Kamis, 22 Januari 2015

Ciri-Ciri Spermatophyta
Dilihat dari stuktur tubuhnya, spermatophyta merupakan tumbuhan tingkat tinggi. Organ tubuhnya lengkap dan sempurma. Sporofit merupakan tanaman yang utama sedangkan gametofitnya merupakan bagian tanaman yang nantinya akan mereduksi. Tumbuhan yang menjadi anggota spermatophyta adalah tumbuhan yang menggunakan biji sebagai alat reproduksi. Karena itu, perkembangannya menggunakan cara generatif melalui fertilisasi antara spermatozoid yang dibentuk dalam kepala sari dengan ovum dan kandung lembaga. Hasil fertilisasi akan tersimpan dalam biji yang dilindungi oleh biji dan suplai nutrisi dari endosperma (cadangan makanan). Spermatophyta juga sering disebut anthophyta, yang artinya tumbuhan berbunga. Anthophyta disebut juga Phanerogamia, karena mempunyai alat kelamin yang jelas disebut pula dengan Embrio sifonogama karena merupakan tumbuhan yang mempunyai lembaga yang perkawinannya melalui pembuluh (buluh serbuk sari).
Ciri-ciri tumbuhan spermathophyta adalah sebagai berikut :
- mempunyai akar, batang dan daun sejati lengkap
- mempunyai alat perkembangbiakan yang jelas antara jantan dan betina berupa bunga atau strobilus, dan dalam produksinya akan menghasilkan biji yang di dalamnya terkandung embrio.
- generasi sporofitnya berupa tumbuhan dan generasi gametofitnya berupa bunga.

Klasifikasi
Berdasarkan kondisi bijinya (letak bakal biji), Spermathophyta digolongkan menjadi tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (angiospermae).

1. Gymnospermae
Gymnospermae adalah kelompok tumbuhan berbii terbuka di mana bakal biji tidak dibungkus oleh daun buah. Ciri-ciri morfologi adalah sebagai berikut :
- perakaran tunggang
- batang tidak bercabang atau bercabang, berkayu dan tumbuh tegak ke atas.
- berdaun sempit,tebal, dan kakku seperti jarum.
- biji terdapat dalam daun buah (makrosporofil) dan serbuk sari terdapat dalam bagian yang lain (mikrosporofil), daun buah penghasil dan badan penghasil serbuk sari terpisah, dan masing-masing disebut dengan strobilus.
Ciri-ciri anatomi meliputi sebagai berikut:
- akar berkambium dan mempunyai kaliptra
- batang berkambium dan mempunyai floterma atau sarung tepung, yaitu endodermis yang mengandung zat tepung,
- pembuahan tunggal selang waktu antara penyerbukan dengan pembuahan relatif lama.
- berkas pembuluh angkut belum berfungsi secara sempurna karena masih berupa tracheid

Gymnospermae tidak memiliki organ reproduksi generatif yang berbentuk bunga. Organ reproduksi generatif yang tampak dari luar berupa strobilus atau konus (rujung). trbilus merupakan kumpulan sporofil yang membentuk bangunan seperti kerucut (konus). Strobilus dapat dibedakan menjadi strobiul jantan dan strobilus betina.
Strobilus jantan tersusun atas mikrosporofil yang tersusun atas sel induk mikrospora. Sel induk mikrospora akan mengalami meiosis menghasilkan 4 mikrospora.Selanjutnya mikrospora membelah berulangkali secara mitosis menjadi dua yang berupa jaringan gametofit jantan yang bersayap dan disebut serbuk sari. Setiap serbuk ari mengandung sel genaratif dan sel tubuh (sel vegetatif). Sel generatif menjadi sel sperma yang proses pematangannya akan berlangsung di dalam liang bakal biji.
Strobilus betina tersusun atas megasporofil (nuselus) atau makrosporofil yang mengandung sel induk megaspora. Sel induk megaspora membelah secara meiosis secara berulang menjadi jaringan gametofit betina. Bagian gametofit betina akan membentuk arkegonium yang terbentuk seperti botol yang bagian pangkalnya seperti ovum.
Penyerbukan pada gymnospermae adalah peristiwa menempelnya serbuk sari pada liang bakal biji yang mengandung tetes-tetes penyerbukan. Serbuk sari melanjutkan  membentuk tubuh serbuk sari yang berkembang dari sel vegetatif di dalam serbuk sari. Buluh serbuk sari tumbuh mangaah ke arkegonium melalui mikrofil. Sementara itu, sel generatif akan membelah dua menjadi sel dislokator (tangkai sel) dan sel spermatogen (sel tubuh). Sel spermatogen membelah menjadi dua yang satu berukuran besar dan satu kecil. Pada saat mencapai sel telur, sel dislokator dan sel sperma kecil melebur (degenerasi), dan sel sperma besar akan bersatu dengan sel telur dan menghasilkan zigot yang tumbuh menjadi embrio dan daun lembaga. Pada pembuahan ini, hanya sekali pembuahan yang menghasilkan zigot, maka disebut pembelahan tunggal.
Sumber gambar : https://aslam02.wordpress.com/materi/kelas-x-2/kingdom-plantae/tumbuhan-paku-pteridophyta/paku-sejati/

Tumbuhan gymnospermae dapat diklasifikasikan menjadi 4 divisio, yaitu Cycadales, gynkgoales, coniverales dan gnetales.
1. Cycadales
Kelompok ini menyerupai palem, tetapi bukan palem sejati yang merupakan tumbuhan berbunga, memiliki biji terbuka yang terdapat dalam sporofil, yaitu daun yang terspesialisasi untuk alat reproduksi. Contohnya adalah Cycas rumphii (pakis haji).
2. Gynkoales.
Tumbuhan kelompok ini mempunyai daun seperti kipas yang warna menjadi keemasan dan rontok pada musim gugur. Sifat ini merupakan sifat yang tidak dimiliki oleh gymnospermae. Ginkgo biloba adalah satu-satunya spesies yang masig hidup pada saat ini.
3. Coniferales.
Kelompok tumbuhan ini mempunyai spesies terbesar di dalam gymnospermae karena mempunyai anggota sebanyak 550 spesies. Tumbuhan inimempunyai alat reproduksi yag berupa konus. Konus merupakan kumpulan sporofil yang menyerupai sisik yang tersusun memadat membentuk bangunan seperti kerucut. Salah satu contohnya adalah Pinus merkusii. Pinus ini mempunyai daun seperti jarum untuk beradaptasi dengan lingkungan yang kering, lapisan kutikula yang tebal dan letak stomata yang terletak di bawah permukaan daun berfungsi untuk mengurangi kehilangan air.
4. Gnetales.
Angota gnetales berupa perdu, liana (tumbuhan pemanjat), dan pohon. Daun berhadapan, dengan urat daun menyirip seperti tumbuhan dikotil. Pada xilem terdapat trakea. Strobilus tidak berbentuk kerucut. Anggota gnetales yang sangat terkenal adalah mlinjo (Gnetum gnemon). Daun muda, bunga, dan biji melinjo dapat disayur, bijinya dapat dibuat emping, kulitnya dapat dipakai sebagai benang jala atau bahan kertas, dan makanan.

Peranan gymnospermae bagi kehidupan manusia, antara lain sebagai berikut :
- bahan pembuat bahan obat-obatan, seperti Pinus merkusii, Ependra sp, Juniperus sp, dan Taxodium distichum (penghasil taxol, anti kanker dari kulit batang) serta Ginkgo biloba.
- tanaman hias, seperti Cycas rumpii, Thuja dan Cupessus.
- bahan makanan , seperti Gnetum gnemon
- bahan industri, seperti getah damar (Agathis alba) dan batang Pinus merkusii (bahan kertas)

b. Angiospermae
angiospermae adalah kelompok tumbuhan yang mempunyai biji tertutup oleh daging buah. Kelompok ini mempunyai jumlah spesies yang paling besar.
Ciri-ciri morfologis tumbuhan iniantara lain adalah sebagai berikut :
- merupakan kormophyta sejati, mempunyai akar, batang dan daun sejati.
- memiliki bungan yang sesungguhnya, yaitu bunga yang telah memiliki kelopak, mahkota puti, dan benang sari,
- daun tunggal dan majemuk, bentuk daunnya pipih, lebar dan memiliki sistem pertulangan daun beranekaragam,
- akar berupa akar tunggang dan akar serabut.
- batangnya ada yang bercabang dan ada yang tidak bercabang
- bakal biji tidak tampak. terlindung dalam daun buah atau putik.
- pembuahan ganda, pembentukan embrio, dan endosperma berlangsung dalam waktu yang hampir bersamaan.

Tumbuhan angiospermae mempunyai alat perkembanbangbiakan gneratif berupa bunga. Bunga lengkap adalah bunga yang tersusun atas kelopak bunga, mahkota bunga, benang sari, dan putik. Bagian-bagian bunga yang berfungsi sebagai organ reproduksi berupa benang sari (organ jantan) dan kepala putik (organ betina)
Benang sari (stamen) terdiri atas kepala sari (antera) dan tangkai sari (filamentus). Di dalam kepala sari terdapat kantung sari (mikrosporagium) yang mengandung sel induk mikrospora. Sel induk mikrospora akan membelah secara meiosis menjadi empat mikrospora yang dilanjutkan pembelahan meiosis berulang-ulang dengan menghasilkan serbuk sari (gametofit jantan) yang dibungkus selaput luar (eksin) dan selaput dalam (intin). Di dalam serbuk sari terdapat inti generatif dan inti vegetatif (sel buluh). Inti vegetatif akan membentuk buluh serbuk sari dan inti generatifnya akan membentuk 2 sel sperma apabila terjadi pembuahan.
Putik atau pistilum terdiri atas kepala putik (stigma), tangkai putik (stilus) dan bakal buah (ovarium). Bagian putik yang berperan langsung dalam bakal buah. Bakal buah adalah bagian putik yang membesar dan terletak di tengah-tengah dasar bunga, yang didalamnya terdapat bakal biji (megasporangium) atau kandung lembaga (ovulum). Bakal biji tersusun atas kulit bakal biji (integumentum), bakal biji (megasporangium) di dalamnya terdapat sel induk megaspora (sel induk kandung lembaga) yang akan membelah secara meiosis menjadi 4 sel megaspora (n). Tiga sel mengalami degenerasi, yaitu sel berkembang menjadi inti kandung lembaga primer. Selanjutnya, akan mengalami pembelahan mitosis menjadi dua, satu menuju kalaaza dan satu menuju ke mikropil.
Pembuahan ganda pada angiospermae terlihat pada gambar berikut ini

 Klasifikasi angiospermae
Tumbuhan angiospermae berdasarkan jumlah keping bijinya dibedakan menjadi dua kelas, yaitu Monocotyledonae dan dicotyledonae. Perbedaan antra keduanya dapat dilihat pada gambar berikut ini :
Klasifikasi tumbuhan yang termasuk tumbuhan monokotil menjadi famili sebagai berikut :
1. Liliaceae, contohnya Gloriosa superba (kembang sungsang), Lilium longflorum (lili gereja)
2. Poaceae/Graminae (rumout-rumputan), contohnya Zea mays (jagung) dan Oryza sativa (padi), Bambusa sp (bambu)
3. Zingiberaceae (jahe-jahean), contohnya Zingiber officinale (jahe) dan Alpina galanga (laos)
4. Amarylianceae, contohnya Agave centala (kantala), Agave sisanala (sisal)
5. Musaceae, contohnya : Musa paradisiaca (pisang), kurma (phoenix)
6. Arecaceae/palmae : contohnya Coccus nucifera (kelapa), Areca cathecu (pinang)
7. Orchidaceae, contohnya : Phalaenopsis amabilis (anggrek bulan), Cattleya, Dendrobium, Phalaenopsis, vanda, laelia, vanili
8. Araceae, contohnya : Coloscasia esculenta (talas)
9. Magnoliaceae, contohnya : Magnolia grandiflora, Aenaria, D. Carophylus, Agrostemma.

Kelas dikotil diklasifikasikan menjadi beberapa famili sebagai berikut :
1. Mimosaceae, contohnya Mimosa pudica (putri malu)
2. Malvaceae, contohnya : Hibiscus rosa -sinensis (kembang sepatu)
3. Bombusaceae, contohnya : Durio zibberthinus (durian)
4. Euphorbiaceae, contohnya: Monihot utilisima (ketela pohon)
5. Rubiaceae, contohnya : Morinda citrofolia (mengkudu)
6. Apocynaceae, contohnya : Plameria acuminata (kamboja)
7. Covulvulaceae, contohnya : Ipomea reptans (kangkung)
8. Papilionaceae, contohnya : Phaseolus radiatus (kacang hijau)
9. Caesalpiniaceae, contohnya : Caesalpinia pulcherima (kembang merak)
10. Urticaceae, contohnya : Ficus elastica (karet)
11. Rutaceae, contohnya : Citrus nobilis (jeruk keprok)
12. Myertaceae, contohnya : Psidium guajava (jambu batu)
13. Verbanaceae, contohnya Tectona grandis.

Sumber :


R. Gunawan Susilowarno dkk, BIOLOGI untuk Kelas X, Penerbit Grasindo 2007
Istamar Syamsuri dkk, Biologi  Untuk SMA kelas X Semester 2, Penerbit Erlangga, 2007

0 komentar:

Poskan Komentar

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!