Tampilkan posting dengan label biologi-jamur. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label biologi-jamur. Tampilkan semua posting

Selasa, 19 Mei 2015

Jamur kelompok ini disebut basidiomycotina karena dalam reproduksi generatifnya menghasilkan basidiospora.Basidiomycotina adalah kelompok jamur yang sangat tinggi tingkat perkembangannya dibandingkan kelompok-kelompok jamur lain. Bagian yang khas yang menjadi ciri khas dari golongan jamur ini adalah pada organ penghasil spora berbentuk gada yang khas yang disebut basidium.
Basidiomycotina mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
  • Basidiomycota adalah jamur multiseluler yang hifanya bersekat.
  •  Hifa vegetative Basidiomycotina terdaat dalam substratnya (tempat hidupnya),misal pada kulit kayu, tanah, dan serasah daun.
  • Jalinan hifa generative jamur ini ada yang membentuk tubuh buah dan ada yang tidak membentuk tubuh buah.
  • Tubuh buah pada Basidiomycotina disebut basidiokarp.Basidiokarp berukuran makroskopik sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang. Bentuk basidiokarp bermacam-macam,misalnya seperti payung, kuping, atau setengah lingkaran. Basidiokarp ada yang memilikibatang dan ada yang tidak.
  • Pada bagian bawah tudung basidiokarp terdapat lembaran-lembaran (bilah). Pada lembaran ini terbentuk banyak basidium yang akan menghasilkanspora basidium (basidiospora).
  •  Basidiospora merupakan spora generative.
  • Jamur Basidiomycotina umumnya hidup sebagai saprofit pada sisa-sisa makhluk hidup,misalnya serasah daun di tanah, merang padi, dan batang pohon mati. Jamur yang parasit hidup pada organisme inangnya, misalnya tumbuhan dan manusia. Jenis lainnya ada yang bersimbiosis dengan akar tumbuhan membentuk mikroriza
  • Cara Hidup: 
    • Semua jenis jamur bersifat heterotrof.
    • berbeda dengan organisme lainnya, jamur tidak memangsa dan mencernakan makanan. 
    • Untuk memperoleh makanan, jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya, kemudian menyimpannya dalam bentuk glikogen. 
    • Oleh karena jamur merupakan konsumen maka jamur bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat, protein, vitamin, dan senyawa kimia lainnya. Semua zat itu diperoleh dari lingkungannya. 
    • Sebagai makhluk heterotrof, jamur dapat bersifat parasit obligat, parasit fakultatif, atau saprofit.   
    • Cara hidup Basidiomycota yaitu saprofit dengan mengubah susunan zat organik yang mati, misalnya saprofit pada serasah daun, merang padi, batang pohon yang mati, dan lain-lain. 
    • Sebagian besar jamur saprofit mengeluarkan enzim hidrolase pada substrat makanan untuk mendekomposisi molekul kompleks menjadi molekul sederhana sehingga mudah diserap oleh hifa. Selain itu, hifa dapat juga langsung menyerap bahanbahan organik dalam bentuk sederhana yang dikeluarkan oleh inangnya. 
Jamur ini banyak diburu para pengelola restoran, selain rasanya lezat, jamur ini juga bermanfaat bagi kesehatan seperti mengobati penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, anemia, bahkan kangker dan HIV. Menu jamur telah banyak menjadi menu standar restoran-restoran kelas atas serta juga telah merambah industry makanan dan banyak ditemukan di supermarket, seperti kecap, garam, saus dan teh berbahan dasar jamur golongan ini. 

Reproduksi Basidiomycotina


Reproduksi jamur ini terjadi secara aseksual maupun seksual. 
a. Reproduksi aseksual
yaitu dengan cara membentuk spora konidia. Basidiomycota bereproduksi secara aseksual dengan permulaan pembentukan spora aseksual. Budding terjadi ketika suatu perkembangan sel induk dipisahkan menjadi sel baru. Setiap sel dalam organisme dapat kuncup. Pembentukan spora aseksual yang paling sering terjadi di ujung struktur khusus yang disebut conidiophores



b. Reproduksi seksual
reproduksi seksual Basidiomycotina terjadi melalui perkawinan antara hifa yang berbeda jenismenghasilkan spora seksual (spora generative), yaitu spora basidium (basidiospora). Perkembangbiakan seksualnya dengan cara pembentukan basidiospora pada basidium atau di luar basidium melalui suatu tangkai yang disebut strerigma.

Mekanisme reproduksi seksual Basidiomycota adalah sebagai berikut :

  • Miselium (+) dan miselium (-) yang masing-masing berkromosom haploid (n) bertemu. Miselium ini terdiri atas hifa-hifa monokariotik (berinti sel satu).
  • Terjadi plasmogami antara miselium (+) dengan miselium (-) menghasilkan miselium dengan hifa dikariotik (berinti sel dua). Miselium dikariotik memiliki pertumbuhan yang sangat cepat sehingga mendesak pertumbuhan miselium haploid induknya.
  • Perubahan cuaca lingkungan, misalnya musim hujan atau perubahan suhu, mengakibatkan miselium dikariotik membentuk tubuh buah (basidiokarp). Miselium dikariotik yang membentuk tubuh buah ini berumur panjang.
  • Permukaan bawah basidiokarp dilapisi oleh sel-sel dikariotik yang disebut basidium.
  • Selanjutnya, terjadi kariogami (peleburan inti) yang akan menghasilkan nukleus yang diploid (2n).
  • Nukleus diploid (2n) segera membelah secara meiosis menghasilkan empat inti yang haploid (n).
  • Masing-masing basidium melakukan empat pertumbuhan penjuluran atau membentuk tonjolan yang disebut sterigma. Setiap satu nukleus haploid masuk ke dalam satu sterigma sehingga berkembang menjadi basidiospora yang haploid (n).
  • Basidiopora yang sudah masak akan terlepas dan basidium dan berkecambah menjadi hifa baru yang haploid (n). Hifa haploid akan bercabang-cabang membentuk miselium yang haploid.

Spesies-spesies anggota dari subdevisio basidiomycotina, antara lain sebagai Berikut :
  • Auricularia polytricha (jamur kuping), biasanya ditemukan pada batang kayu yang sudah mati, berbentuk seperti telinga manusia, berwarna cokelat kehitaman, serta dimanfaatkan untuk campuran sop atau kimlo. Terkadang jamur ini diperdagangkan dalam bentuk kering.
  • Volvariella volvacea (jamur merang), sering ditemukan pada tumpukan jerami (sisa-sisa batang padi). Tubuh buah berbentuk payung, berwarna putih agak krem, bagian bawah tudung berwarna kecokelatan. Jamur ini dibudidayakan untuk dimanfaatkan sebagai bahan makanan yang bergizi tinggi. Jamur ini biasanya dipanen sebelum mekar.
  • Amanita sp., termasuk spesies Amanita muscaria, Amanita phaioides, Amanita pantherina, dan Amanita virosa merupakan jamur yang beracun bagi manusia. Bila jamur ini dimakan dapat menimbulkan kejang perut, muntah-muntah, diare, halusinasi, dan bahkan kematian.
  • Pleurotus sp. (jamur tiram), tumbuh pada kayu lapuk, berwarna putih, dan dapat dimakan. Jamur tiram dibudidayakan pada medium serbuk kayu.
  • Calvatia gigantea, dikenal dengan nama giant puffball, memiliki tubuh buah yang sangat besar dengan diameter lebih dan 1 meter, sehingga dapat mengeluarkan spora berjumlah trilyunan
  •  Puccinia graminis (jamur api), parasit pada daun graminae, mempunyai spora berwarna merah seperti api. Jamur ini meninggalkan noda karat pada daun sehingga disebut jamur karat. Jamur ini mempunyai dua macam spora, yaitu teliospora (spora musim dingin) dan urediospora (spora musim panas)
  • Ganoderma aplanatum (jamur akar merah) dan Polyporus giganteus (jamur papan), banyak hidup pada kayu lapuk, badan buahnya besar dan keras, banyak dibudidayakan untuk bahan obat-obatan
  • Corticium salmonella (jamur upas), jamur ini berwarna orange, bayak menyerang batang pohon, karet, jeruk, dan melinjo sehingga menyebabkan tumbuhan mati.
  • spesies lainya yang enak dimakan adalah Oudomansiella canari (jamur gajih), Cantherellus cibarius (kentrarel), Agaricus campetris (kampegnon) dan Lycoperdon sp.




Sumber :
BIOLOGI untuk SMA/MA kelas X, R Gunawan Susilowarno, dkk, Penerbit Grasindo, 2007
http://nenibie407.blogspot.com/2012/07/makalah-jamur-basidiomycotina.html
https://cillperqueen.wordpress.com/2010/06/28/basidiomycotinabasidiomycocetes/
http://www.sridianti.com/ciri-ciri-basidiomycota.html



Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!