Tampilkan posting dengan label biologi-jaringan tumbuhan. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label biologi-jaringan tumbuhan. Tampilkan semua posting

Senin, 25 Mei 2015

Sel-sel yang menyusun jaringan dewasa merupakan pertumbuhan dan perkembangan sel-sel meristem yang telah mengalami deferensiasi dan spesialisasi. Dengan proses deferensiasi, sel-sel hasil pembelahan itu akan mempunyai struktur yanng berbeda-beda.
Jaringan-jaringan dewasa yang merupakan hasil pendewasaan dari jaringan meristem meliputi tiga jaringan utama, yaitu jaringan epidermis, jaringan parenkim (jaringan dasar), dan berkas pengangkut.

JARINGAN EPIDERMIS
Jaringan epidermis adalah jaringan terluar pada organ-organ tumbuhan seperti akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji. Fungsi jaringan epidermis adalah sebagai :
  • penutup permukaan tumbuhan, 
  • sebagai pelindung organ tumbuhan, 
  • membatasi penguapan,   
  • menyokong mekanik, 
  • penyerapan, dan 
  • penyimpanan air.  
Berikut adalah ciri-ciri jaringan epidermis:  terdiri dari satu lapis yang tersusun atas sel-sel hidup dan tersusun rapat sehingga tidak ada ruang antarsel;  bentuk, ukuran, dan susunannya beragam, namun umumnya berbentuk persegi panjang;  tidak memiliki klorofil, kecuali pada epidermis tumbuhan paku;  dinding sel jaringan epidermis bagian luar yang berbatasan dengan udara mengalami penebalan, namun dinding sel epidermis bagian dalam yang berbatasan dengan jaringan lain tetap tipis.
Jaringan epidermis dapat mengalami modifikasi membentuk derivat jaringan epidermis,  seperti:
Stomata (mulut daun).

Pengertian Stoma (Jamak: Stomata) adalah lubang atau celah yang terdapat pada epidermis organ tumbuhan yang berwarna hijau yang dibatasi oleh sel khusus yang disebut sel penutup. Sel penutup dikelilingi oleh sel sel yang bentuknya sama atau berbeda dengan sel sel epidermis lainnya dan disebut sebagai sel tetangga. 
Sel tetangga adalah sel yang berperan penting dalam perubahan osmotik yang mengatur dalam lebar celah dan gerakan sel penutup. Sel penutup pada stomata dapat terletak sama tinggi dengan permukaan epidermis atau panerofor, atau stomata dapat lebih rendah dari permukaan epidermis (kriptofor). Stomata dapat juga lebih tinggi dari permukaan epidermis yang sering dikatakan sebagai sel penutup tipe menonjol. 
Sel penutup biasanya berbentuk ginjal bila kita perhatikan dari atas, akan tetapi pada suku rerumputan (Poaceae) sel menutup berbentuk berbeda dengan dua sel tetangga diantara tiap sel penutup stomata.
Berfungsi sebagai akses keluar masuk oksigen dan karbon dioksida.

Stomata dapat dikelompokkan berdasarkan susunan sel-sel tetangga. Stomata pada tumbuhan dicotyledoneae dapat dikempokkan menjadi 4 tipe yaitu:
-Tipe anomositik / Ranuculaceae, adalah tipe sel tetangga yang memiliki kesamaan bentuk dan ukuran dengan sel epidermis disekitarnya. Tipe ini umumnya dijumpai pada stomata tumbuhan keluarga Cucurbetaceae, Malvaceae, Caparidaceae, dan Ranuculaceae.
-Tipe anisositik/ Cruiferae, yaitu sel penutup dikelilingi oleh tiga buah sel tetangga yang tidak berukuran sama. Tipe ini dapat anda temukan pada stomata tumbuhan anggota keluarga Solanaceae dan Cruciferae.
-Tipe parasitik/Rubiceae, tipe sel penutup yang didampingi oleh satu se l tetangga atau lebih dengan sumbu panjang sel tetangga sejajar dengan sumbul sel penutup serta celah. Tipe ini dapat anda perhatikan pada stomata tumbuhan anggota keluarga Mimosaceae, Magnoliaceae, dan Rubiceae.
-Tipe Diasitik, yaitu tipe stomata yang dikelilingi oleh 2 sel tetangga. Dinding bersama dari kedua sel tetangga tegak lurus terhadap sumbu panjang sel penutup serta celah. Anda dapat menemukan stomata tipe ini pada tumbuhan anggota keluarga Acanthaceae dan Caryophyllaceae.

Trikomata (rambut-rambut). 
Berfungsi sebagai pelindung pada hampir seluruh permukaan tumbuhan. Trikoma ialah bentuk modifikasi sel epidermis yang berupa rambut-rambut. Trikoma biasanya terletak pada akar, daun, batang, bunga, buah, maupun biji. Pada sel epidermis, trikoma muncul dari epidermis atas. Jumlah selnya bisa tunggal atau banyak. Ada trikoma yang mempunyai kelenjar sekretori dan ada juga yang tidak. Adapun bentuk trikoma pada batang dapat kalian cermati pada Gambar berikut.
Trikoma pada batang
Trikoma memiliki beragam fungsi, antara lain mengurangi penguapan, mengurangi gangguan hewan, dan membantu penyerbukan bunga. Trikoma juga berfungsi menyerap air dan garam mineral dari tanah, misalnya trikoma pada akar. Selain itu, trikoma mampu meneruskan rangsang dari luar dan membantu penyebaran biji.
Dilihat dari kemampuan menghasilkan sekret, trikoma dibagi menjadi dua, yaitu
  • trikoma glandular , mengeluarkan sekret berupa garam, larutan gula, racun atau terpentin
  • trikoma non glandular. biasanya berupa tonjolan seperti duri-duri pada batang, daun atau buah yang tidak menghasilkan sekret.
Secara umum fungsi trikoma antara lain :
  • sebagai pelindung terhadap besarnya penguapan
  • sebagai pelindung terhadap gangguan binatang dari luar
  • menghasilkan zat perekat yang membantu proses penyerbukan
  • mempurluas daerah penyerapan air dan mineral
  • menghasilkan madu untuk menarik serangga yang akan membantu penyerbukan
  • membantu pemencaran biji.

Spina (duri).
Terdapat pada beberapa jenis tumbuhan seperti mawar dan bunga kertas. Duri (spina) merupakan modifi kasi sel epidermis yang terdapat pada tumbuhan tertentu. Duri tumbuhan terbagi dalam dua  jenis, yakni duri asli dan duri palsu. Duri asli dibentuk oleh jaringan di dalam stele batang. Misalnya, duri pada tanaman bunga kertas Bougainvillea). Sedangkan duri palsu dibentuk oleh jaringan di bawah epidermis yaitu jaringan korteks batang. Contohnya, duri pada batang tumbuhan mawar.

Bulu-bulu akar
Bulu-bulu akar merupakan perluasan dinding epidermis sebelah luar dan memanjang membentuk bulu seperti rambut. Perluasan epidermis ini berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan air dan mineral dari dalam tanah agar dapat berlangsung lebih cepat.
Velamen.
Velamen merupakan sel mati di bagian dalam jaringan epidermis pada akar gantung (akar udara) tumbuhan anggrek, sering disebut epidermis ganda. Velamen berfungsi sebagai alat penyimpan air.

Sel kipas. 
Sel kipas disebut juga sebagai motor cell atau bulliform cell. sel kipas merupakan alat tambahan pada epidermis bagian atas daun, terutama pada famili Poaceae, misalnya bambu (Bambusa vulgaris) dan Cyperaceae misalnya pada rumput teki (Cyperus rotodus). Selkipas tersusun oleh beberapa sel berukuran lebih besar daripada sel-sel epidermis. Fungsinya untuk mengurangi penguapan dan sebagai penyimpanan air. Bila terjadi penguapan yang relatif besar, sel kipas akan mengempis sehingga daun akan menggulung untuk mengurangi penguapan lebih lanjut.

Sel kersik
Sel kersik yang menyebabkan permukaan batang tumbuhan menjadi keras. Contohnya pada tumbuhan tebu.
 
JARINGAN PARENKIM
Parenkim merupakan jaringan tanaman yang paling umum dan belum berdiferensiasi. Kebanyakan karbohidrat non-struktural dan air disimpan oleh tanaman pada jaringan ini. Parenkim biasanya memiliki dimensi panjang dan lebar yang sama (isodiametrik) dan protoplas aktif dibungkus oleh dinding sel primer dengan selulose yang tipis. Ruang interseluler antar sel umum terdapat pada parenkim. Merupakan bagian yang paling banyak terdapat pada tumbuhan.
            Sel- sel penyusun jaringan parenkim tidak terspesialisasi. Oleh karena itu, sel- sel jaringan parenkim dapat berubah menjadi jaringan lain. Sel- sel jaringan parenkim juga bersifat fleksibel (lentur). Hal ini dimungkinkan karena dinding selnya tipis.
Ciri utama sel parenkim adalah memiliki dinding sel yang tipis, serta lentur. Beberapa sel parenkim mengalami penebalan, seperti pada parenkim xylem, Sel parenkim berbentuk kubus atau memanjang dan mengandung vakuola sentral yang besar.
Ciri khas parenkim yang lain adalah sel-selnya banyak memiliki ruang antarsel karena bentuk selnya membulat, meskipun ada juga parenkim yang sel-selnya rapat satu sama lain tanpa ruang antar sel, misalnya parenkim penyusun endosperm biji. Parenkim yang mempunyai ruang antar sel terbesar adalah mesofil daun karena ruang antar sel itu berfungsi sebagai sarana pertukaran gas antara kolenkim dengan udara luar.
Parenkim yang mempunyai ruang antarsel adalah daun. Ruang antarsel ini berfungsi sebagai sarana pertukaran gas antar klorenkim dengan udara luar. Sel parenkim memiliki banyak fungsi, yaitu untuk berlangsungnya proses fotosintesis, penyimpanan makanan dan fungsi metabolisme lain. Isi sel parenkim bervariasi sesuai dengan fungsinya, misalnya sel yang berfungsi untuk fotosintesis banyak mengandung kloroplas. Jaringan yang terbentuk dari sel-sel parenkim semacam ini disebut klorenkim. Cadangan makanan yang terdapat pada sel parenkim berupa larutan dalam vakuola, cairan dalam plasma atau berupa kristal (amilum). Sel parenkim merupakan struktur sel yang jumlahnya paling banyak menyusun jaringan tumbuhan.
Berdasarkan fungsinya, parenkim dibagi menjadi bebrapa jenis jaringan, yaitu:
1)      Parenkim Asimilasi. Parenkim asimilasi yaitu sebagai pembuat zat makanan bagi tumbuhan yang diproses dari fotosintesa di daun. Biasanya terletak di bagian tepi suatu organ, misalnya pada daun, batang yang berwarna hijau, dan buah. Di dalam selnya terdapat kloroplas, yang berperan penting sebagai tempat berlangsungnya proses fotosintesis,
2)      Parenkim penimbun adalah sel parenkim ini dapat menyimpan cadangan makanan yang berbeda sebagai larutan di dalam vakuola, bentuk partikel padat, atau cairan di dalam sitoplasma.Biasanya terletak di bagian dalam tubuh, misalnya: pada empulur batang, umbi akar, umbi lapis, akar rimpang (rizoma), atau biji. Di dalam sel-selnya terdapat cadangan makanan yang berupa gula, tepung, lemak atau protein. Parenkim penimbun berfungsi dalam menyimpan cadangan makanan bagi tumbuhan berupa hasil fotosintesa, seperti protein, amilum, gula tepung, atau lemak.
3)      Parenkim air adalah sel parenkim yang mampu menyimpan air. Umumnya terdapat pada tumbuhan yang hidup didaerah kering (xerofit), tumbuhan epifit, dan tumbuhan sukulen.Parenkim air berfungsi sebagai tempat menyimpan air pada tumbuhan xerofit /epifit (sedikit air) untuk menghadapi kemarau misalnya pada tumbuhan kaktus dan lidah buaya
4)      Parenkim udara (aerenkim) adalah jaringan parenkim yang mampu menyimpan udara karena mempunyai ruang antar sel yang besar. Aerenkim banyak terdapat pada batang dan daun tumbuhan hidrofit.Parenkim udara disebut sebagai aerenkim bertugas menyimpan udara dalam kantung besarnya, terdiri dari sel gabus dengan rongga yang besar sehingga membantu menjaga kelebihan air pada tumbuhan dengan habitat perairan.Ruang antar selnva besar, sel- sel penyusunnya bulat sebagai alat pengapung di air, misalnya parenkim pada tangkai daun tumbuhan enceng gondok
5)     Parenkim pengangkut, merupakan jaringan parenkim yang terdapat disekitar xilem dan floem yang mengangkut air dan unsur-unsur hara serta parenkim yang mengedarkan zat -zat makanan hasil fotosintesis
6)    Parenkim penutup luka, merupakan jaringan parenkim yang mempunyai kemampuan regenarasi (pemulihan dir) dengan cara menjadi embrional (meristematik) kembali dengan cara membelah diri membentuk sel-sel baru atau jaringan baru. Parenkim penutup luka disebut juga dengan kambium gabus (felogen)

BERKAS PENGANGKUT
Jaringan tumbuhan yang berfungsi untuk proses transportasi terdiri atas xilem dan floem. Xilem untuk mengangkut air dan mineral-meneral dari akar ke daun, sedangkan floem untuk mengangkut
hasil fotosintesis ke seluruh tubuh. Kedua jaringan itu biasa terorganisasi menjadi satu yang disebut berkas pengangkut. Berkas pengangkut pada batang monokotil bertipe kolateral tertutup, yang artinga antara floem tidak dipisahkan oleh kambium, sedangkan berkas pengangkut batang dikotil bertipe kolateral terbuka di mana antara xilem dan floem dipisahkan oleh kambium.
X
ilem tersusun atas beberapa komponen yang berupa sel, yaitu trakea, trakeid, parenkim, xilem dan serabut xilem. Trakeid berupa sel mati yang kedua ujungnya runcing dan panjang dengan dinding yang berlubang sehingga memungkinkan terjadinya pengangkutan air dan mineral melalui noktah antar sel. Trakea merupakan sel mati yang berbentuk tabung dan berlubang pada kedua ujungnya. Trakea dan trakeid mengalami penebalan dinding sel dari kayu. lignin.
Trakea berfungsi sebagai pembuluh pengangkut air dan  mineral utama pada xilem. Parenkim xilem terdiri atas sel-sel hidup yang berdinding tipis yang di dalamnya banyak mengandung amilum dan lemak sebagai cadangan makanan. Serabut xilem merupakan sel-sel sklerenkim dengan dinding yang tebal, bentuk dan ukurannya lebih pendek dan sempit dibandingkan dengan trakeid, letaknya melekat pada trakeid sehingga sulit dipisahkan dengan trakeid. Serabut xilem yang berfungsi sebagai jaringan penguat pada jaringan berkas pengangkut.
Floem tersusun atas sel-sel pembluh tapis, sel pengiring, parenkim, floem dan serabut floem. Floem mengalami penebalan selulosa dan pektin. Sel pembuluh tapis merupakan pembuluh sel yang memanjang dengan lempengan tapisan pada dinding selnya. Lempengan tapisan tersusun atas sejumlah lubang yang membatasi dua sel yang berdampingan. Sel pengiring merupakan sel hidup, ukurannya lebih kecil daripada sel pembuluh tapis yang bersifat meristematis yang berperan memberi nutrisi pada pembuluh tapis. Parenkim floem merupakan sel yang dindingnya tipis bentuknya memanjang dan terletak sejajar dengan sumbu berkas pengangkut. Parenkim floem berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan seperti zat tepung dan lemak. Serabut floem merupakan serabut sklerenkim yang berbentuk memanjang dan berwujud sel mati yang berfungsi sebagai jaringan penyokong pada berkas pengangkut.

JARINGAN PENGUAT 
Nama lain dari jaringan penyokong adalah stereo. Fungsinya untuk menguatkan bagian tubuh tumbuhan. Ada dua jaringan yang menjadi jaringan penguat tubuh tumbuhan ini, yaitu kolenkim dansklerenkim. Kolenkim berbeda dengan sklerenkim karena sel-sel penyusunnya juga berbeda.


a. Kolenkim, Kolenkim merupakan sel-sel hidup dan bersifat mirip parenkim dan beberapa mengandung kloroplas. Letaknya di dekat permukaan dan di bawah epidermis pada batang, tangkai daun, tangkai bunga, dan induk tulang daun. Kolenkim jarang terdapat pada akar. Sebagian besar dinding sel jaringan kolenkim terdiri dari senyawa selulosa yang merupakan jaringan penguat pada organ tubuh muda atau bagian tubuh tumbuhan yang lunak.

b. Sklerenkim,  Jaringan sklerenkim terdiri dari sel-sel mati. Selain mengandung selulosa dinding sel, jaringan sklerenkim mengandung senyawa lignin (komponen utama kayu) sehingga sel-selnya menjadi kuat dan keras. Sklerenkim terdiri dari dua macam yaitu serabut atau serat sklerenkima dan sklereid atau sel batu. Batok kelapa adalah contoh yang baik dari bagian tubuh tumbuhan yang mengandung serabut dan sklereid. Fungsi sklereid adalah menguatkan jaringan dewasa.
Jaringan sklerenkim merupakan jaringan penguat yang sel-selnya telah mati dengan penebalan secara melingkar. Jaringan sklerenkim banyak ditemukan  pada tumbuhan yang sudah tidak mengalami pertumbuhan dan perkembangan, yaiu pada tumbuhan monokotil dan dikotil yang sudah tua.
Sel-sel sklerenkim dibedakan menjadi sklereid dan serat (serabut). Serat biasanya lebih panjang daripada sklereid.
  • Sklereid, mempunyai dinding sel yang keras, sehingga sering disebut sel batu. Pada tumbuhan, sklereid terdapat pada berkas pengangkut, sel-sel parenkim, korteks batang, tangkai daun, daging daun, akar, buah dan kulit biji.
  • Serabut (serat), sklerenkim yang terbentuk serat mempunyai ukuran panjang yang bervariasi dan terdapat pada berbagai organ tumbuhan. Kebanyakan serat merupakan elemen yang panjang dengan ujung runcing, lumen sempit dan dinding tebal. Serat terdapat pada akar, batang dan buah. Di dalam berkas pengangkut, selain xilem dan floem juga diperkuat dengan adanya serat-serat sklereid. Pada daun tumbuhan monokotil, serat tidak hanya terdapat sebagai sarung berkas pengangkut, tetapi juga menyebar di antara epidermis atas dan epidermis bawah. tanaman yang mempunyai serat keras, misalnya Agave sisaalana, musa textilis, sedangkan yang mempunyai serat lunak adalah serat kapas dan randu.




Sumber :
BIOLOGI untuk SMA/MA kelas XI, R Gunawan Susilowarno, dkk, Penerbit Grasindo, 2007
http://brainly.co.id/tugas/464478
http://www.pengertianahli.com/2013/11/pengertian-ciri-fungsi-jaringan.html#_ http://hedisasrawan.blogspot.com/2014/05/jaringan-dewasa-materi-lengkap.html  http://www.pintarbiologi.com/2014/11/jaringan-permanen-pada-tumbuhan.htmlhttp://www.belajarbiologi.com/2014/07/stomata-pengertian-struktur-dan-fungsi-stomata.html#_

Jumat, 22 Mei 2015

PERKECAMBAHAN PADA TUMBUHAN
Tubuh tumbuhan terdiri atas jaringan dan setiap jaringan terdiri atas kumpulan sel-sel yang mempunyai fungsi dan struktur yang sama. Tumbuhan mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan sejak fertilisasi sampai dewasa. Awal masa pertumbuhan tumbuhan dikenal dengan istilah perkecambahan.
Perkecambahan adalah munculnya plantula (tanaman kecil) dari dalam biji. Pada perkecambahan terdapat bagian yang disebut calon tunas (plumulae) dan calon akar (radicle) yang selanjutnya disebut promeristem. Plumulae dan radicle akan membelah secara terus menerus, dilanjutkan dengan pemanjangan sel hasil pembelahan dan pematangan atau pendewasaan sel-sel setelah mengalami pemanjangan. Proses pendewasaan atau pematatangan disebut dengan istilah deferensiasi. Deferensiasi dapat diartikan proses perubahan bentuk sel yang disesuaikan dengan fungsinya. Hasil proses diferensiasi pada promeristem, prokambium, dan meristem dasar. Jaringan promeristem yang berupa protoderma, prokambium dan promeristem selanjutnya akan mengalami diferensiasi lanjut yang dikenal dengan spesialisasi untuk membentuk jaringan permanen (dewasa). Spesialisasi berarti pengkhususan sel untuk mendukung suatu fungsi tertentu. Protoderma akan terspesialisasi membentuk epidermis. Prokambium membentuk jaringan berkas pengangkut yang berupa xilem dan floem serta kambium, sedagkan meristem dasar akan membentuk jaringan dasar yang berupa parekim.
Berdasarkan sifatnya ada dua macam jaringan yang menyusun tubuh tumbuhan, yaitu jaringan yang menyusun tubuh tumbuhan, yaitu jaringan muda dan jaringan dewasa. Jaringan muda mempunyai sifat selalu membelah sehingga mempunyai fungsi menambah panjang akar maupun batang. Pertumbuhan yang diawali oleh jaringan yang letaknya di bagian ujung dikenal sebagai pertumbuhan primer, dan semua jaringan yang terbentuk disebut jaringan primer.
Sel merupakan untuk fungsional dan struktural terkecil yang dapat menopang kehidupan sel. Sel tumbuhan terutama mempunyai organel (bagian struktural dan fungsional yang terdapat di dalam sel yang terikat oleh membran) yang khas dibandingkan dengan sel hewan maupun sel-sel lainnya. Organel tersebut adalah kloroplas, vakuola sentral (kantung berisi cadangan makanan) yang membesar di bagian tengah sel, dan dinding sel yang mengandung selulosa.
Terdapat beberapa jenis sel tumbuhan. Misalnya, jenis sel tumbuhan yang menghasilkan materi kimia tertentu seperti materi hasil fotosintesis. Sementara itu, ada jenis sel tumbuhan yang menghasilkan materi lilin. Ada juga jenis sel tumbuhan tertentu yang berfungsi selagi masih hidup, misalnya kloroplas. Namun ada juga jenis sel tumbuhan yang justru berfungsi setelah mati.
Berbagai jenis sel yang ada pada tumbuhan merupakan hasil penggabungan dari tiga macam proses sel, yaitu :
pembelahan sel tumbuhan yaitu perbanyakan sel tumbuhan yang dilakukan dengan cara mitosis (mitosis merupakan pembelahan sel yang sekali membelah menghasilkan kedua sel anakan yang sama dengan sel induknya),
pembesaran sel tumbuhan yaitu proses yang mencakup penambahan materi dalam sel dan pembentukan vakuola,
deferensiasi sel tumbuhan, yaitu proses yang mengarah pada terjadinya aktivitas fisiologi, susunan biokimia, dan struktur yang menghasilkan pola pertumbuhan tertentu sehingga mengakibatkan terjadinya perubahan pada bentuk sel-sel tumbuhan.
Pembelahan dan pembesaran sel tumbuhan merupakan proses pertumbuhan. Proses pertumbuhan dan deferensiasi sel tumbuhan akan mengarah pada perkembangan sel-sel tumbuhan menuju dewasaan. Sel-sel tumbuhan dewasa tidak tersusun secara acak, melainkan menyesuaikan diri melalui berbagai cara dan membentuk sekelompok sel yang mudah dikenali yang disebut jaringan tumbuhan.
Semua sel yang menyusun tubuh tumbuhan dewasa berasal dari kegiatan sel-sel jaringan muda. Pada proses pencapaian kedewasaan sel-sel tersebut tidak hanya  bertambah volumenya, tetapi strukturnya lebih termodifikasi untuk memenuhi fungsi fisiologis tertentu pada tumbuhan dewasa.


JARINGAN MUDA (MERISTEM)
Jaringan meristem  merupakan jaringan muda yang selalu membelah membentuk jaringan yang lain. Jaringan ini terdiri atas jaringan embrional yang belum mengalami diferensiasi. Jaringan meristem, memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  • dinding sel tipis,dengan keadaan didnding sel yang tipis sangat memmungkinkan sel-sel ini dapat terus membelah
  • Pada Anggiospermae sel meristem memiliki vakuola kecil yang tersebar diseluruh protoplas.
  • bentuk sel isodiametris dibanding sel dewasa, dengan inti besar. Bentuk sel yang mempunyai diameter sama memberikan gambaran bentuk sel seperti bola-bola yang tersusun rapat. Dengan membentuk bola-bola ini memungkinkan sel dapat membelah ke segala arah.
  • jumlah protoplasma sangat banyak, untk prosess pembelahan sel yang dibutuhkan oleh komponen-komponen pembentuk organel-organel sel yang mencukupi sebelum sel membelah, Zat-zat organik dan anorganik sangan diperlukan dalam jumlah banyak pada sel-sel yang akan membelah.
  • Biasanya protoplas sel meristem tidak memiliki cadangan makanan dan kristal, sedangkan plastida masih pada tahap pro plastida. Sel-sel embrional tidak ditemukan vakuola-vakuola. Makanan yang masuk ke dalam langsung digunakan untuk proses sintesis dan penyiapan energi untuk pembelahan.


Macam-Macam Jaringan Meristem Berdasarkan Asalnya
Macam-macam jaringan meristem bedasarkan asalnya terbagi atas 3 bagian yakni Promeristem, Meristem Primer dan Meristem Sekunder, penjelasan dari ketiga bagian tersebut dalam dillihat dibawah ini.
1. Promeristem
Promeristem adalah jaringan yang telah ada pada saat tumbuhan masih dalam keadaan fase embrio atau masih dalam tingkat embrio. 
2. Meristem Primer
Meristem Primer adalah jaringan yang ditemukan pada tumbuhan dewasa yang sel-selnya masih membelah yang terdapat pada bagian ujung akar dan bagian ujung batang, sehingga menyebabkan tumbuhan tumbuh dengan tinggi. Meristem primer adalah jaringan muda yang berasal dari sel-sel embrional. Meristem primer merupakan kelanjutan dari kegiatan embrio atau lembaga yang terdapat pada kuncup ujung batang dan ujung akar. Hal inilah yang memungkinkan akar dan batang bertambah panjang sehingga tumbuhan dapat bertambah tinggi.
Daerah-daerah pada meristem primer mempunyai tingkat perkembangan sel berbeda-beda. Meristem ujung terdapat pada ujung batang. Di dekat meristem ujung terdapat promeristem dan daerah meristematik lain. Daerah ini terdiri dari sekelompok sel yang telah mengalami diferensiasi sampai tingkat tertentu dan terdiri dari tiga jenis jaringan (meristem primer) sebagai berikut.
  • Protoderma, bagian ini merupakan asal-usul jaringan kulit (epidermis).
  • Prokambium, bagian ini akan membentuk jaringan ikat pembuluh primer (xilem primer dan floem primer) dan kambium.
  • Meristem dasar, bagian ini akan membentuk jaringan dasar (parenkim) tumbuhan 
3. Meristem Sekunder 
Meristem Sekunder adalah jaringan ini merupakan jaringan yang berasal dari meristem primer yang merupakan hasil perkembangan dari meristem primer, contonya kambium.  Meristem sekunder terbentuk dari jaringan dewasa yang telah terhenti pertumbuhannya, tetapi menjadi embrional kembali. Kambium gabus pada batang Dicotyledoneae dan Gymnospermae terbentuk dari sel-sel korteks di bawah epidermis. Bagian ini merupakan salah satu contoh meristem sekunder.
Sel-sel kambium tumbuh dan membelah sepanjang hidup tumbuhan, sehingga batang tumbuhan tumbuh menjadi lebih besar. Jaringan kambium yang terletak di antara xilem dan floem disebut meristem sekunder.
Pertumbuhan sel kambium ke arah dalam akan membentuk xilem sekunder dan ke arah luar membentuk floem sekunder. Jaringan kambium dijumpai pada batang tumbuhan anggota kelas Dicotyledoneae. Sementara itu, tumbuhan kelas Monocotyledoneae tidak mempunyai jaringan kambium (meristem sekunder) sehingga batangnya tidak mengalami pertumbuhan sekunder. 

Macam-Macam Jaringan Meristem Berdasarkan Letaknya
Macam-macam jaringan meristem berdasarkan letaknya terbagi atas 3 yakni meristem epikal, meristem interkalar, meristem lateral, untuk melihat penjelasan dari ketiga bagian dapat dilihat seperti dibawah ini.
1. Meristem Apikal
Meristem apikal disebut juga meristem ujung karena terdapat di ujung akar dan ujung batang. jadi meristem apikal adalah meristem yang terdapat pada ujung akar dan ujung batang. Meristem ujung yang terdapat pada ujung akar memungkinkan membuat jalinan di dalam tanah sehingga memperoleh air yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Adapun pada ujung batang dihasilkan sel-sel baru yang akan membentuk daun. 
Meristem apikal terdapat pada tumbuhan paku-pakuan, biji terbuka, maupun tumbuhan biji tertutup. Dalam keadaan khusus, meristem apikal pada tumbuhan berbunga dapat membentuk kuncup bunga yang akan berkembang menjadi bunga sebagai alat perkembangbiakan secara generatif. 
Jaringan meristem diujung batang menghasilkan sel-sel baru dan menumbuhkan primordial daun yang kelak tumbuh menjadi daun. Titik pada batang sebagai tempat berkembangnya daun dinamakan bongkol. Jarak antar bongkol di ujung batang tanaman sangat berdekatan, sedangkan daun-daun berkembang dengan cepat. Hal itu menyebabkan daun-daun tumbuh diatas meristem ujung pembentuknya. Jaringan meristem yang terakhir membentuk kuncup lateral, berkembang pada bongkol-bongkol. Kuncup lateral akan tumbuh dan berkembang membentuk cabang-cabang baru. Jaringan meristem ujung akar menghasilkan sel-sel baru dan terus memperpanjang akar. 
2. Meristem Interkalar
Meristem Interkalar disebut juga meristem antara karena terdapat di antara jaringan-jaringan dewasa, jadi, meristem interkalar adalah meristem yang terdapat diantara meristem primer dan jaringan dewasa. Meristem semacam ini dijumpai pada tumbuhan yang batangnya beruas-ruas, misalnya keluarga rumput-rumputan. Pemanjangan ruas terjadi karena proses pembelahan sel membentuk sel-sel sejajar dan sel-sel muda yang menjadikan ruas makin membentang dan bertambah panjang.  Mula-mula kegiatan meristem interkalar terjadi di seluruh ruas namun setelah perkembangan ruang-ruang dalam batang yang biasa ditemukan pada Poaceae, kegiatan itu terbatas pada aerah tepi dari dasar ruas yaitu terbatas pada daerah tepi dari  dasar ruas yaitu di dekat dan di atas buku. 
3. Meristem Lateral
Meristem Lateral disebut juga meristem samping karena letaknya sejajar dengan permukaan organ, jadi meristem lateral adalah meristem yang menyebabkan pertumbuhan pada meristem sekunder. Yang termasuk meristem lateral adalah kambium dan felogen atau kambium gabus. Kambium terdapat pada tumbuhan berbiji terbuka dan tumbuhan dikotil. Aktivitas kambium membentuk sel-sel baru menyebabkan pertumbuhan membesar pada bagian batang. Meristem ini termasuk kambium pembuluh dan kambium gabus yang .
menyebabkan pertumbuhan menebal dan melebar jauh dari apeks, umum ditemukan pada Dicotyledoneae dan Gymnospermae. Pertumbuhan yang dihasilkannya disebut pertumbuhan sekunder.
Kambium pembuluh ialah meristem sekunder yang berfungsi membentuk ikatan pembuluh (xylem dan floem) sekunder. Bentuk selnya seperti pipa atau berkas-berkas memanjang sejajar permukaaan batang atau akar. Meristem ini adalah meristem lateral karena terdapat di daerah lateral akar dan batang. Ciri-ciri sel nya agak berbeda dengan ciri sel meristem apeks. Dari segi morfologi dapat dibedakan menjadi 2 tipe sel kambium, yaitu : Sel fusiform : bentuk memanjang dengan ujung meruncing, letak memanjang sejajar dengan sumbu, fungsinya membentuk jaringan pembuluh sekunder; Sel jari-jari empulur: bentuk sel membulat kecil, tersusun kearah radial membentuk jari-jari empulur. Berdasarkan susunan sel fusiform, dapat dibedakan: Kambium bertingkat Sel initial tersusun berjajar letak ujung sel sama tinggi Kambium tidak bertingkat. Sel initial saling tumpang tindih tidak membentuk deretan.
Kambium gabus. Kambium gabus atau felogen adalah meristem yang menghasilkan periderm. Periderm adalah jaringan pelindung yang terbentuk secara sekunder dan menggantikan epidermis pada batang dan akar yang menebal karena pertumbuhan sekunder. Periderm mencakup felogen (cambium gabus) yaitu meristem yang menghasilkan periderm, felem ( gabus) yaitu jaringan pelindung yang dibentuk kearah luar oleh felogen dan feloderm yaitu jaringan parenkim hidup yang  dibentuk oleh felogen ke arah dalam.  Sel felogen terdiri dari satu macam sel saja. Pada penampang melintang felogen  terlihat seperti sel empat persegi panjang yang memipih pada arah radial. Pada  arah memanjang sel felogen berbentuk empat persegi panjang atau bersegi banyak  dan kadang-kadang agak tidak teratur.. Sel felogen biasanya tersusun rapat tanpa ruang antar sel . Sel dewasa tidak hidup dan dapat beroso zat padat ataiu cairan. Sel gabus ditandai oleh adanya zat gabus (suberin) dalam dinding sel nya.




Sumber :
BIOLOGI untuk SMA/MA kelas XI, R Gunawan Susilowarno, dkk, Penerbit Grasindo, 2007
http://www.artikelsiana.com/2014/11/pengertian-jaringan-meristem-jenis-jenis.html#_
http://www.materisma.com/2014/10/penjelasan-jaringan-meristem-tumbuhan.html http://www.pustakasekolah.com/jaringan-meristem.html



Struktur tumbuhan tersusun atas jaringan dan organ. Jaringan pada tumbuhan seperti halnya pada hewan tersusun dari kelompok-kelompok sel yang telah mengalami spesialisasi.

JARINGAN
Jaringan Meristem
Jaringan meristem adalah kumpulan sel yang terus membelah dan terdapat pada ujung akar, ujung batang, kambium dan antar ruas batang.
Kambium yang terletak antara xilem dan floem disebut kambium intravaskuler dan kambium yang terletak antara dua berkas ikatan pembuluh disebut kambium intervaskuler.

Jaringan epidermis
Jaringan epidermis disusun oleh sel-sel pipih selapis yang mempunyai permukaan agak cembung, dilapisi oleh lapisan kutikula yang kedap air untuk mencegah penguapan. Pada batang muda dan daun, beberapa sel epidermis mengalami perubahan bentuk menjadi sel penutup mulut daun (stoma/stomata).
Mulut daun diperlukan untuk pertukaran gas pada proses respirasi dan fotosintesis. Bila batang menjadi lebih tua, epidermis diganti oleh lapisan gabus. Untuk pernapsan terbentuk daerah-daerah pada lapisan gabus yang selnya renggang disebut lenti sel.

Jaringan kolenkim
Jaringan yang tersusun dari sel-sel yang mengandung kloroplas. Biasanya terdapat pada mesofil daun dan juga pada organ lain.

Jaringan sklerenkim dan kolenkim
Jaringan penunjang yang terdiri atas dua macam sel-sel penunjang, yaitu :
  • Sklerenkim, sel-selnya relatif panjang, dindingnya tebal mengandung zat kayu (lignin) dan setelah dewasa merupakan sel mati. Sklerenkim terdiri atas dua macam, yaitu serat an sel batu (sklereid)
  • Kolenkim, terdapat pada dasar epidermis batang yang berfungsi sebagai penguat pada batang muda yang sedang tumbuh dan tangkai daun. Berbeda dengan sklerenkim, penebalan dinding sel dan terdiri atas sel-sel hidup.

Jaringan Parenkim
Jaringan parenkim ialah jaringan dasar yang berfungsi untuk memperkuat kedudukan jaringan-jaringan lainnya. Sel-sel parenkim mempunyai organel-organel yang lengkap dan dapat berubah menjadi meristematik ( dapat memperbanyak diri). Sel parenkim berfungsi untuk menyimpan air dan cadangan makanan, tetapi ada juga yang berkloroplas atau menjadi sel-sel sekresi yang menghasilkan getah atau damar.

Jaringan pembuluh/pengangkut.
Xilem dan floem disebut jaringan pengangkut, yang terdapat pada ikatan pembuluh.
  • xilem, terdiri atas sel-sel pembuluh kayu membentuk sistem kapiler. Sel-sel pembuluh kayu teratur, sambung menyambung membentuk pipa-pipa kapiler yang panjang. Hal ini karena terlarutnya sekat-sekat yang melintang. Dinding pembuluh mengalami penebalan dan beberapa tempat ada noktah
  • floem, terdiri atas sel-sel pembuluh tapis, juga membentuk pembuluh-pembuluh, akan tetapi sekat-sekat yang melintang tidak teratur, melainkan hanya berlubang-lubang dan dinding pembuluh tidak mengalami perubahan
Xilem primer terbentuk karena pertumbuhan dan diferensiasi jaringan meristem pada batang. Xilem sekunder adalah xilem yang terbentuk karena pertumbuh kambium.
Pada tumbuhan dikotil berkayu, xilem sekunder membentuk kayu dan floem sekunder membentuk kulit kayu.

ORGAN
Organ pada tumbuhan terdiri atas daun, bunga, buah,  batang dan akar.
Daun 
Pada tumbuhan tungkat tinggi, daun merupakan tempatpenting untuk fotosintesis. Hal ini dapat dilihat dari jaringan penyusunnya yaitu :
  • jaringan-jaringan yang mengandung banyak kloroplas, jaringan mesofil palisade, dan mesofil bungan karang.
  • jaringan ikatan pembuluh, sebagai alat transpor
  • mempunyai mulut daun, sebagai jalan masuk dan keluarnya udara yang mengandung CO2 yang diperlukan untuk fotosintesis
  • mempunyai jaringan pelindung yang dilapisi kutikula untuk mengurangi penguapan.

Bunga
Bunga merupakan alat reproduksi pada angiospermaei karena memiliki alat reproduksi 9putik dan benang sari). Organ ini merupakan hasi modifikasi dari daun.

Batang
pertumbuhan batang dikotil dimulai dari meristem apikal yang berada di ujung batang. Meristem apikal yang membentuk jaringan primer seperti bakal daun, tunas, ketiak, epidermis, korteks dan empulur. Pada tumbuhan monokotil mristem apikal kecil dan berkembang menjadi bakal daun, tunas ketiak dan epidermis.
Struktur primer batang dikotil terdiri dari jaringan epidermis, korteks, stele dan dilengkapi kambium sehingga dapat membentuk struktur sekunder batang, sedangkan untuk batang monokotil terdiri dari epidermis, pembuluh angkut dan empulur yang tidak terlalu tampak, karena jaringan pembuluh angkutnya tersebar acak dari korteks sampai stele.
Secara keseluruhan batang berfungsi :
  1. menjadi tempat tumbuhnya daun, bunga dan buah
  2. menyelenggarakan pengangkutan air dan zat-zat mineral yang diserap akar ke bagian lain, serta pengangkutan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan
  3. kadang-kadang juga menjadi tempat untuk fotosintesis
  4. penyimpanan cadangan makanan

Akar
Seperti halnya batang, akar berkembang dari meristem apikal yang ada di ujung akar ini ditutupi oleh tudung akar. Perkembangan jaringan primer pada akar sama seperti batang. Pembelahan meristem apikal membentuk daerah pemanjangan dan daerah pemanjangan diferensiasi.
Jaringan sekunder pada akar dikotil tumbuh dari kambium
Pada akar monokotil tidak mempunyai kambium dan karena itu tidak mempunyai jaringan sekunder.
Fungsi akar :
  • Menyerap air dan mineral dari tanah dan mengangkut ke batang dan daun
  • memperkuat tegaknya batang tumbuhan

Kamis, 21 Mei 2015

Pilihan Ganda

1. Pernyataan di bawah ini yang merupakan ciri jaringan parenkim adalah...
A. dinding sel tipis dan mempunyai organela sel lengkap
B. bagian sudut dari dinding sel mengalami penebalan
C. seluruh bagian sel menebal
D. merupakan sel mati
E. selalui berisi kloroplas

2. Jaringan parenkim yang berklorofil dinamakan ....
A. sklerenkim
B. klorenkim
C. kolenkim
D. skleresida
E. epidermis

3. Lapisan kutikula daun dan duri pohon Kaktus saguera merupkan bentukan dari jaringan....
A. pengangkut
B. endodermis
C. parenkim
D. epidermis
E. penyokong

4. Aktivitas titik tumbuh sekunder akan mengakibatkan....
A. bertambah panjangnya akar
B. bertambah panjangnya batang
C. bertembah besarnya batang tanaman
D. terbentuknya peristiwa diferensiasi dan spesialisasi
E. bertambahnya lebarnya daun

5. Berikut ini adalah jaringan pada daun, kecuali.....
A. palisade
B. epidermis
C. spons
D. silinder pusat
E. pengangkut

6. Jaringan yang berfungsi sebagai jaringan penguat adalah....
A. endodermis
B. epidermis
C. kambium
D. kortex
E. silinder pusat

7. Jaringan yang membatasi antara kortex dengan silinder pusat adalah....
A. endodermis
B. floem
C. feloderm
D. felogen
E. parenkim

8. Jaringan pada tumbuhan yang bersifat kedap air adalah...
A. parenkim
B. sklerenkim
C. kolenkim
D. kambium
E. gabus/empulur

9. Di bawah ini merupakan modifikasi jaringan epidermis, kecuali....
A. lentisel
B. kutikula
C. bulu akar
D. sklereid
E. stomata

10. Jaringan parenkim/parenkim pada daun adalah....
A. jaringan epidermis dan endodermis
B. jaringan kolenkim dan sklerenkim
C. jaringan palisade dan spons
D. jaringan pengangkut dan spons
E. jaringan penyokong dan kolenkim

11. Pada tumbuhan yang sudah tua terdapat sekumpulan sel yang mendesak jaringan lain sehingga membentuk celah yang disebut lentisel yang berasal dari jaringan....
A. pengangkut
B. kambium
C. parenkim
D. epidermis
E. endodermis

12. Pengertian lingkaran tahun adalah....
A. aktivitas kambium ke luar membentuk xilem, ke dalam membentuk floem
B. aktivitas kambium ke luar membentuk  floem, ke dalam membentuk xilem
C. aktivitas kambium ke luar membentuk  epidermis, ke dalam membentuk endodermis
D. aktivitas parenkim ke luar membentuk  epidermis, ke dalam membentuk endodermis
E.  aktivitas parenkim ke luar membentuk  endodermis, ke dalam membentuk epidermis

13. Baobab merupakan tumbuhan raksasa Australia yang yang berusia ribuan tahun. Gari gejala tersebut dapat dianalisis antara lain...
  1. transpirasinya lebih rendah dari fotosintesis
  2. jaringan meristem aktif membelah
  3. kambium aktif membelah
  4. tumbuhan itu tidak dapat menggugurkan daunnya
  5. pada daun terdapat organ khusus untuk menyimpan air.
Analisis yang paling tepat adalah....
A. 1, 2, 3             B.  2, 3, 5            C. 1, 3, 4                 D. 1, 2, 3                E. 3, 4, 5

14. Kambium yang terdapat di antara xilem dan floem dinamakan...
A.  kambium intrafaskuler
B.  kambium interfase
C.  perikambium
D.  perikambium gabus
E.  prokambium

15. Tumbuhan rami dapat dimanfaatkan untuk pembuatan tikar sebab batang maupun daunnya memiliki jaringan.....
A. parenkim
B. sklerenkim
C. kolenkim
D. kambium
E. gabus

16. Fungsi plasmodesmata adalah....
A. menerima dan meneruskan rangsang
B. tempat pertukaran zat dari sel yang satu dan sel yang lain
C. penghubung antara sel yang satu dan sel yang lain
D. tempat transpor protein
E. untuk memperbanyak sel

17.  Bertambah besarnya akar dan batang disebabkan oleh...
A. perkembangan akar dan batang
B. hasil aktifitas kambium
C. hasil aktivitas jaringan meristem apikal
D. pembelahan jaringan pengangkutan
E. hasil aktivitas kambium gabus

18. Pertumbuhan kambium gabus (felogen) pada tanaman dikotil adalah...
A. ke arah luar membentuk floem dan ke arah dalam membentuk feloderm
B. ke arah luar membentuk feloderm dan ke arah dalam membentuk floem
C. ke arah dalam membentuk floem dan ke arah luar membentuk xilem
D. ke arah dalam membentuk xilem dan ke arah dalam membentuk floem
E. untuk membentuk empulur

19. Jaringan meristem terdapat pada ...
A. seluruh bagian tubuh tanaman
B. jaringan parenkim
C. jaringan pengangkut
D. ujung akar dan ujung batang
E. jaringan epidermis

20. Isian tabel berikut yang benar adalah....


Option
Organ
Jaringan yang dimiliki
A
Akar
Epidermis, endodermis, kortex, stele, pengangkut
B
Batang
Epidermis, endodermis, kortex, stele, pengangkut
C
Daun
Epidermis, endodermis, kortex, stele, pengangkut
D
Buah
Epidermis, parenkim, kortex, stele
E
Biji
Epidermis, parenkim, kortex, pengangkut



Essay
1. Sel merupakan penyusun terkecil secara struktural dan fungsional penyusun makhluk hidup, jelaskan pernyataan tersebut !
2. Jelaskan fungsi membran sel
3. Ribosom adalah  salah satu organel penyusun sel, jelaskan fungsinya
4. Organel apakah yang berfungsi untuk sintesis protein dalam sel ?
5. Buat danjJelaskan tabel perbedaan tumbuhan dan sel hewan !


Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!