Tampilkan postingan dengan label biologi-jaringan hewan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label biologi-jaringan hewan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Mei 2015

Pilihan Ganda

1. Jaringan ikat longgar terdapat pada......
A. antara organ membungkus organ
B. ligamen, selaput pembungkus otot
C. membungkus organ, ligamen
D. pembungkus tulang, otot
E. ligamen, membungs tulang

2.Fungsi sel darah putih memakan kuman yang masuk ke dalam tubuh disebut.......
A. diapedesis
B. Fagocyt
C. absorbsi
D. Leukocyt
E. Oksidasi

3. Jaringan otot memiliki kemampuan untuk berkontraksi. Kemampuan itu timbul karena di dalam otot terdapat...
A. miofibril
B. nukleus
C. asetilkolin
D. miogen
E. matriks

4. Organ di bawah ini yang bukan dibangun dari otot lurik adalah.....
A. kerongkongan bagian atas
B. kerongkongan bagian bawah
C. otot wajah
D. otot lidah
E. otot anus bagian bawah

5. Komponen seluler dari jaringan limfe adalah....
A. limfosit dan granulosit
B. limfosit dan monosit
C. granulosit dam eritrosit
D. eritrosit dan trombosit
E. eosinofil dan nuetrofil

6. Berikut ini beberapa organ tubuh manusia
  1. paru-paru
  2. ginjal
  3. hidung
  4. ureter
  5. penis
organ-organ yang menyusun satu sistem ekskresi adalah....
A. 1, 2, dan 3
B. 1, 3, dan 5
C. 2, 3, dan 5
D. 2, 3, dan 4
E. 2, 4 , dan 5

7. Berikut ini beberapa organ tubuh manusia
  1. paru-paru
  2. jantung
  3. pembuluh limfa
  4. trakea
  5. vena porta hepatika
organ-organ yang menyusun satu sistem transportasi adalah....
A. 1, 2, dan 3
B. 1, 3, dan 5
C. 2, 3, dan 5
D. 2, 3, dan 4
E. 3, 4 , dan 5

8. Berikut ini adalah contoh jaringan pengikat
  1. jaringan lemak
  2. tendon
  3. jaringan tulang
  4. fasia
  5. ligamen
yang termasuk jaringan pengikat padat adalah....
A. 1, 2, dan 3
B. 1, 3, dan 5
C. 2, 3, dan 5
D. 2, 3, dan 4
E. 2, 4 , dan 5

9. Berdasarkan jenis dan fungsinya, jaringan pada saluran reproduksi termasuk........
A. jaringan epitelium kubus
B. jaringan epitelium silindris, bersilia untk pergerakan
C. jaringan epitelium silindris, untuk absorpsi
D. jaringan epitelium pipih, untuk gerakan
E. jaringan epiteium kubus berlapis untuk sekresi

10. Terdapat beberapa jaringan :
  1. otot polos
  2. tulang rawan
  3. ikat
  4. epitelium
  5. otot lurik
  6. lemak
Jaringan yang terdapat pada usus adalah....
A. 1 - 3 - 4
B. 1 - 3 - 6
C. 1 - 2 - 4
D. 2 - 3 - 6
E. 3 - 4 - 5

11.Terdapat beberapa jaringan pada manusia
jaringan otot
jaringan darah
jaringan tulang
jaringan saraf
jaringan lemak
Dari jaringan-jaringan tersebut, yang proses pembentukannya/pembelahannya paling tinggi adalah....
A. 1               B. 2                    C. 3                    D. 4                   E. 5

12. Ujung tulang rusuk yang melekat pada tulang dada merupakan tulang rawan ............
A. hialin
B. fibrosa
C. elastis
D. padat
E. longgar

13. Jaringan pengikat yang membungkus saraf adalah.....
A. jaringan pengikat khusus
B. jaringan pengikat umum
C. jaringan pengikat elastis
D. jaringan pengikat padat
E. jaringan pengikat longgar

14. Beberapa organ disebut di bawah ini, adalah....
  1. esofagus
  2. kelenjar keringat
  3. vagina
  4. alveolus
  5. dinding pembuluh darah
Bagian organ yang terbentuk jaringan epitelium pipih selapis banyak adalah....
A. 1 dan 3
B. 1 dan 4
C. 2 dan 4
D. 2 dan 5
E. 4 dan 5

15. Berdasarkan ciri karakteristik dan fungsinya, jaringan yang terdapat pada pembuluh darah adalah...
A. tipis, difusi gas
B. tipis, absorbsi
C. selnya selalu membelah
D. pipih selapis , proteksi
E. kubus selapis, sekresi

16. Di bawah ini yang tidak tergolong organ adalah........
A. anus, usus, jantung dan mulut
B. hati, pankreas, saraf dan darah
C. hati, pankreas, usus dan lambung
D. lambung, paru-paru, ginjal dan mata
E. telinga, trakea, ginjal dan limpa

17. Uretra yang merupakan saluran panjang memiliki fungsi ganda yaitu sebagai..........
A. organ sekresi dan organ genetalis
B. organ ekskresi dan sekresi
C. organ genetalis dan reproduksi
D. organ sekresi dan organ genetalis
E. organ sekresi dan organ pencernaan

18. Organ di bawah ini yang tidak membangun sistem organ pencernaan adalah........
A. pankreas
B. poros usus
C. diafragma
D. kerongkongan
E. usus besar

19. Jaringan saraf memiliki kemampuan yaitu :
I. kemampuan jaringan saraf untuk merespon terhadap perubahan lingkungan
II. kemampuan jaringan saraf membawa impuls-impuls saraf
Pengertian I disebut............, pengertian II disebut........
A. iritabilitas dan isolasi
B. konduktifitas dan inhibitor
C. iritabilitas dan konduktifitas
D. iritabilitas dan terminasi
E. translasi dan konduktifitas

20. Di bawah ini terdapat beberapa jaringan :
  1. kelenjar keringat
  2. elveolus
  3. trakea
  4. kelenjar minyak
  5. epidermis kulit
Bagian tubuh yang dilindungi oleh jaringan epitelium kubus berlapis banyak adalah.....
A. 1 dan 3
B. 1 dan 4
C. 2 dan 4
D. 2 dan 5
E. 4 dan 5

21. Dinding pembuluh darah merupakan jaringan epitelium yang berbentuk........
A. elastis
B. fibrosa
C. hialin
D. kartilago
E. kolagen

22. Perhatikan tabel dibawah ini !


Nama jaringan
Sifat
P
Q
R
S
T
Mengandung aktomiosin yang dapat memendek
Dapat berfungsi sebagai  kelenjar
Menyampaikan rangsang
Tersusun atas lamella yang engandung Ca dan P
Memiliki matriks dan serabut kolagen
Dari tabel diatas yang merupakan jaringan epitelium adalah
A. P                       B. Q                         C. R                      D. S                          E. T

23.  Di bawah ini terdapat fungsi sebagai epitelium, kecuali...........
A. proteksi
B. absorbsi
C. konduksi
D. sekresi
E. reseptor

24. Dinding pebuluh darah merupakan jaringan epitelium yang berbentuk.........
A. kubus banyak lapis
B. kubus selapis
C. pipih berlapis banyak
D. pipih selapis
E. silindris selapis

25. Kulit tubuh (epidermis) merupakan jaringan epitelium yang berbentuk..........
A. kubus berlapis tunggal
B. kubus berlapis banyak
C. pipih berlapis banyak
D. pipih berlapis tunggal
E. silindris berlapis banyak




Materi Jaringan pada Hewan :





ORGAN
Organ hewan merupakan gabungan dari beberapa jaringan yang berbeda-beda untuk mendukung suatu fungsi atau lebih. Salah satu contoh organ adalah usus halus. Usus tersusun atas jaringan epitelium batang (silindris), jaringan otot polos, jaringan saraf, dan jaringan ikat serta jaringan darah.
  • Jaringan epitelium batang terdapat pada usus halus berfungsi untuk menyerap sari-sari makanan, mensekresikan lendir (mukosa) serta enzim pencernaan. 
  • Jaringan otot polos yang tersusun secara melingkar dan memanjang berperan dalam gerak peristaltik. 
  • Jaringan darah berfungsi untuk mengangkut sari-sari makanan. 
  • Jaringan ikat berfungsi menggabungkan keempat jaringan tersebut menjadi organ. 
  • Jaringan saraf untuk mengkoordinasikan kerja keempat jaringan untuk menjalankan fungsi pencernaan di dalam usus.
Berdasarkan letaknya, organ dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu organ dalam dan organ luar.
  • Organ dalam tubuh misalnya hati dan jantung, 
  • Organ tubuh misalnya hati dan jantung. Sedangkan organ tubuh misalnya kulit, mata, telingan dan hidung.
SISTEM ORGAN
Sistem organ adalah gabungan dari beberapa organ yang melaksanakan satu fungsi dalam koordinasi tertentu. Pada tubuh hewan tingkat tinggi, sekurang-kurangya terdapat 9 macam sistem organ, sebagai berikut :

Fungsi : mencerna makanan atau menyederhanakan makanan menjadi molekul-molekul yang siap diserap usus
Organ penyusun : Mulut, faring, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, anus dan kelenjar pencernaan.



Fungsi : Mentransportasikan darah dan getah bening ke seluruh tubuh.
Organ Penyusun : Jantung, pembuluh darah, pembuluh limfe dan darah.



Fungsi : Pertukaran gas, yaitu oksigen dan karbon dioksida.
Organ penyusun : Hidung, tenggorokan, paru-paru (alveolus)




Fungsi : Penyokong, pelindung organ dalam dan alat gerak
Organ Penyusun : tulang dan otot





Fungsi : Pengeluaran sisa-sisa metabolisme dan menjaga keseimbangan lingkungannya
Organ penyusunnya : Ginjal, ureter, kantong kemih, uretra


Fungsi : Pelindung dan penutup alat-alat tubuh
Organ penyusun : Kulit, tubuh, kelenjar keringan dan kelenjar minyak



Fungsi : Mengontrol secara kimia dengan mengintegrasikan fungsi organ tubuh
Organ penyusun : Hipofisis, tiroid, paratiroid, kelenjar adrenal




Fungsi : Menerima rangsang dari lingkungan, mengatur tingkah laku dan mengatur integrasi
Organ penyusun : Otak, medula spinalis, tulang lanjutan/medula oblongata, serabut saraf dan simpul saraf.

Fungsi : Perkembangbiakkan untuk melestarikan jenis
Organ penyusun : Penis, testis, ovarium, uterus




TRANSPLANTASI ORGAN
Transplantasi organ adalah menggantikan organ yang tidak berfungsi  dengan organ yang sehat. Dokter akan mengambil organ dari orang lain dan menempatkannya dalam tubuh anda. Hal ini dapat dilakukan bila organ anda tidak bekerja dengan baik atau tidak berfungsi karena penyakit atau cedera.
Organ yang paling sering ditransplantasikan meliputi:
  • Ginjal, karena diabetes, penyakit ginjal polikistik, lupus, atau masalah lainnya.
  •  Hati, karena sirosis, yang memiliki banyak penyebab.
  • Jantung, karena penyakit arteri koroner, kardiomiopati, gagal jantung, dan masalah jantung lainnya.
  • Pankreas, karena diabetes.
  • Paru-paru, karena cystic fibrosis, PPOK (Penyakit Paru Obstruksi Kronis), dan masalah lainnya.
  •  Usus kecil, karena sindrom usus pendek yang disebabkan oleh necrotizing enterocolitis, penyakit Crohn, dan masalah lainnya.
  • kulit

Transplantasi paling aman jika jaringan atau organ yang ditransplantasikan berasal dari tubuh sendiri. Transplantasi semacam ini paling banyak dilakukan pada kulit. Contoh seorang yang kulit tangannya terbakar dapat ditransplantasikan dari kulit paha. Setelah proses transplantsi berlangsung akan terbentuk jaringan baru yang menutup luka dan selanjutnya diikuti proses vaskulerisasi, yaitu proses munculnya pembuluh darah baru yang menyusup ke jaringan baru dan akhirnya menyatu dengan jaringan lama.
Jika kulit berasal dari donor orag lain maka proses vaskulerisasi membutuhkan waktu lebih dari 5 - 7 hari, sebab banyak sel-sel limfosit dan makrofag yang masuk jaringan yang ditransplantasikan. Sel makrofag dan limfosit berperan menolak organ asing dengan cara sel limfosit mengeluarkan antibodi di mana sel makrofag memakan organ yang ditransplantasikan. akibat penolakan itu adalah kegagalan transplantasi dan pasiennya meninggal. 
Bagaimana anda mempersiapkan diri untuk transplantasi organ? Pertama,  harus melakukan tes darah dan jaringan yang akan digunakan untuk mencocokkan dengan pendonor. Hal ini karena sistem kekebalan tubuh anda dapat menganggap organ baru sebagai benda asing dan menolaknya. Semakin tinggi tingkat kecocokan yang anda miliki dengan donor, semakin baik kemungkinan tubuh anda  akan menerima organ donor.
Harus menjaga kesehatan tubuh. Lanjutkan minum obat yang diresepkan dan melakukan tes darah secara teratur. Ikuti petunjuk dokter anda dalam hal makan dan berolahraga.  Jika mungkin harus berbicara dengan psikiater, psikolog, atau konselor kesehatan tentang transplantasi yang akan dilakukan.
Untuk mempelajari lebih lanjut tentang apa yang terjadi, berbicara dengan seseorang yang memiliki pengalaman transplantasi dapat membantu. Pusat transplantasi atau dokter dapat memberikan nama seseorang yang bersedia untuk berbagi pengalaman nya.
 
Siapa yang bisa menjadi donor organ?
Kebanyakan orang bisa menjadi donor organ. Banyak orang memilih untuk menyumbangkan organ setelah kematian mereka. Tetapi seseorang dapat menyumbangkan organ tertentu, sementara ia masih hidup. Orang-orang ini disebut "donor hidup." Untuk menjadi donor hidup, Anda harus berada dalam kesehatan yang baik dan sehat secara fisik, bebas dari penyakit jangka panjang seperti diabetes atau tekanan darah tinggi, bebas dari masalah kesehatan mental, dan antara usia 18 dan 60 tahun.





Sumber :
BIOLOGI untuk SMA/MA kelas XI, R Gunawan susilowarno, dkk, Penerbit Grasindo, 2007
http://id.astellas.co.id/content/view/information/119/transplantasi-organ


Materi Jaringan pada Hewan :






Jaringan saraf tersusun sel-sel (neuron). Jaringan saraf merupakan perkembangan dari lapisan embrional ektoderm. Jaringan saraf sangat penting untuk mengatur kerja organ-organ tubuh bersama sistem hormon. Unit terkecil jaringan saraf adalah neuron (sel-sel saraf)
Bagian-bagian dari neuron adalah badan sel saraf, dendrit dan akson.


  • Dendrit. Merupakan tonjolan-tonjolan dari badan sel saraf yang bercabang-cabang sebagai pohon sehingga memperluas permukaan sel saraf. Pada pangkalnya di badan sel terdapat perluasan substansi Nissl dan mitokhondria, namun nerofibril dan mikrotubuli meluas sampai ujung dendritnya.
    Dengan pewarnaan khusus menggunakan inpregnasi perak dapat terlihat adanya tonjolan-tonjolan pada permukaan percabangan dendrit yang disebut gemula dan spina. Bangunan tersebut digunakan untuk tempat kontak dengan sel saraf lainnya melalui sinapsis. Bentuk percabangan dendrit tergantung dari jenis sel sarafnya. Fungsinya merambatkan impuls ke arah badan sel. 
  • Akson (neurit)  merupakan tonjolan yang hanya terdapat sebuah dan berfungsi merambatkan impuls yang meninggalkan badan sel. Bahkan salah satu jenis sel saraf dalam retina yang disebut sel amakrin tidak memiliki axon sama sekali. Axon berpangkal pada badan sel se­bagai suatu bukit kecil yang dinamakan oxon hillock. Di dalam daerah ini tidak terdapat substansi Nissl, karena di daerah ini banyak nerofibril yang akan meninggalkan badan sel. Panjang axon dari beberapa cm sampai beberapa puluh cm demikian pula diameternya juga berbeda-beda. Makin besar diameternya makin cepat perambatan impulsnya. Di beberapa tempat axon memberikan percabangan yang dina­makan kolateral, sedang ujung axon akan bercabang-cabang se­bagai pohon yang dinamakan telodendron.Oleh karena axon perlu menghantarkan impuls yang tidak lain adalah perubahan potensial listrik, maka agar efisien perlu dibungkus dengan bahan isolator yang dinamakan Selubung mielin. Sebelah luarnya masih ada selubung lain yang dinamakan selubung nerolema. Mengenai hal ini akan dibahas lebih jauh pada bagian serabut saraf dari Sistem Saraf Perifir. Lapisan mielin tidak melapisi seluruh permukaan akson, Bagian yang tidak terlapisi mielin disebut Nodus Ranvier. Sel Schwan adalah sel yang menyelubungi akson sebagai sel penyokong. Sel Schwan dilapisi oleh selaput mielin untuk proteksi mekanis dan neuroglia.

Berdasarkan fungsinya, neuron dibedakan menjadi:

  1. Neuron sensorik  berfungsi untuk menerima sinyal dari lingkungan, mengirimkannya ke otak atau sumsum tulang belakang (saraf pusat).
  2. Neuron motoric  berfungsi untuk mengirimkan sinyal dari saraf pusat ke organ lain dalam tubuh.
  3. Sel saraf penghubung (asosiasi)  adalah sel saraf yang banyak terdapat di dalam otak dan sumsum tulang belakang. Neuron (sel saraf) tersebut berfungsi untuk menghubungkan atau meneruskan impuls (rangsangan) dari sel saraf sensorik ke sel saraf motorik





Saraf Sensorik




Saraf motorik






Saraf Asosiasi
Antar sesama saraf dihubungkan oleh akson yang mempunyai zone yang disebut sinap. Di zone ini terdapat neurotransmiter yang berperan mengirimkan sinyal-sinyal ke neuron berikutnya. Senyawa yang berperan adalah asetat dan kolin yang menjadi asetilkolin dangan bantuan enzim asetilkolinesterase.




 Sumber :
BIOLOGI untuk SMA/MA kelas XI, R  Gunawan Susilowarno, dkk, Penerbit Grasindo, 2007.
http://histofkgsp.blogspot.com/2006/10/7-jaringan-saraf.html.  
http://noivafelizal.blogspot.com/2014/06/bagian-dan-fungsi-jaringan-saraf.html



Kamis, 28 Mei 2015

Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot (sarkolema). Jaringan otot mempunyai sifat kontraksibilitas dan relaksibilitas karena mempunyai protein kontraksi aktin dan miosin berfungsi sebagai alat gerak aktif di dalam tubuh. Sel-sel otot mempunyai struktur membran sel otot yang disebut sarkolema, sitoplasmanya disebut sarkoplasma dan serat otot disebut  myofibril. Setiap myofibril tersusun atas sarkomer.
Jaringan otot berdasarkan struktur penyusunnya dapat dibedakan menjadi otot polos, otot jantung, dan otot lurik.
Gambar 1 Otot Polos
  • Otot polos (otot involunter) terdiri atas sel-sel berbentuk gelendong atau spindel memanjang, serabut otot terletak sejajar satu dengan yang lain, berinti satu di tengah, ukuran bervariasi antara 20 milimikron sampai 0,5 mm, bekerja lamban tidak di bawah pengaruh otak. Sel-sel oto polos dilengkapi dengan saraf yang berasal dari sistem saraf tak sadar. Otot polos terdapat pada dinding semua organ tubuh yanng berlubang (kecuali jantung). Misalnya, pembuluh darah, usus, kantung kemih dan rahim.
  • Otot jantung, merupakan otot khusus penyusun organ jantung. Masing-masing sel mempunyai inti, sel satu dengan sel yang lain tersusun seperti anyaman bercabang dengan membentuk ikatan sinsitium, serat otot jantung lebih tebal dari pada otot polos, yaitu diameternya 9 - 2 mm, dengan susunan yang tidak homogen. Keistimewaan jantung adalah bekerja tidak di bawah kendali otak dan berkontraksi secara ritmis dan terus menerus. Otot jantung bereaksi cepat terhadap stimulus dan mampu bekerja lama tanpa lelah. Otot tersebut, terdapat pada dinding jantung tanpa vena besar yang menuju ke jantung.
  • Otot lurik (otot rangka /skelet), sel-selnya berbentuk silinder dengan rata-rata 3 cm, serat-seratnya bersatu membentuk berkas yang disebut fasikuli. Otot ini mempunyai inti lebih dari satu di bagian tepi sel, myofibril tersusun atas protein kontraksi yang berupa aktin dan miosin. Berkontraksi cepat tetapi tidak mampu bekerja dalam waktu lama. Otot lurik bekerja di bawah kendali otak, dan melekat pada rangka tubuh. otot lurik terdapat pada seluruh rangka, anus dan mata.

Sumber :
BIOLOGI untuk SMA/MA kelas XI, R Gunawan Susilowarno, dkk, Penerbit Grasindo, 2007
http://www.sentra-edukasi.com/2011/07/jaringan-otot.html#.VWkElVKSnIU



Materi Jaringan pada Hewan :





Jaringan ikat dengan sifat khusus terdiri atas jaringan tulang rawan (kartilago), jaringan tulang keras, serta darah dan limfa.

KARTILAGO (TULANG RAWAN)
Jaringan ini tersusun atas kondrosit atau sel-sel tulang rawan dan matriks. Kondrosit berasal dari mesenkim jaringan embrional. Setelah dewasa kondrosit bersal dari perikondrium (selaput tulang rawan). Perikondrium banyak mengandung kondroblas. Kondroblas berfungsi untuk membentuk sel-sel tulang rawan (kondrosit).  Kondrosit berfungsi mensintesis dan mempertahankan matriks yang mengandung serabut kolagen, serabut elastis, dan serabut fibrosa.Sel-sel kondrosit dihasilkan oleh kondroblas yang berada di dalam lakuna.
Tulang rawan selalu terbungkus oleh membran perikondrium karena masih bersifat lunak.
Matrik tersusun atas kondrin yaitu merupakan pernsenyawaan kompleks antara protein dengan karbohidrat yang dikenal dengan kodromukoid.
Fungsi kartilago adalah memperkuat yang bersifat fleksibel pada rangka, baik pada embrio maupun pada saat dewasa, menunjang jaringan lunak dan organ dalam, serta melicinkan permukaan tulang dan sendi. Tulang rawan tidak mempunyai saraf dan pembuluh darah.
Jaringan tulang rawan (kartilago) berdasarkan matriks dan susunan serabutnya terdiri atas kartilago hialin, kartilago fibrosa, dan kartilago elastis.

  • Kartilago Hialin. Kartilago hialin mengandung serabut kolagen yang halus, berwarna putih kebirubiruan, dan tembus cahaya. Kartilago hialin terdapat pada ujung tulang keras, cakram epifisis, persendian, dan saluran pernapasan (dari hidung sampai dengan bronkus). Kartilago hialin berfungsi untuk memberi kekuatan, menyokong rangka embrionik, menyokong bagian tertentu rangka dewasa, dan membantu pergerakan persendian.
  •  Kartilago Fibrosa. Kartilago fibrosa mengandung serabut kolagen yang padat dan kasar sehingga matriksnya berwarna gelap dan keruh. Kartilago fibrosa terdapat pada ruas-ruas tulang belakang, simfisis pubis, dan persendian. Kartilago fibrosa berfungsi untuk menyokong dan melindungi bagian di dalamnya.
  • Kartilago Elastis. Kartilago elastis mengandung serabut elastis dan serabut kolagen. Matriksnya berwarna keruh kekuning-kuningan. Kartilago ini lebih elastis dari kartilago yang lain sehingga mudah pulih posisinya. Kartilago ini terdapat di epiglotis, daun telinga, dan bronkiolus. Kartilago elastis berfungsi untuk memberi fleksibilitas dan sebagai penyokong. Anda dapat mengamati penampang kartilago elastis.    
JARINGAN TULANG SEJATI (OSTEON)
Tulang keras atau yang sering kita sebut sebagai tulang berfungsi menyusun berbagai sistem rangka. Tulang tersusun atas:
  • Osteoblas: sel pembentuk jaringan tulang
  • Osteosit: sel-sel tulang dewasa
  • Osteoklas : sel-sel penghancur tulang

Tulang merupakan jaringan ikat yang termineralisasi (mengandung mineral). Sel tulang disebut osteosit yang dibentuk oleh osteoblast. Antara osteosit yang satu dengan yang lain dihubungkan oleh kanalikuli. Matriks osteoblast mengandung kalsium fosfat yang memperkeras matriks sehingga tulang lebih keras daripada tulang rawan. 
Berat tubuh mamalia dewasa, 15% berupa tulang. Berat tulang sebagian besar tersusun atas garam mineral, yaitu 85% kalsium fosfat, 10% kalsium karbonat, 4% magnesium klorida, dan 1% kalsium fluorida. Oleh karena itu susunan tulang menjadi keras dan kaku.
Endapan garam mineral menyusun dan melingkari bagian pusat tulang sehingga membentuk pita melingkar disebut lamela. Pada batas lamela terdapat lakuna yang di dalamnya terdapat osteosit (sel tulang). Setiap tulang dibungkus oleh periosteum, yaitu jaringan ikat fibrosa yang berbentuk lembaran pipih dan liat. Lapisan dalam dilapisi oleh endosteum.   
Sel-sel tulang tersusun membentuk sebuah sistem yang disebut sistem Havers. Bagian tengah sistem Havers terdapat saluran disebut saluran Havers yang berisi pembuluh darah, pembuluh limfa, dan saraf. Di antara dua saluran Havers dihubungkan oleh saluran Volkman. Di sekeliling sistem Havers terdapat lapisan tulang yang disebut lamela. Pada lamela-lamela inilah terdapat osteosit (sel-sel tulang) yang menempati lakuna (rongga) yang tersusun secara konsentris.
Setiap sistem Havers terdiri dari saluran Havers (Canalis= saluran)
Saluran Havers yaitu suatu saluran yang sejajar dengan sumbu tulang, di dalam saluran terdapat pembuluh-pembuluh darah dan saraf.  Di sekeliling sistem havers terdapat lamela-lamela yang konsentris dan berlapis-lapis. Lamela adalah suatu zat interseluler yang berkapur.
Pada lamela terdapat rongga-rongga yang disebut lacuna. Di dalam lacuna terdapat osteosit. Dari lacuna keluar menuju ke segala arah saluran-saluran kecil yang disebut canaliculi yang berhubungan dengan lacuna lain atau canalis Havers.  Canaliculi penting dalam nutrisi osteosit.
Di antara sistem Havers terdapat lamela interstitial yang lamella-lamelanya tidak berkaitan dengan sistem Havers.  Pembuluh darah dari periostem menembus tulang kompak melalui saluran volkman dan berhubungan dengan pembuluh darah saluran Havers.
Berdasarkan kepadatan matrik  atau tidaknya rongga di dalamnya, tulang dibedakan menjadi tulang kompak dan tulang spon . Tulang kompak terdiri dari sistem-sistem Havers. Dan tulang spons tidak mengandung sistem Havers.       

JARINGAN DARAH
Darah merupakan jaringan ikat. Pada mamalia terdapat 6 liter darah atau 6–10% dari berat tubuh. Darah beredar dalam pembuluh darah arteri, vena, dan kapiler. Jaringan darah terdiri atas substansi cair dan substansi padat. Substansi cair disebut plasma darah, sedangkan substansi padat berupa sel-sel darah.
  • Darah mempunyai beberapa fungsi berikut.
  • Menutup luka dengan pembekuan darah
  • Mengangkut zat sisa dan CO2 dari sel-sel tubuh.
  • Mengangkut sari makanan, O2 , dan hormon ke sel-sel tubuh.
  • Mengatur suhu badan.
Ada tiga tipe sel darah, yaitu eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah putih), dan trombosit (keping-keping darah).
  • Eritrosit berbentuk lempengan bikonkaf (cekung ganda) dengan diameter kurang dari 8 milimikron, tidak mempunyai inti sel, sitoplasmanya mengandung hemoglobin. Hemoglobin adalah protein rangkap yang terdiri atas hemin dan globin. Hemin adalah senyawa asam amino yang mengikat zat besi/Fe. Senyawa inilah yang menyebabkan darah berwarna merah.
  • Leukosit mempunyai bentuk bervariasi, mengandung inti sel dan dapat bergerak dengan bebas secara amoeboid dan dapat menembus dinding kapiler. Leukosit dapat dibedakan berdasarkan ada tidaknya granula dalam sitoplasmanya menjadi leukosit agranuler dan granuler. Likosit agranuler terdiri limfosit dan monosit. Sedangkan leukosit granuler terdiri atas basofil, eusofil dan netrofil.
  • Trombosit mempunyai bentuk tidak teratur, ukurannya lebih kecil dari eritrosit dan leukosit, tidak berinti, dan mudah pecah apabila menyentuh permukaan yang kasar. Sel darah ini, selain mengandung sel-sel darah juga mengandung trombosit (keping darah). Trombosit melepaskan enzim tromboplastin akan mengubah protombin menjadi trombin. Trombin akan mengubah fibrinogen menjadi fibrin sehingga luka dapat tertutup

JARINGAN GETAH BENING (LIMFE).
Limfa merupakan suatu cairan yang dikumpulkan dari berbagai jaringan dan kembali ke aliran darah. Komponen selular berupa limfosit dan granulosit (neutrofil, eosinofil, dan basofil). Cairan limfa mengalir dalam saluran yang disebut pembuluh limfa yang berada sejajar dengan pembuluh vena darah. Fungsi limfa adalah mengangkut cairan jaringan, protein, lemak, dan zat-zat lain dari jaringan ke sistem peredaran.




Sumber :
BIOLOGI untuk SMA/MA kelas XI, R Gunawan Susilowarno, dkk, Penerbit Grasindo, 2007
http://koperran.blogspot.com/2012/11/tulang-keras-osteon.html
http://biologi-indonesia.blogspot.com/2013/10/penjelasan-tentang-jaringan-ikat.html
http://hewankikireskianandastkipbiologi.blogspot.com/


Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!