Tampilkan posting dengan label biologi bagi kehidupan. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label biologi bagi kehidupan. Tampilkan semua posting

Selasa, 07 April 2015

Biologi mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia baik untuk menyediakan barang dan jasa maupun memperbaiki kondisi lingkungan untuk tempat hidup manusia. Manfaat biologi antara lain dikelompokkan sebagai berikut.

Bidang Industri Berbasis Biologi
1. Produk alkohol, kecap, roti, tape dan nata decoco yang menggunakan teknologi fermentasi oleh mikroorganisme seperti jamur Saccharomyces cereviceae, Aspergillus wentii dan bakteri Acetobacter xylinium.
2. Produk vaksin dan obat. Vaksin adalah bibit penyakit yang dilemahkan yang dimasukkan ke dalam tubuh untuk mendapatkan antibodi. Obat adalah senyawa kimia yang dapat diperoleh dari tumbuhan ayau hewan maupun mikroorganisme yang diolah untuk menyembuhkan penyakit.
3. Produk makanan prebiotik dan probiotik yang berupa serat-serat tumbuhan dan mikroorganisme yang dapat menjaga keseimbangan mikroorganisme di dalam tubuh sehingga tubuh tetap sehat.
4. Produk bibit pertanian dan peternakan yang merupakan hasil, seleksi, hibridisasi, mutasi, kultur jaringan, maupun rekayasa genetika yang dapat memberi hasil yang lebih optimal.

Bidang Profesi Manusia
1. Dokter umum, dokter hewan, dokter gigi dan paramedis merupakan profesi yang didasarkan penguasaan ilmu biologi.
2. Ahli gizi yang banyak bekerja di rumah sakit maupun industri bahan makanan dengan berbekal ilmu dasar biokimia
3. Petani, peternak, petambak ikan, bandeng, udang, kepiting maupun mutiara, juga berbekal ilmu biologi.
4. Petugas penyuluhan pertanian dan pegawai KSDA

Perbaikan dan Pelestarian Lingkungan 
1. Kegiatan penghijauan, pertanian, perlindungan alam, dan konservasi sumber daya alam
2. Proses pengolahan limbah dengan lumpur aktif
3. Penataan lingkungan perumahan dan perkantoran agar tidak menimbulkan pencemaran dan bencana banjir dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)


MATERI BIOLOGI BADI KEHIDUPAN :
  1. CABANG-CABANG ILMU BIOLOGI
  2. KARAKTERISTIK BIOLOGI
  3. OBJEK BIOLOGI
  4. PENERAPAN METODE ILMIAH DALAM PENELITIAN BIOLOGI
  5. PERAN BIOLOGI

Sumber :
BIOLOGI untuk SMA/MA Kelas X, R Gunawan Susilowarno, Penerbit Grasindo, 2007

https://datakata.wordpress.com/2014/10/14/produk-bioteknologi-konvensional-modern/



Kamis, 01 Januari 2015

BIOLOGI BAGI KEHIDUPAN

Metode ilmiah adalah suatu prosedur/tata cara yang sistematis yang digunakan para ilmuwan untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi.
Sedangkan kerja ilmiah adalah cara kerja para ilmuwan untuk memecahkan masalah dengan menerapkan langkah-langkah yang teratur dan sistematis dalam metode ilmiah. Penerapan metode dan kerja ilmiah sudah dilakukan sejak Galileo Galilei yang dalam menentang buah pemikiran Aristoteles, mengenai logika bila benda yang lebih berat yang lebih berat jatuh, akan jatuh lebih cepat menuju bumi. Untuk itu, Galileo merancang pecobaan menjatuhkan beberapa benda dengan berbagai ukuran dari menara miring Pisa. Ia menemukan bahwa dengan menyisihkan pengaruh gaya gesek udara terhadap benda yang dijatuhkan ternyata semua benda membutuhkan waktu yang sama mencapai tanah.


Di bidang kedokteran Alexander Flemming 1928 menemukan penisilin sp dari jamur Penicilliium sp yang tidak sengaja dari hilangnya populasi bakteri Staphilococcus sp yang hilang disekitar bercak jamur Penicillium sp. Selanjutnya, ia membuat percobaan dengan membiakkan secara murni jamur Penicillium sp dalam biakan kaldu, ternyata dalam beberapa hari, kaldu pada berbagai macam bakteri penyebab penyakit dan hasilnya ternyata dapat menghancurkan bakteri dengan tidak mengganggu sel darah putih. Untuk penemuan Penisillin sp melalui serangkaian langkah dalam metode ilmiah ini, Flemming menerima hadiah nobel bidang kedokteran dan biologi tahun 1945.
Secara nyata pelaksanaan metode ilmiah dalam kegiatan sehari-hari dapt dilakukan dalam bentuk penelitian sederhana. Berikut ini adalah contoh penerapan metode ilmiah dalam bentuk potongan-potongan proses dan hasil penelitia sederhana.

1. Menemukan dan Merumuskan Masalah
Cara menemukan masalah 
Menemukan masalah dan merumuskan masalah adalah awal dari langkah metode ilmiah. Masalah dapat diperoleh melalui pengamatan berbagai objek biologi di sekitar kita ppertanyaan yang menuju ke pemecahan masalah sehingga dapat ditentukan hipotesis awal untuk pemecahan masalah tersebut.. Dengan mengajukan pertanyaan, berarti kita telah menemukan masalah. Untuk menemukan masalah harus didukung oleh kepekaan dalam mencernakan gejala-gejala yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh :
Mengapa jika kulit kita terkena bulu pada ulat menjadi gatal
Zat apa tang terkandung dalam bulu ulat sehingga menyebabkan kulit menjadi gatal dan melepuh. Apakah ulat bulu membahayakan bagi kesehatan kita selanjutnya? Bagaimana cara menghilangkan gatal bila sudah terlanjur terkena ulat bulu.






 Ciri-ciri Masalah yang Baik
Suatu pertanyaan yang muncul sebagai hasil dari proses berpikir, pengalaman dalam kehidupan sehari-hari atau hasil diskusi maupun mengkritisi suatu tulisan tidak semuanya pantas dipermasalahkandan dipecahkan dengan metode ilmiah. Untuk itu, kiranya kita perlu membangun kerangka berpikir yang benar dengan mengkaji lebih jauh dengan cara / jalan lebih banyak membaca tulisan-tulisan yang sejenis dari berbagai sumber untuk lebih memantapkan dalam perumusan masalah sehingga masalah
 yang diajukan menjadi kuat, baik dan belum pernah diajukan orang lain. Berikut ini merupakan ciri permasalahan yang baik untuk di pecahkan melalui metode ilmiah, antara lain sebagai berikut :
1. Mempunyai nilai yang kompetitif untuk diteliti dan dipecahkan dapat bermanfaat untuk pengetahuan dan atau untuk kehidupan manusia.
2. Mempunyai visibilitas untuk dipecahkan, artinya apabila dipecahkan mungkin dilakukan oleh siapapun akan mendapatkan hasil yang sama.
3. Sesuai dengan kualitas peneliti, artinya disesuaikan dengan kemampuan, usia, daya dukung yang mungkin tersedia.

Cara Merumuskan Masalah yang Baik.
1. masalah yang dirumuskan harus singkat, jelas, tegas dan memuat kata-kata kunci sehingga dapat menggambarkan seluruh isi penulisan dan tidak menimbulkan penafsiran ganda.
2. perumusan masalah harus menggambarkan pertanyaan hubungan antara dua variabel atau lebih.
3. perumusan masalah harus dapat dijelaskan dan dijawab dengan data empiris yang akan diperoleh pada saat eksperimen.
4. perumusan permasalahan harus jelas mempertanyakan karakteristik variabel, gejala dan objek yang akan diamati.

2. Mengumpulkan Keterangan /Observasi.
Setelah merumuskan masalah yang dapat dipecahkan dengan kerangka berpikir yang benar maka langkah selanjutnya adalah melakukan penelusuran keterangan-keterangan, baik secara studi pustaka mengenai penelitian-penelitian sejenis yang telah ada maupun dengan observasi di lapangan tempat objek permasalahan berada. Penelusuran keterangan dapat ditempuh melalui internet, perpustakaan dan media masa. Sedangkan observasi dapat dilakukan dengan cara melakukan pengamatan langsung maupun wawancara dengan responden yang mengetahui informasi yang berkaitan dengan masalah tersebut.

3. Menentukan Hipotesis.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh melalui penelusuran perpustakaan dan observasi serta yang menjadi pedoman untuk menentukan jankauan penelitian maka dapat dirumuskan jawaban sementara terhadap suatu permasalahan yang disebut hipotesis. Hipotesis masih perlu diuji kebenarannya melalui data-data hasil eksperimen. Akan tetapi tidak setiap permasalahan yang diajukan dapat dibuat hipotesisnya. Hal itu, dimungkinkan karena penelitiannya bersifat observasi bukan perlakuan.
Hipotesis dapat dirumuskan dengan memperhatikan beberapa petunjuk berikut :
1. dirumuskan dalam bentuk kalimat pertanyaan yang positif bukan kalimat tanya.
2. kalimat yang digunakan singkat, padat dan jelas, tetapi sudah menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih.
3. hipotesis yang dirumuskan hendaknya dapat diuji.


4. Merancang dan Melakukan Eksperimen
a. Merancang Suatu Penelitian 
1) Penentuan Variabel
Langkah terpenting dalam merancang eksperimen adalah menentukan variabel penelitian. Suatu penelitian ya ng terencana menkondisikan perlakuan yang akan diterapkan kontrol dengan baik sehingga perubahan yang terjadi benar-benar merupakan hasil perlakuan. Untuk mengontrol kondisi tersebut kita perlu mengnal variabel penelitian. Variabel diartikan peubah. Ada tiga macam variabel dalam penelitian sederhana, yaitu variabel bebas, variabel terikat dan variabel kontrol.
- variabel bebas merupakan peubah yang menyebabkan perubahan atau perlakuan.
- variabel terikat merupakan perubahan-perubahan yang diakibatkan oleh suatu perlakuan.
- variabel kontrol merupakan variabel yang dapat mempengaruhi hasil eksperimen, tetapidi jaga agar tidak berpengaruh.
2) Penentuan Lokasi Penelitian
Penelitian dapat dilakukan di lokasi objek, di laboratorium atau di lokasi objek, dan diteruskan di laboratorium. Penentuan lokasi sangat ditentukan oleh karakteristik permasalahan, pendanaan yang tersedia dalam penelitian dan kemampuan serta kualifikasi peneliti.
3) Penentuan Sampel Penelitian
Mengingat segala sesuatu dan keterbatasan sumber daya yang tersedia dalam suatu penelitian dapat diamati. Oleh karena itu, diperlukan teknik sampling, yaitu sampel yang diambil dari populasi objek penelitian harus diperhitungkan dengan baik sehingga data yang diperoleh nantinya dapat mencerminkan dan mendekati kebenaran dalam suatu populasi. Penentuan sampel tidak boleh sembarangan, acak-acakan atau hanya pertimbangan-pertimbangan praktis saja misalnya sampel dekat dengan peneliti atau tidak.
4) Penentuan Alat dan Bahan
Alat dan bahan untuk penelitian ditentukan oleh persoalan yang diteliti dan macam-macam langkah kerja untuk memperoleh data. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui berbagai nama macam-macam alat laboratorium dan spesifikasinya serta penggunaannya.
5) Membuat Cara Kerja Penelitian
Urutan kerja dalam penelitian disusun secara rinci dan urut sehingga pada saat melakukan eksperimen dapat mudah dilaksanakan secara berulang-ulang dengan hasil yang relatif sama. Urutan kerja yang sangat baik sangat membantu peneliti untuk mendapatkan data yang sahih. Urutan kerja dapat disusun dengan melihat beberapa penellitian yang terdahulu atau prosedur analisis kadar suatu zat tertentu dari dalam pustaka.

b.  Melaksanakan Penelitian.
Rancangan penelitian yang disiapkan yang sudah dipersiapkan segera dilaksanakan untuk mendapatkan informasi yang menunjang hipotesis (dugaan sementara). Melaksanakan penelitian sebaiknya sesuai dengan prosedur yang telah disiapkan pada rancangan penelitian. Penelitian dapat menggunakan alat ukur standar, misalnya mikroskop dan termometer. Apabila rancangan penelitian harus merangkai alat, maka penelitian harus didahului dengan perangkaian alat sesuai dengan rancangan. Dalam hal ini perlu dikendalikan variabel bebas dan variabel terikat secara effektif.  Fungsi utama dalam pelaksaan penelitian adalah untuk memperoleh data dan beberapa informasi pendukung data dari objek penelitian melalui serangkaian pengukuran, pencermatan dan pengamatan, dan pengujian informasi.


5. Mengorganisasi dan Menganalisis Data
a. Mengelompokkan Informasi dan Data
Informasi dan data yang diperoleh dari pengamatan dan pengukuran, kemudian dikelompokkan guna mempermudah langkah-langkah penelitian selanjutnya. Pengelompokkan informasi dan jenis data dilakukan berdasarkan data yang diperoleh dari objek pengamatan dan disajikan sesuai karakteristik data dapat berupa tabel, diagram dan grafik atau bentuk sajian lainnya. Penyajian dara dimaksudkan untuk ntuk pembuktian hipotesis dalam menjawab tujuan penelitian.

b. Menafsirkan Hasil Pengolahan Data
Data yang diperoleh dari penelitian akan diolah menjadi data yang lebih sistematis dan komunikatif, misalnya dalam bentuk tabel sederhana atau grafik dan dianalisis baik secara kuantitatif, kualitatif, statistik maupun diskriptif sehingga peneliti akan mendapatkan kesimpulan sementara. Selanjutnya kesimpulan sementara itu dipakai sebagai pengujian hipotesis dan akhirnya dapat diketahui hipotesis dapat diterima atau ditolak.

6. Mengambil Kesimpulan
Tahap akhir dalam eksperimen adalah mengambil kesimpulan. Kesimpulan dirumuskan berdasarkan berdasarkan atas analisis data dan pengujian hipotesis yang sudah dilakukan untuk menjawab permasalahan atau tujuan penelitian. Apabila kesimpulan sesuai dengan hipotesis, berarti hipotesis diterima, dan satu tahapan penelitian dikatakan selesai. Akan tetapi , apabila hipotesis tidak diterima maka akan terjadi permasalah baru yang dapat dilakukan penyempurnaan hipotesisnya kembali dan dibuktikan kembali melalui eksperimen lagi.

Materi terkait yang dapat dipelajari .
  1. CABANG-CABANG ILMU BIOLOGI
  2. KARAKTERISTIK BIOLOGI 
  3. OBJEK BIOLOGI
  4. PERAN BIOLOGI
  5. MANFAAT BIOLOGI BAGI MANUSIA DAN LINGKUNGAN



Rabu, 31 Desember 2014

BIOLOGI BAGI KEHIDUPAN
Biologi (bios= hidup, logos = ilmu) adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk makhluk hidup. Biologi merupakan cabang dari sains (IPA) yang memiliki karakteristik khusus dan berbeda dengan ilmu pengetahuan yang lain. Karakteristik Biologi terletak pada 3 aspek, yaitu :
1) Objek
2) Tema
3) Metode

Tema atau Persoalan-persoalan pada objek kajian Biologi yang kita hadapi di alam dapat dikellompokkan menjadi 9 tema sebagai berikut

1. Biologi sebagai penemuan (inquiry)
Tema atao persoalan-persoalan yang berkaitan dengan konsep-konsep biologi yang sekarang dikenal banyak orang yang dihasilkan dari serangkaian penemuan dan dilakukan dengan mengunakan mertode ilmiah yang dimulai dengan mengajukan pertanyaan (permasalahan), observasi, menyusun hipotesis, menyusun eksperimen dan menarik kesimpulan.
Contoh penemuan Penisilin oleh Alexander Flemming yang melalui serangkaian penelitian dengan tahap-tahap dalam metode penelitian.

2. Sejarah Perkembangan Biologi.
Tema atau persoalan sejarah perkembangan biologi dalam kajiannya sangat berkembang cepat menyesuaikan dengan hasil penelitian yang semakin canggih yang didukung oleh kemajuan teknologi. Perkembangan atau pergeseran konsep biologi, menunjukkan biologi sebagai ilmu berkembang secara dinamis. Contoh konsep asal usul kehidupan mulai tepri Abiogenesis, Biogenesis, Teori Evolui Kimia, dan terakhir, Teori Evolusi Biologi.

3. Keanekaragaman dan Keseragaman.
Tema atau persoalan keanekaragaman dan keseragaman pada makhluk hidup adalah persoalan yang paling menarik dan tidak pernah akan selesai dipelajari sampai kapanpun. Sebab, persoalan keanekaragaman dan keseragaman terdapat pada seluruh tingkatan organisasi kehidupan. Jika keanekaragaman dan keseragaman dikaitkan dengan adanya variasi materi dalam gen.Contoh persoalanini adalah " Mengapa dua anak kembar satu telur (identik) tetapi secara morfologis terdapat perbedaan"

4. Hubungan struktur dan Fungsi
Tema atau persoalan-persoalan pada makhluk hidup tidak dapat dilepaskan dari persoalan struktur dan fungsi sebagai jaringan serta organ penyusunan tubuh makhluk hidup. Perbedaan dalam struktur penyusunan tubuh makhluk hidup membawa konsekuensi pada fungsinya. Contoh yang terjadi pada alat pernapasan pada ikan berupa insang yang difungsikan untuk beradaptasi di habitat air, sedangkan kelinci alat struktur  pernapasan berupa paru-paru yang berfungsi untuk beradaptasi dengan habitat darat.




5. Genetik dan Kelangsungan Hidup
Tema atau persoalan biologi yang berhubungan dengan genetika dan kelangsungan hidup organisme merupakan fenomena yang dinamis. Sebab kelangsungan hidup suatu organisme sangat ditentukan oleh kemampuan gen-gen pegendali aktifitas organisme dalam beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang bersifat tidak dapat diprediksi secara teratur. Ketahanan dan kecepatan suatu organisme untuk beradaptasi akan mendorong organisme tersebut tetap lestari.
Contoh : Komodo merupakan reptil besar yang masih tetap lestari kerena kemampuannya beradaptasi dengan lingkungan dibandingkan dengan dinosaurus yang telah punah.

6. Organisme dan Lingkungan
Tema atau persoalan biologi yang menyangkut organisme dengan lingkungan yang  banyak diangkat adalah interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungan atau ekositem. Selain itu, interaksi antarmakhluk hidup juga menjadi kajian yang cukup menarik dalam rangka menuju keseimbangan dinamis pada kehidupan bumi.
Contoh: persoalan rantai makanan di alam bebas.




7. Kelakuan Organisme (Perilaku)
Tema atau persoalan biologi yang berkaitan dengan prilaku makhluk hidup ini adalah kajian yang paling kompleks karena menyangkut banyak aspek tema lain yang terintegrasi menjadi satu dengan sistem saraf, hormon, dan indera. Karena rumutnya kajian perilaku selama ini, menyebabkan ilmu perilaku dapat berkembang dengan baik. Contoh : perilaku burung pada masa kawin.



8. Evolusi

Persoalan evolusi berhubungan dengan proses perubahan makhluk hidup yang berlangsung secara bertahap dan leme menuju terbentuknyaspesies baru. Persoalan evolusi dalam proses biologi memerlukan studi secara komperhensif dari berbagai cabang biologi yang meliputi anatomi fisiologi, genetika, dan biokimia.

9. Regulasi dan homoseista
Tema atau persoalan regulasi dan homoseista pada makhluk hidup diperankan oleh ,sistem syaraf, sistem hormon dan alat-alat indera manusia.
Contoh : "Mengapa pada suhu dingin rambut pada kulit berdiri dan banyak mengeluarkan urin.

Biologi mengkaji permasalahan-permasalahan yang terkait dengan hal-hal konkret  yang terdapat pada makhluk hidup. Untuk mencari pemecahan atas permasalahan yang ada bersifat konkretdan dapat dibuktikan kebenarannya, dalam sains dapat ditempuh dengan metode ilmiah. Metode  ilmiah adalah prosedur kerja untuk mendapatkan fakta-fakta tentang fenomena kehidupan dan alam. Prosedur kerja harus diikuti kaidah-kaidahnya oleh siapa saja.
Secara umum, metode ilmiah terdiri atas lima langkah, yaitu :
1. menemukan masalah
2. melakukan observasi
3. menyusun hipotesis
4. melakukan eksperimen
5. menarik kesimpulan

Metode ilmiah sudah dilakukan oleh para ahli ilmu pengetahuan untuk menemukan sesuatu melalui kegiatan eksperimen dan sudah berlangsung sejak lama. Oleh karena itu, metode ilmiah sering disebut metode eksperimen . Metode ilmiah sampai sekarang masih dianggap relevan untuk dilaksanakan dan untuk membangun ilmu biologi yang kian berkembang
pesat.

Tema atau persoalan yang dipelajari pada makhluk hidup sebagai objek biologi dipelajari melalui metode ilmiah. Ketrampilan proses ilmiah dikembangkan mengarah kepada pengenbangan ketrampilan hidup. Ketrampilan proses ilmiah yang dikembangkan antara lain meliputi ketrampilan :
1. mengamati
2. observasi
3. menggolongkan
4. mengukur
5. menggunakan alat
6. mengkomunikasikan hasil
7. menafsirkan
8. memprediksi
9. menganalisis dan mensintesis
10. ketrampilan memecahkan masalah secara ilmiah
11. ketrampilan berfikir logis deduktif dan induktif, serta
12. menciptakan penemuan-penemuan yang bermanfaat bagi manusia

Untuk dapat melaksanakan metode ilmiah melalui serangkaian pegembangan ketrampilan ilmiah dengan baik, diperlukan prilaku atau sikap-sikap ilmiah yang baik pula. Sikap-sikap ilmiah yang perlu dikembangkan untuk mendukung pelaksaan ketrampilan ilmiah adalah sebagai berikut :
1. rasa ingin tahu
2. objekti.
3.  jujur
4. teliti
5. mau bekerja dan bekerjaasama serta saling menerima dan memberi
6. keterbukaan pikiran dan kritis
7. tekun dan tidak mudah menyerah

Biologi sebagai ilmu pengetahuan yang dihasilkan melalui metode ilmiah memiliki ciri khas sains, sebaggai berikut :
1. mempunyai objek kajian yang konkret/nyata
2. objektif (dikembangkan berdasarkan pengalaman empiris dan tidak terdistorsi oleh sikap-sikap subjektifitas
3. universal (kebenarannya berlaku secara umum pada seluruh ruang dan waktu
4. menggunakan cara-cara berfikir logis
5. untuk mengkajinya perlu langkah sistematis
6. hasil kajiannya berupa hukum.

Pelajari juga materi yang berkaitan :
  1. CABANG-CABANG ILMU BIOLOGI
  2. OBJEK BIOLOGI
  3. PERAN BIOLOGI
  4. MANFAAT BIOLOGI BAGI MANUSIA DAN LINGKUNGAN


Jumat, 19 Desember 2014

BIOLOGI BAGI KEHIDUPAN

A. OBJEK BIOLOGI

B. CABANG-CABANG ILMU BIOLOGI

C. PERAN BIOLOGI
 Sebagai ilmu pengetahuan, biologi tidak berdiri sendiri melainkan erat hubungannya dengan ilmu-ilmu pengetahuan yang lain, bahkan besar peranannya bila dikaitkan dengan kebutuhan manusia.
Peran modern mampu membuka tabir rahasia alam yang banyak dijumpai dalam alam kehidupan dan sangat berguna baginkemajuan dan kesejahteraan manusia.
Peranan biologi terhadap ilmu-ilmu lain, yaitu biologi sebagai ilmu pengetahuan stentu tidak dapat berdiri sendiri melainkan berhubungan erat dengan ilmu-ilmu lain. Sedangkan manfaat perkembangan ilmu biologi bagi kehidupan sebagai berikut :

1. Membantu dalam menemukan dan mengembangkan bahan kebutuhan pokok manusia, seperti bahan makanan, pakaian, peralatan dan perumahan serta energi.
2. Penemuan bibit unggul, baik hewan ternak maupun tanaman pertanian yang membantu menyelesaikan masalah pangan.

3. Menemukan berbagai penyebab dan pengobatan berbagai macam penyakit, baik pada manusia hewan, maupun tumbuhan
4. Menyingkap rahasia proses-proses kehidupan, pewarisan sifat, dan gen sehingga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari – hari.
5. Mengkaji dan melestarikan seluk beluk lingkungan lebih dalam dengan tujuan untuk kelestarian kehidupan.
6. Pengolahan limbah rumah tangga dan industri yang lebih ramah lingkungan dengan menggunakan organisme pengolah limbah yang telah ditemukan peneliti.


Penerapan Biologi
Penerapan bioteknologi dilakukan melalui pengintegrasian berbagai disiplin ilmu pengetahuan alam dan teknologi, termasuk mikrobiologi, biokimia, genetika biomolekuler, kimia, rekayasa proses, dan teknik kimia.
Bioteknologi dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah bahan mentah dengan memanfaatkan kemampuan mikro organisme atau bagian-bagiannya, misalnya bakteri dan kapang. Selain itu, bioteknologi juga memanfaatkan sel tumbuhan atau sel hewan yang dibiakkan sebagai konstituen berbagai proses industri.

Pengolahan bahan pangan

Proses pembuatan bahan pangan dan minuman yang menggunakan mikroorganisme adalah :
-          Membuat roti menggunakan khamir Saccharomyces cereviseae
-          Pembuatan keju melibatkan organisme bakteri Lactobacillus dan Streptococcus serta Penicillium
-          Pembuatan mentega, menggunakan mikroorganisme Leuconostoc cremoris dan Streptococcus lactis
-          Pembuatan yoghurt melibatkan bakteri asam laktat Lactobacillus dan streptococcus thermophillus

Penghasil protein sel tunggal
Mikroorganisme bersel satu yang menghasilkan kadar protein besar sehingga dapat dikonsumsi oleh hewan atau manusia. Mikroorganisme tersebut adalah Methylophillus spirullina dan Chlorella.

Penghasil gas bio
Energi yang dikembangkan saat ini misalnya melalui produksi gas bio oleh mikroorganisme. Gas bio adalah gas metana yang diproduksi oleh mikroorganisme di dalam medium kotoran ternak pada suatu tangki fermentor. Mikroorganisme kemudian mencerna kotoran itu menjadi gas metana yang dapt dialirkan ke rumah-rumah sebagai penghasil energi mirip gas elpiji. Sedangkan limbahnya digunakan sebagai pupuk.

Pemisahan dan pengolahan limbah logam berat.
Chromium adalah limbah logam berat yang bersifat racun. Bekteri Enterobacter cloacae mampu mereduksi kromium menjadi tidak beracun.
Bakteri kemoautotrof dalah bakteri yang hidup dari zat-zat anorganik misalnya besi dan belerang, dan memperoleh energi pemecahan dari bahan kimia tersebut. Energi yang diperoleh digunakan untuk mengubah karbondioksida dan air untuk mensintesis menjadi zat-zat organik.

Bayi tabung

Proses pertemuan sperma dan ovum dalam tabung kemudian dipelihara di dalam tabung selama tiga hari. Setelah itu embrio dimasukkan ke dalam rahim wanita yang akan mengandungnya hingga lahir.
Dipelihara di dalam tabung selama tiga hari hingga terbentuk blastula. Pada hari keempat diadalkan pemilihan blastula. Blastula yang terpilih dimasukkan ke dalam rahim ibunya. Proses ini disebut implantasi. Jika embrio ini menempel, sang ibu akan mengandungnya selama sembilan bulan hingga akhirnya akan dilahirkan bayi tabung. Teknik bayi tabung ini sekarang sudah umum dilakukan di rumah sakit ternama untuk mengatasi kesulitan memiliki keturunan.

Pembuatan antibiotik

Jamur Penicillium itu menghasilkan zat antibiotik (anti hidup) yang mematikan organisme lainnya. Zat antibiotik tersebut disebut sebagai penisilium.
Jamur Cephalosporium menghasilkan zat antibiotik sefalosporin yang dapat membunuh bakteri kebal terhadap penisilin. Secara alami ternyata dijumpai berbagai jamur yang mengeluarkan racun (antibiotik) ke lingkungannya, sehingga membunuh mikroorganisme
Mikroorganisme Streptomyces menghasilkan atibiotik streptomisin, guna melawan bakteri yang kebal terhadap penisilin dan sefalosporin. Penderita TBC seringkali mendapatkan antibiotik streptomicin ini. Gabungan antara pinisilin dan streptomisin sering disebut sebagai penstrep singkatan dari penisilin dan streptomicin

Teknik kultur jaringan dan pengklonan

Sel-sel tumbuhan dari manapun, baik dari akar, batang, maupun daun dapat ditumbuhan menjadi indifidu baru yang berakar, berbatang dan berdaun. Kemampuan sel tumbuhan untuk menjadi individu baru disebut totipotensi


Bahaya Perkembangan Biologi Bagi Kehidupan :



1. Digunakan untuk senjata biologis. Bakteri dan virus yang mematikan dapat digunakan sebagai senjata biologis untuk memusnahkan manusia.
2. Memunculkan organisme strain jahat. Dengan adanya rekayasa genetika, sifat – sifat makhluk hidup dapat diubah dengan mudah, termasuk menyisipkan gen jahat yang dapat digunakan untuk membunuh atau meneror manusia.
3. Mengganggu keseimbangan lingkungan. Organisme baru hasil rekayasa manusia dikhawatirkan akan dapat memenangkan kompetisi dan menyingkirkan organisme yang telah ada di alam sehingga dapat menimbulkan ketidakseimbangan alam.
4. Pelanggaran hukum dan nilai – nilai masyarakat. Misalnya ada seorang ibu yang hamil dengan teknik bayi tabung yang spermanya berasal dari bank sperma (tidak dari suaminya). Hal ini tentu akan nengaburkan status anak dan menimbulkan permasalahan di lain waktu.

Pelajari materi terkait :
  1. CABANG-CABANG ILMU BIOLOGI
  2. KARAKTERISTIK BIOLOGI 
  3. OBJEK BIOLOGI
  4. PENERAPAN METODE ILMIAH DALAM PENELITIAN BIOLOGI
  5. PERAN BIOLOGI
  6. MANFAAT BIOLOGI BAGI KEHIDUPAN MANUSIA DAN LINGKUNGAN

EVALUASI MATERI BIOLOGI BAGI KEHIDUPAN
BIOLOGI BAGI KEHIDUPAN

A. OBJEK BIOLOGI

B. CABANG-CABANG ILMU BIOLOGI





Biologi merupakan ilmu tentang makluk hidup . Biologi termasuk salah satu ilmu tertua yang telah dikenal sejak zaman prasejarah. Ilmu ini dapat di bagi menjadi beberapa cabang ilmu, antara lain botani, zoologi, morfologi, dan fisiologi, kajian biologi telah meluas ke ilmu –ilmu lain sehingga melahirkan beberapa cabang ilmu baru seperti biokimia dan biofisika
Biologi sebagai ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat, hal ini ditandai dengan munculnya cabang-cabang biologi yang merupakan pengembangan ilmu-ilmu terapan untuk kegiatan tertentu. 

Cabang-cabang biologi antara lain: 
  1.    Acarologi, ilmu yang mempelajari tentang acarina (tungau)
  2.  Agronomi, ilmu yang mempelajari tentang tanaman budidaya
  3.   Algologi, ilmu yang mempelajari tentang alga
  4.    Anatomi atau ilmu urai tubuh, ilmu yang mempelajari tentang bagian-bagian tubuh
  5.    Anatomi Perbandingan, ilmu mengenai persamaan dan perbedaan anatomi dari makhluk hidup.
  6.    Anestesiologi, disiplin ilmu yang mempelajari penggunaan anestesi.
  7.    Apiari, ilmu yang mempelajari tentang lebah termasuk ternak lebah
  8.    Arachnologi, ilmu yang mempelajari tentang laba-laba.
  9.    Artrologi, ilmu yang mempelajari tentang sendi (penyakit sendi)
  10.   Bakteriologi, ilmu yang mempelajari tentang bakteri
  11.    Bioinformatika, ilmu yang mempelajari penerapan teknik komputasional untuk mengelola dan menganalisis informasi biologis
  12.    Biologi Molekuler, kajian biologi pada tingkat molekul
  13.     Biologi Reproduksi, cabang biologi yang mendalami tentang perkembangbiakan
  14.    Biokimia, kajian biologi yang mempelajari kimia makhluk hidup
  15.    Biofisika. cabang ilmu biologi yang mengkaji aplikasi aneka perangkat dan hukum fisika untuk menjelaskan aneka fenomena hayati atau biologi
  16.    Biogeografi, cabang dari biologi yang mempelajari tentang keaneka ragaman hayati berdasarkan ruang dan waktu
  17.    Biostatistika, (gabungan dari kata biologi dengan statistika; kadang-kadang dirujuk sebagai biometri atau biometrika) adalah penerapan ilmu statistika ke dalam ilmu biologi
  18.    Bioteknologi, cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.
  19.    Botani, Ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan
  20.    Bryologi, ilmu yang mempelajari tentang lumut
  21.    Dendrologi, ilmu yang mempelajari tentang pohon maupun tumbuhan berkayu lainnya, seperti liana dan semak
  22.    Dermatologi, ilmu yang mempelajari kulit dan penyakitnya
  23.    Ekologi, ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbale balik antara makhluk hidup dan lingkungannya
  24.    Epidemiologi, ilmu yang mempelajari tentang penularan penyakit.
  25.    Embriologi, ilmu yang mempelajari tentang perkembangan embrio
  26.     Endokrinologi, ilmu yang mempelajari tentang hormone
  27.     Entomologi, Ilmu yang mempelajari tentang serangga
  28.     Enzimologi, ilmu yang mempelajari tentang enzim
  29.     Etnobotani, ilmu yang mempelajari hubungan manusia dan tumbuhan
  30.     Etnozoologi, ilmu yang mempelajari hubungan manusia dan hewan
  31.    Etologi, cabang ilmu zoologi yang mempelajari perilaku atau tingkah laku hewan, mekanisme serta Faktor-faktor penyebabnya
  32.     Eugenetika, ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat
  33.     Evolusi, ilmu yang mempelajari perubahan makhluk hidup dalam jangka panjang
  34.     Enzimologi, ilmu yang mempelajari tentang enzim
  35.     Farmakologi,ilmu yang mempelajari obat-obatan, interaksi dan efeknya terhadap tubuh manusia
  36.    Fikologi, Ilmu yang mempelajari tentang alga.
  37.    Filogeni, kajian mengenai hubungan di antara kelompok-kelompok organisme yang dikaitkan dengan proses evolusi yang dianggap mendasarinya
  38.    Fisiologi, Ilmu yang mempelajari tentang faal/fungsi kerja tubuh
  39.     Fisioterapi, Ilmu yang mempelajari tentang pengobatan terhadappenderita yang mengalami kelumpuhan atau gangguan otot
  40.    Fitopatologi, cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari penyakit tumbuhan akibat serangan patogen ataupun gangguan ketersediaan hara
  41.    Gastrologi, ilmu yang mempelajari tentang salurang pencernaan, terutama lambung dan usus
  42.     Genetika, ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat
  43.     Genetika kuantitatif, Cabang genetika yang membahas pewarisan sifat-sifat terukur (kuantitatif atau metrik), yang tidak bisa dijelaskan secara langsung melalui hukum pewarisan Mendel
  44.     Genetika molukuler, cabang genetika yang mengkaji bahan genetik dan ekspresi genetik di tingkat subselular (di dalam sel)
  45.    Genetika , cabang genetika yang membahas transmisi bahan genetik pada ranah populasi
  46.     Ginekologi, ilmu yang khusus mempelajari penyakit-penyakit sistem reproduksi wanita (rahim, vagina dan ovarium)
  47.     Genomika, ilmu yang mempelajari tentang bahan genetik dari suatu organisme atau virus
  48.    Harpetologi, ilmu yang mempelajari reptilia dan ampibia (ular dan kadal)
  49.     Helmintologi, ilmu yang mempelajari tentang cacing
  50.    Hematologi, ilmu yang mempelajari darah, organ pembentuk darah dan penyakitnya
  51.    Histologi, ilmu yang mempelajari tentang jaringan
  52.    Higiene, ilmu yang mempelajari tentang kesehatan makhluk hidup
  53.    Ikhtiologi, Ilmu yang mempelajari tentang ikan
  54.    Imunologi, Ilmu yang mempelajari tentang sistem kekebalan (imun) tubuh
  55.    Kardiologi, ilmu yang mempelajari tentang jantung dan pembuluh darah
  56.    Karsinologi, ilmu yang mempelajari tentang crustacean
  57.    Klimatologi, ilmu yang mempelajari tentang iklim
  58.    Limnologi, ilmu yang mempelajari tentang rawa
  59.    Malakologi, ilmu yang mempelajari tentang moluska
  60.    Mamologi, ilmu yang mempelajari tentang mammalia
  61.    Metabolomika, kajian dalam biologi molekular yang memusatkan perhatian pada keseluruhan produk proses enzimatik yang terjadi di dalam sel
  62.    Mikologi, ilmu yang mempelajari tentang jamur
  63.    Mikrobiologi, ilmu yang mempelajari tentang organisme
  64.    Miologi, ilmu yang mempelajari tentang otot
  65.    Mirmekologi, ilmu yang mempelajari tentang rayap
  66.    Morfologi, ilmu yang mempelajari tentang bentuk atau ciri luar organisme
  67.    Nematologi, ilmu yang mempelajari tentang nematoda
  68.    Nefrologi, cabang medis internal yang mempelajari fungsi dan penyakit ginjal
  69.    Neurologi, Ilmu yang menangani penyimpangan pada sistem saraf
  70.    Organologi, ilmu yang mempelajari tentang organ
  71.    Onkologi, ilmu yang mempelajari tentang kanker dan cara pencegahannya
  72.    Ontogeni, Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan makhluk hidup dari zigot menjadi dewasa
  73.    Ornitologi, ilmu yang mempelajari tentang burung
  74.    Osteologi, ilmu yang mempelajari tentang tulang
  75.    Oftalmologi, ilmu yang mempelajari tentang mata ( penyakit mata )
  76.    Palaentologi, Ilmu yang mempelajari tentang fosil
  77.    Paleobotani, ilmu yang mempelajari tumbuhan masa lampau
  78.    Paleozoologi, ilmu yang mempelajari tentang hewan purba
  79.    Palinologi, ilmu yang mempelajari polinomorf yang ada saat ini dan fosilnya, diantaranya serbuk sari, sepora, dinoflagelata, kista, acritarchs, chitinozoa, dan scolecodont, bersama dengan partikel material organik dan kerogen yang terdapat pada sedimen dan batuan sedimen
  80.    Parasitologi, ilmu yang mempelajari tentang parasit
  81.    Patologi, ilmu yang mempelajari tentang penyakit
  82.    Patologi anatomi, ilmu yang mempelajari kelainan struktur mikroskopik dan makroskopik berbagai organ dan jaringan yang disebabkan penyakit atau proses lainnya
  83.    Patologi Klinik, ilmu yang mempelajari kelainan yang terjadi pada berbagai fungsi organ atau sistem organ
  84.    Pediatri, ilmu yang mempelajari masalah penyakit pada bayi dan anak
  85.    Philogeni, Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan makhlukhidup
  86.    Primatologi, ilmu yang mempelajari tentang primata
  87.    Proteomika, kajian secara molekular terhadap keseluruhan protein yang dihasilkan dari ekspresi gen di dalam sel.
  88.    Protozoologi, ilmu yang mempelajari tentang protozoa
  89.     Psikiatri, ilmu kedokteran jiwa
  90.    Pteridologi, ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan paku
  91.    Pulmonologi, ilmu yang mempelajari tentang paru-paru
  92.    Radiologi, ilmu untuk melihat bagian dalam tubuh manusia menggunakan pancaran atau radiasi geombang, baik gelombang elektromagnetik maupun gelombang mekanik
  93.    Reumatologi, ilmu yang ditujukan untuk diagnosis dan terapi kondisi dan penyakit yang mempengaruhi sendi, otot, dan tulang.
  94.    Rekayasa Genetika, ilmu yang mempelajari tentang manipulasi sifat genetis
  95.    Rhialogi, ilmu yang mempelajari tentang hidung
  96.    Rodentiologi, ilmu yang mempelajari tentang rodentia
  97.    Sitologi, ilmu yang mempelajari tentang sel
  98.    Sanitasi, ilmu yang mempelajari tentang lingkungan
  99.    Taksonomi, ilmu yang mempelajari tentang sistematika makhluk hidup
  100.      Teknik Biokimia, cabang ilmu dari teknik kimia yang berhubungan dengan perancangan dan konstruksi proses produksi yang melibatkan agen biologi
  101.       Teratologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perubahan formasi dari sel, jaringan, dan organ yang dihasilkan dari perubahan fisiologi dan biokimia.
  102.       Toksikologi adalah pemahaman mengenai pengaruh-pengaruh bahan kimia yang merugikan bagi organisme hidup.
  103.       Transkriptomika, bagian dari biologi molekular yang mengkaji tentang produk transkripsi secara keseluruhan (transkriptom)
  104.       Urologi, cabang ilmu kedokteran yang mencakup ginjal dan saluran kemih pada pria dan wan ita baik dewasa dan anak serta organ reproduksi pada pria
  105.       Virologi, ilmu yang mempelajari tentang virus
  106.        Zoologi, ilmu yang mempelajari tentang hewan
Sumber : http://rainyveefauza.blogspot.com/2012/10/bab-1-biologi-bagi-kehidupan-biologi.html

Pelajari materi terkait :
BIOLOGI BAGI KEHIDUPAN

Biologi bersal dari kata bios yang berarti hidup dan logos yang berarti pengetahuan. Jadi biologi dapat didefinisikan Ilmu pengetahuan yang mempelajari makhluk hidup. Sebagai ilmu pengetahuan, ilmu biologi mengkaji berbagai persoalan yang berkaitan dengan berbagai tingkat organisasi kehidupan dan interaksinya dengan faktor lingkungan.
Manusia dan berbagai fenomena alam merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan yang tidak terpisahkan. Biologi merupakan ilmu pengetahuan yang meliputi bidang kajian tentang tumbuhan, hewan dan manusia. Untuk mengenal mengenai pengetahuan sains, maka kita harus memahami beberapa ciri khas sains harus memehami beberapa ciri sains :
1. Objek kajiannya merupakan benda-benda kongkret
2. Mengembangkan pengalaman empiris (nyata)
3. Menggunakan langkah-langkah sitematis yang teratur
4. Hasilnya bersifat onjektif dan ilmiah
5. Berpikir logis
6. Hukum-hukum yang dihasilkan bersifat universal

Metode ilmiah
Dalam memecahkan masalah permasalahan seorang ilmuwan biasanya menggunakan metode ilmiah. Metode ilmiah terdiri atas empat pengerjaan yaitu : observaasi hipotesis, eksperimen dan kesimpulan.
  • jika ditemukan pertanyaan yang tidak mudah untuk dijawab maka haruslah dicari sumber-sumber informasi atau literatur
  • munculnya dugaan sementara (hipotesis) terhadap serangkaian pertanyaan yang disusun selama observasi
  • hipotesis harus diuji terlebih dahulu untuk mengetahu benar atau salah dugaan yang dibuat. Eksperimen merupakan langkah untuk membuktikan
  • jika memberikan dukungan terhadap hipotesis berarti dapat ditarik suatu kesimpulan atau menjadi suatu teori.

Ketrampilan kerja Ilmiah
Sikap ilmiah dalam mempelajari berbagai fenomena alam yaitu obyektih, jujur, toleransi, bertanggung jawab, cermat, bekerja, disiplin, dan terbuka dalam mengumpulkan dan menganalisa data.
  • Langkah pertama dalam melakukan suatu penelitian adalah bagaimana merumuskan suatu masalah
  • mengobservasi adalah mencari gambaran atau informasi tentang objek penelitian melalui indera
No
Hasil observasi yang salah
Hasil observasi yang benar
1
Daun itu panjang sekali
Daun itu panjangnya 15 cm
2
Warna buahnya menarik
Warna buahnya merah kekuningan
3
Batangnya besar
Garis tengahnya 50 cm
4
pHnya rendah
pHnya 3
5
Buahnya ringan
Berat buahnya 30 gr
6
Tubuhnya hangat
Suhu tubuhnya 38oC
7
Rasanya sangat manis
Kadar gulanya 40%
  • eksperimen dengan menggunakan langkah-langkah yang logis


A. OBJEK BIOLOGI

Makhluk hidup didunia ini banyak macam dan jenisnya, sehingga kesulitan untuk mempelajari. Untuk memudakan mengenal dan mempelajarinya maka diciptakanlah suatu sisitem pengelompokan (Klasifikasi makhluk hidup).
Sistem klasifikasi tersebut mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Mulai dari sisitem 2 kingdom, sisitem 3 kingdom, sisitem 4 kingdom, sisitem 5 kingdom dan sisitem 6 kingdom.
                                                                   
Konsep-Konsep Tentang Asal Mula Kehidupan
Ada beberapa konsep tentang asal muasal kehidupan

a. Kehidupan asalnya dari lautan
Di biosafer terdapat bermacam-macam materi yang mengandung energi yang berasal dari lereng gunung , lembah yan mengalir terbawa arus air yang mengalir ke sungai yang akhirnya menuju kelaut.
Di lautan tekumpul materi yang berupa zat –zat kimai berupa unsur-unsur karbon(C), hydrogen(H2), Oksigen (O2),dan Nitrogen (N2). Dengan adanya gelembung larutan unsure-unsur tersebut terjdi raksi kimia dan pada suhu tertentu akan mengahasilakan zat hidup yang berupa protein. Zati itu selanjutnya akan mengalami evolusi yang akan menjelma menjadi makhluk hidup. Makhluk hidup yang masih sangat sederahana yang disebut virus

b. Kehidupan asalnya dari udara
Teori ini telah dibuktikan oleh Prof.Urey di bantu oleh aistensinya Stanly Miller. Torinya disebut teori Urey dan percobanya disebut percobaan Miller.
Senyawa-senyawa kimia yang ada dilapisan atas biosfer apabila terkana panas akan menguap. Di atmosfer terkumpulnya uap, hydrogen, nitrogen,oksigen dan karbon. Pada saat trjadinya halilintar yang meruupakan energy listrik alam, menyebabkan uap-uap tadi dapat berhubungan dan terjadi reaksi kimia. Hasil dari reaksi tersebut adalah zat yang berupa protei. Zat tersubut pada keadaa suhu tertentu akan menjelma menjadi zat hidup selenjutnaya berkembang menjadi makhluk hidup.

 Teori asal-usul kehidupan
a. Teori abiogenesis (generatio spontanea)
Pada abad ke-17 Aristoteles menyatakan bahwa makhul hidup itu terjadi dengan mandadak untuk secara spontan (abiogenesis atau generation spontanae). Teori ini didukun oleh Leeunwenhook (pencinta mikroskop). Secara kebetulan leeuwenhook mengambil air yang didalamya air tersebut ditemukan organisme hidup. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa makhluk terjadi begitu saja berasal dari benda mati.
b. Teori biogenesis
Teori ini tokohnya adalah Lazzaro Spallanzani, Franncisco redi, dan Lousi Pasteur. Teori ini berhasil menggugarakan teori abiogenesis. Teori biogenesis mengemukakan bahwa makhluk hidup bersal dari makhluk hidup lain.
Semboyanya “omne vivum ex ovo, omne vivium ex vivo” yang atrinya kejadian makhluk hidup bersal dar telur, kejadian makhluk hidup berasal dari makhluk hidup yang sudah ada.
Pada percobaan F.Redi memggunakan daging. Ternyata hasilnya botol I (daging tutup rapat ) tidak ada mikroba, botol II ( ditutup dengan kain kasa) ada sedikit mikroba, Botol III ( daging tidsk diitutup) hasilnya banyak mikroba.
Louis Pasteur mengadakan percobaan dengan air kaldu yang ditempatkan pada labu berleher angsa, hasil percoabaannya sama dengan apa yang dilakukan F.redi, yaitu menolak teori abiogenesis.

Tingkat Organisasi Kehidupan
berdasarkan tingkat organisasi kehidupan, objek Biologi merupakan kehidupan yang berbagai tingkat struktur yang dimulai dari tingkat organisasi yang paling sederhana hingga yang paling kompleks, yaitu mulai dari tingkat molekul,sel,jaringan,organ,sistem organ,individu/organisme,populasi, komunitas, ekosistem, dan bioma.
a. Tingkat molekul
kajian Biologi pada tingkat molekul meliputi: berbagai jenis biomolekul yang menjadi penyusun tubuh makhluk hidup, misalnya air, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, DNA, dan RNA

b. Tingkat sel
kajian biologi pada tingkat sel meliputi: morfologi dan jenis sel, organ sel, fungsi sel, metabolisme sel, transportasi dalam sel, serta cara sel berproduksi.

c.Tingkat jaringan
kajian biologi tingkat jaringan meliputi: macam jaringan, komponen jaringan, fungsi jaringan, komponen penyusun jaringan, serta pembentukan dan perkembangan jaringan.

d. Tingkat organ
kajian biologi pada tingkat organ meliputi: jenis organ, penyusun organ, fungsi organ, perkembangan organ, transportsi organ, serta kelainan pada organ.

e. Tingkat sistem organ
kajian biologi pada tingkat sistem organ meliputi: macam sitem, penyusun sitem, fungsi dari berbagai sitem, cara kerja sistem, dan kelainan pada sistem.

f. Tingkat individu/organisme
kajian biologi pada tingkat individu meliputi: jenis individu, kedudukan individu dalam tingkat taksonomi, cara memperoleh makanan, cara bereproduksi, cara beradaptasi dan lain-lain.

g.Tingkat Populasi
kajian biologi pada tingkat populasi meliputi perkambangan populasi, jumlah kelahiran (natalitas), jumlah kematian (moralitas), perpindahan (migrasi) dan kompetisi dalam populasi.

h.Tingkat komunitas
kajian biologi pada tingkat komunitas meliputi: jenis populasi, kondisi lingkungan, hubungan timbal balik, interaksi antar makhluk hidup yang satu dengan yang lain, dan cara beradaptasi.

i. Tingkat ekositem
kajian biologi pada tingkat ekosistem meliputi: jenis ekositem, komponen penyusun ekositem, hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan, rantai makanan, jaring-jaring
makanan, dan aliran energi. serta pengaruh pencemaran terhadap organisme di dalam satu ekosistem dan karakteristik ekositem tercemar.
Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Tingkat ekosistem mengkaji tentang hubungan makhluk hidup dan benda mati di sekitarnya/lingkungannya
Sumber : http://rainyveefauza.blogspot.com/2012/10/bab-1-biologi-bagi-kehidupan-biologi.html

j. Tingkat bioma
kajian biologi tingkat bioma meliputi: macam bioma, ciri-ciri bioma, ciri-ciri iklim yang mempengaruhi, serta tumbuhan dan hewan khas yang terdapat dalam bioma.

Tema Persoalan Dasar Yang Dikaji Dalam Biologi :
1. Biologi (Sains) sebagai proses inkuiri
2. Sejarah konsep biologi
3. Evolusi
4. Keanekaragaman dan keseragaman
5. Genetika dan kelangsungan hidup
6. Organisme dan lingkungan 
7. Perilaku 
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!