Selasa, 25 November 2014

    REAKSI OKSIDASI REDUKSI





Reaksi Oksidasi dan Reduksi dalam kehidupan sehari-hari
Reaksi redoks yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari terdapat pada reaksi pembakaran, pengolahan logam, metabolisme sel elektrokimia, dan perkaratan.

1)   Reaksi redoks dalam industri
Logam diperoleh dari bijihnya melalui proses redoks, elektrolisis,dan reduksi.
-         Besi diperoleh dari bijihnya dengan mereduksi bijih besi dengan karbon  dalam tanur tinggi.
-          Seng diperoleh dengan pemanggangan (oksidasi) bijih seng kemudian oksida seng yang terbentuk direduksi dengan karbon.
-          ZnCO3   ------>       ZnO +CO3
-         Chrom diperoleh dari bijihnya dengan cara mereduksi bijih crom dengan logam alumunium.
-         Logam natrium dan grafit.diperoleh dengan elektrolisis cairan garam dapur   dengan elektroda dari baja

Cara mereduksi suatu oksida logam menjadi unsur logam:
1. Memanaskan oksida
   2HgO  --->   2Hg   +   O2
   2Ag2O --->   4 Ag   +   O2
2. Mereduksi oksida dengan suatu logam yang reduktornya cukup kuat
    CuO  +  Mg  ---->  Cu   +   MgO
    Fe2O3   +   2 Al  --->   2 Fe   +   3CO2
3. Mereduksi oksida dengan suatu  zat bukan logam
   PbO   +   H2  --->   Pb  +   H2O
   Fe2O3   +   3CO   --->   2Fe   +   3CO2
4. Mereduksi dengan bantuan arus listrik (elektrolisis)
   2Al2O3 --->   4Al   +   3O2

2)
   Reaksi redoks sehari-hari
Contoh :
- Pembakaran etanol  :  C2O5OH   +   3O2  --->   2CO2   +   3H2O
- pemanggangan pirit  :  4FeS2   +   11O2  --->   2CO2   +   3H2O
 
E.  Tatanama IUPAC berdasarkan bilangan oksidasi
a.  Senyawa biner non logam dengan non logam
Contoh :
Berdasarkan  bilangan oksidasi:
N2O    Nitrogen (I) Oksida
NO     Nitrogen (II) Oksida
N2O3   Nitrogen (III) Oksida
Atau dengan menyebutkan jumlah atom:
N2O    dinitrogen monoksida
NO     nitrogen monoksida
N2O3   dinitrogen trioksida

b.  Senyawa biner logam dengan non logam
1.   Logam dengan satu bilangan oksidasi, misal logam alkali, alkali tanah, dan aluminium, penamaannya adalah nama logam didepan, kemudian nama non logam diikuti ida.
Contoh:
NaCl : Natrium klorida                  BaCl2 : Barium klorida
2.   Logam yang mempunyai beberapa bilangan oksidasi, misal logam transisi, penamaannya adalah dengan menuliskan bilangan oksida dengan angka romawi dibelakang nama logam tersebut.
Contoh:


FeCl2 : besi (II) klorida
FeCl3: besi (III) klorida
Cu2O : tembaga (I) oksida
CuO  : tembaga (II) oksida

c.   Tatanama senyawa dari ion-ion poliatom
Senyawa ion yang kationnya hanya mempunyai satu bilangan oksidasi, nama kationnya tetap nama dari unsurnya
Contoh:
Ba(NO3)2  : barium nitrat
KCN : Kalium sianida


Senyawa ion  yang kationnya memiliki bilangan oksidasi lebih dari  satu, nama kationnya diikuti dengan bilangan oksidasinya (angka romawi) dan diikuti nama anion poliatomnya.
Contoh:
FeCl2  : besi (II) klorida
FeCl3  : besi (III) klorida
Cu2O: tembaga (I) oksida
CuO : tembaga (II) oksida

d.   Aturan penamaan senyawa asam  
1.   asam nonoksi , yaitu asam yang tidak punya oksida asam (Asam + nama non logam + ida)
Contoh:
HF:Asam fluorida
HCl: Asam klorida
HBr  : Asam Bromida
HCN : Asam sianida

2.   asam oksi, yaitu asam yang mempunyai oksida asam
a.   Asam oksi yang terdiri dari unsure nonlogam yang hanya membentuk satu senyawa, berakhiran –at.
Contoh:
H2CO3  : asam karbonat
b.   Asam oksi yang terdiri dari unsure nonogam yang membentuk dua jenis senyawa, maka asam yang memiliki oksigen paling sedikit berakhiran –it  dan asam yang mempunyai oksigen lebih banyak berakhiran – at.
Contoh:
HNO2:asam nitrit
HNO3 : asam nitrat
H2SO3: asam sulfite
H2SO4: asam sulfat


c.    Asam oksi halogen yaitu asam yang mempunyai oksida asam, merupakan oksida halogen.  Penamaan:  asam + halogen + at (bilangan oksidasi halogen)
Contoh:
HClO  : asam klorat (I)
HClO2 : asam klorat (III)  
atau dengan didasarkan pada bilangan oksidasi atas jumlah oksigennya.
Hipo   –   it ,    - it,   - at,   per – at
Peningkatan jumlah oksigen
Contoh:
HClO : asam hipoklorit
HClO2: asam klorit
HClO3: asam klorat
HClO4: asam perklorat

e. Penamaan Senyawa Basa
1.  Basa yang dibentuk oleh logam yang mempunyai bilangan oksidasi tunggal, yaitu logam alkali, alkali tanah dan aluminium, penamaannya adalah:   logam + hidroksida
Contoh :
LiOH   : litium hidroksida              NaOH : natrium hidroksida

2.  Basa yang dibentuk oleh logam yang mempunyai beberapa bilangan oksidasi, penamaannya sebagai berikut :   logam (bilangan oksidasi) + hidroksida
Contoh :
Fe(OH)2: besi (II) hidroksida
AgOH    : perak hidroksida
Cu(OH)2: tembaga (II) hidroksida
CuOH: tembaga (I) hidroksida

Pelajari materi dan soal terkait :

  1. LUMPUR AKTIF DAN PROSES OKSIDASI DALAM PENGOLAHAN LIMBAH
  2. REAKSI OKSIDASI REDUKSI
  3. REAKSI OKSIDASI REDUKSI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
  4. soal reaksi redoks1
  5. soal reaksi reduksi oksidasi





0 komentar:

Poskan Komentar

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!