Kamis, 28 Mei 2015



Jaringan ikat dengan sifat khusus terdiri atas jaringan tulang rawan (kartilago), jaringan tulang keras, serta darah dan limfa.

KARTILAGO (TULANG RAWAN)
Jaringan ini tersusun atas kondrosit atau sel-sel tulang rawan dan matriks. Kondrosit berasal dari mesenkim jaringan embrional. Setelah dewasa kondrosit bersal dari perikondrium (selaput tulang rawan). Perikondrium banyak mengandung kondroblas. Kondroblas berfungsi untuk membentuk sel-sel tulang rawan (kondrosit).  Kondrosit berfungsi mensintesis dan mempertahankan matriks yang mengandung serabut kolagen, serabut elastis, dan serabut fibrosa.Sel-sel kondrosit dihasilkan oleh kondroblas yang berada di dalam lakuna.
Tulang rawan selalu terbungkus oleh membran perikondrium karena masih bersifat lunak.
Matrik tersusun atas kondrin yaitu merupakan pernsenyawaan kompleks antara protein dengan karbohidrat yang dikenal dengan kodromukoid.
Fungsi kartilago adalah memperkuat yang bersifat fleksibel pada rangka, baik pada embrio maupun pada saat dewasa, menunjang jaringan lunak dan organ dalam, serta melicinkan permukaan tulang dan sendi. Tulang rawan tidak mempunyai saraf dan pembuluh darah.
Jaringan tulang rawan (kartilago) berdasarkan matriks dan susunan serabutnya terdiri atas kartilago hialin, kartilago fibrosa, dan kartilago elastis.

  • Kartilago Hialin. Kartilago hialin mengandung serabut kolagen yang halus, berwarna putih kebirubiruan, dan tembus cahaya. Kartilago hialin terdapat pada ujung tulang keras, cakram epifisis, persendian, dan saluran pernapasan (dari hidung sampai dengan bronkus). Kartilago hialin berfungsi untuk memberi kekuatan, menyokong rangka embrionik, menyokong bagian tertentu rangka dewasa, dan membantu pergerakan persendian.
  •  Kartilago Fibrosa. Kartilago fibrosa mengandung serabut kolagen yang padat dan kasar sehingga matriksnya berwarna gelap dan keruh. Kartilago fibrosa terdapat pada ruas-ruas tulang belakang, simfisis pubis, dan persendian. Kartilago fibrosa berfungsi untuk menyokong dan melindungi bagian di dalamnya.
  • Kartilago Elastis. Kartilago elastis mengandung serabut elastis dan serabut kolagen. Matriksnya berwarna keruh kekuning-kuningan. Kartilago ini lebih elastis dari kartilago yang lain sehingga mudah pulih posisinya. Kartilago ini terdapat di epiglotis, daun telinga, dan bronkiolus. Kartilago elastis berfungsi untuk memberi fleksibilitas dan sebagai penyokong. Anda dapat mengamati penampang kartilago elastis.    
JARINGAN TULANG SEJATI (OSTEON)
Tulang keras atau yang sering kita sebut sebagai tulang berfungsi menyusun berbagai sistem rangka. Tulang tersusun atas:
  • Osteoblas: sel pembentuk jaringan tulang
  • Osteosit: sel-sel tulang dewasa
  • Osteoklas : sel-sel penghancur tulang

Tulang merupakan jaringan ikat yang termineralisasi (mengandung mineral). Sel tulang disebut osteosit yang dibentuk oleh osteoblast. Antara osteosit yang satu dengan yang lain dihubungkan oleh kanalikuli. Matriks osteoblast mengandung kalsium fosfat yang memperkeras matriks sehingga tulang lebih keras daripada tulang rawan. 
Berat tubuh mamalia dewasa, 15% berupa tulang. Berat tulang sebagian besar tersusun atas garam mineral, yaitu 85% kalsium fosfat, 10% kalsium karbonat, 4% magnesium klorida, dan 1% kalsium fluorida. Oleh karena itu susunan tulang menjadi keras dan kaku.
Endapan garam mineral menyusun dan melingkari bagian pusat tulang sehingga membentuk pita melingkar disebut lamela. Pada batas lamela terdapat lakuna yang di dalamnya terdapat osteosit (sel tulang). Setiap tulang dibungkus oleh periosteum, yaitu jaringan ikat fibrosa yang berbentuk lembaran pipih dan liat. Lapisan dalam dilapisi oleh endosteum.   
Sel-sel tulang tersusun membentuk sebuah sistem yang disebut sistem Havers. Bagian tengah sistem Havers terdapat saluran disebut saluran Havers yang berisi pembuluh darah, pembuluh limfa, dan saraf. Di antara dua saluran Havers dihubungkan oleh saluran Volkman. Di sekeliling sistem Havers terdapat lapisan tulang yang disebut lamela. Pada lamela-lamela inilah terdapat osteosit (sel-sel tulang) yang menempati lakuna (rongga) yang tersusun secara konsentris.
Setiap sistem Havers terdiri dari saluran Havers (Canalis= saluran)
Saluran Havers yaitu suatu saluran yang sejajar dengan sumbu tulang, di dalam saluran terdapat pembuluh-pembuluh darah dan saraf.  Di sekeliling sistem havers terdapat lamela-lamela yang konsentris dan berlapis-lapis. Lamela adalah suatu zat interseluler yang berkapur.
Pada lamela terdapat rongga-rongga yang disebut lacuna. Di dalam lacuna terdapat osteosit. Dari lacuna keluar menuju ke segala arah saluran-saluran kecil yang disebut canaliculi yang berhubungan dengan lacuna lain atau canalis Havers.  Canaliculi penting dalam nutrisi osteosit.
Di antara sistem Havers terdapat lamela interstitial yang lamella-lamelanya tidak berkaitan dengan sistem Havers.  Pembuluh darah dari periostem menembus tulang kompak melalui saluran volkman dan berhubungan dengan pembuluh darah saluran Havers.
Berdasarkan kepadatan matrik  atau tidaknya rongga di dalamnya, tulang dibedakan menjadi tulang kompak dan tulang spon . Tulang kompak terdiri dari sistem-sistem Havers. Dan tulang spons tidak mengandung sistem Havers.       

JARINGAN DARAH
Darah merupakan jaringan ikat. Pada mamalia terdapat 6 liter darah atau 6–10% dari berat tubuh. Darah beredar dalam pembuluh darah arteri, vena, dan kapiler. Jaringan darah terdiri atas substansi cair dan substansi padat. Substansi cair disebut plasma darah, sedangkan substansi padat berupa sel-sel darah.
  • Darah mempunyai beberapa fungsi berikut.
  • Menutup luka dengan pembekuan darah
  • Mengangkut zat sisa dan CO2 dari sel-sel tubuh.
  • Mengangkut sari makanan, O2 , dan hormon ke sel-sel tubuh.
  • Mengatur suhu badan.
Ada tiga tipe sel darah, yaitu eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah putih), dan trombosit (keping-keping darah).
  • Eritrosit berbentuk lempengan bikonkaf (cekung ganda) dengan diameter kurang dari 8 milimikron, tidak mempunyai inti sel, sitoplasmanya mengandung hemoglobin. Hemoglobin adalah protein rangkap yang terdiri atas hemin dan globin. Hemin adalah senyawa asam amino yang mengikat zat besi/Fe. Senyawa inilah yang menyebabkan darah berwarna merah.
  • Leukosit mempunyai bentuk bervariasi, mengandung inti sel dan dapat bergerak dengan bebas secara amoeboid dan dapat menembus dinding kapiler. Leukosit dapat dibedakan berdasarkan ada tidaknya granula dalam sitoplasmanya menjadi leukosit agranuler dan granuler. Likosit agranuler terdiri limfosit dan monosit. Sedangkan leukosit granuler terdiri atas basofil, eusofil dan netrofil.
  • Trombosit mempunyai bentuk tidak teratur, ukurannya lebih kecil dari eritrosit dan leukosit, tidak berinti, dan mudah pecah apabila menyentuh permukaan yang kasar. Sel darah ini, selain mengandung sel-sel darah juga mengandung trombosit (keping darah). Trombosit melepaskan enzim tromboplastin akan mengubah protombin menjadi trombin. Trombin akan mengubah fibrinogen menjadi fibrin sehingga luka dapat tertutup

JARINGAN GETAH BENING (LIMFE).
Limfa merupakan suatu cairan yang dikumpulkan dari berbagai jaringan dan kembali ke aliran darah. Komponen selular berupa limfosit dan granulosit (neutrofil, eosinofil, dan basofil). Cairan limfa mengalir dalam saluran yang disebut pembuluh limfa yang berada sejajar dengan pembuluh vena darah. Fungsi limfa adalah mengangkut cairan jaringan, protein, lemak, dan zat-zat lain dari jaringan ke sistem peredaran.




Sumber :
BIOLOGI untuk SMA/MA kelas XI, R Gunawan Susilowarno, dkk, Penerbit Grasindo, 2007
http://koperran.blogspot.com/2012/11/tulang-keras-osteon.html
http://biologi-indonesia.blogspot.com/2013/10/penjelasan-tentang-jaringan-ikat.html
http://hewankikireskianandastkipbiologi.blogspot.com/


0 komentar:

Poskan Komentar

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!