Tampilkan postingan dengan label biologi-animalia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label biologi-animalia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Februari 2015

Hewan ini disebut chordata karena di dalam tubuhnya terdapat notokorda, yaitu sebuah tongkat gelatinosa yang dapat menjadi kaku yang dalamnya terkandung tabung korda saraf, sehingga berfungsi sebagai sumbu tubuh.
Untuk memahami filum Chordata perhatika ciri-ciri sebagai berikut :
- mempunyai selom yang sudah berkembang dengan baik;
- metameri (pembagian) organ tubuhnya jelas;
- tubuhnya mempunyai simetri bilateral;
- mempunyai sistem organ yang kompleks;
- pusat sarafnya berupa pembuluh, terdapat disebelah punggung (dorsal notokord)
- alat pernapasannya berupa insang, di mana celah insangnya berhubungan dengan farink.
Chordata dibedakan menjadi 4 subfilum, yaitu Hemichordata, Urochordata, Cefalochordata dan Vertebrata.

A. Hemichordata

Hemichordata merupakan chordata yang mempunyai tingkatan paling rendah atau paling sederhana. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut :
- bentuk tubuhnya seperti cacing di bagian ujung depan terdapat belalai (proboscis) yang berfungsi untuk melubangi tanah;
- notokord hanya diketemukan pada bagian depan (anterior);
- tubuhnya terbagi menjadi belalai, leher dan badan;
- habitatnya di laut sehingga bernapas dengan insang;
- Contohnya adalah cacing Acorn

B. Urochordata

Mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
- hidup berkoloni dan habitatnya di laut;
- pada massa larva berenang bebas, setelah dewasa melekat di suatu tempat, dan mempunyai pelindung tubuh yang dihasilkan dari sekret sel-sel ektodermnya;
- notokordnya hanya diketemukan di daerah ekor saja.

C. Cefalochordata
Mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
idupnya bebas sebagai nekton dan habotatnya di laut;
- tubuhnya transparan dan tembus cahaya;
- belum mempunyai kepala sejati, dan disebelah kanan dan kiri faring terdapat celah insang dan pada sebelah ujung kepalanya terdapat alat peraba yang disebut sirus;
- notokorda diketemukan pada sepanjang tubuh dan tampak jelas tidak berubah sampau dewasa;
- Contohnya adalah ikan lancet (Ampiiloxus sp)

D. Vertebrata
Kelompok hewan ini, disebut Vertebrata karena notokorda yang kaku pada saat embrio dapat tumbuh menjadi tulang belakang (vertbrae) pada saat dewasa. Sedangkan, disebut Craniata karena mempunyai tulang tengkorak (cranium = tengkorak). Vertebrata selain mempunyai ciri seperti pada chordata, ciri-ciri lainnya sebagai berikut :
- tubuhnya simetri bilateral;
- memilikiruas-ruas tulang belakang yang merupakan hasil perkembangan dari notokord. Tulang belakang berfungsi sebagai sumbu tubuh;
- mempunyai tulang cranium (tulang tengkorak) yang berfungsi untuk melindungi otak;
- memiliki rahang dua pasang (kecuali agnata);
- lapisan luar penutup kulit tubuhnya bervariasi ada yang tersusun atas sisik, buku maupun rambut;
- mempunyai sepasang mata dan telinga;
- sistem pencernaan sempurna, karena saluran pencernaan sempurna sudah lengkap sejak dari mulut sampai anus dan dilengkapi pula dengan kelenjar-kelenjar pencernaan;
- sistem pernapasan hewan yang hidup di darat dengan paru-paru, hewan yang hidup di air dengan insang, dan hewan yang hidup di darat dan di air bernapas dengan paru-paru dan kulit;
- alat ekskresi dengan sepasang ginjal;
- sistem peredaran darah ada yang terbuka dan ada yang tertutup yang dilengkapi dengan jantung dan pembuluh darah, yaitu vena dan arteri;
- alat kelamin terpisah, tetapi ada yang hermaprodit, fertilisasi internal atau eksternal, zigot hasil fertilisasi dapat tumbuh secara dapat tumbuh secara ovipar, ovovivipar maupun vivipar;,
- sistem saraf berkembang baik terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang serta serabut saraf;
- mempunyai tulang atau rangka dalam (endoskeleton);
- memiliki 2 pasang anggota tubuh.

Klasifikasi Vertebrata
Vertebrata diklasifikasikan  berdasarkan ada tidaknya rahang, jumlah ruang jantung dan kondisi suhu tubuhnya menjadi enam kelas, yaitu Agnata, Pisces, Amphibi, Reptil, Aves dan Mammalia.

1. Kelas Agnata (Cylostomata)
Kelompok ini disebut Agnata karena tidak mempunyai rahang, kebanyakan anggota berupa kelompok ikan. Ciri-cirinya antara lain sebagai berikut :
- tubuh seperti ikan dan tidak bersisik serta tidak mempunyai pasangan sirip;
- mulutnya terletak di sebelah ujung dan cara memperoleh makannya dengan melubangi mangsa dan selanjutnya menggisap cairan tubuhnya;
- jantung terdiri atas dua ruang, yaitu satu bilik dan satu serambi;
- memiliki lubang hidung tunggal, dua mata, telinga dalam dan organ perasa;
- memiliki tujuh atau lebih celah insang;
- notokord menetap seumur hidup;
- alat kelamin terpisah atau hermaprodit;
- kebanyakan hidup sebagai parasit.
- Contohnya : Belut laut/ lamprey (Petromyzon sp) dan ikan hantu/hagfish (Myxine sp)

2. Kelas Pisces
Kelompok ini dikenal dengan kelompok ikan. Kelompok ikan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
- pada umumnya hidup di air, baik air tawar dan air laut;
- bernapas dengan insang (ada beberapa yang bernapas dengan kulit paru-paru);
- mempunyai otak yang terbungkus kranium;
- mempunyai sepasang mata;
- mempunyai 2 rahang, kecuali aghnata;
- mempunyai jantung beruas dua;
- ginjal bertipe pronepros dan mesonepros;
- reproduksi dengan bertelur fertilisasi eksternal dan ada beberapa yang fertilisasinya internal;
- suhu tubuh berubah-ubah sesuai dengan lingkungan (Poikiloterm). Klasifikasi pada kelompok ikan dibedakan berdasarkan jenis tulangnya. Klasifikasinya sebagai berikut :
a. kelas chondroichtyes, yaitu ikan bertulang rawan, mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
- endoskeleton (rangka dalam ) tersusun atas tulang rawan.
- mulutnya terletak di belakang ujung depan tubuh agak ventral
- tidak mempunyai operkulum (penutup insang), celah insang terdapat disebelah kiri dan kanan farink
- jantung terdiri atas dua ruang, yaitu satu bilik dan satu serambi;
- umumnya tidak bersisik dan jika bersisik tipenya plakoid atau ganoid
- reproduksi secara ovipar dan ovovivipar, dengan fertilisasi ada yang internal dan ada yang eksternal.

  Contoh : ikan hiu, ikan pari, ikan cucut

b kelas ostheichtyes, yaitu ikan bertulang keras mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
- endeskeleton (rangka dalam) tersusun atas tulang keras (sejati)
- mulut terletak pada ujung anterior kepala,
- mempunyai operkulum (tutup insang), yang berfungsi sebagai penutup celah insang, kecuali pada Dipnoi yang hidup pada lumpur dan air yang bernapas dengan paru-paru dan insang,
- umumnya bersisik sebagai eksoskeleton dengan tipe sikloid dan stenoid,
- tubuhnya terdiri atas kepala, badan dan ekor. Pada kepala terdapat cekung hidung  (forea nasalis) yang di dalamnya terdapat indera pembau,
- alat geraknya berupa sirip yang berpasangan. Sirip punggung sebagai alat keseimbangan, dan sirip ekor sebagai alat kemudi sedangkan untuk sirip dada untuk berenang.
- jantung terdiri atas dua ruang, yaitu satu serambi satu bilik.
- reproduksi secara ovipar dengan fertilisasi secara eksternal.
 Contoh : ikan gurami, ikan lele


3. Kelas Amphibi
Kelompok hewan yang termasuk Amphibi adalah hewan yang dapat hidup di darat dan di air (amphi = dua, bios -= hidup ). Hal ini dimungkinkan karena bernapas denga insang saat masih berudu dan dengan paru-paru serta kulit dan dinding rogga mulut pada saat dewasa. Kulit itu selalu basah karena mengandung lendir. Ciri-ciri lain sebagai berikut :
a.   kebanyakan tidak bersisik, kecuali Caecilia sp.
b.   memiliki dua pasang anggota gerak untuk jalan atau renang, jari kaki 4 - 5 atau kurang, tidak berkuku atau bercakar, ada yang berkaki;
c.   jantung beruang tiga, dua atrium satu ventrikel, sel darah merah bentuknya oval dan memiliki inti sel;
d.   berdarahkan dingin atau suhu tubuh berubah-ubah sesuai perubahan suhu di sekitarnya (poikiloterm)
e.   fertilisasi umumnya eksternal, tetapi ada yang internal; kebanyakan ovipar, telur dibungkus lapisan lendir, diletakkan di air, larva hidup di air, bernapas dengan insang luar dalam; bentuk dewasa bernapas degan paru-paru atau kulit, dan hidup di air atau tempat yang lembab di darat.
Klasifikasi amphibi didasarkan pada bentuk tubuh, keberadaan kaki, dan ekor. amphibi di bagi menjadi ordo-ordo sebagai berikut :
1. Apoda (Gymnophiona), yaitu Amphibi tak berkaki.
    Contohnya : Salamander cacing (bentuknya mirip belut)
2. Urodella (Caudata), yaitu Amphibi berekor dan berkaki.
    Contohnya : Hymnobius, Ranodon, dan Salamandra (kelompok salamander)
3. Anura (Amphibi yang tidak berekor)
    Famili :  Bufonidae, misalnya Bangkong (Bufo melanosticus)
    Famili  :  Ranidae, misalnya katak sawah (Rana limnocharis )

4. Kelas Reptil
5. Kelas Aves
6. Kelas Mamalia

Materi Kingdom Animalia lainnya :
  1. ANNELIDA
  2. ARACHNIDA
  3. ARTHROPODA
  4. CHORDATA
  5. CRUSTACEA
  6. ECHINODERMATA (HEWAN BERKULIT DURI)
  7. INSEKTA
  8. KINGDOM PARAZOA (FILUM PORIFERA)
  9. KINGDOM RADIATA
  10. MOLLUSCA (HEWAN LUNAK)
  11. MYRIAPODA
  12. NEMATHELMINTHES
  13. ORDO-ORDO DARI EKSOPTERYGOTA
  14. ORDO-ORDO DARI ENDOPTERYGOTA
  15. PERKEMBANGAN HEWAN
  16. PLATYHELMINTHES
  17. REPTIL, AVES, DAN MAMALIA
  18. soal animalia

Sumber :


R. Gunawan Susilowarno dkk, BIOLOGI untuk Kelas X, Penerbit Grasindo 2007
Istamar Syamsuri dkk, Biologi  Untuk SMA kelas X Semester 2, Penerbit Erlangga, 2007
Hewan ini disebut Echinodermata karena mempunyai kulit berupa duri (echinos = duri, dermal = kulit). Ciri-ciri hewan ini adalah sebagai berikut :
- triploblastik selomata, yaitu mempunyai 3 lapisan embrional (ecderm, mesodem dan endoderm), sudah mempunyai rongga tubuh (selom) yang sempurna. Selom dibatasi oleh peritonium yang bersilia, selom berisi cairan yang banyak mengandung sel amoebosit. Selom bersatu dengan kaki ambulakral;
- simetri bilateral pada massa larva, tetapi pada saat dewasa bersimetri radial, berbentuk bulat, dan dilengkapi dengan lengan-lengan yang panjang;
- tubuhnya bulat dengan lengan-lengan yang panjang;
- mempunyai rangka dalam (endoskeleton) dari zat kapur yang berbentuk lempengan-lempengan yang berduri kecil;
- alat peredaran darah merupakan sistem radial, tetapi mengalami reduksi sehingga sulit diamati;
- alat pernapasan berupa kapsula, insang, kaki tabung, dan tentakel;
- saluran pencernaan lengkap, ada beberapa yang tidak beranus, makanannya berupa sampah laut sehingga disebut juga organisme pembersih laut.
- larvanya disebut bipinaria;
- bergerak dengan kaki ambulakral;
- sistem saraf denan batang cincin yang bercabang-cabang ke arah radial;
- secara evolusi hubungan kekerabatan dengan chordata lebih dekat di banding dengan hewan lain.

Alat gerak yang berupa sistem ambulakral sering disebut sebagai sistem pembuluh air karena pembuluh ini menjadi tempat mengalirnya air masuk dan keluar sehingga dapat menimbulkan gerakan. Sistem ambulakral terdiri atas bagian-bagian sebagai berikut :
1. Madreporit, merupakan bangunan berbentuk seperti corong yang di dalamnya berlubang sebagai pintu utama masuk dan keluarnya air.
2. Saluran batu, merupakan bangunan berbentuk pipa melengkung yang berfungsi menghubungkan antara madreporit dan saluran cincin.
3. Saluran cincin merupakan bangunan berbentuk pipa melingkari mulut, yang berfungsi menghubungkan dan membagi air ke saluran radial yang berada dalam setiap lengan.
4. Saluran radial merupakan bangunan berbentuk pipa dari saluran cincin pada lingkaran mulut mengarah ke setiap lengan yang merupakan cabang saluran cincin, berfungsi menghubungkan antara saluran cincin dengan saluran lateral.
5. Saluran lateral, merupakan bangunan seperti pipa yang tegak lururs ke samping dari saluran radial, berfungsi menghubungkan saluran radial dengan kaki tabung.
6. Kaki tabung, merupakan bangunan berbentuk pipa yang tegak lurus ke arah bawah dari saluran lateral, berfungsi untuk menghubungkan saluran lateral dengan ampula.
7. Ampula merupakan bangunan yang berupa gelembung otot yang akan berisi air sehingga menimbulkan gerak
8. Tiedemen body merupakan bangunan setengah lingkaran yang menempel pada saluran cincin bagian dalam yang berfungsi sebagai alat keseimbanga.

Klasifikasi Echinodermata didasarkan pada kondisi lengan, posisi oral, dan aboralnya serta habitatnya dibedakan menjadi lima kelas, yaitu Asteroidea, Echinodea, Ophiudea, Crinoidea, dan Holotroidea.



Asteroidea
Bintang Laut (Asteropecten irregularis) tergolong dalam Echinodermata.
Mengapa jenis hewan ini disebut Echinodermata? Echinodermata berasal dari kata Yunani,Echinos artinya duri dan Derma artinya kulit.Jadi Echinodermata dapat diartikan sebagai hewan berkulit duri. Kulit hewan ini akan terasa kasar, karena kulitnya mempunyai lempeg-lempeng seperti duri-duri kecil dari bahan calsium carbonat / zat kapur /CaCO3. Ciri-ciri hewan ini sebagai berikut :
- Karena hanya air laut dengan komposisi mineral , pH dan salinitas yang demikian memenuhi itulah maka anggota Echinodermata ini hanya dapat hidup dan ditemukan di laut.
- Bintang laut biasanya hidup di pantai dan di dalam laut sampai kedalaman sekitar 366 m. 
- Sebagian hidup bebas, hanya gerakannya lamban cenderung berifat Bentos kecuali Crinoidea - Golongan Asteroidea (Bintang Laut) ini tidak ada yang parasit.
- Bintang laut sebagai kelompok Echinodermata juga bisa merugikan, karena hewan laut ini sebagai pemakan tiram/kerang mutiara. Juga ada diantara jenis bintang laut yang memakan binatang karang sehingga banyak yang mati.
- Bintang laut Asteroidea sesuai dengan namanya itu, jenis hewan ini berbentuk bintang dengan 5 lengan.
- Di permukaan kulit tubuhnya terdapat duri-duri dengan berbagai ukuran.
- Hewan ini banyak dijumpai di pantai.
- Ciri lainnya adalah alat organ tubuhnya bercabang ke seluruh lengan.
- mempunyai osikulus sebagao penyokong tubuhnya yang berupa lempengan zat kapur yang terikat oleh jaringan ikat'
- Permukaan tubuh aboral terdapat duri pendek dan tumpul, dan diantaranya terdapat pedisesalaria, yaitu kaki penjepit yang berfungsi untuk melindungi insang dermal, menangkap mangsa  dan membersihkan permukaan tubuhnya dari pasir maupun serpihan benda lainnya agar tidak mengendap di permukaan tubuhnya yang dapat mengganggu kerja insang kulitnya.
- sistem pencernaan lengkap, di manapun pada setiap lengan terdapat cabang usus yang berfungsi untuk mencerna makanan dan mengedarkan sari-sari makanan;
- ekskresi menggunakan sel amoebosit yang terdapat pada cairan selom dan sisa metabolisme selanjutnya dikeluarkan melalui insang dermal;
- respirasi melalui insang kulit yang dilekngkapi dengan silia dan terdapat pada papula'
- alat reproduksi jantan dan betina terpisah, fertilisasi eksternal (di air) dan akan terbentuk larva bipinaria,
- Contoh : Asterias sp (bintang laut merah), Lincia sp (bintang laut biru)

2. Echinodermata
Ciri-ciri :

- Echinoidea berbentuk bola atau pipih, tanpa lengan.
- Echinoidea yang berbentuk bola misalnya bulu babi (Diadema saxatile) dan landak laut (Arabcia punctulata).
- Hidup pada batuan atau lumpur di tepi pantai atau dasar perairan.
- Makanannya adalah rumput laut, hewan yang telah mati,
- biasanya nocturnal.
- Permukaan tubuh hewan ini berduri panjang.
- Echinoidea memiliki alat pencernaan khas, yaitu tembolok kompleks yang disebut lentera aristoteles.Fungsi dari tembolok tersebut adalah untuk menggiling makanannya yang berupa ganggang atau sisa-sisa organisme.
- Echinoidea yang bertubuh pipih misalnya dolar pasir (Echinarachnius parma).
-  Permukaan sisi oral tubuhnya pipih, sedangkan sisi aboralnya agak cembung.
- Tubuhnya tertutupi oleh duri yang halus dan rapat.Durinya berfungsi untuk bergerak, menggali, dan melindungi permukaan tubuhnya dari kotoran.
- Kaki ambulakral hanya terdapat di sisi oral yang berfungsi utuk mengangkut makanan.
- Organisme yang tergolong kelas echinoidea ada yang bernapas dengan insang namun ada pula yang  bernapas dengan melakukan modifikasi podia pada permukaan aboral atau yang biasanya dikenal dengan istilah kaki tabung (tube feet).  Organisme yang bernapas dengan insang tergolong dalam echinoidea regular. Pada umumnya memiliki 5 pasang insang. Contohnya adalah golongan bulu babi.
 - Echinoidea yang bernapas dengan tube feet tergolong dalam echinoidea irregular. Contohnya seperti sand dollars.
- Pada proses pernapasan seperti ini, podia petaloid yang biasanya berfungsi dalam membantu pergerakkan kemudian berubah fungsi menjadi organ respirasi.
- Kaki tabung akan berhubungan dengan petalloids dan membentuk suatu sistem pernapasan. Kaki tabung akan mendorong air sehingga terjadi pertukaran gas yang berlawanan arah dengan sistem vaskular air. Kaki tabung pernafasan bentuknya panjang, rendah, flat (datar) yang terletak pada alur konjugasi membentang dari satu pori ke pori yang lain. tabung memanjang jauh dari permukaan tubuh dan dilengkapi dengan bulu atau rambut yang teratur.
- Reproduksi echinoidea dengan fertilisasi eksternal dan bersifat hermafrodit. Telur echinoidea yang menetas akan berkembang menjadi larva yang disebut larva echinoploteus. Melimpahnya jumlah landak laur menandakan kondisi air yang tidak bagus. 


3.Ophiuroidea
Ciri-ciri :
*Sturuktur Dan Fungsi Tubuh :
- Bintang mengular memiliki cakram tengah yang jelas terlihat dari tangannya panjang sehingga memudahkannya bergerak.
- Kaki tabung (kaki ambulakral) tidak memiliki alat isap dan bintang mengular bergerak dengan mencambukkan lengannya.
- Hidup di perairan dangkal dan dalam, bersembunyi di bawah batuan atau rumput laut, mengubur diri di pasir, aktif di malam hari.
- Ophiuroidea terdiri dari 2.000 spesies, contohnya adalah bintang ular (Ophiothrix). Ophiuroidea (dalam bahasa yunani, ophio = ular) berbentuk seperti asteroidea, namun lengannya lebih langsing dan fleksibel.
- Cakram pusatnya kecil dan pipih dengan permukaan aboral (dorsal) yang halus atau berduri tumpul. Ophiuroidea tidak memiliki pediselaria.Cakram pusat berbatasan dengan lengan-lengannya.
- Bintang ular merupakan echinodermata yang paling aktif dan paling cepat gerakannya.
- Jenis kelamin terpisah, fertilisasi eksternal, mengalami tahap larva yang disebut pluteus.Hewan ini pun juga dapat beregenerasi.
- Beberapa spesies ophiuroidea merupakan hewan pemakan suspensi, dan yang lain adalah predator atau pemakan bangkai.
- Ophionereis  reticulate (Bintang Mengular )makanannya adalah udang, kerang atau serpihan organisme lain (sampah).
- Alat-alat pencernaan makanan holozoik atau saprozoik.
- Terdapat bola cakram, dimulai dari mulut yang terletak di pusat tubuh kemudian lambung yang berbentuk kantong.
- Hewan ini tidak memiliki anus.
- Di sekeliling mulut terdapat rahang yang berupa 5 kelompok lempeng kapur.
- Makanan dipegang dengan satu atau lebih lengannya, kemudian dihentakkan dan dengan bantuan tentakel dimasukkan ke mulut. Sesudah dicerna, bahan-bahan yang tidak tercerna dibuang ke keluar melalui mulutnya.
 Siklus Hidup dan Reproduksi:
Ophionereis reticulata menggunakan lengan mereka untuk bergerak.Mereka, tidak seperti bintang laut, bergantung pada kaki tabung.Bintang laut bergerak dengan menggerakan lengan mereka yang sangat fleksibel dan membuat mereka bergerak seperti ular.Pergerakan mereka mirip dengan hewan simetri bilateral.
Pernapasan dilakukan oleh 5 pasang kantong kecil yang bercelah di sekitar mulut, alat ini berhubungan dengan saluran alat reproduksi (gonad).
Sistem reproduksi Ophionereis reticulata yaitu generatif ( berumah dua, fertilisasi eksternal ). Jenis kelamin hewan ini terpisah. Hewan ini melepaskan sel kelamin ke air dan hasil pembuahannya akan tumbuh menjadi larva mikroskopis yang lengannya bersillia, disebut pluteus. Pleteus kemudian mengalami metamorfosis menjadi bentuk seperti bintang laut dan akhirnya menjadi bintang ular.
Habitat, Populasi, dan Distribusi
Bintang mengular dapat ditemukan pada perairan besar, dari kutub sampai tropis.Hewan ini hidup di laut yang dangkal atau dalam.Biasanya bersembunyi di sekitar batu karang, rumput laut, atau mengubur diri di lumpur/pasir; sangat aktif di malam hari.
Berdasarkan fakta bintang ular merajai dasar laut pada kedalaman lebih dari 500 meter, di seluruh dunia. Ada sekitar 2.000 spesies bintang ular yang hidup sekarang, dan mereka kebanyakan ditemukan pada kedalaman lebih dari 500 meter (1.620 kaki).
 Spesies ini dianggap terancap punah Bintang ular dari jenis Psammechinus miliaris mengalami kerusakan serius pada lapisan kalsitnya pada pH 6,63. Padahal jenis ini telah beradaptasi pada lingkungan kolam karang yang berbatu sangat dangkal.

4. Crinoidea

-Crinoida adalah hewan avertebrata yang memiliki tubuh yang menyerupai tumbuhan, sehingga sering disebut sebagai lilia laut.
Ciri-ciri Kelas Crinoidea antara lain :
- Habitatnya di karang atau tumbuhan laut.
- Memiliki pinnula. Pinnula adalah lengan yang panjang menyerupai daun, berjumlah lima atau kelipatannya. Panjang pinnula dapat mencapai 80-200 cm.
- Beberapa jenis Crinoidea memiliki tangkai yang berasal dari daerah aboral, tangkai ini berfungsi untuk melekatkan diri pada substrat.
- Mulutnya terletak di daerah oral, mengarah ke atas dan dikelilingi oleh tentakel-tentakel halus yang disebut cirri.
- Amburakral terletak di permukaan oralnya.
- Contoh hewan dari kelas Crinoidea adalah Holopus sp. (lilia laut tidak bertangkai), Ptilocrinus pinnatus (lilia laut bertangkai), Metaricanus intereptus (lilia laut tidak bertangkai), dan Antendon sp. (lilia laut tidak bertangkai).


5. Holothuroidea
Apabila dilihat secara sepintas, timun laut yang merupakan salah satu anggota filum Echinodermata tidak terlihat mirip dengan hewan Echinodermata lainnya.Anggota kelas ini umumnya tidak memiliki duri dan endoskeleton yang keras sangat tereduksi.Tubuh ketimun laut memanjang sepanjang sumbu oral-aboral sehingga memberikan bentuk ketimun seperti namanya. Namun demikian, setelah diteliti lebih lanjut ternyata di tubuhnya terdapat lima baris kaki tabung (kaki ambulakral) yang merupakan sistem pembuluh yang hanya terdapat pada hewan Echinodermata. Kaki tabung (kaki ambulakral) yang terdapat di sekitar mulut kemudian dikembangkan menjadi tentakel untuk makan.
 Ciri-ciri :
  Bentuk tubuh menyerupai mentimun yang berkulit lunak.
  Tidak mempunyai lengan dan duri mereduksi menjadi spikula
  Daya regenerasi tinggi.
  Berwarna hitam coklat dan hijau.
  Dilengkapi alat pembelaan diri berupa zat perekat yang di hasilkan dari anullus.
  Mulut dan anus terletak pada ujung berlawanan.
  Mulut dikelilingi oleh tentakel
Contoh Holothuria atra (teripang hitam), Stichopus sp, Cucumaria sp, Psolus sp, Bathylotes sp


Materi pelajaran Kingdom Animalia lainnya :
  1. ANNELIDA
  2. ARACHNIDA
  3. ARTHROPODA
  4. CHORDATA
  5. CRUSTACEA
  6. ECHINODERMATA (HEWAN BERKULIT DURI)
  7. INSEKTA
  8. KINGDOM PARAZOA (FILUM PORIFERA)
  9. KINGDOM RADIATA
  10. MOLLUSCA (HEWAN LUNAK)
  11. MYRIAPODA
  12. NEMATHELMINTHES
  13. ORDO-ORDO DARI EKSOPTERYGOTA
  14. ORDO-ORDO DARI ENDOPTERYGOTA
  15. PERKEMBANGAN HEWAN
  16. PLATYHELMINTHES
  17. REPTIL, AVES, DAN MAMALIA
  18. soal animalia

Sumber :


R. Gunawan Susilowarno dkk, BIOLOGI untuk Kelas X, Penerbit Grasindo 2007
Istamar Syamsuri dkk, Biologi  Untuk SMA kelas X Semester 2, Penerbit Erlangga, 2007
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!