerabatan (asal-usul) antar takson yang menuju searah dengan evolusi. Semakin banyak persamaan sifat yang dimiliki oleh organisme yang berbeda, semakin dekat kekerabantannya. Sistem pengklasifikasian ini dipengaruhi oleh Darwin dan Mendel.
Contoh:
- Kekerabatan Gorila dengan Simpanse lebih dekat kekerabatannya dibanding kekerabatan Gorila dengan manusia.
- Kekerabatan kluwih dengan nangka lebih dekat dibandingkan kluwih dengan jeruk.

Pendekatan Dasar Klasifikasi
Whitaker (1969) menglompokkan makhluk hidup ke dalam lima kingdom/kerajaan, yaitu : monera, protista, fungi, plantae dan animalia
Kerajaan monera, meliputi organisme uniseluler  yang bersifat prokariotik atau inti selnya belum terlindungi oleh selaput inti atau karioteka. Termasuk ke dalam dunia ini adalah bakter dan alga biru
(Cyanophyta)
Kerajaan Protista, meliputi uniseluler yang bersifat eukariotik/intinya telah terlindungi  karioteka. Pembentukan kerajaan ini dirintis oleh Ernest Haeckel. Termasuk di dalam dunia ini adalah protozoa, alga, dan jamur bersel satu.
Kerajaan fungi, meliputi orgenisme monoseluler, multiseluler, sel-selnya tidak berklorofil. Termasuk kerajaan ini adalah : Zygomycota, Ascomycota, Basidiomycota, Deuterumycota.
Kerajaan plantae, meliputi organisme multiseluler dan sel-selnya telah memiliki dinding sel. Seluruh anggota plantae berklorofil, oleh karena itu bersifat autotroph. Termasuk dalam kerajaan ini adalah lumut, paku-pakuan dan tumbuhan biji.
Kerajaan animalia, meliputi organisme bersel banyak yang sel-selnya tidak berdinding sel dan tidak berklorofil. Oleh karena itu semua anggotanya bersifat heterotrop. Ada yang hidup sebagai parasit, saprofit, predator dan sebagainya. Yang termasuk dalam kingdom ini adalah : Porifera, Coelenterata, Platyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, molusca, Echinodermata, Arthropoda, dan Chordata.

Tatanama Binomial
Tata nama untuk tumbuhan dan hewan mempunyai perturan yang berbeda dan berdiri sendiri. Namun demikian ada beberapa prinsip yang sama antara lain :
- Nama ilmiah harus berbahasa latin
- Nama jenis terdiri dari dua kata, kata pertama adalah nama marga, kata kedua menunjukkan jenis.
- Jika penunjuk jenis terdiri dari dua kata harus diberi tanda penghubung, karena terdiri dari dua kata disebut  sistem binomial.
- Sistem binomial telah diterapkan oleh Caspar Bauhin (1623), tetapi yang dianggap pencipta sistem adalah Carolus Linneaus (1753) karena secara konsisten menggunakan sistem ini.
- Sistem ini dengan huruf besar dan penunjuk jenis dengan huruf kecil semua. penulisan nama marga
Contoh : Oryza sariva L. Oryza nama marga, sativa penunjuk jenis.
- Huruf atau kata yang disingkat di belakan nama ilmiah merupakan singkatan nama pencipta nama ilmiah. Huruf L merupakan singkatan nama Linneaus
- Nama familia terdiri dari satu kata - aceae. Kata tersebut diambil dari satu marga yang tercakup dalam familia tersebut.
Contoh : Hibiscus, Malva, Sida, dan Gossypium termasuk famili Malvaceae. Malva dalah nama yang dipilih untuk nama famili dengan memberikan akhiran -aceae.

Sumber :
Buku Teori Kaji Latih Biologi, LBB SONY SUGEMA COLLEGE.
BIOLOGI untuk SMA/MA kelas X. R Gunawan Susilowarno, Grasindo, 2007
http://mediabelajaronline.blogspot.com/2011/11/klasifikasi-dan-tata-nama-ilmiah.html

Pelajari materi terkait :
  1. KEANEKARAGAMAN HAYATI DAN KLASIFIKASI
  2. KEANEKARAGAMAN HAYATI DAN TINGKAT KEANEKARAGAMAN HAYATI 
  3. KEGIATAN MANUSIA YANG MEMPUNGARUHI BIODIVERSITAS DAN KLASIFIKASI
  4. KEUNIKAN TUMBUHAN DAN HEWAN KHAS INDONESIA 
  5. KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP

Jumat, 09 Januari 2015


KEUNIKAN TUMBUHAN DAN HEWAN KHAS INDONESIA



Indonesia merupakan Negara kaya akan flora dan fauna yang tesebar di seluruh kepulauan, berupa ekosistem darat maupun ekosistem air. Semua suku tetumbuhan terwakili dengan baik di indonesia. Karena pengetahuan tentang tetumbuhan masih terbatas, maka belum semuanya dapat ditemukan  untuk dipelajari.Masih banyak jenis-jenis baru yang harus dipelajari.
Jamur diketahui dengan baik adalah jenis yang menyolok dengan  perkiraan jumlah yang ditemukan di Indonesia sekitar 4250 sampai 12000 jenis dari 47000 jenis yang ada di dunia. Tumbuhan lumut ditemukan hampir 3000 jenis dari 15000 jenis lumut yang ada di dunia. Tumbuhan paku-pakuan mencapai 4000 jenis mewakili seperempat jumlah paku-pakuan yang ada di dunia. Kelompok terbesar terdiri dari tumbuhan berbiji dengan 20000 jenis, mewakili 8% jumlah yang ada di dunia.
Untuk kekayaan hewan, Indonesia mempunyai jumlah keragaman yang tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain. Hewan mamalia mendudki peringkat pertama dunia, hampir 515 jenis, 125 jenis diantaranga endemik. Peringkat kedua diduduki oleh kupu-kupu melliputi 121 jenis. Reptil menduduki peringkat ketiga dunia, lebih dari 600 jenis merupakan peringkat keempat dunia diduduki oleh burung-burung, mencapai 1519 jenis, dan 420 jenis bersifat endemik. Peringkat kelima diduduki oleh amfibi meliputi hampir 270 jenis.
Melihat data di atas, Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan flora dan fauna yang amat mendukung keanekaragaman hayati. Hal ini dapat dimengerti karena Indonesia mempunyai letak Geografis yang strategis, beriklim tropis, terletak di tempat peralihan daerah geografi Oriental dengan Australian, dan dilewati garis Wallace serta Webber sehingga flora fauna berkembang dengan baik. Keanekaragaman flora menentukan keanekaragaman fauna.

1. Macam-Macam Tumbuhan Khas dan  Endemik di Indonesia.
a. Kayu ramin (Gonystylus bancanus) terdapat di pulau Sumatra, Kalimantan dan Maluku.
b. Kayu Besi (Euziderozylon zwageri) terdapat di Jambi pulau Sumatra.
c. Rafflesia arnoldii terdapat di Pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan
d. Matoa (Pometia pinnata) terdapat di daerah Papua
e. Meranti (Shorea sp) dan keruwing (Diptericarpus sp) dan Rotan (liana) banyak terdapat di hutan pulau Kalimantan.
f. Durian (Durio sp), Mangga (Mangifera sp), dan sukun (Anthocarpus sp) banyak terdapat dipulau jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.
g. Kau cendana (Manilkara kauki)  terdapat di Pulau Jawa
h. Kepuh (Stereula foetida) terdapat di pulau Jawa
j. Rotan (Calamus sp) terdapat banyak di Kalimantan. 

2. Macam-Macam Hewan Khas dan Endemik di Indonesia, antara lain sebagai berikut :
a. Badak bercula satu (Rhineceros Sondaicus) berada di Ujung kulon
b. Komodo (Varamus komodoensis) di Pulau Komodo
c. Burung Maleo (Macrochepalon maleo) di Pulau Sulawesi
d. Tapir (Tapirus indicus) di pulau Sumatra
e. Orang utan (Pongo pygmeus sp) di pulau Sumatera dan Kalimantan.
f. Cendrawasih (Paradiseae minor) dan Kasuari (Casuarius casuarius) di Papua
g. Macam kumbang (Phantera pardus) dan harimau Sumatera (Panthera tigris-sumatrae) ada di pulau Jawa dan pulau Sumatera .
h. Penyu hijau (Chelonia mydas) ada di pulau Bali, Jawa dan Sulawesi.
i. Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) ada di pulau Bali
j. Gajah (Elephans maximus) terdapat di Sumatera dan Kalimantan.

KEUNIKAN KEANEKARAGAMAN HAYATI BERDASARKAN PERSEBARANNYA
Indonesia meupakan Negara yang amat kaya baik flora dan fauna yang tersebar di seluruh kepulauan mulai dari tumbuhan tingkat rendah sampai dengan tumbuhan tingkat tinggi dengan keanekaragaman yang tinggi pula. Berikut ini dikemukakan beberapa hal yag berhubungan dengan kehidupan manusia.

Persebaran Biodeversitas Indonesia
Indonesia merupakan Negara kepulauan yang terletak di antara dua daerah biografi, yaitu Oriental dan Australian. Menurut sejarahnya, dahulu Indonesia bagian barat menyatu dengan benua Asia dan Indonesia Timur menyatu dengan Australia. Bila demikian keadaanya tidak mengherankan jika jenis tumbuhan dan hewan yang ada di Indonesia Barat mirip dengan hewan dan tumbuhan yang ada di daerah Asia Tenggara atau Oriental. Jenis tumbuhan dan hewan yang ada di Indonesia Timur mirip dengan tumbuhan dan hewan yang terdapat di daerah biografi Australia.
Sering dikatakan bahwa Indonesia merupakan merupakan daerah peralihan dari daerah biografi Oriental dan daerah biografi Australia. 

Kawasan Indonesia Barat meliputi Pulau Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Hewan-hewan yang menjadi cirri khas (endemic) di daerah Indonesia bagian Barat antara lain:
- Mamalia berukuran besar, seperti badak, gajah, marimau dan banteng
- Kera seperti orang utan, dan tarsius
- Burung seperti jalak bali, ayam utan, elang Jawa, murai, elang putih dan rajawali
- Hewan endemiknya antara lain bedak bercula satu, binturong, kukang dan tarsius

 
Kawasan Indonesia bagian Timur meliputi Papua dan sekitarnya, hewan-hewan yang khas adalah menyerupai hewan-hewan di daerah Australia. Kawasan Wallace meliputi Pulau Sulawesi, Maluku, Sumbawa, Sumba, Lombok dan Timor. Kawasan ini dibedakan lagi menjadi beberapa kawasan lingkungan kecil yang masing-masing dipisahkan oleh garis Wallace, garis Webber, dan garis Lydekker.
Hewan yang berada di daerah Indonesia bagian Timur dan menjadi heewan khas adalah sebagai berikut :
- Mamalia seperti kangguru, kuskus, opocum dan bandicoot
- Burung meliputi cendrawasih, kasuari dan maleo
- Reptile berupa komodo, dan iguana
- Hewan endemiknya antara lain tarsius, cendrawasih, komodo, anoa, babi, rusa dan maleo.



NILAI-NILAI KEUNIKAN KENEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA
Keanekaragaman tumbuhan dan hewan yang ada di Indonesia bermanfaat bagi manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Karena dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup, maka dapat dikatakan keanekaragaman hayati mempunyai nilai. Nilai yang terkandung dalam keanekaragaman hayati adalah sebagai berikut :

Nilai Budaya dan Estetika
Kekayaan flora dan fauna dikatakan memiliki nilai budaya apabila dapat digunakan dalam budaya masyarakat dan dapat memenuhi kebutuhan batin/mental spiritual yang dapat menambah ketenangan dan kebahagiaan manusia.
Contoh :
- Orang utan, jalak bali, cendrawasih, ayam pelung untuk ekotourisme
- Taman laut dengan keindahan terumbu karangnya ssebagai tempat rekreasi yang menyegarkan 
- Daun kelapa yang muda untuk membuat ketupat, hiasan kembar mayang dalam upacara pernikahan, maupun wadah sesaji dalam upacara keagamaan.

Nilai Pendidikan
Keanekaragaman hayati mempunyai nilai pendidikan apabila dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan dan bahan penelitian untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mempunyai nilai ilmiah apabila dapat dijadikan sebagai bahan penelitian yang akan menghasilkan informasi ilmu pengetahuan yang baru.
Contoh :
- penelitian tentang perkembangbiakkan bunga bangkai Raflessia arnoldi
- penelitian tentang penangkaran penyu

Nilai Ekonomi
Keanekaragaman hayati dikatakan mempunyai nilai ekonomi apabila spesies-spesies tersebut dapat dihargai dengan uang.
Contoh :
- Buah apel, jeruk, mangga dan durian dapat diperjualbelikan
- kayu ramin dan rotan dapat digunakanuntuk kerajian meja dan kursi
- kayu meranti, keruwing, eboni, dan kayu jati dapat digunakan sebagai bahan furniture dan bahan bangunan


Nilai Ekologis 

Keanekaragaman hayati dikatakan mempunyai nilai ekologis apabila keberadaannya dapat menjamin keseimbangan lingkungan alam, sebagai contoh mampu menyediakan udara segar bagi makhluk hidup lainnya. Mempunyai nilaibiologis yang dibutuhkan sebagai sumber keh idupan makhluk lainnya.
Contoh :
Keberadaan taman dan hutan kota untuk menjaga kesegaran udara dan mengurangi polusi kendaraan bermotor
Keberadaan terumbu karang mendukung kelangsungan hidup ikan dan hewan lainnya
Keberadaan burung hantu esebagai musuh alami, predator bagi hama tikus

Pelajari materi terkait :
  1. KEANEKARAGAMAN HAYATI DAN KLASIFIKASI
  2. KEANEKARAGAMAN HAYATI DAN TINGKAT KEANEKARAGAMAN HAYATI
  3. KEGIATAN MANUSIA YANG MEMPUNGARUHI BIODIVERSITAS DAN KLASIFIKASI 
  4. KEUNIKAN TUMBUHAN DAN HEWAN KHAS INDONESIA
  5. KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP

Sumber :


R. Gunawan Susilowarno dkk, BIOLOGI untuk Kelas X, Penerbit Grasindo 2007
Istamar Syamsuri dkk, Biologi  Untuk SMA kelas X Semester 2, Penerbit Erlangga, 2007
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!