Minggu, 05 April 2015

Struktur Indera Peraba
Kulit terdiri dari dua lapisan, yaitu epidermis dan dermis. Epidermis adalah kulit luar yang terus berganti, tpis dan tidak mempunyai pembuluh darah ataupun sel saraf. Lapisan dermis terletak di ataslemak, banyak mengandung pembuluh darah yang mengangkut zat-zat makanan seperti protein, lemak, vitamin dan mineral ke kulit, sekaligus membuang sisa-sisa metabolisme yang tidak diperlukan lagi.
Kulit merupakan jaringan terluar yang melindungi tubuh manusia. Fungsi kulit tubuh tidak sekedar sebagai pembalut tubuh, melainkan sekaligus melindungi jaringan-jaringan dari kekeringan dan kerusakan. Kulit juga mencegah bakteri masuk ke dalam tubuh, serta mampu mengeluarkan air, mineral dan garam yang tidak dibutuhkan lagi melalui keringat. Di dalam kulit terdapat banyak saraf-saraf yang peka terhadap panas, dingin dan sentuhan yang membantu manusia terhadap keadaan sekitar yang tidak menguntungkan.
Kulit berfungsi sebagai berikut :
- untuk melindungi tubuh dari infeksi kuman, kerusakan mekanik, panas, zat kimia yang berbahaya dan lain-lain.
- sebagai pengatur suhu badan dan menjaga agar air dapat keluar dari tubuh dan tidak berlebihan.
- sebagai alat ekskresi berupa minyak dan air.

Sebagai pelindung terhadap faktor-faktor luar, kulit dilengkapi dengan reseptor-reseptor panas dingin, tekanan nyeri dan rabaan.
a. Ujung akhir saraf bebas
Serat saraf sensorik aferen berakhir sebagai ujung akhir sarf bebas pada banyak jaringan tubuh dan merupakan reseptor utama dalam kulit. Serat saraf akhir yang bebas ini merupakan serat saraf tak bermielin. Sebuah serat saraf seringkali bercabang-cabang banyak dan mungkin berjalan ke permukaan hingga mencapai stratum corneum. Serat ujung saraf bebas yang berbeda berfungsi sebagai perasa nyeri. Beberapa akhir saraf ada yang berhubungan dengan sel epitel khusus. Pada epidermis dan dalam hubungan dengan sel epitel rambut dan mukosa oral, akhir saraf membentuk badan akhir seperti lempengan (apill) dan disebut apill atau korpusakelMerkel. Badan ini merupakan sel yang berwarna gelap dengan banyak juluran sitoplasma seperti duri yang menjulur diantara keratinosit yang berdampingan dan mengandung butir yang berpusat padat atau vesikel. Sebagai mekanoreseptor, badan ini mendeteksi pergerakan antara keratinosit dan kemungkinan juga gerakan epidermis sehubungan dengan jaringan ikat dibawahnya.

b. Ujung saraf berkapsul
Kelompok ini sangat beragam bentuk dan ukurannya, tetapi semua terbungkus kapsul dapa ujung sarafnya. Ujung saraf berkapsul meliputi, korpuskel berlamel, korpuskel peraba, korpuskel gelembung, dan korpuskel ruffini.
-. Korpuskel berlamel
Korpuskel berlamel (Vater Pacini) ditemukan dalam jaringan subkutan pada telapak tangan, telapak kaki, putting, periosteum, mesenterium, tendo, ligament, dan genitalia eksterna. Bentuknya bundar (sferis) atau lonjong, dan besar (panjang 2 mm dan diameter 0,5 - 1 mm), yang terbesar dapat dilihat oleh mata biasa. Bentuknya mirip bawang, setiap korpuskel disuplai oleh sebuah serat bermielin yang besar yang kehilangan sarung sel schwannya pada tepi korpuskel sebagai serat tak bermielin untuk berakhir pada gelembung yang melebar.
- Korpuskel peraba (meisner)
Terletak dalam papilla dermis khususnya pada ujung jari, bibir, puting dan genetalia. Bentuknya silindris sumbu panjangnya tegak lurus permukaan kulit. Korpuskel ini peka terhadap sentuhan dan memungkinkan dan memungkinkan membedakan 2 titik yang letaknya berdekatan.
- Korpuskel gelembung (Krause)
Korpuskel ini ditemukan di daerah mukokuits (bibir dan genetalia eksternal), dermis dan berhubungan dengan rambut. Korpuskel ini berbentuk bundar (sferis) yang merkurang jumlahnya bersama dengan meningkatnya usia. Korpuskel ini diduga merupakan mekanoreseptor dan peka terhadap rangsang dingin.
- Korpuskel Ruffini
Korpuskel ini ditemukan pada jaringan ikat, termasuk dermis dan kapsula sendi. Badan ini diduga sebagai mekanoreseptor dan peka terhadap rangsang panas.

Macam-Macam Kelainan Pada Kulit
a. Alergi
Penyebab : debu, serbuk sari bunga, bulu binatang dan makanan tertentu.
Gejala : batuk berkepanjangan, asma dan gangguan kulit (gatal)

b. Eksim susu
Penyebab : infeksi bakter
Gejala : rasa gatal yang sangat, kemerah-merahan, dan gelembung berair kecil

c. Biduran/ kali gata
Penyebab : alergi/non alergi makanan dan obat
Gejala : bentol-bentol kemerahan

d. Epidermollysit bulosa
Penyebab : keturunan, kelainan gen pada jaringan antara kulit bagian atas dan bagian tengah yang menyebabkan kedua jaringan tidak saling mengikat
Gejala : kulit mengelupas setiap kena sinar agak panas, dan terasa perih

e. Herpes zoster
Penyebab : Virus Zoster varisella
Gejala : lesu, demam, nyeri dan gelembung air bergerombol disertai rasa panas pada bagian tersebut.

f. Ketombe
Penyebab : infeksi jamur, eksema, peradangan ringan dan gangguan kelenjar minyak (sebaseus)
Gejala : kepala gatal dan terdapat pengelupasan kulit kepala
g. Jerawat
Penyebab : padang pada kulit yang dapat menimbulkan berbagai rekasi, bisul, meradang dsb
Gejala : perubahan hormon, infeksi, kulit sensitif terhadap makanan dan obat-obatan.

h. Panu
Penyebab : jamur Dhermatophyta
Gejala : kulit terdapat bercak-bercak bulat kuning. terasa gatal
i. Bisul 
Penebab: karena adanya infeksi bakteri Stafilokokus aureus pada kulit melalui folikel rambut, kelenjar minyak, kelenjar keringat, kemudian menimbulkan infeksi lokal. Faktor yang meningkatkan risiko terkena bisul antara lain kebersihan yang buruk, luka yang terinfeksi, pelemahan diabetes, kosmetika yang menyumbat pori, dan pemakaian bahan kimia. 
Gejala : kulit berupa benjolan, tampak memerah, yang akan membesar. Benjolan ini berisi nanah, dan terasa panas dan berdenyut.
Untuk menghindari bisul, sebaiknya tetaplah menjaga kebersihan diri dan lingkungan, dan asupan gizi harus benar-benar diperhatikan. Karena gizi yang baik akan memperkuat daya tahan tubuh.

j. Campak
Penyebab :  virus. Biasanya menyerang anak-anak. Merupakan penyakit akut menular
Gejala : awal campak adalah demam, pilek, bersin, badan terasa lesu, sakit kepala, nafsu makan menurun drastis dan radang mata. Setelah beberapa hari dari gejala tersebut timbul ruam merah yang gatal, bertambah besar, tersebar ke beberapa bagian tubuh 

k. Kudis
Penyebab: parasit tungau yang gatal yaitu sarcoptes scabiei var hominis. Kulit terjangkit kudis lebih banyak terjadi di daerah kumuh dan tidak menjaga kebersihan tubuh. 
Gejala :  adanya rasa gatal yang begitu hebat pada malam hari, terutama di sela-sela jari kaki, tangan, di bawah ketiak, alat kelamin, pinggang dan lain-lain. Kudis sangat gampang menular pada orang lain, secara tidak langsung maupun tidak langsung. 

l. Kurap 
Penyebab : terjadi karena jamur. 
Gejala : kulit menjadi tebal dan pada kulit timbul lingkaran-lingkaran yang semakin jelas, bersisik, lembab dan berair dan terasa gatal. Kemudian pada lingkaran-lingkaran akan timbul bercak-bercak putih. Kurap timbul karena kurang menjaga kebersihan kulit. Bagian tubuh yang biasanya terserang kurap yaitu tengkuk, leher, dan kulit kepala.

MATERI SISTEM KOORDINASI :
  1. ALAT INDERA-INDERA PENCIUMAN/PEMBAU
  2. ALAT INDERA-INDERA PENDENGARAN 
  3. ALAT INDERA-INDERA PENGECAP 
  4. ALAT INDERA-INDERA PERABA 
  5. ALAT-ALAT INDERA-INDERA PENGLIHATAN 
  6. GANGGUAN/PENYAKIT PADA SISTEM SARAF.
  7. MEKANISME KERJA OBAT BERBAHAYA
  8. MEKANISME PENGATURAN OLEH SISTEM SARAF
  9. PENGARUH AKOHOL, NIKOTIN DAN ZAT PSIKOTROPIKA
  10. SISTEM HORMON
  11. SISTEM INDERA
  12. SISTEM SARAF PUSAT MANUSIA
  13. SISTEM SARAF TEPI MANUSIA
  14. SISTEM SYARAF
  15. STRUKTUR HORMON, DAN GANGGUAN PADA SISTEM ENDOKRIN
  16. STRUKTUR SEL SARAF MANUSIA
  17. STRUKTUR SISTEM ENDOKRIN
  18. STRUKTUR SISTEM SARAF MANUSIA
  19. soal biologi sistem Koordinasi


Sumber :
BIOLOGI kelas XI untuk SMA/MA, R Gunawan Susilowarno, dkk. Grasindo, 2007
http://myobatherbal.com/lain/macam-macam-jenis-penyakit-kulit.html

0 komentar:

Poskan Komentar

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!