Rabu, 14 Januari 2015

Salah satu kegiatan ilmiah yang penting adalah mencari keteraturan. Melalui berbagai eksperimun dan pengamatan sehari-hari, benda digolongkan dalam berbagai katagori. Penggolongan tersebut ditinjau dari kesamaan sifat, baik sifat-sifat kimia maupun fisika.
Dewasa ini banyak ditemukan unsur-unsur baru dari seratus unsur sudah ditemukan. Di antara unsur-unsur tersebut, banyak ditemukan kesamaan sifat kimia dan fisika. Para ahli mencoba mencari keteraturan sifat-sifat kimia dan sifat-sifat fisika dari unsur-unsur tersebut menurut pola-pola tertentu.
Pada awalnya unsur-unsur digolongkan menurut sifat logam dan non logam. Seiring denga perkembangan ilmu pengetahuan, para ahli menggolongkan unsur-unsur tersebut dalam bentuk daftar dengan pola-pola tertentu. Daftar tersebut memuat secara lengkap sifat-sifat unsur berdasarkan letaknya di dalam daftar Daftar paling akhir dikembangkan adalah daftar unsur-unsur yang disebut sistem periodik unsur. Dengan melihat tempat suatu unsur dalam daftar sistem periodik ini, anda dapat secara lansung mengetahui sifat-sifat fisika dan kimianya.
Beberapa teori atau hukum tentang pengelompokkan unsur-unsur, diantaranya dikemukakan oleh Johan Wolfgang Dobereiner, John Newlands, Dmitri Mendeleev, Henry G Mosley, yang menyusun sistem periodik modern.

1. Triade Dobereiner
Pada tahu 1817, Johan Wolfgang Dobereiner menemukan adanya hubungan antara sifat unsur dengan massa atomnya. Menurut Doberreiner, tiga unsur memiliki kemiripan sifat dikelompokkan manjadi triade, dan ternyata massa atom unsur yang ada ditengah memiliki massa rata-rata unsur yang lain.
Contoh :
Unsur;       Li             Na             K
Ar             6,94         22,99        39,10

2. Oktaf Newlands
John Newlands pada tahun 1866 menyusun suatu daftar unsur berdasar kenaikan massa atom relatifnya (Ar). Newlands menemukan pengulangan sifat (sifat yang sama ditemukan kembali) pada setiap unsur kedelapan. Sifat unsur ke-1 secara periodik ditemukan kembali pada unsur ke - 8,  unsur ke-2 ditemukan kembali pada unsur ke 9, dan seterusnya.
Newlands menganggapnya sebagai hukum oktaf karena pengulangan sifat-sifat unsur tersebut sebagai oktaf dalam nada musik.
Tabel Newlands


1H
2L
3Be
4B
5C
6N
7O
8F
9Na
10Mg
11Al
12Si
13P
14S
15Cl
16K
17Ca
18Cr
19Ti
20Mn
21Fe


3. Sistem Periodik Mendeleev
Pada tahun 1869, Dmitri Mendeleev, seorang ahli kimia Rusia dan Lothar Meyer, pakar kimia dari Jerman menyusun daftar unsur yang pada prinsipnya merupakan penyempurnaan dari Oktaf Newlands, Mendeleev menyusun unsur-unsur berdasarkan hubungan sifat kimia dengan massa atomnya. Unsur-unsur disusun ke arah kanan daftar menurut urutan kenaikan Ar unsur dan ke arah bawah daftar menurut persamaan sifat-sifatnya (unsur yang sama sifatnya ditempatkan dalam satu kolom yang sama vertikal ke bawah)
Daftar unsur-unsur yang mempunyai kemiripan sifat dalam satu daftar vertikal dan terdiri atas 8 kolom disebut golongan. Daftar horisontal (mendatar) dari unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atom relatif disebut periode. Sistem Periodik Mendeleev diperlihatkan dalam daftar berikut :


Beberapa kotak unsur dibiarkan kosong oleh Mendeleev karena kotak kosong tersebut akan ditempati oleh unsur-unsur yang akan ditemukan berikutnya. Berdasarkan sistematik keteraturan sifat-sifat (keperiodikan sifat kimia dan fisika) unsur-unsur di dalam sistem periodik, Mendeleev meramalkan sifat-sifat unsur yang belum ditemukan itu. Setelah unsur-unsur tesebut ditemukan, ternyata ramalan Mendeleev banyak yang cocok.

4. Sistem Periodik Modern
Sistem periodik modern dibuat oleh Henry G. Mosley yang merupakan penyempurnakan dari sistem periodik Mendeleev. Sistem periodik modern disusun berdasarkan kenaikan nomor atom, bukan berdasarkan kenaikan massa atom. Dalam sistem periodik terbagi menjadi 2 jalur, yaitu sebagai berikut :
a. Lajur vertikal atau tegak disebut golongan
b. Lajur horisontal atau mendatar disebut periode.
Golongan dibagi menjadi dua, yaitu golongan utama (A), dimulai dari Golongan IA dan diakhiri VIIIA, dan golongan transisi (B), dimulai dari golongan IB sampai golongan VIIIB, diletakkan diantaranya. Dalam golongan transisi terdapat deret lantanida dan aktinida. Periode, dalam sistem periodik modern, terdiri atas periode 1 sampat 7. Sistem periodik modern digambarkan sebagai berikut :


GOLONGAN DAN PERIODE
Di alam semesta banyak sekali ditemukan unsur, baik unsur yang terdapat di alam secara lami maupun unsur buatan manusia. Untuk mempermudah dalam mengklasifiksikan, maka penyusunannya dibagi dalam golongan dan periode. Dalam sistem periodik unsur, terdapat 8 golongan dan 7 perioda.
1. Golongan
Urutan vertikal dengan unsur-unsur yang banyak mempunyai persamaan sifat terletak dalam satu golongan. Lajur vertikal ini yang dinamakan golongan. Golongan unsur dalam sistem periodik  dibagi menjadi golongan utama (A), dimulai dari Golongan IA dan diakhiri VIIIA, dan golongan transisi (B), dimulai dari golongan IB sampai golongan VIIIB, diletakkan diantaranya. Dalam golongan transisi terdapat deret lantanida dan aktinida.
Dalam sistem periodik, golongan utama dan nama khusus golongan tersebut tercantum dalam tabel berikut ini :


Golongan
Nama khusus Golongan
Jumlah electron valensi
IA
IIA
IIA
IVA
VA
VIA
VIIA
VIIIA
Alkali
Alkali tanah
Boron
Karbon
Nitrogen
Oksigen
Halogen
Gas mulia
1
2
3
4
5
6
7
8


Unsur-unsur golongan B semuanya bersifat logam, pada periode keenam, ketiga unsur pertama berisi Cs (sesium), Ba (barium) dan La (lantanum). Unsur-unsur berikutnya mulai dari Ce sampai Lu sifat fisika dan kimianya mendekati La sehingga unsur-unsur tersebut disebut golongan lantanida ayau unsur tanah jarang atau tanah nadir. Pada periode ketujuh, ketiga unsur pertama berisi Fr (fransium), Ra (radium) dan Ac (aktinium). Unsur-unsur berikutnya mulai dari Th sampai Lw sifat-sifat fisika dan kimianya sama dengan aktinium sehingga disebut golongan aktanida.
2. Periode
urutan mendatar atau horisontal dengan nomor atom urut dari nomor atom kecil ke nomor atom besar disebut perioda. Unsur-unsur yang terletak dalam satu periode mempunyai jumlah kulit yang sama. dari sistem periodik terdapat 7 buah periode yang ditandai dengan nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7. Jumlah unsur pada tiap perioda dapat dilihat pada tabel berikut :


Periode
Jumlah unsur
Jumlah kulit elektron
1
2
3
4
5
6
7
2
8
8
18
18
32
Belum lengkap
1
2
3
4
5
6
7


Kelompok unsur lantanida sebenarnya termasuk unsur-unsur periode 6 dan kelompok unsur aktinida termasuk periode 7.

SOAL :
  1. soal sistem periodik unsur
  2. soal sistem periodik unsur2
  3. soal struktur atom
  4. soal struktur atom, sistem periodik dan ikatan kimia
  5. soal struktur atom2


Pelajari materi yang berkaitan :
  1. PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK
  2. PERKEMBANGAN TEORI ATOM DAN STRUKTUR ATOM
  3. SIFAT-SIFAT UNSUR DAN KEPERIODIKAN UNSUR -
  4. SISTEM PERIODIK UNSUR
  5. SPU (RINGKASAN DAN SOAL)
  6. STRUKTUR ATOM

0 komentar:

Posting Komentar

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!