Jumat, 08 Mei 2015



Ketika sebuah baterai dihubungkan pada rangkaian, arus akan mengalir tetap pada suatu arah. Arus seperti ini disebut dengan arus searah (dirrect current = DC). Sedangkan arus yang terus berubah arah terus beberapa kali dalam setiap detiknya disebut arus bolak-balik (alternating current = AC).
Cara yang paling mudah untuk menyelidiki perbedaan arus AC dan arus DC adalah dengan menggunakan osiloskop atau disebut juga CRO (Cathode Ray Oscilloscop). Osiloskop adalah alat yang digunakan untuk menyelidiki sinyal listrik. Alat ini dapat digunakan untuk menentukan frekuensi, amplitudo, dan tegangan sinyal listrik dengan menghitung skala yang terlihat pada layar.
Gambar tegangan DC memberikan arti bahwa nilai tegangan DC tidak tergantung waktu. Artinya, tegangan DC selalu tetap setiap saat. Sementara pada gambar tegangan AC, nilai tegangan AC berbentuk sinusoida. Artinya, nliai tegangan AC berubah-ubah setiap wakru. Dengan membaca jarak grafik dan titik nol, kemudian rnembandingkan dengan skala yang digunakan, kita dapat mengetahui nilai tegangan yang diberikan. 
Rangkaian arus searah atau DC adalah rangkaian tertutup yang tegangan dan arusnya tetap sepanjang waktu. Apabila suatu rangkaian DC dihubungkan ke osiloskop, maka grafik arus dan tegangan terhadap waktu yang terbentuk adalah sebagai berikut :
Gambar I : Grafik tegangan DC terhadap waktu ( V - t)
Gambar II: Grafik arus DC terhadap waktu ( i - t).
Contoh Sumber Tegangan DC (Searah):
- Battery (Accu/Accumulator/Aki) cair yang mengandung asam H2SO4; - Battery Kering; - Solar Cell; - Power Supply atau Adaptor
Contoh peralatan yang menggunakan sumber tegangan DC (Searah):
- Kamera Digital; - Telpon Seluler; - Handycam; - MP3/ MP4 Player; - Lampu Senter;  Lampu Emergency ; Kalkulator; Remote Control; Mainan Anak; Pointer (untuk presentasi); Wireless Mouse; Jam Tangan dan Jam Dinding.
Rangkaian AC adalah rangkaian tertutup yang tegangan dan arusnya berubah sepanjang waktu. Grafik arus dan tegangan AC dapat diperluhatkan pada osiloskop sebagai berikut :
Gambar I : Grafik tegangan AC terhadap waktu ( V - t)
Gambar II: Grafik arus AC terhadap waktu ( i - t)
Contoh Sumber Tegangan AC
PLN dengan bermacam pembangkit listrik misalnya PLTA dan PLTU. Besarnya tegangan AC dari PLN di Indonesia adalah sekitar 220Volt – 240 Volt dengan frekuensi 60 Hz;  Output Transformator Step Down pada rangkaian power supply;  Output dari motor generator.
Contoh peralatan yang menggunakan sumber tegangan AC:
Motor Listrik yang digunakan di industri-industri untuk menggerakan mesin ; Motor Listrik pada Mesin Cuci ; Televisi;   Kulkas (Lemari Pendingin);   Pompa Air;    Bor Listrik;   UPS (Uninterupable Power Supply);   EPS (Emergency Power Source);   Stabilizer Tegangan;  Lampu-lampu Penerangan;  Lampu Lalu-lintas;  Komputer PC;  Gergaji Mesin;   Sugu Listrik;   Mesin Fotokopi;   Mesin Bubut;   Kipas Angin;   Layar Monitor;   Printer;   Pesawat Radio;  Amplifier;   Setrika;   Hot Air Gun;   Solder.
Peralatan listrik di dalam rumah tangga, sekolah atau perusahaan dirangkai secara paralel sehingga masing-masing menerima tegangan dari perusahaan listrik ( PLN). Penetapan tegangan untuk keperluan industri atau rumah tangga Indonesia adalah 220 V.
Penggunaan alat-alat listrik harus disesuaikan dengan daya alat yang sudah ditentukan. Untuk mencegah kelebihan muatan (arus besar) maka pada semua jaringan listrik dipasang sebuah saklar pemutus atau sekring. Sekering adalah seuntai kawat pendek yang tipis untuk melindungi perangkat listrik dan mencegah kebakaran. Ukuran sekering yang sesuai dipilih berdasarkan arus dan daya yang tertera pada alat-alat listrik tersebut tidak boleh diganti dengan sekring yang ukurannya lebih besar.
Untuk mengoperasikan radio, televisi, dan komputer diperlukan listrik arus searah dari sumber tegangan arus bolakbalik dengan menggunakan perangkat yang disebut rectifier atau penyearah.

Mempelajari Jaringan Listrik di Rumah
Menurut peraturan, setiap pemasangan instalasi jaringan listrik di rumah harus menggunakan jasa kontraktor instalator. Hal ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari bahaya yang diakibatkan oleh arus listrik, misalnya tersengat arus atau hubungan pendek. Akan tetap penggunaan jasa instalator membutuhkan biaya pemasangan yang cukup mahal.
Penentuan tarif didasarkan pada jumlah "titik". Yang dimaksud dengan titik adalah fitting + saklar dan stop kontak. Semakin banyak titik yang dipasang, maka tarifnya juga akan semakin mahal. Oleh karena itu biasanya para konsumen hanya memasang seminimal mungkin, selanjutnya mereka akan mengembagkan sendiri. Bagi yang memahami instalari jaringan  listrik, hal tersebut mudah untuk dilakukan, tetapi bagi yang tidak tahu, maka dikawatirkan  akan terjadi  sesuatu yang membahayakan.
Berikut gambar contoh instalasi jaringan listrik di rumah yang benar
Kabel listrik tang terdapat di rumah-rumah terdiri dari tiga, biasanya berwarna merah, hitam dan kuning.
- warna merah adalah kabel fasa (positif)
- warna hitam adalah nol atau negarih
- warna kuning adalah ground memiliki potensial sama dan keduanya terhubung ke tanah
Ciri kabel positif yaitu jika disentuhkan dengan tes pen, maka tes pen akan menyala. Hal ini karena beda potensial antara kabel positif dan tanah melalui badan kita. Kita tidak merasakan sengatan listrik karena kuat arus yang mengalir sangat kecil karenya adanya resistor di dalam tes pen yang nilainya tinggi (>500 k ohm)
Sebelum masuk ke peralatan listrik, arus listrik akan melalui sekering terlebih dahulu. Sekering dipasang pada kabel fasa.
Pemasangan sakelar lampu yang benar adalah : pemutus arus pada sakelar dihubungkan dengan kabel fasa sehinga ketika saklar dalam keadaan off, arus listrik tidak melalui lampu. Tetapi jika pemutus arus pada saklar dihubungkan dengan kabel nol, saat saklar pada posisi off dan jika menyentuh fitting lampu, maka arus tetap mengalir melalui tubuh kita, karena kabel nol terhubung dengan tanah.

Sumber :
FISIKA untuk SMA/MA kelas X, Goris Seran Daton, dkk, Penerbit Grasindo, 2007 
http://budisma.web.id/perbedaan-sumber-tegangan-searah-dc-dan-ac/



http://www.elektronika123.com/ac-dan-dc/





0 komentar:

Poskan Komentar

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!