Minggu, 05 April 2015

Dalam merespon rangsang (stimulan) berupa suara  (getaran), manusia . dilengkapi dengan organ pendengaran. Tidak semua suara dapat didengar manusia. Manusia mempunyai keterbatasan dalam merespon suara. Suara yang sangat lemah dan sangat tinggi tidak dapat direspon oleh sistem pendengaran.
Struktur Sistem Indera Pendengaran.
Sistem pendengaran manusia terdiri dari 3 bagian, yaitu telingan luar, telinga tengah dan telinga dalam.
1. Telinga Luar.
Telinga luar terdiri atas auricula (daun telinga) dan saluran telinga luar (analis auditoris eksternal) yang panjangnya 1,5 - 2 cm. Dalam salurn ini terdapat kelenjar sudorifera yang mengekskresi serumen, yaitu substansi mirip lilin yang dapat mengeras. Fungsi serumen adalah untuk melindungi telinga dari banyaknya kotoran yang masuk ke telinga luar atau untuk mencegah serangga masuk ke telinga karena berbau tidak sedap. Di bagian terakhir saluran telinga luar terdapat membran tipis yang memisahkan telinga luar dengan telinga dalam yang disebut membran tympani/selaput gendang.

2. Telinga tengah (cavum tympanicus)
Telinga tengah merupakan suatu ruang di dalam pelipis, yang dilapisi jaringan mukosa dan terdiri dari tiga tulang pendengaran yang berupa maleus (martil), incus (landasan) dan stapus (sanggurdi)
Pangkal tulang martil menempel pada permukaan membran tympani, sedagkan ujungnya menempel pada tulang landasan, selanjtnya tulang landasan menempel pada tulang sanggurdi. Tulang sanggurdi akan berlekatan dengan tingkap oval/jorong (Fenestra ovali). Fenestra ovali terdapat pada sekat antara telinga tengah dan telinga dalam.
Di dalam ruang telinga terdapat lima pintu, yaitu :
- berasal dari saluran telinga luar;
- menuju telinga tengah -> fenestra ovali (tingkap jorong);
- menuju telinga dalam (Fenestra rotundum/ tingkap bundar);
- menuju ke sinus mastoideus;
- menuju ke tuba auditorius tuba eustachius.
Tuba eustachius merupakan saluran yang dilapisi mukosa, berawal dari telinga tengah menuju ke rongga naasofarink. Saluran eustachius sangat besar peranannya untuk menjaga keseimbangan tekanan udara antara telinga luar dan tengah sehingga gendang telinga tidak mudah robek. Namun saluran ini, dapat juga sebagai tempat penyebaran  mikroba infektif dari rongga hidung - pharink menuju ke telinga tengah.
Saluran eustachius menutup, kecuali pada saat menelan atau menganga.

3. Telinga Dalam
Tatas bagian telinga dalam terdiri atas bagian tulang dan bagian membran. Labirin tulang terbentuk dari tonjolan tulang pelipis. Labirin membran terletak di sebelah dalam labirin tulang. Bagian-bagin tulang dalam yaitu coclea (rumah siput), vestibuli, dan kanalis semisirkulris (tiga saluran setengah lingkaran)
a.  Cochlea (rumah siput)
Cohclea bentuknya  mirip dengan tabung bengkok ke belakang seperti rumah keong dan ujung yang berbentuk kerucut disebut modiolus. Di dalam tubu cochlea, ada satu bagian yang dibentuk oleh tonjolan dinding cochlea tulang beserta cochlea membran basilaris. Mwmbran basilaris berfungsi untuk memisahkan bagian dalam tuba menjadi dua saluran yaitu scala vestibuli di bagian atas dan scala tympani di bagian bawah. Bagian membran yang lain yaitu membran vestibularis/membran Reissner yang memisahkan scala vestibularis menjadi scala media (ductus cochlearis). Di dalam 2 ruang ini (scala vestibule dan scala tympani) terisi cairan jernih yang disebut perilymphe. Cairan ini berasal dari cairan cerebospinal dalam ruang sub arachnoidea yang masuk melalui saluran kecil yang bermuara di vestibuli. Sedangkan cairan dalam scala media disebut endolymphe yang belum diketahui asalnya.
Suatu struktur khusus yang terdapat pada membran basilaris adalah organ corti. Organ corti terdiri dari sel-sel penyimpang dan sel-sel berambut yang menjorok ke dalam endolymphe dan dikelilingi oleh reseptor-reseptor dan saraf-saraf kranial (nervus auditori).
b. Vestibuli
Vestibuli membran terdiri dari sacula dan utricula. Serabut-serabut vestibularis ujungnya mengelilingi sel-sel rambut dalam yang merupakan struktur khusus dari sacula dan utricula yang disebut macula acustica. Partikel-partikel kecil dari CaCO3 yang disebut otolith tersebar di antara rambut-rambutdalam macula. Perubahan posisi pada kepala menyebabkan otorith lepas dari sel rambut dan ini merangsang menibulkan refleks pendengaran yang direspon oleh otot dalam keadaan seimbang.
c. Canalis Semiserkularis
Canalis semiserkularis merupakan saluran setengah lingkaran yang berjumlah 3 buah, tersusun saling tegak lurus pada sudutnya terdapat pada tulang pelipis. Canalis yang berdekatan dengan utricula membesar membentuk ampula. Organ khusus yang terdapat dalam verticula disebut crista acustica. Crista acustica dan macula acustica berfungsi dalam keseimbangan, sedangkan organ corti berfungsi dalam pendengaran.

Mekanisme Pendengaran.
Getaran Suara > masuk  Daun telinga > masuk Saluran pendengaran > ditangkap Membran timpani > melewati Tulang martil > melewati Tulang landasan > melewati  Tulang sanggurdi > diterima tingkap oval > cairan kokhlea ujung saraf audotiri > diteruskan (otak)  Lobus temporalis > hasilnya <Suara>>
 Proses pendengaran terjadi jika ada rangsang pada auditorius kortek serebralis (lotus temporalis) di otak besar. Pengiriman rangsang dari sumber suara dirambatkan melalui udara, tulang dan cairan perilymphe yang merangsang reseptor auditori menghasilkan impuls yang diteruskan melalui serabut saraf ke area tadi, sehingga kesan mendengar terbentuk.

Jenis- Jenis Gangguan Pendengaran : 
a. Gangguan pendengaran konduktif
Gangguan pendengaran konduktif terjadi ketika getaran suara di udara tidak sampai ke telinga bagian dalam sebagaimana mestinya. Jika ada sesuatu yang menghalangi saluran telinga (zat lilin, cairan, penumpukan kalsium pada tulang telinga), maka terjadi ganguan pendengaran konduktif. Biasanya suara masih bisa terdengar namun lemah, teredam atau terdistorsi. Umumnya, gangguan pendengaran konduktif tidak menyebabkan ketulian total.
b. Gangguan pendengaran saraf
Gangguan pendengaran saraf (tuli saraf) terjadi ketika saraf pendengaran dari liang telinga yang menuju ke otak gagal membawa informasi suara ke otak. Ketulian saraf akan menyebabkan hilangnya kenyaringan atau kejelasan dalam suara yang diterima.
c. Gangguan pendengaran campuran
Gangguan pendengaran campuran merupakan kombinasi dari gangguan pendengaran konduktif dan saraf. 

Penyebab Gangguan Pendengaran : 
a. Infeksi Telinga
Infeksi pada telinga adalah penyakit yang dapat menimbulkan cairan dan lendir pada liang telinga. Jika cairan dan lendir ini menumpuk di dalam liang telinga, maka gendang telinga menjadi kurang fleksibel dari yang seharusnya. Pendengaran mungkin akan berkurang atau bahkan hilang selama terkena infeksi, bila tidak dirawat dengan baik, pendengaran bisa saja akan hilang selamanya ketika infeksi sudah sembuh. 
b. Otosklerosis
Otosklerosis adalah penyebab umum dari ganguan pendengaran. Meskipun di masa lalu orang-orang menganggap otosklerosis disebabkan oleh penyakit seperti deman berdarah, campak, dan infeksi telinga, namun kenyataannya itu tidak berhubungan. Ini merupakan penyakit keturunan di mana bagian-bagian dari telinga tengah atau telinga dalam mengembangkan pertumbuhan tulang seperti spons. Penyakit ini bisa muncul di telinga tengah, telinga dalam atau bahkan keduanya. Ketika menyerang telinga bagian dalam, akan terjadi gangguan pendengaran sensorineural. Setelah semakin parah, ini akan menjadi permanen.
c. Meningitis
Meningitis adalah peradangan pada membran (meninges) yang mengelilingi otak dan tulang belakang. Meningitis sendiri tidak menyebabkan ketulian, tapi karena letak otak sangat dekat dengan telinga, peradangan pada meninges dapat menyebabkan telinga menjadi meradang pula, dan hal ini dapat menyebakan ketulian. 
d. Cedera Gendang Telinga. 
Cedera yang dapat melubangi gendang telinga antara lain :
- Benda asing, cotton bud yang didorong terlalu jauh juga bisa menyebabkan lubang pada gendang telinga.
- Ledakan, yang menyebabkan perubahan besar tekanan udara, dapat menyebabkan gendang telinga sobek.
- Kecelakaan mobil, motor, terjatuh, perkelahian dan cedera akibat olahraga. 
e. Kerusakan saraf
Kerusakan pada saraf pendengaran juga bisa terjadi karena cedera atau penyakit. Cedera dapat terjadi karena kecelakan atau terjatuh. Akibat dari kerusakan saraf adalah sinyal-sinyal listrik dari suara tidak dapat diteruskan dari telinga ke otak.
f. Suara keras
Penyebab yang sangat umum dari tuli adalah paparan jangka panjang suara yang keras. Inilah sebabnya mengapa operator alat berat, petugas pemadam kebakaran, pekerja pabrik, dan terutama musisi rock sering menderita gangguan pendengaran akibat pekerjaan yang mereka jalani selama bertahun-tahun. Biasanya satu kali insiden paparan suara keras tidak akan menyebabkan ketulian, tetapi pemaparan berulang terhadap suara keras dalam periode waktu tertentu bisa menyebabkan gangguan pendengaran berat.


MATERI SISTEM KOORDINASI :
  1. ALAT INDERA-INDERA PENCIUMAN/PEMBAU
  2. ALAT INDERA-INDERA PENDENGARAN
  3. ALAT INDERA-INDERA PENGECAP 
  4. ALAT INDERA-INDERA PERABA
  5. ALAT-ALAT INDERA-INDERA PENGLIHATAN 
  6. GANGGUAN/PENYAKIT PADA SISTEM SARAF.
  7. MEKANISME KERJA OBAT BERBAHAYA
  8. MEKANISME PENGATURAN OLEH SISTEM SARAF
  9. PENGARUH AKOHOL, NIKOTIN DAN ZAT PSIKOTROPIKA
  10. SISTEM HORMON
  11. SISTEM INDERA
  12. SISTEM SARAF PUSAT MANUSIA
  13. SISTEM SARAF TEPI MANUSIA
  14. SISTEM SYARAF
  15. STRUKTUR HORMON, DAN GANGGUAN PADA SISTEM ENDOKRIN
  16. STRUKTUR SEL SARAF MANUSIA
  17. STRUKTUR SISTEM ENDOKRIN
  18. STRUKTUR SISTEM SARAF MANUSIA
  19. soal biologi sistem Koordinasi


Sumber :
BIOLOGI kelas XI untuk SMA/MA, R Gunawan susiliwarno, dkk, Grasindo, 2007
http://www.medkes.com/2013/07/jenis-dan-penyebab-gangguan-pendengaran.html
http://www.kaskus.co.id/thread/52a13c4cfeca17df608b45a9/fakta-dan-tips-merawat-telinga

0 komentar:

Poskan Komentar

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!