Jumat, 10 April 2015

Reaksi-reaksi pembakaran memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber   energi. Tubuh kita memperoleh energi dari makanan. Demikian pula aktivitas manusia modern sangat mengandalkan energi dari bahan bakar minyak bumi.

Makanan
Sebagian besar energi tubuh kita diperoleh dari karbohidrat dan lemak. Karbohidrat yang kita makan diuraikan menjadi glukosa., C6H12O6, yang larut dalam darah dibawa sel-sel tubuh untuk dibakar dengan gas O2.
Reaksi ;
C6H12O6     +    6O2   --------> 6CO2   +   6H2O    ΔH   = -2820 kJ
Reaksi ini berlangsung cepat, sehingga tubuh kita segera memperoleh energi. Oleh karena itu membakaran glukosa merupakan sumber energi utama dalam tubuh kita.
Lemak mengandung energi yang lebih besar daripada karbohidrat. Lemak memiliki nilai kalori 38 kJ/gram (9 kkal/gram), sedangkan nilai karbohidrat hanya 17 kJ/gram(4 kkal/gram). Akan tetapi reaksi pembakaran lemak lebih lambat, sehingga merupakan sumber energi ke dua setelah karbohidrat.
Lemak dapat disimpan dalm tubuh sebagai cadangan energi yang effisien karena tidak larut dalam air. Seseorang yang memiliki berat badan 65 kg mengandung 11 kg simpanan lemak yang setara dengan cadangan energi 420.000 kJ. Jika energi tersimpan sebagai karbohidrat, berat yang diperlukan adalah 25 kg, sehingga berat tubuh orang tersebut haruslah 80kg.
Para olahragawan, pekerja berat, tentu karbohidrat tidak mencukupi sebagai sumber energi. Dalam keadaan seperti ini, lemak diuraikan menjadi asam-asam lemak, terutama asam palmitat, C16H32O2, dan asam sterarat C18 H36 O2.
Reaksi pembakaran asam-asam lemak membebaskan energi untuk pergerakan otot.
C16 hH32 O2    +    23O2  ---->   16 CO2    +   16 H2O         ΔH     =   -9980 kJ

Jumlah energi yang diperlukan seseorang sangat ditentukan oleh berat badan, usia serta aktivitasnya. Secara rata-rata, seseorang memerlukan energi per hari sebesar 10.000 sampai 13.000 kJ ( 2500 sampai 3000 kkal). Jumleh energi ini kira-kira sama dari bola lampu 100 W yang menyala 24 jam.

Bahan Bakar Minyak
Minyak merupakan bahan bakar utama, sebab memiliki nilai kalor yang lebih tinggi dibandingkan bahan bakar lain.
Ada dua masalah fundamental sehubungan dengan minyak dengan penggunaannya sebagai bahan bakar minyak. Pertama, minyak merupakan sumber energi yang tidak dapat diperbaharui (nonrenewable energy sources). Pembentukan minyak bumi dari fosil-fosil organisme memakan waktu jutaan tahun.
Masalah kedua adalah dampak minyak terhadap lingkunngan. Gas karbondioksida (CO2) yang dihasilkan dari pembakaran minyak bumi menimbulkan efek rumah kaca, yang meningkatkan suhu permukaan bumi. Pembakaran minyak bumi tidak sempurna juga menghasilkan karbon monoksida (CO) yang sangat beracun, sebab mudah terikat oleh hemoglobin darah.
Kotoran belerang yang dikandung minyak bumi akan menghasilkan gas-gas SO2 dan SO3, yang menyebabkan hujan asam. Suhu tunggi pada pembakaran minyak bumi akan mengakibatkan reaksi N2 dan O2 di udara, menghasilkan NO dan NO2 yang menyebabkan asap kabut (smog) bersarna coklat pada udara di kota-kota metropolitan.



Bahan Peledak
Zat-zat ini juga menyimpan energi. Molekul mereka terdiri dari atom-atom yang dapat mengatur ulang sendiri ke molekul lain yang memiliki jauh lebih sedikit energi, dan ketika hal ini terjadi, perbedaan dilepaskan sebagai cahaya dan panas. Bahan peledak Modern biasanya nitrasi senyawa organik, yang berarti bahwa mereka adalah senyawa karbon-hidrogen yang memiliki gugus nitrogen-oksigen ditambahkan ke mereka. Ini biasanya formasi yang relatif stabil: dengan cukup stimulus kecil, ikatan yang ada akan pecah, dan atom akan berkumpul kembali menjadi molekul dengan energi yang jauh lebih rendah, seperti karbon dioksida, air dan nitrogen. Cahaya dan panas yang dilepaskan, dikombinasikan dengan transformasi yang sangat cepat dari padat atau cair ke gas, menghasilkan ledakan yang keras.
 


Nuklir
Energi nuklir adalah energi potensial yang terdapat pada partikel di dalam nukleus atom. Partikel nuklir, seperti proton dan neutron, tidak terpecah di dalam proses reaksi fisi dan fusi. Akan tetapi, kumpulan tersebut memiliki massa lebih rendah daripada ketika berada dalam posisi terpisah. Adanya perbedaan massa ini dibebaskan dalam bentuk energi panas melalui radiasi nuklir.


MATERI DAN SOAL TERMOKIMIA: 
  1. ENERGI PADA KEHIDUPAN SEHARI-HARI
  2. ENTALPI PEMBENTUKAN, ENERGI IKATAN DAN ENTALPI PEMBAKARAN
  3. KALOR JENIS REAKSI
  4. PENENTUAN KALOR REAKSI
  5. PERKEMBANGAN TERMOKIMIA, PERUBAHAN ENTALPI DAN HUKUM HESS -
  6. REAKSI EKSOTERM DAN ENDOTERM
  7. TERMOKIMIA1
  8. soal-soal termokimia 1


Sumber :
Acuan Pelajaran KIMIA 2 SMU untuk kelas 2, Irfan Anshori dan Hiskia Ahmad, Penerbit Erlangga 2000.
http://belajarkimiamas.blogspot.com/2014/05/dampak-pembakaran-bahan-bakar-jumlah_28.html
http://budisma.net/2015/01/contoh-energi-kimia-dalam-kehidupan-sehari-hari.html
http://www.ipapedia.web.id/2014/10/energi-dalam-sistem-kehidupan.html


0 komentar:

Poskan Komentar

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!